Nabilaafandyaa N

06 Juni 2024 13:50

Iklan

Nabilaafandyaa N

06 Juni 2024 13:50

Pertanyaan

akibat perkebunan tanaman ekspor diganti tanaman pada masa penjajahan Jepang adalah

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

08

:

22

:

03

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Felixxx F

06 Juni 2024 15:28

Jawaban terverifikasi

Akibat perkebunan tanaman ekspor diganti dengan tanaman pada masa penjajahan Jepang adalah perubahan dalam struktur pertanian dan ekonomi di wilayah yang terkena penjajahan tersebut. Berikut adalah beberapa dampak yang mungkin terjadi akibat penggantian tanaman ekspor dengan tanaman baru pada masa penjajahan Jepang: 1. Pergeseran Fokus Produksi: Penggantian tanaman ekspor dengan tanaman baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan Jepang dapat menyebabkan pergeseran fokus produksi dari tanaman ekspor ke tanaman yang lebih dibutuhkan oleh pemerintah penjajah. 2. Perubahan Struktur Ekonomi: Perubahan ini dapat mengubah struktur ekonomi di wilayah tersebut, dengan penekanan pada produksi tanaman baru yang lebih menguntungkan bagi pemerintah kolonial Jepang. 3. Pengaruh Terhadap Kesejahteraan Petani: Perubahan jenis tanaman dapat memengaruhi kesejahteraan petani setempat, tergantung pada kebijakan harga dan distribusi yang diterapkan oleh pemerintah penjajah. 4. Dampak Sosial: Perubahan ini juga dapat memiliki dampak sosial yang signifikan, seperti perubahan pola penghidupan petani, migrasi penduduk, dan pergeseran kekuatan politik dan ekonomi di wilayah tersebut. 5. Penyesuaian Sistem Pertanian: Pergantian tanaman ekspor dengan tanaman baru juga dapat mempengaruhi sistem pertanian, teknik bercocok tanam, dan pola distribusi hasil pertanian di wilayah penjajahan. Dengan demikian, penggantian tanaman ekspor dengan tanaman baru yang dilakukan oleh pemerintah Jepang selama masa penjajahannya dapat memiliki dampak yang kompleks terhadap pertanian, ekonomi, dan masyarakat di wilayah yang terkena dampak perubahan tersebut.


Iklan

Nanda R

Community

09 Juni 2024 13:43

Jawaban terverifikasi

<p>Selama masa penjajahan Jepang di beberapa wilayah, terutama di Asia Tenggara, ada perubahan signifikan dalam struktur ekonomi dan pengelolaan sumber daya alam, termasuk perubahan dalam jenis tanaman yang ditanam untuk tujuan ekspor.</p><p>Akibat dari perkebunan tanaman ekspor yang diganti dengan tanaman pada masa penjajahan Jepang antara lain:</p><p><strong>Perubahan Prioritas Ekonomi</strong>: Jepang sering kali mengubah prioritas ekonomi dalam wilayah-wilayah yang mereka kuasai. Tanaman ekspor yang sudah ada mungkin tidak lagi dianggap penting, dan tanaman baru yang lebih menguntungkan bagi pemerintah Jepang mungkin diperkenalkan.</p><p><strong>Penyesuaian Terhadap Permintaan Pasar Jepang</strong>: Tanaman yang digantikan mungkin lebih sesuai dengan permintaan pasar Jepang, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri Jepang maupun untuk tujuan ekspor ke Jepang.</p><p><strong>Perubahan Sosial dan Ekonomi</strong>: Perubahan ini juga dapat memengaruhi struktur sosial dan ekonomi masyarakat setempat, tergantung pada bagaimana tanaman baru memengaruhi struktur kepemilikan tanah, pola kerja, dan distribusi kekayaan.</p><p><strong>Dampak Lingkungan</strong>: Pergantian tanaman ekspor dengan tanaman baru juga dapat memiliki dampak lingkungan yang signifikan tergantung pada jenis tanaman yang ditanam dan praktik pertanian yang digunakan.</p>

Selama masa penjajahan Jepang di beberapa wilayah, terutama di Asia Tenggara, ada perubahan signifikan dalam struktur ekonomi dan pengelolaan sumber daya alam, termasuk perubahan dalam jenis tanaman yang ditanam untuk tujuan ekspor.

