Bani N

23 November 2022 13:51

Iklan

Bani N

23 November 2022 13:51

Pertanyaan

Ayo, bacalah teks berikut! Sebuah Kejujuran Karya: Lisa Oktafiani Andi duduk di kelas VI di SD Nusa Bangsa. Di sekolah, semua orang mengenal Andi sebagai sosok yang baik, sopan, dan pandai bergaul. Pada suatu hari, ada ulangan mendadak di kelas Andi. Teman-teman sekelas Andi banyak yang mengeluh. Namun, Andi tetap tenang karena semalam la telah belajar. Hasilnya, nilai ulangan Andi menjadl yang tertinggi di kelas. Saat perjalanan pulang dari sekolah, Andi bertemu teman sekelasnya. "Andi, pulang sekolah kita bermain futsal, yuk!"ajak lvan. "Besok kan ada ulangan. Aku Ingin belajar," jawab Andi. "Kamu kan sudah pintar. Tanpa belajar pasti juga bagus nilalmu nanti ,"' · kata Ivan mencoba membujuk Andi. "Hm, gimana ya? Sebenarnya aku juga lngln bermaon futsal sih," kata Andi ragu-ragu. "Sudahlah, ayo, lkut" kata Ivan sambll menarlk tangan Andi. Andi akhrnya ikut bermain futsal. Sore hari ia baru pulang. Sampai di rumah. Andi langsung mandi dan belajar. Karena kelelahan, Andi hanya sempat belajar 30menit. Keesokan harinya, Andi bertemu Ivan di sekolah. Ivan penasaran, apakah mungkin Andi tetap belajar setelah kelelahan bermain futsal. Ivan pun bertanya kepada Andi. "Andi , apakah kamu jadi belajar?" tanya Ivan . ."lya, Van, tetapi hanya sebentar," jawab Andi sedih. "Sudahlah, aku malah · tidak sempat belajar," kata Ivan sambil tertawa-tawa melihat wajah sahabatnya yang terlalu serius itu. Tak lama kemudian, Bu Ria datang. Anak-anak berlarian ke tempat duduk mereka masing-masing. Bu Ria menggelengkan kepala. "Pagi Anak-Anak, kalian sudah siap ulangan?" tanya Bu Ria. "Belum, Bu! jawab murid-murid sekelas dengan kompak. "Kemarin lbu sudah bilang ada ulangan, bukan? Ayo, semua masukkan buku ke dalam tas!" kata. Bu Ria tegas. Suasana kelas ribut dipenuhi suara keluhan anak-anak. Beberapa detik kemudian, suasana sunyi. Bu Ria membagikan kertas yang sudah berisi soal. Bu Ria meminta anak-anak untuk mengerjakan μlangan dengan jujur. Andi sangat gelisah. Banyak sekali soal yang tidak bisa dikerjakannya karena materi itu belum sempat ia pelajari kembali kemarin. "Ah, andai saja aku kemarin pelajari semua materi di subtema ini!" teriaknya dalam hati. Dengan perasaan was-was, ia menulis jawaban seingatnya. Beberapa menit kemudian, Bu Ria .meninggalkan kelas. Dengan begitu, tidak ada yang mengawasi saat ulangan berlangsung. Setelah guru mereka berjalan agak jauh, kelas langsung dipen·uhi suara bisik-bisik. Banyak yang terang-terangan membuka buku dan menyontek. Sebagian lagi melihat pekerjaan milik teman. Meskipun sangat terdesak, Andi tidak mau menyontek seperti teman-temannya yang lain. Dua hari kemudian hasil ulangan dibagikan. Andi dipanggil pada urutan pertama. Andi berjalan ke dep.an, jaritungnya berdebar-debar. Begitu melihat nilai di kertas yang dibagikan, Andi tersentak. la sangat kaget karena mendapat nilai 90. Padahal, ia merasa tidak dapat mengerjakan ulangan dengan maksimal. Setelah semuanya dibagikan, Bu Ria berjalan ke tengah kelas "Kalian tahu? lbu tahu bahwa pada saat ulangan kemarin kalian menyontek," kata Bu Ria dengan nada kecewa. "Kecuali empat orang. Fira, Annie, Ressa, dan Aadi. Bagi lbu, empat anak ini sangat baik karena mereka jujur, tidak menyontek. Terima kasih atas kejujuran kalian. Untuk anak lainnya yang menyontek, siap-siap saja kalian akan ulangan lagi!" ucap Bu Ria ringan sambil menuju meja guru. Suasana kelas menjadi hening. Anak-anak yang menyontek merasa sangat malu dan menyesal . Dalam hati, mereka berjanji tidak akan menyontek lagi. Sementara itu, Andi masih merasa tidak percaya. Sepulang sekolah, Andi menceritakan kejadian itu kepada ibunya tersayang. lbunya tersenyum lembut. "Andi, kamu harus mengambil hikmah dari kejadian ini," ucap ibunya. "lya, Bu, aku mengerti ," jawab Andi masih dengari wajah berseri-seri . "Kalau ingin tutus, kamu harus belajar dengan sungguh-sungguh karena sebentar lagi ujian kelulusan. ingatlah selalu untuk jujur dan tidak menyontek," nasihat ibunya. "iya, Bu, aku akan-setatu mengingat nasihat lbu," kata Andi sambil memeluk ibunya. Sejak kejadian itu, Andi makin tekun betajar. Ujian kelutusan pun tiba. Akhirnya, pada saat pengumuman kelulusan, Andi lulus dengan nilai tertinggi. Saat menerima penghargaan dari sekolah, Andi merasa sangat bahagia. Perasaan haru menyelimutinya karena penghargaan itu didapatkan dari kerja kerasnya selama ini, bukan hasil menyontek. "Jujur itu benar-benar indah dan berharga," katanya dalam hati. Sebutkan tokoh pada cerita tersebut!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

04

:

44

:

43

Klaim

1

2


Iklan

Yuli Y

23 November 2022 23:59

Tokoh dalam cerita tersebut adalah Andi, Ivan, Bu Ria, dan ibu Andi.


Iklan

Nanda R

Community

19 Oktober 2024 00:40

Tokoh-tokoh dalam cerita "Sebuah Kejujuran" adalah: Andi: Tokoh utama yang digambarkan sebagai sosok baik, sopan, dan rajin belajar. Dia mengalami dilema antara bermain futsal dan belajar, serta memilih untuk tidak menyontek saat ulangan. Ivan: Teman sekelas Andi yang mengajak Andi bermain futsal dan berusaha membujuknya untuk tidak belajar. Bu Ria: Guru di kelas Andi yang mengadakan ulangan dan menekankan pentingnya kejujuran dalam mengerjakan ulangan. Fira, Annie, Ressa, dan Aadi: Teman-teman Andi yang juga tidak menyontek saat ulangan dan dihargai oleh Bu Ria karena kejujurannya. Ibu Andi: Ibu Andi yang memberikan nasihat dan dukungan kepada Andi setelah kejadian ulangan.


Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Dalam teks eksplanasi, pernyataan umum, isi, dan penutup harus berkaitan dan saling ... . a. memahami b. mendorong c. menggambarkan d. menjelaskan

18

5.0

Jawaban terverifikasi