Assara B

18 Maret 2020 06:44

Iklan

Assara B

18 Maret 2020 06:44

Pertanyaan

Bagaimana hubungan Kerajaan Pajajaran dengan Kerajaan Tarumanegara?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

07

:

16

:

43

Klaim

3

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

R. Kamila

Mahasiswa/Alumni Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

31 Desember 2021 01:44

Jawaban terverifikasi

Halo Assara B, Kakak bantu jawab ya. Jawabannya dalah kerajaan Pajajaran merupakan kelanjutan dari Kerajaan Tarumanegara yang pada saat itu terpecah menjadi dua yaitu kerajaan sunda dan kerajaan galuh. Pada masa Sri Baduga Maharaja (1482-1521), salah satu raja kerajaan Pajajaran berhasil menyatukan kembali kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh, sehingga nantinya kerajaan itu dinamakan Kerajaan Pajajaran. Yuk pahami penjelasan berikut. Kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan bercorak Hindu di nusantara yang berdiri pada abad ke-4 hingga abad ke-7 masehi di tepi Sungai Citarum, Jawa Barat. Pendiri Kerajaan Tarumanegara adalah Maharesi Jayasingawarman. Pada 669 masehi, Raja Linggawarman yang baru berkuasa selama tiga tahun wafat. Takhta kerajaan jatuh ke tangan menantunya, Tarusbawa. Pergantian kekuasaan ini menandai berakhirnya Kerajaan Tarumanegara karena Tarusbawa lebih menginginkan untuk kembali ke kerajaannya sendiri, yaitu Sunda, yang sebelumnya berada di bawah kekuasaan Tarumanegara. Atas pengalihan kekuasaan ke Kerajaan Sunda ini, Kerajaan Galuh tidak sepakat dan memutuskan untuk memisahkan diri. Dengan begitu, wilayah bekas Kerajaan Tarumanegara kemudian dibagi menjadi dua, yaitu Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh dengan Sungai Citarum sebagai pembatasnya. Sedangkan Kerajaan Pajajaran adalah kerajaan yang bercorak Hindu juga di Jawa Barat. Kerajaan ini berpusat di Pakuan. Kerajaan Pajajaran berdiri dari tahun 923 M sampai 1597 M. Menurut Prasasti Sanghyang Tapak, Kerajaan Pajajaran didirikan oleh Sri Jayabhupati. Puncak kejayaan kerajaan ini ada masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi (1482-1521 M). Menurut Prasasti Sanghyang Tapak, Raja Sri Jayabhupati mendirikan sebuah kerajaan pada 923 M di Pakuan Pajajaran. Setelah Sri Jayabhupati, takhta kemudian jatuh ke tangan Rahyang Niskala Wastu Kancana dengan pusat kerajaan berada di Kawali. Pada 1428, Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi dinobatkan dua kali untuk menerima takhta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Pada masa Sri Baduga Maharaja (1482-1521) menyatukan kembali kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh, sehingga nantinya kerajaan itu dinamakan Kerajaan Pajajaran. Shingga dapat disimpulkan bahwa sejarah Kerajaan Pajajaran ini tidak dapat terlepas dari kerajaan-kerajaan pendahulunya, seperti Kerajaan Tarumanegara, Kerajaan Sunda dan Galuh, serta Kawali. Hal ini disebabkan pemerintahan Kerajaan Pajajaran merupakan kelanjutan dari kerajaan-kerajaan tersebut. Semoga membantu.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

bagaimana pola penyebaran manusia modern di dunia

1

0.0

Jawaban terverifikasi