Dika D

25 Mei 2024 10:39

Iklan

Iklan

Dika D

25 Mei 2024 10:39

Pertanyaan

Apa sejarah di Indonesia

Apa sejarah di Indonesia


7

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Kevin L

Bronze

25 Mei 2024 10:47

Jawaban terverifikasi

1. **Pendahuluan:** - Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan kaya, mencakup berbagai peristiwa dan perubahan sejak zaman prasejarah hingga masa modern. 2. **Zaman Prasejarah:** - Awal sejarah Indonesia dimulai dengan munculnya manusia purba di wilayah ini. Beberapa situs purbakala yang ditemukan, seperti Situs Gua Batu, menunjukkan adanya kehidupan manusia purba di Indonesia. 3. **Zaman Kuno:** - Zaman ini ditandai dengan munculnya peradaban awal di wilayah Indonesia, seperti Kerajaan Tarumanagara di Jawa Barat dan Kerajaan Kutai di Kalimantan. 4. **Zaman Pertengahan:** - Pada periode ini, beberapa kerajaan besar muncul, seperti Mataram Kuno, Sriwijaya, dan Majapahit. Sriwijaya menjadi pusat perdagangan internasional di Asia Tenggara. 5. **Zaman Modern Awal:** - Masa kolonialisme Eropa dimulai pada abad ke-16 dengan tiba Portugis dan Belanda. Belanda berhasil menguasai banyak wilayah di Indonesia. 6. **Pergerakan Nasionalisasi:** - Pada abad ke-20, gerakan nasionalis berkembang kuat dalam masyarakat Indonesia untuk merdeka dari penjajahan Belanda. 7. **Kemerdekaan:** - Setelah Perang Dunia II, gerakan nasionalis mencapai puncaknya dengan kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945. 8. **Masa Republik Indonesia:** - Sejak merdeka, Republik Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi dan politik tetapi juga menghadapi tantangan sosial-politik serta isu-isu regionalisme. 9. **Pembaruan Modern:** - Pada abad ke-21, Indonesia terlibat dalam globalisasi dan modernisasi politik serta ekonomi.


Iklan

Iklan

Navniaaa N

25 Mei 2024 14:15

Jawaban terverifikasi

<p>1. Kedatangan Bangsa Eropa</p><p>Dilansir dari buku Sejarah Indonesia Modern (2007) oleh MC Ricklefs, bangsa Eropa yang datang pertama kali di Indonesia adalah Portugis di Malaka tahun 1509. Meski berhasil diusir, Portugis yang dipimpin Alfonso de Albuquerque kembali datang pada 1511 dan menguasai wilayah tersebut.</p><p><br>&nbsp;</p><p>Belanda baru datang ke Banten pada 1596 dalam ekspedisi Cornelis de Houtman. Mereka membawa banyak rempah-rempah ke Belanda. Pada 1602, terbentuklah Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) yang kemudian mengambil alih kekuasaan Portugis.</p><p><br><br>&nbsp;</p><p>VOC dibubarkan pada 31 Desember 1799 dan diambil alih pemerintah Belanda. Di sela pendudukan Belanda, terdapat masa Prancis (1800-1811) dan Inggris (1811-1816), baru kemudian diserahkan kembali kepada Belanda.</p><p><br>&nbsp;</p><p>2. Lahirnya Budi Utomo (1908)</p><p>Masih dalam masa penjajahan Belanda, lahirlah organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908. Budi Utomo didirikan beberapa mahasiswa STOVIA (Sekolah Kedokteran di Jawa). Tokohnya seperti Soetomo dan Wahidin Soedirohoesodo. Lahirnya organisasi ini menjadi tonggak perjuangan kemerdekaan Indonesia.</p><p><br>&nbsp;</p><p>3. Sumpah Pemuda (1928)</p><p>Setelah Budi Utomo, muncul berbagai organisasi, yaitu Tri Koro Dharmo dan organisasi kesukuan, seperti Jong Java, Jong Celebes, hingga Jong Batak. Gagasan untuk menyatukan wilayah Nusantara semakin kuat dan digelarlah Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.</p><p><br>&nbsp;</p><p>Nama Indonesia semakin dikenal setelah setelah pertemuan ini. Saat itu diperkenalkan pula lagu Indonesia Raya oleh Wage Rudolf Supratman. Para pemuda pun mengikrarkan Sumpah Pemuda sebagai bentuk tekad memerdekakan Indonesia.</p><p><br>&nbsp;</p><p>4. Indonesia Dikuasai Jepang (1942)</p><p>Tahun 1942, Jepang menduduki sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Batavia. Akhirnya Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang dengan ditandainya penandatanganan Perjanjian Kalijati pada 8 Maret 1942. Di masa Jepang inilah terjadi perubahan luar biasa dalam perjuangan kemerdekaan.</p><p><br>&nbsp;</p><p>5. Soekarno Memperkenalkan Pancasila (1 Juni 1945)</p><p>Jepang berjanji akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dengan membentuk Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Sidang pertama BPUPKI pertama dibuka 29 Mei 1945. Pada 1 Juni 1945, Soekarno mengusulkan dasar negara Indonesia dengan nama Pancasila.</p>

1. Kedatangan Bangsa Eropa

Dilansir dari buku Sejarah Indonesia Modern (2007) oleh MC Ricklefs, bangsa Eropa yang datang pertama kali di Indonesia adalah Portugis di Malaka tahun 1509. Meski berhasil diusir, Portugis yang dipimpin Alfonso de Albuquerque kembali datang pada 1511 dan menguasai wilayah tersebut.


