Hasna K

15 September 2022 16:34

Iklan

Hasna K

15 September 2022 16:34

Pertanyaan

Bagaimana keterkaitan mengenai teori konflik menurut karl marx dalam melihat fenomena Demontrasi tolak kenaikan BBM di Indonesia? Minta bantuannya segera kak, deadline minggu depan nih kak? terima kasih

Bagaimana keterkaitan mengenai teori konflik menurut karl marx dalam melihat fenomena Demontrasi tolak kenaikan BBM di Indonesia? Minta bantuannya segera kak, deadline minggu depan nih kak? terima kasih

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

21

:

15

:

03

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Hidayah Y

16 September 2022 01:06

Jawaban terverifikasi

<p>jawaban versi saya:</p><p>Menurut Marx, konflik adalah kenyataan sosial yang bisa ditemukan di mana-mana. Tetapi konflik yang menonjol adalah konflik yang disebabkan cara produksi barang-barang materi yang melibatkan dua kelompok yaitu kaum kapitalis dan kaum buruh. Produksi barang2 material tersebut mengakibatkan alienasi dan konflik sosial.</p><p>&nbsp;</p><p>Pada kasus kenaikan BBM kita bisa melihat 2 kubu yang berkonflik, yaitu pemerintah sebagai penyedia material dan masyarakat sebagai kaum pekerja. Menurut Karl Marx perubahan sosial tidak terjadi melalui proses penyesuaian nilai-nilai yang membawa pada perubahan, tetapi terjadi akibat konflik yang menghasilkan kompromi-kompromi yang berbeda dengan kondisi sebelumnya. Untuk itu fenomena demonstrasi ini adalah salah satu cara kompromi dari kaum kelas pekerja untuk melakukan perubahan. Hasil yang diharapkan di sini adalah turunnya harga BBM.</p>

jawaban versi saya:

Menurut Marx, konflik adalah kenyataan sosial yang bisa ditemukan di mana-mana. Tetapi konflik yang menonjol adalah konflik yang disebabkan cara produksi barang-barang materi yang melibatkan dua kelompok yaitu kaum kapitalis dan kaum buruh. Produksi barang2 material tersebut mengakibatkan alienasi dan konflik sosial.

 

Pada kasus kenaikan BBM kita bisa melihat 2 kubu yang berkonflik, yaitu pemerintah sebagai penyedia material dan masyarakat sebagai kaum pekerja. Menurut Karl Marx perubahan sosial tidak terjadi melalui proses penyesuaian nilai-nilai yang membawa pada perubahan, tetapi terjadi akibat konflik yang menghasilkan kompromi-kompromi yang berbeda dengan kondisi sebelumnya. Untuk itu fenomena demonstrasi ini adalah salah satu cara kompromi dari kaum kelas pekerja untuk melakukan perubahan. Hasil yang diharapkan di sini adalah turunnya harga BBM.


