Tiwi Z

05 Februari 2024 11:28

Iklan

Tiwi Z

05 Februari 2024 11:28

Pertanyaan

apa saja bukti bukti kebijakan monopoli perdagangan oleh VOC

apa saja bukti bukti kebijakan monopoli perdagangan oleh VOC

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

11

:

40

:

01

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Erwin A

Community

08 Februari 2024 03:36

Jawaban terverifikasi

<p><br>Berikut adalah beberapa bukti kebijakan monopoli perdagangan oleh VOC:</p><p><strong>1. Hak Oktroi:</strong></p><ul><li>Pada tahun 1602, VOC mendapatkan hak oktroi dari Staten Generaal (Parlemen Belanda) yang memberikan hak istimewa kepada VOC untuk:<ul><li>Monopoli perdagangan rempah-rempah di seluruh wilayah Hindia Belanda.</li><li>Membangun benteng dan pangkalan militer.</li><li>Menunjuk gubernur dan pejabat.</li><li>Menyatakan perang dan damai.</li><li>Mencetak mata uang.</li></ul></li></ul><p><strong>2. Perjanjian dengan Kerajaan-Kerajaan Lokal:</strong></p><ul><li>VOC membuat perjanjian dengan kerajaan-kerajaan lokal di Hindia Belanda, yang mewajibkan mereka untuk:<ul><li>Menjual hasil bumi hanya kepada VOC.</li><li>Tidak berdagang dengan pihak lain.</li><li>Membantu VOC dalam peperangan.</li></ul></li></ul><p><strong>3. Penggunaan Kekuatan Militer:</strong></p><ul><li>VOC menggunakan kekuatan militer untuk:<ul><li>Memaksa kerajaan-kerajaan lokal untuk mematuhi perjanjian.</li><li>Mengusir pesaing dari perdagangan.</li><li>Menekan harga hasil bumi.</li></ul></li></ul><p><strong>4. Praktek Monopoli:</strong></p><ul><li>VOC melakukan praktek monopoli dengan:<ul><li>Menetapkan harga rempah-rempah yang sangat rendah.</li><li>Membakar tanaman rempah-rempah yang melebihi kuota.</li><li>Melarang perdagangan rempah-rempah oleh pihak lain.</li></ul></li></ul><p><strong>5. Dampak Monopoli VOC:</strong></p><ul><li>Monopoli VOC memiliki dampak yang negatif bagi rakyat Hindia Belanda, antara lain:<ul><li>Penurunan harga hasil bumi.</li><li>Kemiskinan dan kelaparan.</li><li>Peperangan dan pemberontakan.</li></ul></li></ul><p><strong>Bukti-bukti tertulis:</strong></p><ul><li><strong>Charter of the Dutch East India Company (1602):</strong> Dokumen ini memberikan hak oktroi kepada VOC untuk melakukan monopoli perdagangan di Hindia Belanda.</li><li><strong>Resolusi Heeren XVII (1619):</strong> Resolusi ini berisi instruksi dari Heeren XVII (Dewan Direksi VOC) kepada para gubernur di Hindia Belanda untuk melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah.</li><li><strong>Daghregister (Buku Harian):</strong> Catatan harian yang dibuat oleh para pegawai VOC tentang berbagai peristiwa yang terjadi di Hindia Belanda, termasuk praktik monopoli perdagangan.</li></ul><p><strong>Bukti-bukti fisik:</strong></p><ul><li><strong>Benteng-benteng VOC:</strong> Benteng-benteng ini digunakan oleh VOC untuk melindungi perdagangannya dan untuk memaksa kerajaan-kerajaan lokal untuk mematuhi perjanjian.</li><li><strong>Gudang-gudang VOC:</strong> Gudang-gudang ini digunakan oleh VOC untuk menyimpan hasil bumi yang dimonopoli.</li><li><strong>Kapal-kapal VOC:</strong> Kapal-kapal ini digunakan oleh VOC untuk mengangkut hasil bumi dan untuk melakukan patroli di wilayah Hindia Belanda.</li></ul><p><strong>Kesimpulan:</strong></p><p>Bukti-bukti menunjukkan bahwa VOC melakukan kebijakan monopoli perdagangan di Hindia Belanda. Kebijakan ini memiliki dampak yang negatif bagi rakyat Hindia Belanda, seperti kemiskinan dan kelaparan.</p>


