Carolyn C

08 April 2022 02:58

Iklan

Carolyn C

08 April 2022 02:58

Pertanyaan

Bagaimana kehidupan politik dan sosial kerajaan medang?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

08

:

52

:

12

Klaim

6

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

A. Feby

08 April 2022 10:20

Jawaban terverifikasi

Halo Carolyn. Kakak bantu jawab ya๐Ÿ˜Š Jadi, kehidupan politik dan sosial Kerajaan Medang Kamulan yaitu dipimpin oleh beberapa raja, seperti Mpu Sindok, Sri Isana Tunggawijaya, Sri Makutawang Swardhana, Sri Dharmawangsa, dan Airlangga. Setelah kekuasaan Airlangga, ia memerintahkan Mpu Bharada untuk membagi dua kerajaan menjadi Kerajaan Jenggala dan Kerajaan Panjalu. Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut: Kerajaan Mataram Kuno dikenal juga sebagai Kerajaan Medang Kamulan berdiri pada tahun 752 M. Pada abad X, kerajaan Mataram Kuno dipindahkan oleh Mpu Sindok dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Pemindahan tersebut disebabkan karena terjadinya letusan Gunung Merapi yang disertai gempa bumi dan hujan material vulkanik yang memporak-poradakan sebagian besar wilayah Jawa Tengah. Mpu Sindok mempunyai jabatan sebagai Rake I Hino ketika menjadi raja di Mataram, lalu pindah ke Jawa timur dan mendirikan dinasti Isyana. Mpu Sindok kemudian menjadi raja Medang dan memerintah sejak tahun 929 M sampai dengan 948 M. Setelah itu, kekuasaan Mpu Sindok kemudian digantikan oleh Sri Isana Tunggawijaya yang memerintah sebagai Ratu. Ia menikah dengan Raja Sri Lokapala dan dikaruniai seorang putra yang bernama Sri Makutawang Swardhana yang kemudian diangkat menjadi raja. Pada akhir abad ke-10 M, Mataram atau Medang diperintah oleh Sri Dharmawangsa Teguh Anantawikrama yang memerintah sampai tahun 1016 M. Pada tahun 1019, Airlangga yang merupakan menantu Dharmawangsa yang berasal dari Bali dinobatkan oleh para pendeta Buddha menjadi raja menggantikan Dhamawangsa. Pada tahun 1042, Airlangga mengundurkan diri dari takhta kerajaan, lalu hidup sebagai petapa dengan nama Resi Gentayu (Djatinindra). Menjelang akhir pemerintahannya Airlangga menyerahkan kekuasaannya kepada putrinya Sangrama Wijaya Tunggadewi. Namun, putrinya itu menolak dan memilih untuk menjadi seorang petapa dengan nama Ratu Giriputri. Airlangga memerintahkan Mpu Bharada untuk membagi dua kerajaan. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya perang saudara di antara kedua putranya yang lahir dari selirnya. Kerajaan itu adalah: Kerajaan Janggala di sebelah timur diberikan kepada putra sulungnya yang bernama Garasakan (Jayengrana) dan Kerajaan Panjalu (Kediri) di sebelah barat diberikan kepada putra bungsunya yang bernama Samarawijaya (Jayawarsa). Semoga membantu ๐Ÿ˜Š


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

12

5.0

Jawaban terverifikasi