 

Belanda baru datang ke Banten pada 1596 dalam ekspedisi Cornelis de Houtman. Mereka membawa banyak rempah-rempah ke Belanda. Pada 1602, terbentuklah Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) yang kemudian mengambil alih kekuasaan Portugis.



 

VOC dibubarkan pada 31 Desember 1799 dan diambil alih pemerintah Belanda. Di sela pendudukan Belanda, terdapat masa Prancis (1800-1811) dan Inggris (1811-1816), baru kemudian diserahkan kembali kepada Belanda.


 

2. Lahirnya Budi Utomo (1908)

Masih dalam masa penjajahan Belanda, lahirlah organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908. Budi Utomo didirikan beberapa mahasiswa STOVIA (Sekolah Kedokteran di Jawa). Tokohnya seperti Soetomo dan Wahidin Soedirohoesodo. Lahirnya organisasi ini menjadi tonggak perjuangan kemerdekaan Indonesia.


 

3. Sumpah Pemuda (1928)

Setelah Budi Utomo, muncul berbagai organisasi, yaitu Tri Koro Dharmo dan organisasi kesukuan, seperti Jong Java, Jong Celebes, hingga Jong Batak. Gagasan untuk menyatukan wilayah Nusantara semakin kuat dan digelarlah Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.


 

Nama Indonesia semakin dikenal setelah setelah pertemuan ini. Saat itu diperkenalkan pula lagu Indonesia Raya oleh Wage Rudolf Supratman. Para pemuda pun mengikrarkan Sumpah Pemuda sebagai bentuk tekad memerdekakan Indonesia.


 

4. Indonesia Dikuasai Jepang (1942)

Tahun 1942, Jepang menduduki sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Batavia. Akhirnya Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang dengan ditandainya penandatanganan Perjanjian Kalijati pada 8 Maret 1942. Di masa Jepang inilah terjadi perubahan luar biasa dalam perjuangan kemerdekaan.


 

5. Soekarno Memperkenalkan Pancasila (1 Juni 1945)

Jepang berjanji akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dengan membentuk Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Sidang pertama BPUPKI pertama dibuka 29 Mei 1945. Pada 1 Juni 1945, Soekarno mengusulkan dasar negara Indonesia dengan nama Pancasila.


