Maria B

18 Oktober 2021 14:53

Iklan

Maria B

18 Oktober 2021 14:53

Pertanyaan

Ayo bacalah cerita legenda berikut ini! "Rara Jonggrang" Pada zaman dahulu kala di daerah Prambanan berdiri dua buah kerajaan Hindu, yaitu Kerajaan Pengging dan Keraton Baka. Kerajaan Pengging adalah kerajaan subur dan makmuryang dipimpin oleh seorang raja yang arif dan bijaksana bernama Prabu Damar Maya dan mempunyai seorang putra yang bernama Bandung Bandawasa. Keraton Baka berada pada wilayah Kerajaan Pengging. Keraton Baka diperintah 'oleh seorang raja yang kejam dan berwujud raksasa yang bernama Prabu Baka. Prabu Baka mempunyai putri yang cantik jelita bak bidadari dari kayangan yang bernama Putri Rara Jonggrang. Prabu Baka ingin memberontak dan ingin menguasai Kerajaan Pengging. Ia bersama patih dan prajuritnya menyerang Kerajaan Pengging. Terjadilah peperangan antara Kerajaan Pengging yang dipimpin oleh Raden Bandung Bandawasa dan Keraton Baka yang dipimpin oleh Prabu Baka. Karena kesaktian Raden Bandung Bandawasa, maka Prabu Baka dapat dikalahkan dan meninggal dunia. Melihat rajanya tewas, patih Keraton Baka melarikan diri. Raden Bandung Bandawasa mengejarnya sampai ke Keraton Baka. Setelah sampai di Keraton Baka, sang patih melaporkan pada Putri Rara Jonggrang bahwa ayahnya telah tewas di medan perang, dibunuh kesatria Pengging yang bernama Raden Bandung Bandawasa. Putri Rara Jonggrang pun menangis, sedih ayahnya telah tewas di medan perang. Raden Bandung Bandawasa tiba di Keraton Baka dan terkejut melihat Putri Rara Jonggrang yang cantik jelita. Dia ingin mempersunting Putri Rara Jonggrang sebagai istrinya. Putri Rara Jonggrang tidak mau dipersunting karena Raden Bandung Bandawasa telah membunuh ayahnya. Untuk menolak pinangan tersebut, Putri Rara Jonggrang mempunyai siasat, yaitu bersedia dipersunting Raden Bandung Ban- dawasa asalkan mau mengabulkan dua permintaannya. Pertama, dibuatkan sumur dan yang kedua dibuatkan 1.000 candi dalam satu malam. Raden Bandung Bandawasa menyanggupi. Dia segera membuat sumur Jala Tunda. Setelah selesai, ia memanggil Putri Rara Jonggrang untuk melihat sumur itu. Putri Rara Jonggrang menyuruh Raden Bandung Bandawasa masuk ke dalam sumur. Ketika Bandung Bandawasa sampai di bawah, Putri Rara Jonggrang memerintahkan sang patih untuk menimbun sumur dengan batu. Putri Rara Jonggrang dan sang patih menganggap bahwa Raden Bandung Bandawasa sudah tewas di dalam sumur. Ternyata Raden Bandung Bandawasa berhasil keluar dengan selamat. Raden Bandung Bandawasa menemui Putri Rara Jonggrang dan marah sekali karena telah menimbunnya di dalam sumur. Tetapi karena kecantikan Putri Rara Jonggrang, kemarahan Raden Bandung Bandawasa bisa mereda. Putri Rara Jonggrang menagih permintaan yang kedua untuk dibuatkan 1.000 candi dalam waktu semalam. Raden Bandung Bandawasa segera memerintahkan para jin untuk membuat candi. Putri Rara Jonggrang ingin menggagalkan usaha Raden Bandung Bandawasa membuat candi. Ia memerintahkan para gadis di sekitar Prambanan untuk menumbuk padi dan membakar jerami supaya kelihatan terang pertanda pagi sudah tiba. A yam pun berkokok bergantian. Mendengar ayam berkokok dan orang menumbuk padi serta di timur kelihatan terang, para jin berhenti membuat candi. Mereka melapor kepada Raden Bandung Bandawasa tidak bisa meneruskan membuat candi karena pagi sudah tiba. Setelah itu, Raden Bandung Bandawasa memanggil Putri Rara Jonggrang dan menyuruhnya untuk menghitung candi yang sudah dibangun. Ternyata jumlah candi yang ada hanya 999, masih kurang satu candi. Putri Rara Jonggrang tidak mau dipersunting Raden Bandung Bandawasa. Karena merasa ditipu dan dipermainkan, Raden Bandung Bandawasa murka dan mengutuk Putri Rara Jonggrang "Hai Rara Jonggrang, candi kurang satu dan agar genap seribu, engkaulah orangnya!" Seketika, Putri Rara Jonggrang berubah wujud menjadi patung batu. Sampai sekarang area atau patung Rara Jonggrang masih ada di Candi Prambanan. Raden Bandung Bandawasa pun mengutuk para gadis di sekitar Prambanan menjadi perawan kasep (perawan tua) karena telah membantu Putri Rara Jonggrang. Jawablah pertanyaan di bawah ini! Siapakah yang memimpin Kerajaan Pengging?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