Iklan

Nanda R

Community

18 Juni 2024 21:54

<p>Teori konflik menurut Karl Marx dapat memberikan pemahaman yang mendalam tentang fenomena seperti demonstrasi tolak kenaikan BBM di Indonesia. Berikut ini adalah beberapa keterkaitan teori konflik Karl Marx dalam konteks tersebut:</p><p><strong>Konflik Kelas</strong>: Marx memandang masyarakat sebagai arena konflik antara kelas yang berbeda, yaitu pemilik modal (kapitalis/borjuis) dan buruh (proletar). Demonstrasi tolak kenaikan BBM bisa dilihat sebagai manifestasi dari ketegangan antara kepentingan ekonomi kapitalis yang ingin meningkatkan keuntungan dengan cara menaikkan harga BBM, dan buruh serta masyarakat luas yang akan terkena dampak ekonominya.</p><p><strong>Eksploitasi Ekonomi</strong>: Marx menyoroti eksploitasi kapitalis terhadap tenaga kerja, di mana kenaikan harga BBM bisa dianggap sebagai salah satu bentuk eksploitasi ini. Buruh dan masyarakat menilai kenaikan harga BBM sebagai be-ban tambahan yang menambah kesulitan ekonomi mereka, sehingga menimbulkan ketidakpuasan dan demonstrasi sebagai bentuk protes terhadap kebijakan ini.</p><p><strong>Alienasi</strong>: Konsep alienasi Marx menyatakan bahwa dalam masyarakat kapitalis, buruh menjadi teralienasi dari produk kerjanya, proses produksi, sesama manusia, dan dari dirinya sendiri. Kenaikan harga BBM dapat memperburuk kondisi alienasi ini dengan memperburuk kondisi hidup buruh dan masyarakat pada umumnya, yang kemudian menggerakkan mereka untuk berdemonstrasi sebagai cara untuk menyuarakan ketidakpuasan mereka.</p><p><strong>Kritik Terhadap Sistem Kapitalisme</strong>: Demonstrasi tolak kenaikan BBM dapat dilihat sebagai ekspresi kritis terhadap sistem kapitalisme yang dipandang tidak adil dan merugikan bagi kelas pekerja. Marx menekankan bahwa kapitalisme cenderung memperburuk kesenjangan sosial dan ekonomi, dan demonstrasi seperti ini menunjukkan bahwa ketegangan sosial ekonomi yang dihasilkan oleh sistem ini dapat mencapai titik kritis yang memicu aksi kolektif.</p><p>&nbsp;</p>

Teori konflik menurut Karl Marx dapat memberikan pemahaman yang mendalam tentang fenomena seperti demonstrasi tolak kenaikan BBM di Indonesia. Berikut ini adalah beberapa keterkaitan teori konflik Karl Marx dalam konteks tersebut:

Konflik Kelas: Marx memandang masyarakat sebagai arena konflik antara kelas yang berbeda, yaitu pemilik modal (kapitalis/borjuis) dan buruh (proletar). Demonstrasi tolak kenaikan BBM bisa dilihat sebagai manifestasi dari ketegangan antara kepentingan ekonomi kapitalis yang ingin meningkatkan keuntungan dengan cara menaikkan harga BBM, dan buruh serta masyarakat luas yang akan terkena dampak ekonominya.

Eksploitasi Ekonomi: Marx menyoroti eksploitasi kapitalis terhadap tenaga kerja, di mana kenaikan harga BBM bisa dianggap sebagai salah satu bentuk eksploitasi ini. Buruh dan masyarakat menilai kenaikan harga BBM sebagai be-ban tambahan yang menambah kesulitan ekonomi mereka, sehingga menimbulkan ketidakpuasan dan demonstrasi sebagai bentuk protes terhadap kebijakan ini.

Alienasi: Konsep alienasi Marx menyatakan bahwa dalam masyarakat kapitalis, buruh menjadi teralienasi dari produk kerjanya, proses produksi, sesama manusia, dan dari dirinya sendiri. Kenaikan harga BBM dapat memperburuk kondisi alienasi ini dengan memperburuk kondisi hidup buruh dan masyarakat pada umumnya, yang kemudian menggerakkan mereka untuk berdemonstrasi sebagai cara untuk menyuarakan ketidakpuasan mereka.

Kritik Terhadap Sistem Kapitalisme: Demonstrasi tolak kenaikan BBM dapat dilihat sebagai ekspresi kritis terhadap sistem kapitalisme yang dipandang tidak adil dan merugikan bagi kelas pekerja. Marx menekankan bahwa kapitalisme cenderung memperburuk kesenjangan sosial dan ekonomi, dan demonstrasi seperti ini menunjukkan bahwa ketegangan sosial ekonomi yang dihasilkan oleh sistem ini dapat mencapai titik kritis yang memicu aksi kolektif.

 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Identifikasikan lima dampak positif konflik sosial!

25

5.0

Jawaban terverifikasi