Berikut adalah beberapa bukti kebijakan monopoli perdagangan oleh VOC:

1. Hak Oktroi:

  • Pada tahun 1602, VOC mendapatkan hak oktroi dari Staten Generaal (Parlemen Belanda) yang memberikan hak istimewa kepada VOC untuk:
    • Monopoli perdagangan rempah-rempah di seluruh wilayah Hindia Belanda.
    • Membangun benteng dan pangkalan militer.
    • Menunjuk gubernur dan pejabat.
    • Menyatakan perang dan damai.
    • Mencetak mata uang.

2. Perjanjian dengan Kerajaan-Kerajaan Lokal:

  • VOC membuat perjanjian dengan kerajaan-kerajaan lokal di Hindia Belanda, yang mewajibkan mereka untuk:
    • Menjual hasil bumi hanya kepada VOC.
    • Tidak berdagang dengan pihak lain.
    • Membantu VOC dalam peperangan.

3. Penggunaan Kekuatan Militer:

  • VOC menggunakan kekuatan militer untuk:
    • Memaksa kerajaan-kerajaan lokal untuk mematuhi perjanjian.
    • Mengusir pesaing dari perdagangan.
    • Menekan harga hasil bumi.

4. Praktek Monopoli:

  • VOC melakukan praktek monopoli dengan:
    • Menetapkan harga rempah-rempah yang sangat rendah.
    • Membakar tanaman rempah-rempah yang melebihi kuota.
    • Melarang perdagangan rempah-rempah oleh pihak lain.

5. Dampak Monopoli VOC:

  • Monopoli VOC memiliki dampak yang negatif bagi rakyat Hindia Belanda, antara lain:
    • Penurunan harga hasil bumi.
    • Kemiskinan dan kelaparan.
    • Peperangan dan pemberontakan.

Bukti-bukti tertulis:

  • Charter of the Dutch East India Company (1602): Dokumen ini memberikan hak oktroi kepada VOC untuk melakukan monopoli perdagangan di Hindia Belanda.
  • Resolusi Heeren XVII (1619): Resolusi ini berisi instruksi dari Heeren XVII (Dewan Direksi VOC) kepada para gubernur di Hindia Belanda untuk melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah.
  • Daghregister (Buku Harian): Catatan harian yang dibuat oleh para pegawai VOC tentang berbagai peristiwa yang terjadi di Hindia Belanda, termasuk praktik monopoli perdagangan.

Bukti-bukti fisik:

  • Benteng-benteng VOC: Benteng-benteng ini digunakan oleh VOC untuk melindungi perdagangannya dan untuk memaksa kerajaan-kerajaan lokal untuk mematuhi perjanjian.
  • Gudang-gudang VOC: Gudang-gudang ini digunakan oleh VOC untuk menyimpan hasil bumi yang dimonopoli.
  • Kapal-kapal VOC: Kapal-kapal ini digunakan oleh VOC untuk mengangkut hasil bumi dan untuk melakukan patroli di wilayah Hindia Belanda.

Kesimpulan:

Bukti-bukti menunjukkan bahwa VOC melakukan kebijakan monopoli perdagangan di Hindia Belanda. Kebijakan ini memiliki dampak yang negatif bagi rakyat Hindia Belanda, seperti kemiskinan dan kelaparan.


