M.Rizal E

23 Maret 2022 12:24

Iklan

M.Rizal E

23 Maret 2022 12:24

Pertanyaan

apa yang sebenarnya terjadi di masa orde baru beser contohnya.

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

01

:

07

:

34

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Halimah

Mahasiswa/Alumni Universitas Indraprasta PGRI

12 Juni 2022 05:33

Jawaban terverifikasi

Yang terjadi pada masa Orde Baru atau masa pemerintahan Presiden Soeharto sejak tahun 1966-1998, banyak peristiwa terjadi pada masa akhir Orde Baru karena dampak dari dominasi kepemimpinan Soeharto yang berawal dari krisis ekonomi pada 1997-1998. Contohnya : Tragedi Trisakti, Demonstrasi Mahasiswa hingga menduduki gedung MPR/DPR, dan mundurnya Presiden Soeharto dari kursi kepemimpinan. Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut. Masa Orde Baru adalah masa pemerintahan panjang yang di pimpin Presiden Soeharto sejak tahun 1966-1998 (32 tahun). Pada awal masa pemerintahan Orde Baru krisis politik dan ekonomi yang diwariskan pada masa sebelumnya berhasil di atasi dan setelah itu pemerintah melakukan pembangunan nasional. Namun, bersamaan dengan itu lama kelamaan pemerintahan Orde Baru cenderung korup, otoriter, tidak adil dalam hukum, tidak demokrasi dll. Masa Orde Baru berakhir dikarenakan dominasi pemerintahan Presiden Soeharto selama masa Orde Baru, yang menyebabkan adanya tuntutan reformasi dari aktivis mahasiswa dan hampir seluruh rakyat Indonesia. Hal-hal ini bermula pada tahun 1997 yang terus berlanjut hingga tahun 1998, krisis tersebut berdampak pada berkembangnya krisis multidimensional. Di tengah krisis ekonomi yang belum selesai Presiden Soeharto diangkat kembali sebagai Presiden untuk ke-7 kalinya, hal tersebut menimbulkan kekecewaan dan ketidakpercayaan rakyat pada pemerintah. dan akibat masalah-masalah tersebut menyebabkan maraknya aksi kerusuhan yang berujung aksi demonstrasi. Puncaknya pada 12 Mei 1998, mahasiswa melakukan demonstrasi dan berjalan dari Universitas Trisakti menuju Gedung MPR/DPR. Para mahasiswa menuntut adanya reformasi, untuk mengangkat pemimpin baru dan menjatuhkan kepemimpinan Presiden Soeharto. Aparat keamanan menembaki demonstran sehingga menewaskan empat orang mahasiswa dan melukai mahasiswa-mahasiswa lainnya. Mereka yang tewas adalah Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie. Keempatnya kemudian dianggap sebagai "Pahlawan Reformasi". Pada 13 Mei 1998 Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi datang ke Kampus Trisakti untuk menyatakan duka cita atas tewasnya mahasiswa Trisakti pada tanggal 22 Mei. Kegiatan belasungkawa itu diwarnai kerusuhan dengan situasi yang ada saat itu di tambah banyak bermunculan provokator yang menambah situasi semakin kacau. Hingga pada 14 Mei 1998, ketika Presiden Soeharto mengatakan bersedia mengundurkan diri jika rakyat menginginkan. Ia mengatakan itu di depan masyarakat Indonesia dalam pertemuan KTT G-15 di Kairo, Mesir. Sementara itu kerusuhan dan penjarahan terjadi di beberapa pusat perbelanjaan di Jabotabek seperti Supermarket Hero, Super Indo, Makro, Goro, Ramayana dan Borobudur. Beberapa dari bangunan pusat perbelanjaan itu dirusak dan dibakar oleh masa. Sekitar 500 orang meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi selama kerusuhan terjadi. Toko - toko banyak di tutup. Sebagian warga pun masih takut keluar rumah. Pada 16 Mei 1998 Warga asing berbondong - bondong kembali ke negeri mereka, karena suasana di sekitar Jabotabek masih begitu mencekam. Pada 19 Mei 1998, dimana elemen masyarakat dan mahasiswa tetap menginginkan Soeharto mundur dan meletakan jabatannya. Permintaan tersebut ditolak Soeharto. Ia lalu mengajukan pembentukan Komite Reformasi. Pada saat itu Soeharto menegaskan bahwa ia tak mau dipilih lagi menjadi presiden. Namun hal itu tidak mampu meredam aksi massa, mahasiswa yang datang ke Gedung MPR untuk berunjukrasa semakin banyak. Demonstrasi yang terjadi berujung dengan kerusuhan masal. Terjadi pembakaran dan penjarahan. Periode 1997-1998 merupakan masa kelam bagi Indonesia. Anjloknya perekonomian nasional disusul dengan berakhirnya rezim Orde Baru. Presiden Soeharto mundur pada 21 Mei 1998 karena besarnya gelombang demonstrasi di banyak daerah. Dengan demikian, yang terjadi pada masa Orde Baru atau masa pemerintahan Presiden Soeharto sejak tahun 1966-1998, banyak peristiwa terjadi pada masa akhir Orde Baru karena dampak dari dominasi kepemimpinan Soeharto yang berawal dari krisis ekonomi pada 1997-1998. Contohnya : Tragedi Trisakti, Demonstrasi Mahasiswa hingga menduduki gedung MPR/DPR, dan mundurnya Presiden Soeharto dari kursi kepemimpinan. Semoga membantu yaa :))


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

12

5.0

Jawaban terverifikasi