Sefri Y

28 Maret 2023 05:43

Iklan

Sefri Y

28 Maret 2023 05:43

Pertanyaan

Apa ungkapan peritiwa pada cerita semut dan beruang ??? Tolong dijawab besok dikumpul πŸ₯ΊπŸ˜­πŸ™πŸ»πŸ₯ΊπŸ˜­πŸ™πŸ»πŸ₯ΊπŸ˜­πŸ™πŸ»πŸ₯ΊπŸ˜­πŸ™πŸ» Ceritanya : Semut dan Beruang Pada suatu hari, Beri si Beruang melihat ke dalam mata air. Beri mengeluh, Sepertinya air di mata air ini semakin sedikit saja. Pasti bangsa semut terlalu banyak mengambil air! Beri lalu menundukkan kepala, melihat ke tanah dengan teliti. Ah, ia melihat seekor semut hitam berjalan membawa guaΓ­ mungil di pundak. Berhenti, semut! teriaknya. Aku tak akan membiarkanmu mengambil air di sumber airku lagi. Kamu sudah terlalu banyak mengambil air. Berhenti atau kucakar kau! ancam Beri Beruang. Semut hitam kecil itu tidak memperhatikan teriakan Beri. Ia merangkak ke bawah beberapa helai daun kering. Ia terus berjalan menuju sumber mata air. Beri mengakar dan mengendus daun-daun sambil berteriak, Tak ada gunanya sembunyi! Aku bisa menemukanmu! Semut hitam berteriak dari arah belakang Beri, Kenapa kamu pelit sekali? Bayi-bayi semut di lembah semut sangat kehausan. Air di mata air ini kan masih banyak sekali. Bahkan masih cukup untuk seribu rusa. Dengar katak! gram Beri sambil membalik tubuhnya. Aku tak akan memberikanmu air lagi. Semua semut dilarang mengambil air di sini lagi! Semut Hitam terdiam sebentar. Lalu katanya, Apa boleh buat, kalau kau sudah memutuskan begitu! Tapi aku tetap akan mengambil air untuk bayi-bayi semut di lembah! Beri beruang sangat marah. Namun, Semut Hitam sudah menghilang lagi ke bawah daun-daun kering. Beri mencarinya, tetapi ia tidak melihat apa-apa di rumput. Akhirnya ia kembali dengan jengkel ke sarangnya di dekat pohon pak. Semut-semut yang haus menunggu di lembah semut. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya mereka berbaris menuju mata air. Salah satu semut melihat guci air milik Semut Hitam yang tergeletak di jalan. Pasti Semut Hitam mendapat masalah. Lihatlah! Ini gucinya, tapi dia tidak tampak! Mereka memungut guci itu dan terus berjalan. Saat itu seekor kelinci mengintip dari balik semak. Kelinci itu mengangkat telinganya dan berbisik, Jangan pergi ke mata air itu. Pulanglah, kalian dalam bahaya. Beri sedang marah. la bilang, air di mata airnya berkurang. Ia akan mengakar semut-semut yang berani mengambil air dari mata airnya! Akan tetapi semut-semut itu tidak takut. Mana beruang itu sekarang? tanya mereka. la sedang di rumahnya beristirahat, jawab Kelinci. Semut-semut itu berbaris seperti tali sepatu di rumput. Mereka melihat seekor tupai duduk di pohon dan bertanya, Apa kami sedang berjalan tepat ke arah barang beruang? Ya, ya, ini memang jalan ke arah sarangnya, jawab Tupai. Tapi sebaiknya kalian balik ke rumah. Beri beruang dari tadi berteriak terus. Katanya, kalau kalian mengambil air dari mata airnya, ia akan mengakar kalian. Akan tetapi semut-semut itu tak mau kembali. Mereka terus berbaris seperti tali sepatu di tanah. Hari hampir malam ketika mereka tiba di depan pohon pak tua. Mereka melihat sekeliling, dan menemukan sebuah retakan di tanah. Mereka masuk ke dalamnya, dan mulai menggali sebuah lubang. Apa yang kalian lakukan? Kenapa kalian menggali? tanya Tikus Tanah yang merasa terganggu dari tidurnya. Kami ingin menangkap Beri beruang. Kami sedang membuat jebakan untuknya, kata para semut. Bahaya sekali! seru Tikus Tanah. Dia pasti sudah menangkap Semut Hitam saudara kami. Ia juga berniat mengakar kami, hanya karena kami mengambil air dari mata air! kata semut- semut. Aku akan menolong kalian menggali di bawah sarangnya. Aku pernah hampir tertangkap dia dahulu. Seharian itu, para semut dan Tikus Tanah menggali lubang di bawah barang Beri. Mereka terus menggali selama sepuluh hari. Beri beruang sama sekali tidak curiga. Suatu malam di hari kesepuluh, Beri beruang kembali ke sarangnya dengan hati gembira. la berhenti di depan rumahnya di pohon pak dan berkata pada dirinya, Aku sudah makan dan minum sampai kenyang. Satu-satunya yang bikin aku jengkel adalah semut-semut itu. Mereka masih berani mengambil air dari mata airku! Besok akan aku hancurkan lembah semut itu! Akan kucakar mereka dengan cakarku seperti ini... Beri beruang mulai mengakar ke segala arah. Ia menghentakkan kakinya ke lantai sarangnya dan... brruukk... Lantai sarangnya jebol. Beri beruang jatuh ke lubang di bawah sarangnya. Lubang itulah yang telah digali para semut dan Tikus Tanah. Beri Beruang harus terus tinggal di lubang itu, kecuali ada penjaga hutan yang menemukannya. Semut-semut itu akhirnya hidup damai di lembah semut. Saat itu Semut Hitam saudara mereka juga sudah kembali ke rumah. Ternyata ia hanya terpeleset di jalan. Jadi tidak ada yang merusak kebahagiaan mereka sekarang. Para semut dengan bebas pergi mencari makan dan minum di hutan.

