Eloise B

09 November 2022 09:35

Iklan

Eloise B

09 November 2022 09:35

Pertanyaan

Baca dan cermati cerita anak berikut ini! Si Kancil Jadi Raja Hutan Pada suatu hari, si Kancil sedang asyik minum di sebuah sungai. Tiba-tiba si Kancil mendengar suara teriakan ketakutan. Si Kancil lalu mencari dari mana arah suara itu dan betapa terkejutnya dia setelah melihat ada seekor Singa yang sangat besar tengah bersiap memangsa seekor Tikus yang sangat Iemah tak berdaya. Meski si Kancil diliputi perasaan takut yang amat sangat, hati nuraninya mendorong dia untuk membantu si Tikus yang sedang dilanda masalah. Akhirnya, si Kancil memberanikan diri untuk mendekati mereka. Dengan lagak sok biasa, dia berusaha mendekat ke arah Singa dan Tikus. "Wah … sedang main apa kalian? Sepertinya seru. Apa aku boleh ikut?” tanya Kancil. Melihat kedatangan Kancil yang tiba-tiba, Singa dan Tikus itu menjadi terkejut. "Wah muncul lagi satu makhluk Iemah. Kebetulan sekali aku sedang lapar. Berani benar kau datang sendiri mencari celaka,” kata Singa. Dengan lagak sok berani, si Kancil menjawab, "Halah … kenapa harus takut? Memang apa yang harus aku takuti? Aku sudah terbiasa melawan bahaya. Semua bisa kukalahkan. Mulai dari buaya, harimau, bahkan manusia juga sudah pernah kukalahkan. Aku raja di hutan ini, kau pendatang baru mana tahu?” kata si Kancil. Si Singa terkejut mendengar jawaban si Kancil. Timbul rasa penasaran di dalam hatinya atas kebenaran perkataan si Kancil. "Apa benar demikian?" tanya si Singa. "Kalau kau tak percaya, kau bisa tanyakan pada salah satu penasihatku. Dia penasihat kepercayaanku," jawab si Kancil lagi. "Mana? Di mana aku bisa bertanya dengan pertasihatmu itu?" Singa semakin penasaran. “Wah … kau ini berlagak tak tahu atau memang tak tahu? Yang kau genggam itu, dia penasihat kepercayaanku. Jika sampai ada apa-apa dengan dia, aku tak akan memaafkan orang yang mencelakainya," jawab si Kancil dengan memasang tampang sok garang. Si Singa mulai diliputi rasa ragu, dia mulai terpengaruh cerita Kancil. Apalagi si Singa memang termasuk penghuni baru di hutan itu. Jadi, dia memang belum tahu benar tentang segala hal yang ada di hutan itu. "Apa benar kata bi na tang kecil ini? Apa dia memang rajamu? Apa semua ceritanya itu benar?" tanya Singa kepada Tikus. Menyadari bahwa si Kancil hanya berniat menolongnya, si Tikus pun paham dan mulai mengikuti siasat si Kancil. "Iya. benar. Dia adalah raja di hutan ini. Dia pernah mengalahkan banyak hewan yang lebih besar darimu, bahkan memakannya. Dia sangat dikenal dan dihormati di hutan ini. Jika kau tak percaya, kau bisa tanya pada hewan-hewan lain yang ada di hutan ini," kata Tikus. Mendengar jawaban si Tikus, hati si Singa diliputi sedikit rasa takut. Dia mulai ragu, tapi rasa gengsinya sebagai Singa yang gagah dan tak terkalahkan membuatnya tetap berusaha berani. "Halah … aku tak percaya … Kalau semua yang kau katakan itu benar, mana buktinya?" tanya Singa pada Kancil. Tapi dasar Kancil cerdik, kali ini posisinya sebagai Kancil menjadi raja hutan membuatnya harus terlihat berwibawa. Maka, dia berusaha tetap tenang di hadapan si Singa. "Kau mau minta bukti? Beberapa hari yang lalu, aku juga pernah memakan singa sepertimu karena dia bersikap kurang ajar di hutan ini. Kepalanya masih aku simpan di sebuah lubang di pinggir sungai sebagai peringatan bagi hewan-hewan lain agar tak macam-macam dengan Kancil si raja hutan. Jika kau mau bukti, kau bisa ikut aku. Tapi setelah sampai sana kau jangan menyesal karena semua yang tahu rahasiaku akan kumakan," kata Kancil. Meski sudah mulai diliputi rasa takut, keangkuhan si Singa memaksanya untuk terus maju. "Baiklah, siapa takut. Tapi jika ternyata kau menipuku, kalian berdua yang akan jadi sarapanku," kata si Singa. Mendengar gertakan si Singa, si Tikus menjadi sedikit khawatir. Tapi Kancil mengedipkan mata padanya tanda agar si Tikus mau percaya pada semua rencananya. Akhirnya, Kancil, Tikus, dan Singa berjalan menuju tepi sungai di tengah hutan. Mereka menuju sebuah lubang di pinggir sungai, lubang itu agak dalam dan gelap. Hanya pantulan cahaya matahari yang membuat air yang sangat bening di dalam lubang itu menjadi berkiiau bagai cermin. "Nah sudah sampai, sekarang kau Singa tengok sendiri ke dalam lubang itu. Di dalam lubang itu, kemarin aku menyimpan kepala singa yang telah aku santap. Rasanya sungguh lezat dan aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan jika ada singa lain yang bisa aku makan lagi," kata Kancil. Dengan perasaan mulai ragu dan takut, Singa pun memberanikan diri untuk melihat ke dalam lubang. Rasa takutnya membuatnya tak berani melihat secara jelas. Dia hanya berusaha mengintip saja, tapi betapa terkejutnya dia ketika melihat di dalam lubang itu benar-benar ada kepala singa. Tanpa menunggu aba-aba, Singa itu langsung lari terbirit-birit ketakutan karena dia tak ingin dimakan oleh si Kancil seperti singa yang ada di dalam lubang itu. Melihat hal itu, Kancil dan Tikus hanya bisa tertawa terbahak-bahak. Mereka puas karena siasat mereka mampu mengelabui si Singa yang cukup sombong itu. Sebenarnya, di dalam lubang itu tidak ada apa pun selain air yang cukup bening sehingga mampu berfungsi seperti cermin. Karena singa hanya mengintip, dia tak menyadari bahwa kepala singa yang ada di dalam lubang adalah pantulan bayangannya sendiri. Sekali lagi, si Kancil yang cerdik telah berhasil menyelamatkan temannya. Meski dia harus berpura-pura menjadi raja hutan, bisa jadi si Kancil adalah raja hutan yang sebenarnya. Bukan karena kekuatannya, tapi karena kecerdikan dan sifatnya yang suka menolong sesama. Sumber: http://www.budayanusantara.web.id (dengan pengubahan seperlunya) Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut sesuai dengan teks bacaan! 1. Siapa saja tokoh dalam cerita anak tersebut?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

