Endah I

10 Agustus 2020 01:33

Iklan

Endah I

10 Agustus 2020 01:33

Pertanyaan

apa yang terjadi jika sel darah merah dimasukan ke dalam larutan hipotonis,isotonis,hipertonis

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

15

:

37

:

59

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

A. Nurrahmi

Mahasiswa/Alumni Institut Pertanian Bogor

11 Februari 2022 14:29

Jawaban terverifikasi

Halo Endah, Kakak bantu jawab ya :) Sel darah merah yang dimasukkan ke larutan hipotonis akan mengembang dan lisis. Sel darah merah yang dimasukkan ke dalam larutan isotonis akan berada dalam bentuk dan keadaaan normal. Sedangkan sel darah merah yang dimasukkan ke larutan hipertonis akan mengkerut, kehilangan air, dan mati. Sel makhluk hidup, termasuk sel darah merah, memiliki karakteristik unik apabila dimasukkan ke dalam suatu larutan. Larutan tersusun atas zat/molekul terlarut dan juga pelarutnya (biasanya berupa air). Konsentrasi zat terlarut dalam larutan bisa lebih pekat, sama ataupun lebih encer dibandingkan sel. Oleh karena itu, sel berusaha menyeimbangkan konsentrasi dengan cara memindahkan air melalui proses osmosis. Osmosis adalah perpindahan air (pelarut), dari konsentrasi air lebih tinggi (= zat terlarut lebih rendah) ke konsentrasi air lebih rendah (=zat terlarut lebih tinggi). Terdapat 3 kondisi larutan yaitu hipertonis, isotonis, dan hipotonis. Larutan hipertonis adalah larutan yang memiliki konsentrasi zat terlarut lebih tinggi (= konsentrasi air rendah) dibandingkan cairan di dalam sel. Apabila sel dimasukkan ke dalam larutan hipertonis, maka air di dalam sel yang konsentrasinya lebih tinggi dibandingkan larutan, akan keluar dari dalam sel. Akibatnya sel akan kehilangan cairan, mengkerut, dan mati. Larutan isotonis adalah larutan yang memiliki konsentrasi zat terlarut yang sama dengan di dalam sel. Apabila sel dimasukkan ke dalam larutan isotonis, maka tidak ada air yang berpindah. Akibatnya, sel tetap dalam bentuk dan kondisi normal. Larutan hipotonis adalah larutan yang memiliki konsentrasi zat terlarut lebih rendah (= konsentrasi air tinggi) dibandingkan cairan di dalam sel. Apabila sel dimasukkan ke dalam larutan hipotonis, maka air dari larutan yang konsentrasinya lebih tinggi dibandingkan air di dalam sel, akan masuk ke dalam sel. Akibatnya sel akan kelebihan cairan, mengembang, dan lisis (pecah). Semoga jawabannya membantu ya!


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

jelaskan mekanisme pernapasan perut

3

5.0

Jawaban terverifikasi