Alkwlns A

26 Oktober 2022 14:52

Iklan

Alkwlns A

26 Oktober 2022 14:52

Pertanyaan

Apa dampak mobilitas sosial dilihat dari faktor psikologis?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

21

:

19

:

13

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Salsabila M

Community

05 Mei 2024 13:04

Jawaban terverifikasi

<p>Mobilitas sosial, yang mengacu pada perpindahan individu atau kelompok dalam struktur sosial atau ekonomi masyarakat, dapat memiliki dampak psikologis yang signifikan. Berikut adalah beberapa dampak psikologis dari mobilitas sosial:</p><p><strong>Identitas dan Peran:</strong> Mobilitas sosial dapat mengubah identitas dan peran sosial seseorang dalam masyarakat. Individu yang mengalami perubahan status sosial atau ekonomi mungkin mengalami kebingungan identitas atau konflik peran saat mereka beradaptasi dengan perubahan tersebut. Misalnya, seseorang yang naik kelas sosial secara tiba-tiba mungkin merasa sulit untuk menyesuaikan diri dengan peran dan ekspektasi baru yang diberikan oleh lingkungan baru mereka.</p><p><strong>Stres dan Kecemasan:</strong> Proses mobilitas sosial sering kali disertai dengan stres dan kecemasan. Perubahan lingkungan sosial, tekanan untuk sukses, atau ketidakpastian tentang masa depan dapat menyebabkan tingkat stres yang tinggi bagi individu yang mengalami mobilitas sosial. Ini bisa mencakup stres akibat penyesuaian diri dengan lingkungan baru, kekhawatiran tentang penerimaan sosial, atau kecemasan tentang kinerja dan prestasi.</p><p><strong>Kesejahteraan Emosional:</strong> Mobilitas sosial juga dapat mempengaruhi kesejahteraan emosional individu. Meskipun mobilitas sosial sering kali dianggap sebagai pencapaian yang positif, individu yang mengalami mobilitas sosial mungkin mengalami perubahan dalam kesejahteraan emosional mereka. Mereka mungkin merasa bangga dan bersemangat atas kesuksesan mereka, tetapi juga dapat mengalami kesedihan, kerinduan, atau perasaan kehilangan terhadap lingkungan atau hubungan yang ditinggalkan.</p><p><strong>Perasaan Diri dan Harga Diri:</strong> Mobilitas sosial juga dapat memengaruhi perasaan diri dan harga diri individu. Kesuksesan dalam mencapai mobilitas sosial yang diinginkan dapat meningkatkan harga diri dan perasaan diri seseorang, sementara kegagalan atau ketidakpastian dalam proses mobilitas sosial dapat menyebabkan keraguan diri atau perasaan rendah diri.</p>

Mobilitas sosial, yang mengacu pada perpindahan individu atau kelompok dalam struktur sosial atau ekonomi masyarakat, dapat memiliki dampak psikologis yang signifikan. Berikut adalah beberapa dampak psikologis dari mobilitas sosial:

Identitas dan Peran: Mobilitas sosial dapat mengubah identitas dan peran sosial seseorang dalam masyarakat. Individu yang mengalami perubahan status sosial atau ekonomi mungkin mengalami kebingungan identitas atau konflik peran saat mereka beradaptasi dengan perubahan tersebut. Misalnya, seseorang yang naik kelas sosial secara tiba-tiba mungkin merasa sulit untuk menyesuaikan diri dengan peran dan ekspektasi baru yang diberikan oleh lingkungan baru mereka.

Stres dan Kecemasan: Proses mobilitas sosial sering kali disertai dengan stres dan kecemasan. Perubahan lingkungan sosial, tekanan untuk sukses, atau ketidakpastian tentang masa depan dapat menyebabkan tingkat stres yang tinggi bagi individu yang mengalami mobilitas sosial. Ini bisa mencakup stres akibat penyesuaian diri dengan lingkungan baru, kekhawatiran tentang penerimaan sosial, atau kecemasan tentang kinerja dan prestasi.

Kesejahteraan Emosional: Mobilitas sosial juga dapat mempengaruhi kesejahteraan emosional individu. Meskipun mobilitas sosial sering kali dianggap sebagai pencapaian yang positif, individu yang mengalami mobilitas sosial mungkin mengalami perubahan dalam kesejahteraan emosional mereka. Mereka mungkin merasa bangga dan bersemangat atas kesuksesan mereka, tetapi juga dapat mengalami kesedihan, kerinduan, atau perasaan kehilangan terhadap lingkungan atau hubungan yang ditinggalkan.

Perasaan Diri dan Harga Diri: Mobilitas sosial juga dapat memengaruhi perasaan diri dan harga diri individu. Kesuksesan dalam mencapai mobilitas sosial yang diinginkan dapat meningkatkan harga diri dan perasaan diri seseorang, sementara kegagalan atau ketidakpastian dalam proses mobilitas sosial dapat menyebabkan keraguan diri atau perasaan rendah diri.