Iklan

Kevin L

Gold

11 Februari 2024 00:09

Jawaban terverifikasi

Dari pertanyaan yang kamu ajukan, tampaknya kamu sedang belajar tentang sejarah Indonesia, khususnya mengenai kebijakan monopoli perdagangan oleh VOC. Kebijakan monopoli perdagangan oleh VOC ini memiliki beberapa bukti yang dapat kita lihat. Penjelasan: 1. VOC memiliki hak eksklusif atas perdagangan rempah-rempah di Indonesia. Ini berarti bahwa hanya VOC yang berhak membeli dan menjual rempah-rempah dari Indonesia. Ini adalah bukti pertama dari kebijakan monopoli perdagangan oleh VOC. 2. VOC juga memiliki hak untuk menggunakan kekerasan dan perang untuk mempertahankan monopoli mereka. Ini adalah bukti kedua dari kebijakan monopoli perdagangan oleh VOC. 3. Selain itu, VOC juga memiliki hak untuk membuat perjanjian dengan penguasa lokal di Indonesia. Perjanjian ini biasanya melibatkan penguasa lokal setuju untuk menjual rempah-rempah mereka hanya kepada VOC. Ini adalah bukti ketiga dari kebijakan monopoli perdagangan oleh VOC. 4. Terakhir, VOC juga memiliki hak untuk membangun benteng dan pos perdagangan di Indonesia. Benteng dan pos perdagangan ini digunakan untuk melindungi monopoli VOC dan untuk memastikan bahwa tidak ada pedagang lain yang bisa berdagang rempah-rempah dari Indonesia. Ini adalah bukti keempat dari kebijakan monopoli perdagangan oleh VOC. Kesimpulan: Bukti-bukti kebijakan monopoli perdagangan oleh VOC meliputi hak eksklusif VOC atas perdagangan rempah-rempah di Indonesia, hak VOC untuk menggunakan kekerasan dan perang untuk mempertahankan monopoli mereka, hak VOC untuk membuat perjanjian dengan penguasa lokal, dan hak VOC untuk membangun benteng dan pos perdagangan. Semoga penjelasan ini membantu kamu memahami topik ini lebih baik. ๐Ÿ™‚


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

ada berapa anggota negara asean dan apa saja sebutkan

3

4.6

Jawaban terverifikasi

[1] Gaya hidup sedentari alias kurang gerak atau mager (malas gerak) adalah masalah yang sering dialami oleh penduduk perkotaan. [2] Bekerja di depan layar komputer sepanjang hari, kelamaan terjebak macet di jalan,atau hobi main gim tanpa diimbangi olahraga merupakan bentuk dari gaya hidup sedentari. [3] Jika Anda termasuk salah satu orang yang sering melakukan berbagai rutinitas tersebut, Anda harus waspada. [4] Pasalnya, gaya hidup sedentari sangat berbahaya karena membuat Anda berisiko terkena diabetes tipe 2. [5] Gaya hidup sedentari menyebabkan masyarakat, terutama penduduk kota, malas bergerak. [6] Coba ingat-ingat, dalam sehari ini, sudah berapa kali Anda dalam menggunakan aplikasi online untuk memenuhi kebutuh Anda? [7] Selain itu, tilik juga berapa banyak langkah yang sudah Anda dapatkan pada hari ini? [8] Seiring dengan pengembangan teknologi yang makin canggih, apa pun yang Anda butuhkan kini bisa langsung diantar ke ruangan kantor Anda atau depan rumah. [9] Selain hemat waktu, Anda pun jadi tak perlu mengeluarkan energi untuk mendapatkan apa yang Anda mau. [10] Namun, tahukah Anda bahwa segala kemudahan tersebut menyimpan bahaya bagi tubuh Anda? [11] Minimnya aktifitas fisik karena gaya hidup ini membuatmu berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes. [12] Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa gaya hidup ini juga termasuk 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. [13] Selain itu, data terbaru dari Riskedas 2018 menguak bahwa DKI Jakarta merupakan provinsi dengan tingkat diabetes melitus tertinggi di Indonesia. [14] Ini menunjukkan bahwa gaya hidup mager amat erat kaitannya dengan tingkat diabetes di perkotaan. Bentuk bahasa yang sejenis dengan mager pada kalimat 1 adalah.... a. magang b. oncom c. rudal d. pugar

4

5.0

Jawaban terverifikasi