Maria B

18 Oktober 2021 14:43

Iklan

Maria B

18 Oktober 2021 14:43

Pertanyaan

Bacalah teks berikut dengan saksama! "Legenda Asal Mula Danau Batur" Di sebuah desa di Bali ada seorang raksasa berjalan dengan riang. Namanya cukup singkat, Kebo lwa. Karen a dia seorang raksasa, tubuhnya sangat besar, suaranya lantang. Tak hanya itu, dia juga memiliki kekuatan yang luar biasa. "Selamat pagi, Pak Kepala Desa. Selamat pagi, Bapak-Bapak dan lbu-lbu," Kebo lwa memperlihatkan gigi-giginya yang besar. "Selamat pagi, Kebo lwa. Wah kebetulan sekali, dapatkah engkau membantu kami membuat pura?" ucap Kepala Desa. "Baiklah, tapi seperti biasa, sediakan aku makanan yang banyak dan enak ya?" pinta Kebo lwa. Kepala Desa mengangguk tanda setuju. Kebo lwa, raksasa yang ringan tangan dan baik hati. Dia mau membantu penduduk desa untuk membuat pura, rumah atau apa pun yang dibutuhkan penduduk. Penduduk desa senang. Mereka menganggap Kebolwa sebagai ternan. Hanya saja, Kebo lwa selalu meminta makanan. Karena tubuhnya yang besar, dia dapat menghabiskan jatah makanan untuk seribu orang dewasa. Lama kelamaan, Kebo lwa bergantung kepada penduduk desa. Setiap rasa lapar datang, dia mendatangi penduduk untuk meminta makanan. Musim kemarau melanda. Persediaan makanan penduduk semakin tipis. Mereka khawatir, jika hujan tak kunjung datang, panen akan gagal. Ternak-ternak bisa mati. Belum lagi mereka harus menghadapi kemarahan Kebo lwa jika tak ada makanan untuknya. "Huaaaa .... Huaaaa .... Pak Kepala Desa, aku lapar!" Kebo lwa mengusap perutnya yang keroncongan. "Maafkan kami Kebo lwa yang baik hati." Kepala Desa menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada. "Persediaan makanan kami hampir habis, hujan sama sekali tidak turun," kata Pak Kepala Desa. "Aku tak pedul i, kalian sudah berjanji akan selalu menyiapkan makanan untukku!" tegas Kebo lwa dengan mata memerah. Kebo lwa pun mengamuk, rumah penduduk dirusak dengan sekali pukulan. Tak hanya itu, pura, kandang ternak, dan lumbung tak luput menjadi sasaran amukan Kebo lwa. Penduduk takut, mereka berlari ke hutan untuk menghindari amukan Kebo lwa. Ketika penduduk telah pergi dan bangunan banyak yang hancur, Kebo lwa mengambil beberapa persediaan makanan yang dia temukan, lalu melahapnya dengan rakus. Di dalam hutan, Kepala Desa berunding dengan para penduduk. Mereka memikirkan cara untuk berbaikan dengan Kebo lwa agar dia tidak mengamuk ketika kelaparan. Pak Kepala Desa akan berbicara baik-baik kepada Kebo lwa. Sembari menunggu waktu yang tepat, penduduk desa mengumpulkan makanan yang ada di hutan. Waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba. Keadaan sudah aman, Kebo lwa sudah tidak mengamuk lagi. Pak Kepala Desa berjalan menemui Ke-bo lwa yang sedang duduk bersandar pada sebuah batu besar. "Kebo lwa, maafkan kami tak dapat menyediakan makanan untukmu." Kepala Desa duduk di depan Kebo lwa. "Aku memaafkan kalian. Maafkan aku juga telah merusak rumah kalian. Tapi, aku tidak suka kalau kalian tak memberiku makan," ucap Kebo lwa sambil cemberut. "Tolong bekerja sama dengan kami. Penduduk desa membutuhkan air agar tanaman dan ternak tidak mati, sehingga kami dapat menyediakan makanan untukmu," Kepala Desa berkata dengan hati-hati. "Buatkan kami sumur yang sangat dalam. Tolong perbaiki rumah dan pura. Kami akan sediakan makanan setelah tugasmu selesai," ujar Kepala Desa penuh semangat. "Baiklah, Pak Kepala Desa. Aku selalu senang membantu penduduk desa," ucap Kebo lwa dengan gembira. Penduduk desa dan Kebo lwa bergotong royong memperbaiki rumah, pura, dan membuat sumur. Penduduk desa mengumpulkan batu kapur untuk melapisi dinding. Kebo lwa membuat sumur dengan cara menggali tanah. Hari berganti hari, Kebo lwa berhasil membuat lubang sumur yang dalam. Gundukan tanah di tepi lubang pun semakin tinggi melebihi tumpukan batu kapur di sebelahnya. Kebo lwa yang kelelahan tertidur nyenyak di dalam sumur. Dengkurannya menggema sampai pelosok desa. Tak terasa, air dari lubang sumur telah keluar dan semakin tinggi. Kebo lwa belum juga bangun. Dengkurannya malah semakin kencang. Batu kapur di samping gundukan tanah bergetar dan jatuh ke lubang sumur karena dengkuran kebo Iwa. Kebo lwa bangun ketika panasnya air kapur bercampur kapur mulai menyumbat hidungnya. Namun, terlambat, Kebo lwa yang malang tidak berhasil menyelamatkan diri. Penduduk desa kocar-kacir berlari tak tentu arah, ketika air sumur terus mengalir keluar dari lubang. Luapan air sumur membentuk sebuah danau. Danau ini diberi nama Danau Batur. Gundukan tanah kemudian mengeras dan membentuk sebuah gunung yang disebut Gunung Batur. Jawablah pertanyaan di bawah ini sesuai dengan Legenda Asal Mula Danau Batur! Bagaimana watak tokoh tersebut?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