Apa ungkapan peritiwa pada cerita semut dan beruang ???

Tolong dijawab besok dikumpul πŸ₯ΊπŸ˜­πŸ™πŸ»πŸ₯ΊπŸ˜­πŸ™πŸ»πŸ₯ΊπŸ˜­πŸ™πŸ»πŸ₯ΊπŸ˜­πŸ™πŸ»

Ceritanya :

                      Semut dan Beruang 

Pada suatu hari, Beri si Beruang melihat ke dalam mata air. Beri mengeluh, Sepertinya air di mata air ini semakin sedikit saja. Pasti bangsa semut terlalu banyak mengambil air! Beri lalu menundukkan kepala, melihat ke tanah dengan teliti. Ah, ia melihat seekor semut hitam berjalan membawa guaΓ­ mungil di pundak. Berhenti, semut! teriaknya. Aku tak akan membiarkanmu mengambil air di sumber airku lagi. Kamu sudah terlalu banyak mengambil air. Berhenti atau kucakar kau! ancam Beri Beruang. Semut hitam kecil itu tidak memperhatikan teriakan Beri. Ia merangkak ke bawah beberapa helai daun kering. Ia terus berjalan menuju sumber mata air. Beri mengakar dan mengendus daun-daun sambil berteriak, Tak ada gunanya sembunyi! Aku bisa menemukanmu! Semut hitam berteriak dari arah belakang Beri, Kenapa kamu pelit sekali? Bayi-bayi semut di lembah semut sangat kehausan. Air di mata air ini kan masih banyak sekali. Bahkan masih cukup untuk seribu rusa. Dengar katak! gram Beri sambil membalik tubuhnya. Aku tak akan memberikanmu air lagi. Semua semut dilarang mengambil air di sini lagi! Semut Hitam terdiam sebentar. Lalu katanya, Apa boleh buat, kalau kau sudah memutuskan begitu! Tapi aku tetap akan mengambil air untuk bayi-bayi semut di lembah! Beri beruang sangat marah. Namun, Semut Hitam sudah menghilang lagi ke bawah daun-daun kering. Beri mencarinya, tetapi ia tidak melihat apa-apa di rumput. Akhirnya ia kembali dengan jengkel ke sarangnya di dekat pohon pak. Semut-semut yang haus menunggu di lembah semut. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya mereka berbaris menuju mata air. Salah satu semut melihat guci air milik Semut Hitam yang tergeletak di jalan. Pasti Semut Hitam mendapat masalah. Lihatlah! Ini gucinya, tapi dia tidak tampak! Mereka memungut guci itu dan terus berjalan.

