Muhammad G

05 September 2023 21:40

Iklan

Muhammad G

05 September 2023 21:40

Pertanyaan

bagaimana cara perkembangbiakan aseksual tumbuhan pakis haji dan pinus

bagaimana cara perkembangbiakan aseksual tumbuhan pakis haji dan pinus

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

13

:

39

:

00

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

M.S M

06 September 2023 06:17

Jawaban terverifikasi

<p>&nbsp;Berikut adalah cara perkembangbiakan aseksual pada kedua jenis tumbuhan tersebut:</p><p>Pakis Haji:<br>a. Spora: Pakis haji menghasilkan spora yang dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru tanpa melalui proses perkawinan. Spora tersebut dapat jatuh ke tanah dan tumbuh menjadi pakis individu baru.<br>b. Bulbil: Beberapa spora dari tumbuhan pakis haji dapat berkembang menjadi struktur khusus yang disebut bulbil. Bulbil ini dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru saat terpisah dari tumbuhan induknya.</p><p>Pinus:<br>a. Reproduksi vegetatif: Pinus dapat menghasilkan tunas baru dari batang atau akar yang ada, yang kemudian tumbuh menjadi pohon baru yang genetiknya identik dengan pohon induknya.<br>b. Stolon: Beberapa spesies pinus juga dapat menghasilkan stolon atau tunas lateral yang dapat merambat di permukaan tanah dan tumbuh menjadi pohon baru saat menjulang ke atas.</p><p>&nbsp;</p><p>Salah maap bang ๐Ÿ˜๐Ÿ™</p>

 Berikut adalah cara perkembangbiakan aseksual pada kedua jenis tumbuhan tersebut:

Pakis Haji:
a. Spora: Pakis haji menghasilkan spora yang dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru tanpa melalui proses perkawinan. Spora tersebut dapat jatuh ke tanah dan tumbuh menjadi pakis individu baru.
b. Bulbil: Beberapa spora dari tumbuhan pakis haji dapat berkembang menjadi struktur khusus yang disebut bulbil. Bulbil ini dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru saat terpisah dari tumbuhan induknya.

Pinus:
a. Reproduksi vegetatif: Pinus dapat menghasilkan tunas baru dari batang atau akar yang ada, yang kemudian tumbuh menjadi pohon baru yang genetiknya identik dengan pohon induknya.
b. Stolon: Beberapa spesies pinus juga dapat menghasilkan stolon atau tunas lateral yang dapat merambat di permukaan tanah dan tumbuh menjadi pohon baru saat menjulang ke atas.

 

Salah maap bang ๐Ÿ˜๐Ÿ™


Iklan

Ilhamhaqiqi I

10 September 2023 01:10

Jawaban terverifikasi

<p>Perkembangan aseksual pada tumbuhan pakis dan pinus melibatkan berbagai proses reproduksi vegetatif yang dapat menghasilkan individu baru tanpa melalui pembuahan atau peleburan gamet. Berikut adalah cara perkembangan aseksual pada kedua jenis tumbuhan tersebut:</p><p>**Perkembangan Aseksual pada Tumbuhan Pakis:**</p><p>1. **Spora (Reproduksi dengan Spora)**:<br>&nbsp; - Tumbuhan paku memiliki organ khusus yang disebut sporangia, tempat spora (sel reproduksi aseksual) dihasilkan.<br>&nbsp; - Spora akan melepaskan diri dari sporangia dan dapat tumbuh menjadi individu baru tanpa melalui pembuahan.<br>&nbsp; - Tumbuhan paku juga dapat memproduksi spora dalam jumlah besar, sehingga perkembangan aseksual ini dapat menghasilkan banyak individu baru dengan cepat.</p><p>2. **Fragmentasi**:<br>&nbsp; - Beberapa jenis tumbuhan paku dapat mengalami fragmentasi, di mana bagian tumbuhan yang pecah atau terputus dapat tumbuh menjadi individu baru.<br>&nbsp; - Bagian ini dapat berupa rhizoma (batang bawah tanah), frond (daun), atau bahkan sporofit utama.</p><p>**Perkembangan Aseksual pada Tumbuhan Pinus (Gymnospermae):**</p><p>1. **Strobilus (Reproduksi dengan Konifer)**:<br>&nbsp; - Tumbuhan pinus adalah contoh gymnospermae, yang biasanya memiliki strobilus atau konifer sebagai organ reproduksi.<br>&nbsp; - Strobilus mengandung skala atau cangkang yang berisi mikrosporangia (mikrosporofila) dan megasporangia (megasporofila).<br>&nbsp; - Mikrosporangia menghasilkan mikrospora yang berkembang menjadi gametofit jantan (prothallus), sedangkan megasporangia menghasilkan megaspora yang berkembang menjadi gametofit betina (prothallus).<br>&nbsp; - Pembuahan terjadi ketika pollen (mikrospora) dari prothallus jantan jatuh di konifer betina dan menyatukan dengan ovule (megaspora).</p><p>2. **Teknik Kultur Jaringan**:<br>&nbsp; - Metode kultur jaringan dapat digunakan untuk menghasilkan banyak individu tumbuhan pinus secara aseksual.<br>&nbsp; - Bagian tanaman yang digunakan sebagai eksplan (contohnya, ujung tunas) ditempatkan dalam media pertumbuhan yang sesuai di laboratorium untuk menghasilkan tanaman baru.</p><p>Perlu diingat bahwa perkembangan aseksual pada tumbuhan ini bervariasi antara spesies, dan beberapa metode perkembangan aseksual lebih umum daripada yang lain tergantung pada tumbuhan yang Anda bicarakan.</p>

