Thoriq K
13 Mei 2023 01:36
Iklan
Thoriq K
13 Mei 2023 01:36
Pertanyaan
1
2
Iklan
Khairil A
13 Mei 2023 02:05
a. Perlawanan terhadap Portugis dan VOC:
Perlawanan Banten (1682-1684): Rakyat Banten melakukan perlawanan terhadap VOC yang ingin menguasai wilayah Banten. Perlawanan ini dipimpin oleh Sultan Ageng Tirtayasa.
Perlawanan Trunojoyo (1674-1679): Rakyat Madura melakukan perlawanan terhadap VOC yang ingin memaksakan aturan-aturan ekonomi yang merugikan rakyat Madura. Perlawanan ini dipimpin oleh Trunojoyo.
Perlawanan Aru Palaka (1824-1830): Rakyat Minahasa melakukan perlawanan terhadap VOC yang ingin menguasai wilayah Minahasa. Perlawanan ini dipimpin oleh Aru Palaka.
b. Perlawanan terhadap Hindia Belanda:
Perlawanan Rakyat Maluku (1817-1818): Rakyat Maluku melakukan perlawanan terhadap Hindia Belanda yang ingin menguasai rempah-rempah di Maluku. Perlawanan ini dipimpin oleh Kapitan Pattimura.
Perang Padri (1821-1837): Rakyat Minangkabau melakukan perlawanan terhadap Hindia Belanda yang ingin memaksakan agama dan aturan-aturan baru yang merugikan rakyat Minangkabau. Perang ini dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol.
Perang Diponegoro (1825-1830): Rakyat Jawa melakukan perlawanan terhadap Hindia Belanda yang ingin memaksakan aturan-aturan baru yang merugikan rakyat Jawa. Perang ini dipimpin oleh Pangeran Diponegoro.
Perang Aceh (1873-1904): Rakyat Aceh melakukan perlawanan terhadap Hindia Belanda yang ingin menguasai wilayah Aceh dan menguasai sumber daya alamnya. Perang ini dipimpin oleh Sultan Iskandar Muda dan Sultan Muhammad Daud Syah.
· 5.0 (1)
Iklan
Nanda R

Community
07 April 2024 14:07
Gerakan perlawanan yang dilakukan oleh rakyat Indonesia terhadap penjajahan Portugis, VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie), dan Hindia Belanda memainkan peran penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Berikut adalah beberapa contoh perlawanan yang terkenal:
Perlawanan terhadap Portugis & VOC: Perlawanan rakyat Maluku: Rakyat Maluku melakukan perlawanan terhadap penjajahan Portugis dan VOC, terutama di pulau-pulau seperti Ambon dan Ternate. Perlawanan ini terutama berkaitan dengan kontrol atas perdagangan rempah-rempah.
Perlawanan terhadap Hindia Belanda: Perang Padri: Perang Padri terjadi di wilayah Minangkabau, Sumatra Barat, antara gerakan agama Islam yang dipimpin oleh pemimpin lokal yang disebut Padri melawan pemerintahan Hindia Belanda. Perang ini berlangsung dari awal abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-19.
Perang Diponegoro: Dipimpin oleh Pangeran Diponegoro, perang ini terjadi di Jawa antara tahun 1825 dan 1830. Pemberontakan Diponegoro dipicu oleh ketidakpuasan terhadap kebijakan kolonial Belanda yang melanggar hak-hak tradisional dan agama pribumi.
Perang Aceh: Perang Aceh merupakan serangkaian konflik antara Kesultanan Aceh dengan Hindia Belanda yang terjadi selama hampir empat abad, dimulai dari abad ke-16 hingga awal abad ke-20. Perlawanan Aceh menunjukkan ketahanan yang luar biasa terhadap upaya-upaya kolonialisasi Belanda, meskipun pada akhirnya Belanda berhasil menaklukkan Aceh setelah perang yang panjang dan berdarah..
· 0.0 (0)
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!