Agung S

15 Juli 2022 17:00

Iklan

Agung S

15 Juli 2022 17:00

Pertanyaan

Apakah dengan membubarkan DPR hasil pemilu 1955 Presiden Ir. Soekarno disebut diktator? Jelaskan!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

17

:

48

:

10

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

T. TA.SOleH

18 April 2023 04:19

Jawaban terverifikasi

<p>Terlepas dari berbagai kontroversi pada masa pemerintahan tersebut kurang tepat jika menyebut Soekarno sebagai seorang diktator. &nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Pada saat itu, Indonesia menghadapi tantangan politik dan ekonomi yang kompleks. Soekarno mengambil langkah membubarkan DPR dan membentuk lembaga pemerintahan baru yang dikenal sebagai Dewan Konstituante. Beberapa melihat langkah ini sebagai upaya untuk mengatasi ketidakstabilan politik. Namun, tindakan ini kontroversial dan dianggap otoriter karena Soekarno mengambil keputusan tersebut tanpa melibatkan proses konsultasi dan persetujuan dari lembaga legislatif yang sah. Pada tahun-tahun berikutnya, Soekarno mengambil langkah-langkah yang semakin otoriter dan mengurangi kebebasan politik dan pers di Indonesia, seperti melalui penerapan Demokrasi Terpimpin. <strong>Oleh karena itu, meskipun langkah-langkah Soekarno tersebut bisa dianggap sebagai tindakan otoriter, akan tetapi bukan berarti bisa begitu saja dianggap sebagai diktator. </strong>Sehingga mengatakan Soekarno sebagai diktator adalah pernyataan yang kurang tepat apalagi mengingat jasa dan perannya terhadap bangsa Indonesia.</p>

Terlepas dari berbagai kontroversi pada masa pemerintahan tersebut kurang tepat jika menyebut Soekarno sebagai seorang diktator.  

 

Pada saat itu, Indonesia menghadapi tantangan politik dan ekonomi yang kompleks. Soekarno mengambil langkah membubarkan DPR dan membentuk lembaga pemerintahan baru yang dikenal sebagai Dewan Konstituante. Beberapa melihat langkah ini sebagai upaya untuk mengatasi ketidakstabilan politik. Namun, tindakan ini kontroversial dan dianggap otoriter karena Soekarno mengambil keputusan tersebut tanpa melibatkan proses konsultasi dan persetujuan dari lembaga legislatif yang sah. Pada tahun-tahun berikutnya, Soekarno mengambil langkah-langkah yang semakin otoriter dan mengurangi kebebasan politik dan pers di Indonesia, seperti melalui penerapan Demokrasi Terpimpin. Oleh karena itu, meskipun langkah-langkah Soekarno tersebut bisa dianggap sebagai tindakan otoriter, akan tetapi bukan berarti bisa begitu saja dianggap sebagai diktator. Sehingga mengatakan Soekarno sebagai diktator adalah pernyataan yang kurang tepat apalagi mengingat jasa dan perannya terhadap bangsa Indonesia.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

17

5.0

Jawaban terverifikasi