Perkembangan aseksual pada tumbuhan pakis dan pinus melibatkan berbagai proses reproduksi vegetatif yang dapat menghasilkan individu baru tanpa melalui pembuahan atau peleburan gamet. Berikut adalah cara perkembangan aseksual pada kedua jenis tumbuhan tersebut:

**Perkembangan Aseksual pada Tumbuhan Pakis:**

1. **Spora (Reproduksi dengan Spora)**:
  - Tumbuhan paku memiliki organ khusus yang disebut sporangia, tempat spora (sel reproduksi aseksual) dihasilkan.
  - Spora akan melepaskan diri dari sporangia dan dapat tumbuh menjadi individu baru tanpa melalui pembuahan.
  - Tumbuhan paku juga dapat memproduksi spora dalam jumlah besar, sehingga perkembangan aseksual ini dapat menghasilkan banyak individu baru dengan cepat.

2. **Fragmentasi**:
  - Beberapa jenis tumbuhan paku dapat mengalami fragmentasi, di mana bagian tumbuhan yang pecah atau terputus dapat tumbuh menjadi individu baru.
  - Bagian ini dapat berupa rhizoma (batang bawah tanah), frond (daun), atau bahkan sporofit utama.

**Perkembangan Aseksual pada Tumbuhan Pinus (Gymnospermae):**

1. **Strobilus (Reproduksi dengan Konifer)**:
  - Tumbuhan pinus adalah contoh gymnospermae, yang biasanya memiliki strobilus atau konifer sebagai organ reproduksi.
  - Strobilus mengandung skala atau cangkang yang berisi mikrosporangia (mikrosporofila) dan megasporangia (megasporofila).
  - Mikrosporangia menghasilkan mikrospora yang berkembang menjadi gametofit jantan (prothallus), sedangkan megasporangia menghasilkan megaspora yang berkembang menjadi gametofit betina (prothallus).
  - Pembuahan terjadi ketika pollen (mikrospora) dari prothallus jantan jatuh di konifer betina dan menyatukan dengan ovule (megaspora).

2. **Teknik Kultur Jaringan**:
  - Metode kultur jaringan dapat digunakan untuk menghasilkan banyak individu tumbuhan pinus secara aseksual.
  - Bagian tanaman yang digunakan sebagai eksplan (contohnya, ujung tunas) ditempatkan dalam media pertumbuhan yang sesuai di laboratorium untuk menghasilkan tanaman baru.

Perlu diingat bahwa perkembangan aseksual pada tumbuhan ini bervariasi antara spesies, dan beberapa metode perkembangan aseksual lebih umum daripada yang lain tergantung pada tumbuhan yang Anda bicarakan.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Jodohkan gambar dengan pola interaksi yang sesuai! 10. Beruang dengan ikan Pola interaksi a. Netralisme b. Predasi c. Simbiosis mutualisme d. Simbiosis komensalisme e. Simbiosis parasitisme f. Antibiosis

16

3.5

Jawaban terverifikasi