Theresia M

26 September 2023 12:59

Iklan

Theresia M

26 September 2023 12:59

Pertanyaan

Apa perbedaan antara objek penelitian sejarah dengan ilmu pengetahuan lainnya?

Apa perbedaan antara objek penelitian sejarah dengan ilmu pengetahuan lainnya?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

07

:

34

:

27

Klaim

5

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

B. Hindarto

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

27 September 2023 06:32

Jawaban terverifikasi

Jawaban yg tepat adalah objek yang dikaji, yaitu kalau ilmu alam mengamati suatu benda. Kita juga tahu bahwa benda itu mati, tidak hidup, tidak bisa berpikir, dan tidak bisa berubah. Hal ini tentu berbeda dengan ilmu sejarah yang mengamati kehidupan manusia ya Simak, penjelasannya Perbedaaan antara ilmu alam dan ilmu sejarah, terletak pada objek yang dikaji, yaitu kalau ilmu alam mengamati suatu benda. Kita juga tahu bahwa benda itu mati, tidak hidup, tidak bisa berpikir, dan tidak bisa berubah. Hal ini tentu berbeda dengan ilmu sejarah yang mengamati kehidupan manusia ya. Manusia sebagai makhluk yang berakal akan selalu mengikuti perjalanan waktu Dengan demikan, jawabannya objek yang dikaji, yaitu kalau ilmu alam mengamati suatu benda. Kita juga tahu bahwa benda itu mati, tidak hidup, tidak bisa berpikir, dan tidak bisa berubah.


Iklan

Vincent M

Community

28 September 2023 04:48

Jawaban terverifikasi

<p>Ada beberapa perbedaan antara objek penelitian dalam bidang sejarah dan objek penelitian dalam ilmu pengetahuan lainnya:</p><p><strong>Waktu dan Tempat:</strong> Sejarah mencakup penelitian tentang peristiwa, tokoh, dan budaya masa lalu. Ini berarti bahwa objek penelitian sejarah biasanya terjadi di masa lalu dan dapat mencakup berbagai tempat di seluruh dunia. Sementara itu, ilmu pengetahuan lainnya mungkin lebih fokus pada penelitian tentang fenomena yang berlangsung di masa sekarang atau masa depan.</p><p><strong>Sifat Subyektif:</strong> Penelitian sejarah seringkali melibatkan analisis dan interpretasi terhadap sumber-sumber sejarah seperti dokumen, arsip, dan bukti-bukti lainnya. Karena sumber-sumber ini sering kali dapat tafsirannya yang subjektif, penelitian sejarah dapat melibatkan tingkat interpretasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan ilmu pengetahuan lainnya yang sering lebih berfokus pada metode empiris dan eksperimen.</p><p><strong>Metode Penelitian:</strong> Ilmu pengetahuan lainnya cenderung menggunakan metode eksperimental, observasi langsung, atau perhitungan matematis dalam penelitiannya. Sebaliknya, penelitian sejarah seringkali melibatkan analisis dokumen dan sumber-sumber sekunder, serta pemahaman konteks sosial dan budaya pada saat kejadian berlangsung.</p><p><strong>Tujuan Penelitian:</strong> Tujuan penelitian dalam ilmu pengetahuan lainnya seringkali terfokus pada pemahaman dan penjelasan fenomena, perumusan teori, dan prediksi. Di sisi lain, tujuan penelitian sejarah seringkali mencakup rekonstruksi dan pemahaman masa lalu, menggambarkan peristiwa dan kejadian yang telah terjadi.</p><p><strong>Keterbatasan Sumber:</strong> Penelitian sejarah seringkali terbatas oleh ketersediaan sumber-sumber sejarah yang kadang-kadang dapat hilang atau rusak seiring waktu. Ini dapat menghadirkan tantangan dalam rekonstruksi kejadian sejarah.</p><p><strong>Peran Narasi dan Cerita:</strong> Penelitian sejarah seringkali menonjolkan peran narasi dan cerita dalam penyajian temuan. Sejarawan sering berusaha untuk menggabungkan fakta-fakta sejarah menjadi narasi yang koheren dan bermakna.</p><p>Meskipun ada perbedaan-perbedaan ini, penting untuk diingat bahwa setiap disiplin ilmu memiliki pendekatannya sendiri terhadap penelitian dan metode yang sesuai dengan sifat objek penelitiannya. Dalam konteks penelitian, setiap disiplin ilmu memiliki nilai dan kontribusinya masing-masing terhadap pemahaman dunia dan peristiwa di sekitar kita.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>

Ada beberapa perbedaan antara objek penelitian dalam bidang sejarah dan objek penelitian dalam ilmu pengetahuan lainnya:

Waktu dan Tempat: Sejarah mencakup penelitian tentang peristiwa, tokoh, dan budaya masa lalu. Ini berarti bahwa objek penelitian sejarah biasanya terjadi di masa lalu dan dapat mencakup berbagai tempat di seluruh dunia. Sementara itu, ilmu pengetahuan lainnya mungkin lebih fokus pada penelitian tentang fenomena yang berlangsung di masa sekarang atau masa depan.

Sifat Subyektif: Penelitian sejarah seringkali melibatkan analisis dan interpretasi terhadap sumber-sumber sejarah seperti dokumen, arsip, dan bukti-bukti lainnya. Karena sumber-sumber ini sering kali dapat tafsirannya yang subjektif, penelitian sejarah dapat melibatkan tingkat interpretasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan ilmu pengetahuan lainnya yang sering lebih berfokus pada metode empiris dan eksperimen.

Metode Penelitian: Ilmu pengetahuan lainnya cenderung menggunakan metode eksperimental, observasi langsung, atau perhitungan matematis dalam penelitiannya. Sebaliknya, penelitian sejarah seringkali melibatkan analisis dokumen dan sumber-sumber sekunder, serta pemahaman konteks sosial dan budaya pada saat kejadian berlangsung.

Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian dalam ilmu pengetahuan lainnya seringkali terfokus pada pemahaman dan penjelasan fenomena, perumusan teori, dan prediksi. Di sisi lain, tujuan penelitian sejarah seringkali mencakup rekonstruksi dan pemahaman masa lalu, menggambarkan peristiwa dan kejadian yang telah terjadi.

Keterbatasan Sumber: Penelitian sejarah seringkali terbatas oleh ketersediaan sumber-sumber sejarah yang kadang-kadang dapat hilang atau rusak seiring waktu. Ini dapat menghadirkan tantangan dalam rekonstruksi kejadian sejarah.

Peran Narasi dan Cerita: Penelitian sejarah seringkali menonjolkan peran narasi dan cerita dalam penyajian temuan. Sejarawan sering berusaha untuk menggabungkan fakta-fakta sejarah menjadi narasi yang koheren dan bermakna.

Meskipun ada perbedaan-perbedaan ini, penting untuk diingat bahwa setiap disiplin ilmu memiliki pendekatannya sendiri terhadap penelitian dan metode yang sesuai dengan sifat objek penelitiannya. Dalam konteks penelitian, setiap disiplin ilmu memiliki nilai dan kontribusinya masing-masing terhadap pemahaman dunia dan peristiwa di sekitar kita.

 

 


 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

13

5.0

Jawaban terverifikasi