Iklan

Nanda R

Community

29 Mei 2024 13:23

<p>Mobilitas sosial, yaitu perpindahan individu atau kelompok dari satu posisi sosial ke posisi sosial lainnya, memiliki berbagai dampak psikologis. Berikut beberapa dampak utama yang dapat terjadi:</p><p><strong>Stres dan Kecemasan</strong>:</p><ul><li><strong>Adaptasi ke Lingkungan Baru</strong>: Perpindahan ke lingkungan sosial yang berbeda dapat menimbulkan stres karena individu harus menyesuaikan diri dengan norma, nilai, dan harapan yang berbeda.</li><li><strong>Ketidakpastian Status Sosial</strong>: Perubahan status sosial dapat menyebabkan kecemasan terkait identitas dan peran baru dalam masyarakat.</li></ul><p><strong>Perubahan Identitas Diri</strong>:</p><ul><li><strong>Rekonstruksi Identitas</strong>: Mobilitas sosial dapat mendorong individu untuk mengubah cara pandang terhadap diri sendiri, termasuk persepsi mengenai identitas sosial dan nilai-nilai pribadi.</li><li><strong>Krisis Identitas</strong>: Ketidakcocokan antara status sosial baru dengan identitas lama dapat menyebabkan kebingungan dan krisis identitas.</li></ul><p><strong>Pengaruh pada Harga Diri dan Kepercayaan Diri</strong>:</p><ul><li><strong>Peningkatan atau Penurunan Harga Diri</strong>: Naiknya status sosial sering kali meningkatkan harga diri dan kepercayaan diri individu, sementara penurunan status sosial dapat menyebabkan sebaliknya.</li><li><strong>Pencapaian dan Prestasi</strong>: Pencapaian status sosial yang lebih tinggi dapat memberikan rasa bangga dan pencapaian, yang memperkuat kepercayaan diri.</li></ul><p><strong>Isolasi Sosial dan Integrasi Sosial</strong>:</p><ul><li><strong>Isolasi Sosial</strong>: Mobilitas sosial yang cepat atau signifikan dapat mengakibatkan isolasi sosial jika individu tidak diterima atau sulit menyesuaikan diri dengan kelompok baru.</li><li><strong>Integrasi Sosial</strong>: Keberhasilan dalam berintegrasi dengan kelompok sosial baru dapat memberikan rasa keterhubungan dan dukungan sosial yang lebih kuat.</li></ul><p><strong>Pengaruh pada Relasi Sosial</strong>:</p><ul><li><strong>Perubahan Relasi</strong>: Mobilitas sosial dapat mempengaruhi hubungan dengan keluarga, teman, dan komunitas lama, yang mungkin merasa kehilangan ikatan dengan individu yang mengalami perubahan status.</li><li><strong>Pembentukan Jaringan Baru</strong>: Status sosial baru sering kali mengharuskan individu membentuk jaringan sosial baru yang relevan dengan posisi mereka yang baru.</li></ul><p><strong>Perasaan Kesenjangan Sosial</strong>:</p><ul><li><strong>Kesadaran Kesenjangan</strong>: Mobilitas sosial dapat meningkatkan kesadaran individu tentang kesenjangan sosial yang ada, yang dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman atau ketidakadilan.</li><li><strong>Perbandingan Sosial</strong>: Individu mungkin lebih sering membandingkan diri dengan orang lain dalam posisi sosial yang berbeda, yang dapat mempengaruhi kesejahteraan emosional mereka.</li></ul>

Mobilitas sosial, yaitu perpindahan individu atau kelompok dari satu posisi sosial ke posisi sosial lainnya, memiliki berbagai dampak psikologis. Berikut beberapa dampak utama yang dapat terjadi:

Stres dan Kecemasan:

  • Adaptasi ke Lingkungan Baru: Perpindahan ke lingkungan sosial yang berbeda dapat menimbulkan stres karena individu harus menyesuaikan diri dengan norma, nilai, dan harapan yang berbeda.
  • Ketidakpastian Status Sosial: Perubahan status sosial dapat menyebabkan kecemasan terkait identitas dan peran baru dalam masyarakat.

Perubahan Identitas Diri:

  • Rekonstruksi Identitas: Mobilitas sosial dapat mendorong individu untuk mengubah cara pandang terhadap diri sendiri, termasuk persepsi mengenai identitas sosial dan nilai-nilai pribadi.
  • Krisis Identitas: Ketidakcocokan antara status sosial baru dengan identitas lama dapat menyebabkan kebingungan dan krisis identitas.

Pengaruh pada Harga Diri dan Kepercayaan Diri:

  • Peningkatan atau Penurunan Harga Diri: Naiknya status sosial sering kali meningkatkan harga diri dan kepercayaan diri individu, sementara penurunan status sosial dapat menyebabkan sebaliknya.
  • Pencapaian dan Prestasi: Pencapaian status sosial yang lebih tinggi dapat memberikan rasa bangga dan pencapaian, yang memperkuat kepercayaan diri.

Isolasi Sosial dan Integrasi Sosial:

  • Isolasi Sosial: Mobilitas sosial yang cepat atau signifikan dapat mengakibatkan isolasi sosial jika individu tidak diterima atau sulit menyesuaikan diri dengan kelompok baru.
  • Integrasi Sosial: Keberhasilan dalam berintegrasi dengan kelompok sosial baru dapat memberikan rasa keterhubungan dan dukungan sosial yang lebih kuat.

Pengaruh pada Relasi Sosial:

  • Perubahan Relasi: Mobilitas sosial dapat mempengaruhi hubungan dengan keluarga, teman, dan komunitas lama, yang mungkin merasa kehilangan ikatan dengan individu yang mengalami perubahan status.
  • Pembentukan Jaringan Baru: Status sosial baru sering kali mengharuskan individu membentuk jaringan sosial baru yang relevan dengan posisi mereka yang baru.

Perasaan Kesenjangan Sosial:

  • Kesadaran Kesenjangan: Mobilitas sosial dapat meningkatkan kesadaran individu tentang kesenjangan sosial yang ada, yang dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman atau ketidakadilan.
  • Perbandingan Sosial: Individu mungkin lebih sering membandingkan diri dengan orang lain dalam posisi sosial yang berbeda, yang dapat mempengaruhi kesejahteraan emosional mereka.

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Pertandingan sepak bola antara dua kesebelasan menunjukkan bentuk hubungan sosial …. a. Kelompok dengan kelompok b. Individu dengan kelompok c. Individu dengan Individu d. Kelompok dengan individu

3

2.3

Jawaban terverifikasi