Amds A

19 Maret 2020 06:30

Iklan

Amds A

19 Maret 2020 06:30

Pertanyaan

apa itu perang sumpit

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

03

:

30

:

12

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

A. Feby

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Yogyakarta

06 Januari 2022 07:57

Jawaban terverifikasi

Halo Amds. Kakak bantu jawab ya๐Ÿ˜Š Jadi, perang sampit adalah konflik antara dua etnis di Indonesia yaitu suku Dayak (penduduk lokal) dengan suku Madura (pendatang) pada Februari 2001 di Sampit. Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut: Perang sampit adalah pecahnya kerusuhan antara dua etnis di Indonesia yang terjadi di Sampit, Kalimantan Tengah. Konflik ini terjadi antara suku Dayak asli dan warga pengatang Madura pada Februari 2001. Kerusuhan sampit ini pecah pada 18 Februari 2001 dengan menjatuhkan korban sekitar 500 orang Madura tewas dan 10.000 jiwa kehilangan tempat tinggal. Pada 1930, Suku Madura pertama tinggal di Kalimantan dibawah program transmigrasi yang dicanangkan oleh pemerintah kolonial Belanda dan dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia. Sebenarnya dalam kasus ini terjadi kecemburuan sosial antara penduduk lokal dan pendatang. Dimana pendatang disana menguasai perekonomian, perindustrian, perkayuan dan perindustrian. Suku Dayak kerap kali mengalah kepada suku pendatang. Mereka juga sangat terdesak di tanahnya sendiri. Hingga kampung mereka pun berkali-kali berpindah karena mengalah dari para penebang kayu (suku Madura) yang terus mendesak mereka masuk ke dalam hutan. Suku Dayak juga sering mendapatkan ketidakadilan dalam hukum, ketika suku Dayak yang menjadi korban. Pada tahun 2000, transmigran asal Madura telah membentuk 21 persen populasi Kalimantan Tengah. Suku Dayak mulai merasa tidak puas dengan persaingan yang terus datang dari Madura. Hukum baru juga telah memungkinkan warga Madura memperoleh kontrol terhadap banyak industri komersial di provinsi tersebut, seperti perkayuan, penambangan, dan perkebunan. Hal tersebut menimbulkan permasalahan ekonomi yang kemudian menjalar menjadi kerusuhan antarkeduanya. Insiden kerusuhan terjadi tahun 2001. Kericuhan bermula saat terjadi serangan pembakaran sebuah rumah Dayak. Mulanya, warga Madura yang menjadi pelaku pembakaran rumah Dayak tersebut. Sesaat kemudian, warga Dayak pun mulai membalas dengan membakar rumah-rumah orang Madura. Pembantaian oleh suku Dayak dilakukan untuk mempertahankan diri setelah beberapa warga Dayak diserang. Disebutkan juga bahwa seorang warga Dayak disiksa dan dibunuh oleh sekelompok warga Madura setelah sengketa judi di Desa Kerengpangi pada 17 Desember 2000. Situasi kericuhan antara suku Dayak dengan Madura diperparah dengan kebiasaan dan nilai-nilai berbeda yang dimiliki keduanya. Seperti adat orang Madura yang membawa parang atau celurit ke mana pun, membuat orang Dayak berpikiran bahwa tamunya ini siap untuk berkelahi. Akibat dari Konflik Sampit ini ada sekitar 100 warga Madura dipenggal kepalanya oleh suku Dayak. Konflik Sampit sendiri mulai mereda setelah pemerintah meningkatkan keamanan, mengevakuasi warga, dan menangkap provokator. Untuk memperingati akhir konflik ini, dibuatlah perjanjian damai dan tugu perdamaian antara suku Dayak dan Madura di Sampit. Semoga membantu ๐Ÿ˜Š


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

sebutkan akibat pelaksanaan politik liberal bagi rakya indonesia

2

5.0

Jawaban terverifikasi