Dita C

31 Mei 2024 03:17

Iklan

Dita C

31 Mei 2024 03:17

Pertanyaan

Ada sebuah rumah dikontrakan harga sewanya 2 tahunnya itu Rp16 jutamaka 1 tahunnya Rp8juta maka kenaikan harga sewa per bulannya berapa apakah untung atau rugi?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

21

:

41

:

03

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Kevin L

Gold

31 Mei 2024 05:27

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban ada pada gambar</p>

Jawaban ada pada gambar

alt

Iklan

Wisnu J

02 Juni 2024 10:20

Jawaban terverifikasi

<p>Untuk menghitung kenaikan harga sewa per bulan, kita perlu menghitung selisih antara harga sewa kontrakan 2 tahun dan harga sewa kontrakan 1 tahun, kemudian membaginya dengan jumlah bulan dalam 2 tahun. Harga sewa kontrakan 2 tahun = Rp16.000.000 Harga sewa kontrakan 1 tahun = Rp8.000.000 Selisih antara harga sewa kontrakan 2 tahun dan harga sewa kontrakan 1 tahun = Rp8.000.000 - Rp16.000.000 = -Rp8.000.000 Kenaikan harga sewa per bulan = -Rp8.000.000 / 24 bulan = -Rp333.333,33 per bulan Untuk menghitung untung atau rugi, kita perlu membandingkan kenaikan harga sewa per bulan dengan biaya sewa kontrakan 1 tahun. Jika kenaikan harga sewa per bulan lebih besar dari biaya sewa kontrakan 1 tahun, maka ada keuntungan. Jika kenaikan harga sewa per bulan lebih kecil dari biaya sewa kontrakan 1 tahun, maka ada kerugian. Dalam kasus ini, kenaikan harga sewa per bulan adalah -Rp333.333,33 per bulan, yang lebih kecil dari biaya sewa kontrakan 1 tahun (Rp8.000.000). Oleh karena itu, ada kerugian.</p>

Untuk menghitung kenaikan harga sewa per bulan, kita perlu menghitung selisih antara harga sewa kontrakan 2 tahun dan harga sewa kontrakan 1 tahun, kemudian membaginya dengan jumlah bulan dalam 2 tahun. Harga sewa kontrakan 2 tahun = Rp16.000.000 Harga sewa kontrakan 1 tahun = Rp8.000.000 Selisih antara harga sewa kontrakan 2 tahun dan harga sewa kontrakan 1 tahun = Rp8.000.000 - Rp16.000.000 = -Rp8.000.000 Kenaikan harga sewa per bulan = -Rp8.000.000 / 24 bulan = -Rp333.333,33 per bulan Untuk menghitung untung atau rugi, kita perlu membandingkan kenaikan harga sewa per bulan dengan biaya sewa kontrakan 1 tahun. Jika kenaikan harga sewa per bulan lebih besar dari biaya sewa kontrakan 1 tahun, maka ada keuntungan. Jika kenaikan harga sewa per bulan lebih kecil dari biaya sewa kontrakan 1 tahun, maka ada kerugian. Dalam kasus ini, kenaikan harga sewa per bulan adalah -Rp333.333,33 per bulan, yang lebih kecil dari biaya sewa kontrakan 1 tahun (Rp8.000.000). Oleh karena itu, ada kerugian.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

2. Untuk memproduksi suatu produk perusahaan tunduk pada fungsi biaya ๐‘‡๐ถ = 3.000 + 10๐‘„. Bila harga jual Rp.25 per unit, hitung: a. Fungsi laba perusahaan. b. Berapa unit yang harus diproduksi agar mencapai BEP. c. Berapa laba yang diperoleh jika terjual sebanyak 750 unit. 3. Stok barang PT. Abadi pada bulan pertama berjumlah 12, setelah dihitung rata-rata permintaan barang tersebut ialah 6. Berapakah stok barang pada bulan ke-10? 4. Perusahaan sepatu menghasilkan 2.000 buah sepatu pada pertama produksi. Dengan adanya penambahan tenaga kerja maka jumlah produk yang dihasilkan juga dapat ditingkatkan. Akibatnya, perusahaan tersebut mampu menambah produksinya sebanyak 500 buah setiap bulannya. Jika perkembangan produksinya konstan setiap bulan, berapa jumlah sepatu yang dihasilkan pada bulan ke-6? Berapa buah jumlah sepatu yang telah dihasilkan selama 1 tahun produksi?

3

1.0

Jawaban terverifikasi

[1] Gaya hidup sedentari alias kurang gerak atau mager (malas gerak) adalah masalah yang sering dialami oleh penduduk perkotaan. [2] Bekerja di depan layar komputer sepanjang hari, kelamaan terjebak macet di jalan,atau hobi main gim tanpa diimbangi olahraga merupakan bentuk dari gaya hidup sedentari. [3] Jika Anda termasuk salah satu orang yang sering melakukan berbagai rutinitas tersebut, Anda harus waspada. [4] Pasalnya, gaya hidup sedentari sangat berbahaya karena membuat Anda berisiko terkena diabetes tipe 2. [5] Gaya hidup sedentari menyebabkan masyarakat, terutama penduduk kota, malas bergerak. [6] Coba ingat-ingat, dalam sehari ini, sudah berapa kali Anda dalam menggunakan aplikasi online untuk memenuhi kebutuh Anda? [7] Selain itu, tilik juga berapa banyak langkah yang sudah Anda dapatkan pada hari ini? [8] Seiring dengan pengembangan teknologi yang makin canggih, apa pun yang Anda butuhkan kini bisa langsung diantar ke ruangan kantor Anda atau depan rumah. [9] Selain hemat waktu, Anda pun jadi tak perlu mengeluarkan energi untuk mendapatkan apa yang Anda mau. [10] Namun, tahukah Anda bahwa segala kemudahan tersebut menyimpan bahaya bagi tubuh Anda? [11] Minimnya aktifitas fisik karena gaya hidup ini membuatmu berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes. [12] Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa gaya hidup ini juga termasuk 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. [13] Selain itu, data terbaru dari Riskedas 2018 menguak bahwa DKI Jakarta merupakan provinsi dengan tingkat diabetes melitus tertinggi di Indonesia. [14] Ini menunjukkan bahwa gaya hidup mager amat erat kaitannya dengan tingkat diabetes di perkotaan. Bentuk bahasa yang sejenis dengan mager pada kalimat 1 adalah.... a. magang b. oncom c. rudal d. pugar

4

5.0

Jawaban terverifikasi