Maria B

18 Oktober 2021 15:07

Iklan

Maria B

18 Oktober 2021 15:07

Pertanyaan

Bacalah teks berikut dengan saksama! "Malin Kundang" Pada zaman dahulu hiduplah seorang janda bernama Mande Rubayah. Mande Rubayah mempunyai seorang putra bernama Malin Kundang. Mereka tinggal di perkampungan Pantai Air Manis, Padang, Sumatra Barat. Mereka hidup dalam kemiskinan setelah ditinggal pergi suaminya yang pergi berlayar dan tidak kembali lagi. Mande Rubayah harus membesarkan anaknya seorang diri. Malin KunSetelah Malin beranjak dewasa, ia memutuskan untuk mencari nafkah ke luar pulau karena tidak tega melihat sang ibu membanting tulang untuk menghidupi keluarga. Suatu hari, sebuah kapal besar milik seorang saudagar bersandar di dermaga Pantai Air Manis. Rasyid, sahabat Malin, melihat datangnya kapal itu. Rasyid kemudian mengajak Malin untuk pergi merantau. Malin kemudian meminta izin kepada ibunya untukdang sangat disayang oleh ibunya. Malin anak yang cerdas. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terkena batu. Luka itu menjadi berbekas di lengan dan tidak bisa hilang. Setelah Malin beranjak dewasa, ia memutuskan untuk mencari nafkah ke luar pulau karena tidak tega melihat sang ibu membanting tulang untuk menghidupi keluarga. Suatu hari, sebuah kapal besar milik seorang saudagar bersandar di dermaga Pantai Air Manis. Rasyid, sahabat Malin, melihat datangnya kapal itu. Rasyid kemudian mengajak Malin untuk pergi merantau. Malin kemudian meminta izin kepada ibunya untuk ikut berlayar dengan kapal besar itu. Awalnya sang ibu tidak setuju mengingat suaminya dulu tidak pernah kembali setelah merantau. Namun, pada akhirnya sang ibu mengizinkan Malin untuk pergi merantau. Selama berada di kapal, Malin belajar tentang pelayaran. Banyak pulau sudah dilalui oleh Malin. Pada suatu hari kapal yang ditumpangi malin dibajak oleh perompak. Malin dan Rasyid bersembunyi di balik kayu kapal. Semua awak kapal terbunuh dalam serangan perompak. Malin dan Rasyid terombang-ambing di tengah laut dan akhirnya mereka terdampar di sebuah pulau. Pulau itu sangat subur karena warganya yang gigih dalam bekerja. Dengan tenaga seadanya, Malin dan Rasyid berjalan menuju ke desa itu. Di pulau ini Malin Kundang dan Rasyid bekerja kepada seorang saudagar. Malin bekerja sangat giat dan rajin dibandingkan Rasyid. Saudagar itu senang melihat kerja Malin. Selama 2 tahun Malin bekerja dengan saudagar itu, sedangkan Rasyid pulang kembali ke kampung halamannya. Oleh karena sangat giat dan rajin bekerja, Malin akhirnya menjadi kaya raya. Malin menjadi pedagang yang sukses. Ia mempunyai kapal dagang dan beberapa anak buah. Malin kemudian menikahi anak saudagarnya. Kesuksesan Malin Kundang akhirnya terdengar oleh sang ibu. Mande Rubayah sangat senang sekali mendengar kabar bahwa anaknya sudah berhasil. Sejak saat itu, Mande Rubayah selalu menunggu di dermaga untuk menyaksikan anaknya pulang. Setelah lama menikah akhirnya Malin memutuskan untuk berlayar bersama istri dan anak buahnya. Tibalah Malin di kampung kelahirannya. Di kampung kelahirannya, Malin bertemu dengan Rasyid. Setelah bertemu dengan Malin, Rasyid kemudian memberitahukan Mande Rubayah tentang kedatangan Malin. Mande Rubayah sangat gembira mendengar Malin Kundang telah pulang. Dengan ditemani Rasyid, Mande Rubayah pergi ke dermaga untuk menemui anak kesayangannya. Di dermaga, Mande Rubayah melihat dari jauh ada dua orang sedang berdiri di atas kapal. Mande Rubayah yakin bahwa anak itu adalah anaknya. Pada saat mendekati kapal, Mande Rubayah semakin yakin bahwa dia adalah Malin Kundang setelah melihat bekas luka di lengan kanan pemuda tersebut. Mande Rubayah kemudian memanggil anaknya itu. "Malin Kundang anakku, engkau sudah kembali, Nak. Kenapa kau pergi begitu lama tanpa memberi kabar ibumu? lbu sangat rindu kepadamu," kata Mande Rubayah seraya memeluk anaknya. Melihat wanita tua berpakaian lusuh dan kotor memeluknya, Malin Kundang menjadi marah. Malin sebenarnya tahu bahwa wanita itu memang ibunya. Malin marah karena malu kepada istri dan anak buahnya. Mande Rubayah sedih diperlakukan seperti itu. Mande Rubayah marah kepada Malin Kundang. Dia berdoa, jika benar pemuda itu adalah Malin Kundang, dia mengutuknya menjadi batu. Malin Kundang kembali berlayar dan meninggalkan ibunya yang sedang menangis sedih. Di tengah perjalanan, terjadi badai besar. Badai itu menghancurkan kapalnya. Doa sang ibu terkabul. Secara perlahan tubuh Malin Kundang kaku dan berubah menjadi batu. Sampai saat ini batu Malin Kundang masih dapat dilihat di Pantai Air Manis, di selatan Kota Padang, Sumatra Barat. Jawablah pertanyaan berikut ini sesuai legenda di atas! Dari daerah manakah cerita rakyat "Malin Kundang" berasal?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