21

:

36

:

13

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

W. Wahyuni

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Makassar

20 Oktober 2021 16:05

Jawaban terverifikasi

Hai Maria B. Terima kasih sudah bertanya di Roboguru. Legenda adalah cerita rakyat yang beredar di masyarakat dan dihubungkan dengan suatu peristiwa yang menjadi asal usul nama daerah, objek wisata, dan sebagainya. Ciri-ciri legenda adalah memiliki tokoh yang sakti, ada unsur keajaiban, memiliki kaitan dengan hal gaib, ada unsur sejarah, dan memiliki amanat. Legenda mengandung unsur intrinsik dan ekstrinsik, yakni (1) tema: ide cerita yang dikembangan di dalam teks; (2) tokoh: pemeran atau orang yang terlibat di dalam cerita; (3) penokohan: karakter yang dilakoni oleh tokoh cerita; (4) latar: tempat, waktu, suasana cerita; (5) alur: jalan cerita yang mengurutkan rangkaian peristiwa di dalam cerita; (6) sudut pandang, cara penulis menyampaikan isi cerita; (7) amanat: pesan yang disampaikan penulis kepada pembaca; dan (8) nilai kehidupan (unsur ekstrinsik), seperti nilai sosial, nilai moral, nilai budaya, dan nilai agama. Cerita legenda di atas mengisahkan tentang Rara Jonggrang, seorang putri dari Prabu Baka di Keraton Baka yang hendak dipersunting oleh Bandung Bandawasa yang merupakan putra dari Prabu Damar Maya di Kerajaan Pengging. Bandung Bandawasa telah memenangkan perang dari serangan Keraton Baka dan menewasakan Prabu Baka. Rara Jonggrang menolak lamaran Bandung Bandawasa karena telah membuat ayahnya tewas di medan perang. Ia pun memberi sejumlah syarat kepada Bandung Bandawasa, tetapi Ia juga terus berusaha menggagalkan usaha Bandung Bandawasa dalam menyanggupi syarat yang Ia berikan hingga akhirnya Bandung Bandawasa marah setelah gagal membangun 1.000 candi dalam waktu semalam. Ia merasa telah dipermainkan oleh Rara Jonggrang, Ia pun mengutuk putri menjadi patung di area Candi Prambanan. Berdasarkan cerita di atas, diketahui bahwa Kerajaan Pengging dipimpin oleh seorang raja bernama Prabu Damar Maya yang juga seorang ayah dari Raden Bandung Bandawasa. Berikut adalah pernyataan yang menyatakan bahwa Kerajaan Pengging dipimpin oleh Prabu Damar maya. "Kerajaan Pengging adalah kerajaan subur dan makmur yang dipimpin oleh seorang raja yang arif dan bijaksana bernama Prabu Damar Maya dan mempunyai seorang putra yang bernama Bandung Bandawasa." Dengan demikian, Kerajaan Pengging dipimpin oleh Prabu Damar maya.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Dalam teks eksplanasi, pernyataan umum, isi, dan penutup harus berkaitan dan saling ... . a. memahami b. mendorong c. menggambarkan d. menjelaskan

14

5.0

Jawaban terverifikasi