Nabil A

09 Juli 2022 05:59

Iklan

Nabil A

09 Juli 2022 05:59

Pertanyaan

Bacalah naskah drama berikut. Misteri Rumah Kosong Rafael, Don, dan Agnes memiliki cita-cita yang sama. Mereka ingin sekali menjadi detektif. Setiap pulang sekolah mereka selalu duduk di sudut jalan untuk memerhatikan orang-orang yang lalu IaIang. Pada suatu hari, ada seorang pria mengenakan jaket hitam, topi yang menutup separuh wajahnya, dan kacamata hitam melintasi mereka. Hari ke-1 Agnes : "Orang itu mencurigakan!" Rafael : "Jangan-jangan, dia maling!" Don : "Hus! Jangan asal tuduh. Mungkin saja gaya berpakaiannya memang begitu." Agnes : "Mengenakan jaket kulit tebal di siang bolong begini? Ya sudah pasti mencurigakan dong." Don : "Mungkin saja dia sakit." Rafael : "lya mungkin saja dia sakit." Agnes : "Tapi tetap akan aku catat dalam buku bahwa orang ini mencurigakan. Rafael, kamu bawa kamera, bukan?" Rafael : "lya! Buat apa?" Don : "Ya buat memfoto laki-laki itu!" Hari ke-2 Agnes : "Orang itu masuk ke rumah kosong. Setahuku, tidak ada orang yang tinggal di sana." Rafael : "Lalu, buat apa pria itu masuk? Jangan-jangan dia tero-ris!" Agnes : "Atau penjahat yang sedang dicari-cari polisi." Don : "Besok, kalau pria itu lewat lagi, kita harus ikuti." Rafael : "Tetapi aku takut." Agnes : "Detektif kok takut sih! Aku perempuan saja berani." Rafael : "Kalian saja, aku nggak mau ikut. Aku mau jaga pos." Don : "Payah kamu!" Rafael : "Ohh ... uuhh ... kalian saja, ya." Agnes : "Payah!" Don : "Agnes, jangan lupa besok bawa sepeda." Rafael : "Apa nggak sebaiknya kita lapor kepada Pak RT, mungkin saja dia mengetahui hal ini!" Don : "Jangan dulu, nanti saja kalau kita punya bukti. Sekarang, kalian berdua pulang saja, besok kita berkumpul lagi di sini." Agnes : "Baik, Don!" Rafael : "Oke, Don!" Hari ke-3 Agnes : "Rafael, kamu yakin mau menunggu di sini?" Rafael : "Hmmm ... iya deh." Don : "Begini saja, kalau dalam satu jam kita tidak kembali. ltu berarti kita dalam masalah. Kamu harus cepat melapor kepada Pak RT." (Rafael mengangguk. Agnes dan Don berlalu dengan sepedanya.) Don : "Agnes, kamu diam saja di sini dulu! Aku akan melompati pagar ini." Agnes : "Tapi, aku ingin ikut!" Don : "Turuti perintahku! Kamu tunggu di sini dan tunggu aba-aba dariku." (Agnes bersungut kesal. Tiba-tiba terdengar suara orang berteriak kencang sekali. Lalu terdengar pula suara benda jatuh dengan bunyi berdebum yang kencang. Agnes berdiri dengan tubuh gemetar membayangkan apa yang terjadi dengan Don) Agnes : "Don? Apakah kamu baik-baik saja?" (Agnes berteriak-teriak memanggil Don. Hening dari dalam rumah) Agnes : "Dooooooooooooooonnn ..... !" (Masih tidak ada jawaban. Agnes mulai khawatir dengan keadaan Don. Dia hendak berlari keluar saat pintu rumah terbuka. Agnes ketakutan dan dia terus menundukkan kepala) Pria Misterius : "Halo gadis kecil, sedang apa kamu di sana?" (Suara ramah terdengar dari pria besar di depannya. Agnes mengangkat kepala dan melihat pria misterius itu tanpa topi dan kaca mata hitam. Di sebelahnya berdiri Don dengan wajah merah karena malu.) Agnes : "Saya ... mmmm ... saya menunggu Don." Pria Misterius : "Masuklah, aku punya es krim untuk kalian berdua." Agnes : "Saya kenal Anda!" Don : "lya, saya juga kenal!" Agnes : "Anda kan ... Anda kan pemain film! Nama Anda, Johan! lya, kan?" Pria Misterius: "Begitulah. Kalian adalah detektif cilik yang pintar sampai dapat membongkar penyamaranku." Agnes : "Jadi, Anda sedang menyamar?" Pria Misterius : "lya akhir-akhir ini banyak wartawan yang suka datang ke rumah. Saya sedang latihan untuk film selanjutnya, jadi butuh konsentrasi dan jauh dari gangguan." Don : "Maafkan kami jika mengganggu!" Pria Misterius : "Tidak apa-apa, saya senang kalian datang. Asalkan jangan mengagetkan saya seperti tadi, ya. Panci di dapur jadi berjatuhan semua, karena saya pikir ada maling masuk." (Don, Agnes, dan Johan pun tertawa bersama) Rafael : "Agnes! Don! Kalian tidak apa-apa?" Agnes : "Kami baik-baik saja." Pria Misterius : "Wah, ada Pak RT." Pak RT : "Maaf, ya, nak Johan, anak-anak ini mengganggu ketenangan saja ." Pria Misterius : "Tidak apa-apa kok, saya malah senang bertemu dengan detektif cilik seperti mereka." Don : "Maafkan kami, Pak RT." Pak RT : "Makanya jangan asal tuduh saja, untung kalian belum melapor pada polisi." (Don, Agnes, dan Rafael tersipu malu) Jelaskanlah unsur-unsur drama yang terdapat dalam drama di atas! Tokoh dan wataknya:

