Zizi Z

27 Mei 2024 00:49

Iklan

Iklan

Zizi Z

27 Mei 2024 00:49

Pertanyaan

Baca dan pahamilah puisi berikut! Hutan yang dulu rimbun Kini tinggal tonggak Lambang angkuh dan congkak Burung tak lagi bersiul Embun tak lagi bergantung Di ujung daun Ranting menusuk matahari Tentukan unsur fisik dan bathin puisi di atas?

Baca dan pahamilah puisi berikut!

Hutan yang dulu rimbun

Kini tinggal tonggak

Lambang angkuh dan congkak

Burung tak lagi bersiul

Embun tak lagi bergantung

Di ujung daun

Ranting menusuk matahari

Tentukan unsur fisik dan bathin puisi di atas?


10

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Kevin L

Bronze

27 Mei 2024 01:37

Jawaban terverifikasi

1. Unsur Fisik: - Hutan yang dulu rimbun: Menggambarkan keadaan hutan yang sebelumnya subur dan padat. - Tonggak: Menunjukkan bahwa hutan telah mengalami perubahan dan menjadi lebih sedikit. - Lambang angkuh dan congkak: Menggambarkan perubahan dalam suasana hutan, dengan menggunakan lambang untuk menggambarkan sifat manusia. - Burung tak lagi bersiul: Menunjukkan bahwa kehidupan di hutan telah berubah, dengan burung sebagai salah satu makhluk yang terpengaruh. - Embun tak lagi bergantung: Menggambarkan perubahan dalam kondisi lingkungan, dengan embun sebagai indikator kelembaban udara. - Ranting menusuk matahari: Menunjukkan bahwa tumbuhan di hutan telah beradaptasi dengan kondisi baru, mencari cahaya matahari. 2. Unsur Batin: - Lambang angkuh dan congkak: Menggambarkan perasaan penyesalan atau rasa malu terhadap perubahan yang terjadi di hutan. - Burung tak lagi bersiul: Menunjukkan kekecewaan atau kehilangan karena hilangnya suara burung di hutan. - Embun tak lagi bergantung: Menggambarkan rasa kekecewaan atau kekecewaan terhadap perubahan kondisi lingkungan. - Ranting menusuk matahari: Menunjukkan upaya untuk bertahan hidup meskipun menghadapi tantangan baru.


Iklan

Iklan

Nanda R

Gold

27 Mei 2024 13:10

Jawaban terverifikasi

<p>Dalam puisi ini, terdapat unsur-unsur fisik dan batin yang dapat diidentifikasi sebagai berikut:</p><p>Unsur Fisik:</p><ol><li><strong>Hutan yang dulu rimbun</strong>: Menggambarkan keadaan fisik hutan yang dulu subur dan lebat.</li><li><strong>Tonggak</strong>: Merujuk pada sisa-sisa pohon atau tanaman yang telah ditebang, meninggalkan gambaran tentang kehancuran alam.</li><li><strong>Ranting menusuk matahari</strong>: Gambaran visual tentang ranting-ranting yang menghalangi sinar matahari, menunjukkan kekeringan dan kekacauan alam.</li></ol><p>Unsur Bathin:</p><ol><li><strong>Lambang angkuh dan congkak</strong>: Menggambarkan perasaan angkuh dan sombong manusia yang telah merusak alam, menciptakan konflik antara manusia dan alam.</li><li><strong>Burung tak lagi bersiul, Embun tak lagi bergantung</strong>: Menggambarkan kehilangan kehidupan dan keindahan alam akibat kerusakan yang diciptakan oleh manusia.</li><li><strong>Tentukan</strong>: Kata ini menunjukkan adanya keputusasaan atau keputusasaan atas keadaan yang terjadi, menimbulkan perasaan sedih atau kesedihan terhadap kerusakan yang terjadi di alam.</li></ol>

Dalam puisi ini, terdapat unsur-unsur fisik dan batin yang dapat diidentifikasi sebagai berikut:

Unsur Fisik:

  1. Hutan yang dulu rimbun: Menggambarkan keadaan fisik hutan yang dulu subur dan lebat.
  2. Tonggak: Merujuk pada sisa-sisa pohon atau tanaman yang telah ditebang, meninggalkan gambaran tentang kehancuran alam.
  3. Ranting menusuk matahari: Gambaran visual tentang ranting-ranting yang menghalangi sinar matahari, menunjukkan kekeringan dan kekacauan alam.

Unsur Bathin:

  1. Lambang angkuh dan congkak: Menggambarkan perasaan angkuh dan sombong manusia yang telah merusak alam, menciptakan konflik antara manusia dan alam.
  2. Burung tak lagi bersiul, Embun tak lagi bergantung: Menggambarkan kehilangan kehidupan dan keindahan alam akibat kerusakan yang diciptakan oleh manusia.
  3. Tentukan: Kata ini menunjukkan adanya keputusasaan atau keputusasaan atas keadaan yang terjadi, menimbulkan perasaan sedih atau kesedihan terhadap kerusakan yang terjadi di alam.

lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Perhatikan kutipan teks berikut! Jangan remehkan daun dari sebuah tanaman. Buktinya, daun kumis kucing memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Daun kumis kucing dari dulu kala sudah digunakan untuk ramuan tradisional. Tanaman ini tumbuh di Asia Tenggara yakni Indonesia dan Malaysia. Biasanya kita mengenali daun kumis kucing dari bunganya yang berwarna putih atau ungu dengan benang sari panjang dan mirip kumis kucing. Karena itu tanaman ini dinamai tanaman kumis kucing. Kembali lagi ke daunnya, daun kumis kucing dimanfaatkan sebagai minuman herbal seperti teh. Cara penyeduhannya pun seperti menyeduh teh. Daun kumis kucing yang telah dikeringkan direndam dalam air mendidih panas selama sekitar tiga menit. Kamu juga bisa menambahkan madu pada larutan tersebut. Berikut manfaat daun kumis kucing untuk kesehatan. Pertama, cegah Darah Tinggi. Daun kumis kucing dipercaya dapat mencegah darah tinggi. Sebab daun itu memiliki kandungan Methylripariochromene A (MRC) yang berfungsi membantu merelaksasi otot dan memperbesar pembuluh darah. Methylripariochromene A diyakini bermanfaat dalam pengobatan tekanan darah tinggi. Kumis kucing juga mengandung kalium yang tinggi. Kalium membantu mengurangi efek sodium. Kedua, obat Ginjal. Manfaat kumis kucing berikutnya yakni menyembuhkan penyakit ginjal. Ramuan daun kumis kucing dapat mengobati berbagai infeksi seperti infeksi ginjal akut dan kronis, infeksi kandung kemih, infeksi saluran kemih, sering buang air kecil, dan batu kandung kemih. Ketiga, obati rematik. Salah satu ciri penyakit rematik yakni peradangan. Rematik memengaruhi struktur pendukung tubuh bahkan organ. Kalau kamu mengalami rematik, minumlah ekstrak daun kumis kucing. Daun kumis kucing dapat mengurangi rasa nyeri, menghilangkan peradangan, serta memelihara fungsi persendian. 1. Pernyataan umum dalam teks tersebut terdapat pada paragraph…. A. Pertama B. Kedua C. Ketiga D. Keempat E. Kelima 2. Kalimat yang memuat opini dalam teks tersebut terdapat pada paragraph…. A. Pertama B. Kedua C. Ketiga D. Keempat E. Kelima

39

5.0

Jawaban terverifikasi

Pro dan Kontra Puisi Esai Selama ini, kita mengenal beberapa jenis puisi seperti puisi deskriptif, puisi lirik, puisi naratif, dan lain sebagainya. Namun, bagaimana jika kemudian muncul puisi esai sebagai jenis puisi baru. Hal inilah yang menjadi polemik atau kontroversi di kalangan penyair dan pemerhati sastra pada beberapa tahun lalu. Perdebatan pun terjadi cukup ramai di media masa cetak maupun elektronik hingga menimbulkan berbagai pro dan kontra. Kalangan penyair dan sastrawan pun beberapa ada yang bersikap mendukung/pro tetapi tidak sedikit pula yang menentang/kontra. Pihak yang mendukung beranggapan bahwa perpuisian Indonesia saat ini mirip dengan kondisi Amerika Serikat sekitar tahun 2006. Pada saat itu, puisi makin sulit dipahami dan seakan berada di wilayah yang lain. Penulisannya mengalami kebuntuan dan tidak mengalami perubahan berarti selama puluhan tahun. Munculnya puisi esai dianggap sebagai upaya menjadikan puisi dekat dan dapat mudah dipahami masyarakat umum. Hal ini terutama ditunjukan dengan kehadiran catatan kaki yang merupakan upaya menjelaskan dan mengaitkan isi puisi dengan konteks sosial di luar puisi. Beberapa pihak yang mendukung bahkan tergerak untuk memunculkan angkatan baru puisi esai selain angkatan yang sudah ada sebelumnya. Hal ini ditunjukan dengan penerbitan 34 buku puisi esai di 34 provinsi di seluruh Indonesia yang melibatkan 170 orang dari kalangan penyair, aktivis, penulis, jurnalis, hingga peneliti. Dalam penyebarannya, puisi esai saat ini bahkan sudah mencapai beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Brunei, dan Thailand. Adapun, pihak yang menentang berargumen bahwa puisi pada dasarnya identik dengan tulisan fiksi dan bersifat imajinatif. Hal ini berbeda dengan esai yang merupakan teks yang bersifat faktual dan realistis sehingga keduanya tidak bisa gabungkan. Selain itu, terkait klaim beberapa pihak sebagai pencipta pertama jenis puisi esai yang beredar dianggap menyesatkan. Hal ini karena puisi semacam itu bukanlah hal yang baru sebab sebenarnya telah ada sejak masa Alexander Pope, penyair Inggris abad ke 18. Beberapa penyair Indonesia juga pernah menulis puisi dengan tema sosial berbentuk transparan dan memiliki catatan kaki sejenis puisi esai. Beberapa pihak juga menyoroti masifnya gerakan puisi esai karena adanya pihak tertentu yang menjadi sponsor dan mendanai dengan maksud dan tujuan tertentu seperti popularitas dan elektabilitas. Apapun itu, pro kontra kemunculan puisi esai saat ini memang tak terhindarkan. Perdebatan pun tetap berlanjut hingga kini. Sekali pun demikian, diakui atau tidak, aksistensi puisi esai akhirnya menjadi fenomena tersendiri dalam dunia sastra. Dalam sudut pandang positif, hal ini menunjukan kreativitas sastrawan Indonesia dan dapat mengaktifkan kembali diskusi intelektual sesama penyair, sastrawan, maupun masyarakat luas tentang perpuisian Indonesia. Mungkin suatu nanti ada penjelasan dan tempat tersendiri puisi esai. Bahkan hal ini mungkin menjadi pembuka kemunculan jenis puisi- puisi baru lainnya yang menambah dinamika perpuisian dan sastra Indonesia. Semoga. Setelah itu analisislah 1.bagian isu 2.bagian isi/argumen 3.kesimpulan 4.saran

3

0.0

Jawaban terverifikasi