09

:

03

:

37

Klaim

3

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

W. Wahyuni

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Makassar

20 Oktober 2021 17:25

Jawaban terverifikasi

Hai Maria B. Terima kasih sudah bertanya di Roboguru. Legenda adalah cerita rakyat yang beredar di masyarakat dan dihubungkan dengan suatu peristiwa yang menjadi asal usul nama daerah, objek wisata, dan sebagainya. Ciri-ciri legenda adalah memiliki tokoh yang sakti, ada unsur keajaiban, memiliki kaitan dengan hal gaib, ada unsur sejarah, dan memiliki amanat. Legenda mengandung unsur intrinsik dan ekstrinsik, yakni (1) tema: ide cerita yang dikembangan di dalam teks; (2) tokoh: pemeran atau orang yang terlibat di dalam cerita; (3) penokohan: karakter yang dilakoni oleh tokoh cerita; (4) latar: tempat, waktu, suasana cerita; (5) alur: jalan cerita yang mengurutkan rangkaian peristiwa di dalam cerita; (6) sudut pandang, cara penulis menyampaikan isi cerita; (7) amanat: pesan yang disampaikan penulis kepada pembaca; dan (8) nilai kehidupan (unsur ekstrinsik), seperti nilai sosial, nilai moral, nilai budaya, dan nilai agama. Cerita legenda di atas mengisahkan tentang seorang pemuda bernama Malin Kundang yang memutuskan untuk merantau ke luar pulau demi mencari nafkah kepada ibunya. Namun, bertahun-tahun Malin Kundang tak kunjung pulang sampai Ia sukses. Suatu hari Ia berlayar bersama istri dan anak buahnya ke kampung halamannya, tetapi Malin Kundang enggan mengakui ibunya. Ibunya pun kecewa dengan sikap durhaka Malin Kundang hingga Ia mengutuknya menjadi batu. Batu kutukan tersebut kini dapat disaksikan di Pantai Air Manis, Kota Padang, Sumatra Barat. Dengan demikian, cerita rakyat (legenda) "Malin Kundang" berasal dari Sumatra Barat.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Dalam teks eksplanasi, pernyataan umum, isi, dan penutup harus berkaitan dan saling ... . a. memahami b. mendorong c. menggambarkan d. menjelaskan

11

5.0

Jawaban terverifikasi