Saat itu seekor kelinci mengintip dari balik semak. Kelinci itu mengangkat telinganya dan berbisik, Jangan pergi ke mata air itu. Pulanglah, kalian dalam bahaya. Beri sedang marah. la bilang, air di mata airnya berkurang. Ia akan mengakar semut-semut yang berani mengambil air dari mata airnya! Akan tetapi semut-semut itu tidak takut. Mana beruang itu sekarang? tanya mereka. la sedang di rumahnya beristirahat, jawab Kelinci. Semut-semut itu berbaris seperti tali sepatu di rumput. Mereka melihat seekor tupai duduk di pohon dan bertanya, Apa kami sedang berjalan tepat ke arah barang beruang? Ya, ya, ini memang jalan ke arah sarangnya, jawab Tupai. Tapi sebaiknya kalian balik ke rumah. Beri beruang dari tadi berteriak terus. Katanya, kalau kalian mengambil air dari mata airnya, ia akan mengakar kalian. Akan tetapi semut-semut itu tak mau kembali. Mereka terus berbaris seperti tali sepatu di tanah. Hari hampir malam ketika mereka tiba di depan pohon pak tua. Mereka melihat sekeliling, dan menemukan sebuah retakan di tanah. Mereka masuk ke dalamnya, dan mulai menggali sebuah lubang. Apa yang kalian lakukan? Kenapa kalian menggali? tanya Tikus Tanah yang merasa terganggu dari tidurnya. Kami ingin menangkap Beri beruang. Kami sedang membuat jebakan untuknya, kata para semut. Bahaya sekali! seru Tikus Tanah. Dia pasti sudah menangkap Semut Hitam saudara kami. Ia juga berniat mengakar kami, hanya karena kami mengambil air dari mata air! kata semut- semut. Aku akan menolong kalian menggali di bawah sarangnya. Aku pernah hampir tertangkap dia dahulu. Seharian itu, para semut dan Tikus Tanah menggali lubang di bawah barang Beri. Mereka terus menggali selama sepuluh hari. Beri beruang sama sekali tidak curiga. Suatu malam di hari kesepuluh, Beri beruang kembali ke sarangnya dengan hati gembira. la berhenti di depan rumahnya di pohon pak dan berkata pada dirinya, Aku sudah makan dan minum sampai kenyang. Satu-satunya yang bikin aku jengkel adalah semut-semut itu. Mereka masih berani mengambil air dari mata airku! Besok akan aku hancurkan lembah semut itu! Akan kucakar mereka dengan cakarku seperti ini... Beri beruang mulai mengakar ke segala arah. Ia menghentakkan kakinya ke lantai sarangnya dan... brruukk...

Lantai sarangnya jebol. Beri beruang jatuh ke lubang di bawah sarangnya. Lubang itulah yang telah digali para semut dan Tikus Tanah. Beri Beruang harus terus tinggal di lubang itu, kecuali ada penjaga hutan yang menemukannya. Semut-semut itu akhirnya hidup damai di lembah semut. Saat itu Semut Hitam saudara mereka juga sudah kembali ke rumah. Ternyata ia hanya terpeleset di jalan. Jadi tidak ada yang merusak kebahagiaan mereka sekarang. Para semut dengan bebas pergi mencari makan dan minum di hutan.

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

23

:

06

:

20

Klaim

1

2


Iklan

Ammar N

28 Maret 2023 06:00

<p>Ya ndak tau kok tanyak saya, saran saya sih terima aja nasib nya. β€œWar thunder” seru loh! &nbsp;…&nbsp;</p>

Ya ndak tau kok tanyak saya, saran saya sih terima aja nasib nya. β€œWar thunder” seru loh!  β€¦ 


Sefri Y

28 Maret 2023 12:03

Yaudah deh pasrah aja πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”

β€” Tampilkan 1 balasan lainnya

Iklan

Alkhalifi A

28 Maret 2023 10:23

<p>Mana ku tauh?</p>

Mana ku tauh?


Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Dalam teks eksplanasi, pernyataan umum, isi, dan penutup harus berkaitan dan saling ... . a. memahami b. mendorong c. menggambarkan d. menjelaskan

14

5.0

Jawaban terverifikasi