Akibat dari perkebunan tanaman ekspor yang diganti dengan tanaman pada masa penjajahan Jepang antara lain:

Perubahan Prioritas Ekonomi: Jepang sering kali mengubah prioritas ekonomi dalam wilayah-wilayah yang mereka kuasai. Tanaman ekspor yang sudah ada mungkin tidak lagi dianggap penting, dan tanaman baru yang lebih menguntungkan bagi pemerintah Jepang mungkin diperkenalkan.

Penyesuaian Terhadap Permintaan Pasar Jepang: Tanaman yang digantikan mungkin lebih sesuai dengan permintaan pasar Jepang, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri Jepang maupun untuk tujuan ekspor ke Jepang.

Perubahan Sosial dan Ekonomi: Perubahan ini juga dapat memengaruhi struktur sosial dan ekonomi masyarakat setempat, tergantung pada bagaimana tanaman baru memengaruhi struktur kepemilikan tanah, pola kerja, dan distribusi kekayaan.

Dampak Lingkungan: Pergantian tanaman ekspor dengan tanaman baru juga dapat memiliki dampak lingkungan yang signifikan tergantung pada jenis tanaman yang ditanam dan praktik pertanian yang digunakan.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Jawablah pertanyaan tentang kedatangan bangsa Portugis tersebut 1. Pemimpin penjajahan 2. Proses kedatangan atau rute perjalanan 3. Sistem berlaku 4. Perjanjian yang dilakukan dengan Indonesia 5. Membuat timeline pendudukan kolonial

1

5.0

Jawaban terverifikasi

[1] Gaya hidup sedentari alias kurang gerak atau mager (malas gerak) adalah masalah yang sering dialami oleh penduduk perkotaan. [2] Bekerja di depan layar komputer sepanjang hari, kelamaan terjebak macet di jalan,atau hobi main gim tanpa diimbangi olahraga merupakan bentuk dari gaya hidup sedentari. [3] Jika Anda termasuk salah satu orang yang sering melakukan berbagai rutinitas tersebut, Anda harus waspada. [4] Pasalnya, gaya hidup sedentari sangat berbahaya karena membuat Anda berisiko terkena diabetes tipe 2. [5] Gaya hidup sedentari menyebabkan masyarakat, terutama penduduk kota, malas bergerak. [6] Coba ingat-ingat, dalam sehari ini, sudah berapa kali Anda dalam menggunakan aplikasi online untuk memenuhi kebutuh Anda? [7] Selain itu, tilik juga berapa banyak langkah yang sudah Anda dapatkan pada hari ini? [8] Seiring dengan pengembangan teknologi yang makin canggih, apa pun yang Anda butuhkan kini bisa langsung diantar ke ruangan kantor Anda atau depan rumah. [9] Selain hemat waktu, Anda pun jadi tak perlu mengeluarkan energi untuk mendapatkan apa yang Anda mau. [10] Namun, tahukah Anda bahwa segala kemudahan tersebut menyimpan bahaya bagi tubuh Anda? [11] Minimnya aktifitas fisik karena gaya hidup ini membuatmu berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes. [12] Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa gaya hidup ini juga termasuk 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. [13] Selain itu, data terbaru dari Riskedas 2018 menguak bahwa DKI Jakarta merupakan provinsi dengan tingkat diabetes melitus tertinggi di Indonesia. [14] Ini menunjukkan bahwa gaya hidup mager amat erat kaitannya dengan tingkat diabetes di perkotaan. Bentuk bahasa yang sejenis dengan mager pada kalimat 1 adalah.... a. magang b. oncom c. rudal d. pugar

4

5.0

Jawaban terverifikasi