19

:

55

:

35

Klaim

3

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

R. Sari

Mahasiswa/Alumni Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

02 Desember 2022 08:04

Jawaban terverifikasi

Jawaban yang benar adalah si Kancil, Singa, dan Tikus. Berdasarkan pemaparan teks bacaan di atas dapat diketahui bahwa, tokoh yang terdapat dalam cerita anak tersebut antara lain si Kancil, Singa, dan Tikus. Tokoh si Kancil yang menjadi pemeran utama dalam cerita tersebut dapat dilihat pada kalimat pertama yang berbunyi "Pada suatu hari, si Kancil sedang asyik minum di sebuah sungai." Adapun tokoh Singa dapat dilihat pada kalimat yang berbunyi "Wah muncul lagi satu makhluk Iemah. Kebetulan sekali aku sedang lapar. Berani benar kau datang sendiri mencari celaka,” kata Singa." Dan tokoh Tikus dapat ditemukan pada kalimat yang berbunyi "Tiba-tiba si Kancil mendengar suara teriakan ketakutan. Si Kancil lalu mencari dari mana arah suara itu dan betapa terkejutnya dia setelah melihat ada seekor Singa yang sangat besar tengah bersiap memangsa seekor Tikus yang sangat Iemah tak berdaya". Jadi, jawaban yang benar adalah si Kancil, Singa, dan Tikus.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Dalam teks eksplanasi, pernyataan umum, isi, dan penutup harus berkaitan dan saling ... . a. memahami b. mendorong c. menggambarkan d. menjelaskan

14

5.0

Jawaban terverifikasi