Navniaaa N

25 Mei 2024 14:16

Jawaban terverifikasi

6. Peristiwa Rengasdengklok (16 Agustus 1945) Meski Jepang sudah berjanji akan memberi kemerdekaan, kalangan pemuda tidak setuju dengan hal itu. Golongan pemuda ingin Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan sendiri. Dilansir dari situs setneg.go.id, pada dini hari 16 Agustus 1945, Bung Karno dan Bung Hatta terpaksa diculik para pemuda ke Rengasdengklok. Tindakan itu diambil agar Bung Karno segera memproklamasikan kemerdekaan. 7. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 1945) Sempat terjadi perdebatan panas di Rengasdengklok. Namun akhirnya Bung Karno setuju memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Mereka kembali ke Jakarta dan berkumpul di rumah Laksamana Maeda yang menjamin keamanan mereka. Di sana mereka menyusun naskah proklamasi dan membuat bendera merah putih. Kemerdekaan pun diproklamasikan oleh Soekarno di rumahnya, Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, pada pukul 10.00 WIB. 8. Pertempuran Medan Area (Oktober 1945) Kemerdekaan Indonesia tidak serta merta membebaskan negara dari berbagai upaya negara lain merebut wilayah. Salah satunya adalah kedatangan tentara Sekutu yang diboncengi Netherlands Indies Civil Administration (NICA) atau Pemerintahan Sipil Hindia Belanda pada 9 Oktober 1945 ingin merebut wilayah Indonesia. Para pemuda Medan segera membentuk TKR untuk melawan. Pada 13 Oktober 1945 terjadi pertempuran yang dikenal dengan nama Medan Area. 9. Pertempuran Ambarawa (Oktober 1945) Pasukan Sekutu yang dipimpin Brigjen Bethel mendarat di Semarang pada 20 Oktober 1945. Saat Sekutu menuju Magelang, masyarakat menyerang mereka hingga terjadi kerusuhan. Di bawah kepemimpinan Kolonel Sudirman, pasukan TKR mengejar dan mengepung tentara Sekutu hingga terjadi pertempuran empat hari (12-15 Desember 1945) yang dikenal sebagai 'Palagan Ambarawa'. Pasukan TKR menang pada 15 Desember 1945. Tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Juang Kartika TNI-AD. 10. Pertempuran Surabaya (10 November 1945) Pada 25 Oktober 1945, Brigjen AWS Mallaby dan tentara Sekutunya tiba di Surabaya. Pertempuran antara rakyat Surabaya melawan Sekutu tak terelakkan. AWS Mallaby tewas dalam pertempuran itu. Sekutu marah dan meminta rakyat bersenjata menyerahkan diri pada tanggal 9 November 1945 sebelum pukul 18.00. Bahkan mereka mengultimatum akan menyerang Surabaya secara besar-besaran pada tanggal 10 November 1945. Tak gentar, Bung Tomo justru membakar semangat para rakyat Surabaya untuk melawan. Terjadilah pertempuran besar pada 10 November 1945 yang dimenangkan oleh rakyat Indonesia. Tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Pahlawan. 11. Peristiwa Merah Putih di Manado (14 Februari 1946) Di Sulawesi, yakni di Manado, juga terjadi upaya dari Belanda untuk merebut kembali kemerdekaan Indonesia. Rakyat Sulawesi melawan dengan menyerbu markas militer Belanda di Teling, Manado pada 14 Februari 1946. Rakyat merobek bendera Belanda yang berwarna merah-putih-biru menjadi bendera merah putih. Oleh karenanya penyerbuan ini disebut Peristiwa Merah Putih. 12. Pertempuran Bandung Lautan Api (23 Maret 1946) Salah satu pertempuran paling terkenal adalah Bandung Lautan Api yang dimulai ketika pasukan Sekutu diboncengi NICA tiba di Bandung pada 13 Oktober 1945. Mereka mengeluarkan ultimatum kepada para pejuang agar meninggalkan wilayah Bandung Utara, namun para pejuang menolak. Tentara Republik Indonesia (TRI) turun tangan dan bersedia mengosongkan Bandung. Namun sebelum meninggalkan Bandung, pada tanggal 23-24 Maret 1946, para pejuang menyerbu pos-pos Sekutu dan membumihanguskan kota Bandung menjadi seperti lautan api. 13. Perjanjian Linggarjati (15 November 1946) Belanda tidak mau mengakui kemerdekaan Indonesia secara de facto dan terus berusaha menduduki berbagai wilayah Indonesia. Untuk mengakhiri ini, dilakukanlah Perjanjian Linggarjati di Kuningan, Jawa Barat pada 10-15 November 1946 dan disahkan pada 25 Maret 1947. Indonesia saat itu diwakili Sutan Sjahrir, sedangkan Belanda diwakili oleh Prof. Schermerhorn. Hasilnya antara lain Belanda mengakui RI secara de facto yang terdiri atas Jawa, Madura, dan Sumatra. Indonesia merupakan bagian dari negara federal Republik Indonesia Serikat. 14. Perjanjian Renville (18 Januari 1948) Rupanya Belanda melanggar Perjanjian Linggarjati dan kembali melancarkan serangan yang disebut Agresi Militer Belanda (AMB) I pada 21 Juli 1947 ke kota-kota besar di wilayah Jawa dan Sumatra. PBB membentuk Komisi Tiga Negara (KTN) dengan anggota Richard C. Kirby dari Australia sebagai perwakilan Indonesia, Paul Van Zeeland dari Belgia sebagai perwakilan Belanda, dan Prof. Dr. Frank Graham dari Amerika Serikat sebagai penengah. Kemudian dilakukan perundingan yang disebut Perjanjian Renville karena terjadi di atas kapal milik Amerika Serikat, USS Renville yang sedang bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok pada 17 Januari 1948. Hasil perjanjian ini menyatakan Belanda tetap berdaulat sampai terbentuknya RIS, dan RI kedudukannya sejajar dengan Belanda, RI akan menjadi bagian dari RIS dan akan diadakan pemilu untuk membentuk Konstituante RIS. Tentara Indonesia di daerah Belanda juga harus dipindahkan. Namun Perjanjian Renville kemudian dikhianati oleh Belanda dengan melancarkan AMB II pada 19 Desember 1948. 15. Pemberontakan DI/TII (1948-1949) Selain harus menangani AMB II, Indonesia juga harus menghadapi pemberontakan dari dalam, yaitu terjadinya Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII). Ini adalah konflik politik pertama pasca-kemerdekaan. Gerakan DI/TII bertujuan agar Indonesia menjadi negara Islam. Gerakan yang dimulai oleh Sekarmadji Maridjan Kartosuwirjo ini berawal dari Jawa Barat dan menyebar ke Jawa Tengah, Aceh, Sulawesi Selatan dan Kalimantan

— Tampilkan 1 balasan lainnya
lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Dio adalah siswa baru yang berasal dari Riau yang bersekolah di Bandung. Saat istirahat, Lala melihat Dio duduk sendiri di kelas tanpa ada yang menemani. Sikap yang sebaiknya dilakukan Lala adalah …. A. Membiarkan Dio istirahat sendiri di kelas B. Mengejek Dio yang sedang istirahat sendiri C. Mengajak Dio untuk istirahat bersama di luar kelas D. Menyuruh teman kelas lain untuk menemani Dio

4

0.0

Jawaban terverifikasi