Alingga A

17 Maret 2020 01:11

Iklan

Alingga A

17 Maret 2020 01:11

Pertanyaan

bagaimana cara menghitung biloks

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

12

:

17

:

38

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Malahayati

Mahasiswa/Alumni Universitas Syiah Kuala

26 Desember 2021 03:35

Jawaban terverifikasi

Halo Alingga A, kakak bantu jawab yaa Jadi untuk menghitung bilangan oksidasi kita dapat memanfaatkan informasi dari elektron valensi dari unsur dengan mengikuti aturan penentuan bilangan oksidasi. Ayo simak pembahasan berikut agar kamu lebih paham ya Bilangan oksidasi merupakan jumlah muatan dari suatu unsur dalam membentuk senyawa. Muatan ini bisa berharga positif maupun negatif. Bilangan oksidasi berasal dari transfer elektron yang terjadi ketika pembentukan senyawa. Dalam proses penentuan bilangan oksidasi, ada beberapa aturan yang harus kamu ikuti. Aturan dalam penentuan bilangan oksidasi antara lain adalah sebagai berikut: 1. Bilangan oksidasi unsur bebas adalah 0. Unsur bebas merupakan unsur yang berdiri sendiri atau tidak terikat dengan unsur lainnya. Unsur bebas terbagi atas dua bagian yakni unsur bebas yang berbentuk atom seperti Fe, Na, Cu dan unsur bebas yang berbentuk molekul seperti Na2, Cu2, O2. Berbagai macam unsur bebas ini memiliki bilangan oksidasi sebesar 0. 2. Bilangan oksidasi ion monoatom (1 atom) dan poliatom (lebih dari 1 atom) sesuai dengan jenis muatan ionnya. Contoh: Ion monoatom Fe3+, Mn2+, Zn2+, maka bilangan oksidasinya sesuai dengan muatan ionnya yakni +3, +2, dan +2 secara berturut-turut. Ion poliatom SO43-, PO43-, maka maka bilangan oksidasinya sesuai dengan muatan ionnya yakni -3, dan -3. 3. Bilangan oksidasi unsur pada golongan logam IA, IIA, dan IIIA sesuai dengan golongannya. Contoh : bilangan oksidasi MgCl2. Atom Mg terdapat pada golongan IIA sehingga bilangan oksidasinya adalah +2. Sehingga dapat dihitung bilangan oksidasi atom Cl dengan cara (Bilangan oksidasi Mg × jumlah atom Mg) + (Bilangan oksidasi Cl × jumlah atom Cl) = 0 (2 × 1) + (Bilangan oksidasi Cl × 2) = 0 2 + (2 Bilangan oksidasi Cl) = 0 2 Bilangan oksidasi Cl = -2 Bilangan oksidasi Cl = (-2)/2 Bilangan oksidasi Cl = -1. 4. Bilangan oksidasi unsur golongan transisi (golongan B) lebih dari satu. Contoh: Bilangan oksidasi untuk atom Sn adalah +3 dan +4. 5. Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur yang membentuk ion = jumlah muatannya. Contoh: ion SO43- Bilangan oksidasi untuk atom O dalam senyawa ini adalah -2. Atom O memiliki indeks sebesar 4, maka nilai bilangan oksidasi atom O dikalikan 4 sehingga menjadi -8. Jumlah muatan dari SO43- = -3, maka nilai bilangan oksidasi untuk atom S harus sebesar +5 agar jumlah muatan dari ion SO43- adalah sebesar -3. 6. Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur yang membentuk senyawa = 0. Contoh : MgCl2 Bilangan oksidasi untuk atom Mg dalam senyawa ini adalah +2. Jumlah bilangan oksidasi dari MgCl2 = 0, maka nilai bilangan oksidasi untuk atomCl harus sebesar -1 agar jumlah bilangan oksidasi MgCl2 adalah sebesar 0. 7. Bilangan oksidasi hidrogen (H) bila berikatan dengan logam = -1. Bila H berikatan dengan non-logam = +1. Contoh : Biloks H dalam AlH3 = -1 Biloks H dalam H2O = +1. 8. Bilangan oksidasi oksigen (O) dalam senyawa proksida = -1. Bilangan oksidasi O dalam senyawa non-peroksida = -2. Contoh : Biloks O dalam BaO2 = -1 Biloks O dalam H2O = -2. Terima kasih sudah bertanya, semoga bermanfaat. Terus gunakan Roboguru sebagai teman belajar kamu ya.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Sebuah unsur X memiliki bilangan kuantum n=3, l=1, m=0, s=+1/2, maka tentukan : a. Jumlah proton, neutron dan elektronya. b. Konfigurasi atomnya c. Konfigurasi bila melepaskan elektron. d. Jumlah proton, neutron dan elektronnya setelah melepas elektron e. Letaknya pada tabel periodik unsur.

5

0.0

Jawaban terverifikasi