Maria B

18 Oktober 2021 14:44

Iklan

Maria B

18 Oktober 2021 14:44

Pertanyaan

Bacalah teks berikut dengan saksama! "Legenda Asal Mula Danau Batur" Di sebuah desa di Bali ada seorang raksasa berjalan dengan riang. Namanya cukup singkat, Kebo lwa. Karen a dia seorang raksasa, tubuhnya sangat besar, suaranya lantang. Tak hanya itu, dia juga memiliki kekuatan yang luar biasa. "Selamat pagi, Pak Kepala Desa. Selamat pagi, Bapak-Bapak dan lbu-lbu," Kebo lwa memperlihatkan gigi-giginya yang besar. "Selamat pagi, Kebo lwa. Wah kebetulan sekali, dapatkah engkau membantu kami membuat pura?" ucap Kepala Desa. "Baiklah, tapi seperti biasa, sediakan aku makanan yang banyak dan enak ya?" pinta Kebo lwa. Kepala Desa mengangguk tanda setuju. Kebo lwa, raksasa yang ringan tangan dan baik hati. Dia mau membantu penduduk desa untuk membuat pura, rumah atau apa pun yang dibutuhkan penduduk. Penduduk desa senang. Mereka menganggap Kebolwa sebagai ternan. Hanya saja, Kebo lwa selalu meminta makanan. Karena tubuhnya yang besar, dia dapat menghabiskan jatah makanan untuk seribu orang dewasa. Lama kelamaan, Kebo lwa bergantung kepada penduduk desa. Setiap rasa lapar datang, dia mendatangi penduduk untuk meminta makanan. Musim kemarau melanda. Persediaan makanan penduduk semakin tipis. Mereka khawatir, jika hujan tak kunjung datang, panen akan gagal. Ternak-ternak bisa mati. Belum lagi mereka harus menghadapi kemarahan Kebo lwa jika tak ada makanan untuknya. "Huaaaa .... Huaaaa .... Pak Kepala Desa, aku lapar!" Kebo lwa mengusap perutnya yang keroncongan. "Maafkan kami Kebo lwa yang baik hati." Kepala Desa menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada. "Persediaan makanan kami hampir habis, hujan sama sekali tidak turun," kata Pak Kepala Desa. "Aku tak pedul i, kalian sudah berjanji akan selalu menyiapkan makanan untukku!" tegas Kebo lwa dengan mata memerah. Kebo lwa pun mengamuk, rumah penduduk dirusak dengan sekali pukulan. Tak hanya itu, pura, kandang ternak, dan lumbung tak luput menjadi sasaran amukan Kebo lwa. Penduduk takut, mereka berlari ke hutan untuk menghindari amukan Kebo lwa. Ketika penduduk telah pergi dan bangunan banyak yang hancur, Kebo lwa mengambil beberapa persediaan makanan yang dia temukan, lalu melahapnya dengan rakus. Di dalam hutan, Kepala Desa berunding dengan para penduduk. Mereka memikirkan cara untuk berbaikan dengan Kebo lwa agar dia tidak mengamuk ketika kelaparan. Pak Kepala Desa akan berbicara baik-baik kepada Kebo lwa. Sembari menunggu waktu yang tepat, penduduk desa mengumpulkan makanan yang ada di hutan. Waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba. Keadaan sudah aman, Kebo lwa sudah tidak mengamuk lagi. Pak Kepala Desa berjalan menemui Ke-bo lwa yang sedang duduk bersandar pada sebuah batu besar. "Kebo lwa, maafkan kami tak dapat menyediakan makanan untukmu." Kepala Desa duduk di depan Kebo lwa. "Aku memaafkan kalian. Maafkan aku juga telah merusak rumah kalian. Tapi, aku tidak suka kalau kalian tak memberiku makan," ucap Kebo lwa sambil cemberut. "Tolong bekerja sama dengan kami. Penduduk desa membutuhkan air agar tanaman dan ternak tidak mati, sehingga kami dapat menyediakan makanan untukmu," Kepala Desa berkata dengan hati-hati. "Buatkan kami sumur yang sangat dalam. Tolong perbaiki rumah dan pura. Kami akan sediakan makanan setelah tugasmu selesai," ujar Kepala Desa penuh semangat. "Baiklah, Pak Kepala Desa. Aku selalu senang membantu penduduk desa," ucap Kebo lwa dengan gembira. Penduduk desa dan Kebo lwa bergotong royong memperbaiki rumah, pura, dan membuat sumur. Penduduk desa mengumpulkan batu kapur untuk melapisi dinding. Kebo lwa membuat sumur dengan cara menggali tanah. Hari berganti hari, Kebo lwa berhasil membuat lubang sumur yang dalam. Gundukan tanah di tepi lubang pun semakin tinggi melebihi tumpukan batu kapur di sebelahnya. Kebo lwa yang kelelahan tertidur nyenyak di dalam sumur. Dengkurannya menggema sampai pelosok desa. Tak terasa, air dari lubang sumur telah keluar dan semakin tinggi. Kebo lwa belum juga bangun. Dengkurannya malah semakin kencang. Batu kapur di samping gundukan tanah bergetar dan jatuh ke lubang sumur karena dengkuran kebo Iwa. Kebo lwa bangun ketika panasnya air kapur bercampur kapur mulai menyumbat hidungnya. Namun, terlambat, Kebo lwa yang malang tidak berhasil menyelamatkan diri. Penduduk desa kocar-kacir berlari tak tentu arah, ketika air sumur terus mengalir keluar dari lubang. Luapan air sumur membentuk sebuah danau. Danau ini diberi nama Danau Batur. Gundukan tanah kemudian mengeras dan membentuk sebuah gunung yang disebut Gunung Batur. Jawablah pertanyaan di bawah ini sesuai dengan Legenda Asal Mula Danau Batur! Apa yang terjadi pada tokoh tersebut di akhir cerita?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