22

:

28

:

43

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

W. Wahyuni

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Makassar

20 Oktober 2021 15:49

Jawaban terverifikasi

Hai Maria B. Terima kasih sudah bertanya di Roboguru. Legenda adalah cerita rakyat yang beredar di masyarakat dan dihubungkan dengan suatu peristiwa yang menjadi asal usul nama daerah, objek wisata, dan sebagainya. Ciri-ciri legenda adalah memiliki tokoh yang sakti, ada unsur keajaiban, memiliki kaitan dengan hal gaib, ada unsur sejarah, dan memiliki amanat. Legenda mengandung unsur intrinsik dan ekstrinsik, yakni (1) tema: ide cerita yang dikembangan di dalam teks; (2) tokoh: pemeran atau orang yang terlibat di dalam cerita; (3) penokohan: karakter yang dilakoni oleh tokoh cerita; (4) latar: tempat, waktu, suasana cerita; (5) alur: jalan cerita yang mengurutkan rangkaian peristiwa di dalam cerita; (6) sudut pandang, cara penulis menyampaikan isi cerita; (7) amanat: pesan yang disampaikan penulis kepada pembaca; dan (8) nilai kehidupan (unsur ekstrinsik), seperti nilai sosial, nilai moral, nilai budaya, dan nilai agama. Cerita legenda di atas mengisahkan tentang asal mula Danau Batur. Kisahnya berawal pada seorang raksasa bernama Kebo Iwa yang selalu senang membantu penduduk desa dalam membangun rumah, pura, kandang ternak, hingga yang terakhir Ia membantu warga desa membuat sebuah sumur. Kebo Iwa berhasil menggali tanah yang akan dijadikan sumur sampai Ia terlelap dan akhirnya tenggelam akibat air di dalam sumur terus keluar. Kebo Iwa adalah raksasa yang sangat baik dan rendah hati, tetapi dia sedikit egois jika tidak diberi makan. Berikut adalah pernyataan yang menunjukkan watak Kebo Iwa. "Kebo lwa, raksasa yang ringan tangan dan baik hati. Dia mau membantu penduduk desa untuk membuat pura, rumah atau apapun yang dibutuhkan penduduk." "Hanya saja, Kebo lwa selalu meminta makanan." Selain Kebo Iwa, tokoh lain yang ditonjolkan pada cerita legenda di atas adalah kepala desa yang berwatak bijak dalam mengatasi masalah warga dan sangat perhatian kepada Kebo Iwa. Berikut adalah pernyataan yang menunjukkan watak kepala desa. "Di dalam hutan, Kepala Desa berunding dengan para penduduk. Mereka memikirkan cara untuk berbaikan dengan Kebo lwa agar dia tidak mengamuk ketika kelaparan." Dengan demikian, watak tokoh Kebo Iwa ialah baik hati, ringan tangan, dan egois ketika lapar. Watak tokoh kepala desa ialah bijaksana.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Dalam teks eksplanasi, pernyataan umum, isi, dan penutup harus berkaitan dan saling ... . a. memahami b. mendorong c. menggambarkan d. menjelaskan

11

5.0

Jawaban terverifikasi