Binta A

26 Mei 2023 12:44

Iklan

Binta A

26 Mei 2023 12:44

Pertanyaan

Bagaimana kebijakan monopoli perdagangan yang dilakukan Portugis dan Belanda di Indonesia ?

Bagaimana kebijakan monopoli perdagangan yang dilakukan Portugis dan Belanda di Indonesia ?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

00

:

12

:

54

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Sefrinayaafi S

31 Mei 2023 13:02

Jawaban terverifikasi

<p>1. berusaha menanamkan kekuasaan di daerah maluku</p><p>2. sistem monopoli perdagangan cengkeh dan pala di ternate</p><p>3. menyebarkan agama katolik di daerah daerah yang dikuasai</p><p>4. mengembangkan bahasa dan seni keroncong portugis</p>

1. berusaha menanamkan kekuasaan di daerah maluku

2. sistem monopoli perdagangan cengkeh dan pala di ternate

3. menyebarkan agama katolik di daerah daerah yang dikuasai

4. mengembangkan bahasa dan seni keroncong portugis


Iklan

Salsabila M

Community

31 Maret 2024 04:16

Jawaban terverifikasi

<p><br>Kebijakan monopoli perdagangan yang dilakukan oleh Portugis dan Belanda di Indonesia merupakan bagian dari strategi ekspansi kolonial mereka. Berikut adalah ringkasan tentang kebijakan monopoli perdagangan yang dilakukan oleh kedua negara tersebut:</p><p><strong>Portugis:</strong></p><ul><li>Portugis memperoleh kendali atas beberapa wilayah di Indonesia, terutama Maluku, pada awal abad ke-16.</li><li>Mereka mendirikan benteng-benteng dan pos-pos perdagangan untuk menguasai perdagangan rempah-rempah, terutama cengkih dan pala.</li><li>Portugis menerapkan sistem monopoli perdagangan, yang berarti bahwa hanya mereka yang diizinkan untuk memperdagangkan rempah-rempah di wilayah yang mereka kuasai.</li><li>Sistem monopoli ini bertujuan untuk mengontrol harga rempah-rempah di pasar Eropa dan memperoleh keuntungan yang besar.</li></ul><p><strong>Belanda:</strong></p><ul><li>Belanda menggantikan Portugis sebagai kekuatan kolonial dominan di Indonesia pada abad ke-17.</li><li>Mereka menerapkan kebijakan monopoli perdagangan yang lebih ketat daripada yang dilakukan oleh Portugis.</li><li>Pada tahun 1602, Belanda mendirikan Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) yang memiliki monopoli mutlak atas perdagangan di wilayah Hindia Timur, termasuk Indonesia.</li><li>VOC diberi hak eksklusif untuk memperdagangkan barang-barang di wilayah jajahannya dan menggunakan kekuatan militer untuk melindungi monopoli perdagangan mereka.</li><li>Sistem monopoli perdagangan Belanda sangat mempengaruhi ekonomi dan sosial di wilayah jajahannya, dengan memaksa petani untuk beralih dari pertanian subsisten ke komoditas perdagangan seperti kopi, teh, dan rempah-rempah.</li></ul><p><br>&nbsp;</p>


Kebijakan monopoli perdagangan yang dilakukan oleh Portugis dan Belanda di Indonesia merupakan bagian dari strategi ekspansi kolonial mereka. Berikut adalah ringkasan tentang kebijakan monopoli perdagangan yang dilakukan oleh kedua negara tersebut:

Portugis:

  • Portugis memperoleh kendali atas beberapa wilayah di Indonesia, terutama Maluku, pada awal abad ke-16.
  • Mereka mendirikan benteng-benteng dan pos-pos perdagangan untuk menguasai perdagangan rempah-rempah, terutama cengkih dan pala.
  • Portugis menerapkan sistem monopoli perdagangan, yang berarti bahwa hanya mereka yang diizinkan untuk memperdagangkan rempah-rempah di wilayah yang mereka kuasai.
  • Sistem monopoli ini bertujuan untuk mengontrol harga rempah-rempah di pasar Eropa dan memperoleh keuntungan yang besar.

Belanda:

  • Belanda menggantikan Portugis sebagai kekuatan kolonial dominan di Indonesia pada abad ke-17.
  • Mereka menerapkan kebijakan monopoli perdagangan yang lebih ketat daripada yang dilakukan oleh Portugis.
  • Pada tahun 1602, Belanda mendirikan Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) yang memiliki monopoli mutlak atas perdagangan di wilayah Hindia Timur, termasuk Indonesia.
  • VOC diberi hak eksklusif untuk memperdagangkan barang-barang di wilayah jajahannya dan menggunakan kekuatan militer untuk melindungi monopoli perdagangan mereka.
  • Sistem monopoli perdagangan Belanda sangat mempengaruhi ekonomi dan sosial di wilayah jajahannya, dengan memaksa petani untuk beralih dari pertanian subsisten ke komoditas perdagangan seperti kopi, teh, dan rempah-rempah.


 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

14

5.0

Jawaban terverifikasi