22

:

14

:

09

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

D. Julia

19 Oktober 2021 18:55

Jawaban terverifikasi

Hai Maria B, terima kasih sudah bertanya. Kakak bantu jawab, ya. Legenda adalah cerita rakyat zaman dahulu yang mengisahkan tentang peristiwa, tokoh, atau tempat tertentu yang mencampurkan mitos dengan fakta historis. Di dalam Legenda terkandung pesan-pesan moral dan nilai-nilai budaya. Pada teks legenda di atas dijelaskan tentang asal mula Danau Batur. Ada seorang raksasa bernama Kebo Iwa yang suka membantu dan baik hati kepada penduduk di sebuah desa di Bali. Dia memiliki kekuatan yang luar biasa sehingga dia mampu membuat pura, rumah atau apa pun yang dibutuhkan penduduk. Suatu hari, Pak Kepala Desa meminta tolong kepada Kebo Iwa untuk membantu penduduk membangun Pura. Kebo Iwa mau membantu dengan syarat menyediakan makanan untuknya. Pak Kepala Desa menyanggupi permintaan Kebo Iwa. Tibalah musim kemarau datang. Persediaan makanan penduduk semakin menipis. Kebo Iwa mengamuk karena penduduk desa tidak menepati janjinya untuk menyediakan makanan untuknya. Dia merusak permukiman penduduk, sehingga penduduk harus melarikan diri ke hutan. Sembari menunggu Kebo Iwa tidak mengamuk lagi, penduduk mengumpulkan makanan untuknya. Saat Kebo Iwa tidak mengamuk lagi, Pak Kepala Desa menjumpainya dan menyampaikan permintaan maafnya. Kebo Iwa memaafkan dan meminta maaf kepada Pak Kepala Desa dan para penduduk karena telah merusak pemukiman mereka. Pak Kepala Desa meminta tolong kepada Kebo Iwa untuk membuatkan sumur yang sangat dalam dan memperbaiki rumah dan pura. Tak lupa Pak Kepala Desa berjanji akan menyediakan makanan setelah tugas Kebo Iwa selesai. Singkat cerita, penduduk bergotong royong bersama Kebo Iwa memperbaiki permukiman dan sumur. Kebo Iwa menggali tanah yang dalam hingga semakin tinggi melebihi tumpukan batu kapur di sebelahnya. Kebo lwa yang kelelahan tertidur nyenyak di dalam sumur. Batu kapur di samping gundukan tanah bergetar dan jatuh ke lubang sumur karena dengkuran kebo Iwa. Kebo lwa bangun ketika panasnya air kapur bercampur kapur mulai menyumbat hidungnya. Namun, terlambat, Kebo lwa yang malang tidak berhasil menyelamatkan diri. Air sumur terus mengalir keluar dari lubang dan membentuk sebuah danau. Danau itu diberi nama Danau Batur. Gundukan tanah kemudian mengeras dan membentuk sebuah gunung yang disebut Gunung Batur. Berdasarkan teks tersebut diketahui bahwa tokoh tersebut bernasib malang karena tidak berhasil menyelamatkan diri. Hal ini telah diungkapkan pada kalimat berikut. "Namun, terlambat, Kebo lwa yang malang tidak berhasil menyelamatkan diri." Jadi, di akhir cerita, tokoh tersebut bernasib malang karena tidak berhasil menyelamatkan diri. Semoga membantu, ya.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Dalam teks eksplanasi, pernyataan umum, isi, dan penutup harus berkaitan dan saling ... . a. memahami b. mendorong c. menggambarkan d. menjelaskan

11

5.0

Jawaban terverifikasi