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

16

:

56

:

22

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

S. Gustiraja

19 Juli 2022 05:49

Jawaban terverifikasi

Watak tokoh dalam teks drama di atas adalah (1) Rafael : penakut; (2) Don : berprasangka baik dan punya banyak ide; serta (3) Agnes : mudah mencurigai orang lain. Untuk menjawab soal di atas simak penjelasan berikut. Drama merupakan karya sastra yang menampilkan sebuah cerita dan disajikan dalam bentuk gerak atau dipentaskan. Salah satu unsur instrinsik teks drama adalah tokoh. Tokoh merupakan pelaku dalam cerita yang memiliki sifat-sifat atau watak-watak tertentu. Dalam menentukan watak tokoh dapat disampaikan melalui dua cara, yakni analitik dan dramatik. Berikut ini penjelasan lengkapnya. 1) Teknik analitik (secara langsung) dengan cara menampilkan watak tokoh melalui uraian, deskripsi atau penjelasan oleh sang pengarang. Tokohnya dihadirkan ke hadapan pembaca dengan tidak berbelit-belit (sifat, watak, tingkah laku, ciri fisik). 2) Teknik dramatik (secara tidak langsung) dengan cara pengarang tidak mendeskripsikan secara eksplisit karakter atau catak tokoh. Oleh karena itu, pembaca perlu menafsirkan secara mandiri karakter atau watak tokoh melalui ucapan, pikiran, perbuatan, bentuk fisik, reaksi, ucapan dan pendapat karakter. Pada teks drama di atas terdapat tiga tokoh penting yang berlaku sebagai detektif cilik. Mereka adalah Rafael, Don, dan Agnes. Ketiga tokoh memiliki watak sebagai berikut. 1) Rafael: penakut dibuktikan melalui kutipan dialog berikut. Agnes : "Rafael, kamu yakin mau menunggu di sini?" Rafael : "Hmmm ... iya deh." Don : "Begini saja, kalau dalam satu jam kita tidak kembali. ltu berarti kita dalam masalah. Kamu harus cepat melapor kepada Pak RT." (Rafael mengangguk. Agnes dan Don berlalu dengan sepedanya.) Pada kutipan di atas menjelaskan sikap Rafael yang memilih menunggu di luar dibandingkan ikut menyelidiki ke dalam rumah seperti Don dan Agnes. 2) Don: berprasangka baik dan punya banyak ide dibuktikan melalui kutipan dialog berikut. Kutipan (a) Agnes : "Orang itu mencurigakan!" Rafael : "Jangan-jangan, dia maling!" Don : "Hus! Jangan asal tuduh. Mungkin saja gaya berpakaiannya memang begitu." Kutipan (b) Don : "Begini saja, kalau dalam satu jam kita tidak kembali. ltu berarti kita dalam masalah. Kamu harus cepat melapor kepada Pak RT." Pada kutipan (a), tokoh Don memiliki sikap yang berprasangka baik, sementara pada kutipan (b) menunjukkan bahwa tokoh Don memiliki alternatif ide dibandingkan teman lainnya. 3) Agnes : mudah mencurigai orang lain dibuktikan melalui kutipan dialog berikut. Agnes : "Orang itu mencurigakan!" Rafael : "Jangan-jangan, dia maling!" Don : "Hus! Jangan asal tuduh. Mungkin saja gaya berpakaiannya memang begitu." Pada kutipan tersebut tokoh Agnes mencurigai sosok pria misterius dan didukung oleh Rafael. Dengan demikian, watak tokoh dalam teks drama di atas adalah (1) Rafael : penakut; (2) Don : berprasangka baik dan punya banyak ide; serta (3) Agnes : mudah mencurigai orang lain


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Dalam teks eksplanasi, pernyataan umum, isi, dan penutup harus berkaitan dan saling ... . a. memahami b. mendorong c. menggambarkan d. menjelaskan

12

5.0

Jawaban terverifikasi