Tiffanny P

15 Februari 2023 00:15

Iklan

Tiffanny P

15 Februari 2023 00:15

Pertanyaan

A. Jika kereta tidak bermesin dan lintasan licin, dapatkah kereta mencapai titik H? B. Bagaimana perubahan energi kinetik dan energi potensial di setiap titik?

A. Jika kereta tidak bermesin dan lintasan licin, dapatkah kereta mencapai titik H?

B. Bagaimana perubahan energi kinetik dan energi potensial di setiap titik?

 

alt

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

15

:

21

:

32

Klaim

9

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

R. Mutia

Mahasiswa/Alumni Universitas Gadjah Mada

15 Februari 2023 04:38

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban yang benar dapat dilihat pada penjabaran berikut.</p><p>&nbsp;</p><p>Soal ini dapat diselesaikan dengan konsep Hukum kekekalan energi mekanik, dimana persamaannya adalah:</p><p>EM1 = EM2</p><p>EM = EK + EP</p><p>EK = 1/2mv<sup>2</sup></p><p>Ep = mgh</p><p>dengan</p><p>EM = energi mekanik (J)</p><p>EK = Energi kinetik (J)</p><p>EP = Energi potensial (J)</p><p>m = massa (kg)</p><p>v = kecepatan (m/s)</p><p>g = percepatan gravitasi (m/s<sup>2</sup>)</p><p>h = ketinggian (m)</p><p>&nbsp;</p><p>A. Jika kereta tidak bermesin dan lintasan licin, dapatkah kereta mencapai titik H?</p><p>Pada gambar terlihat bahwa ketinggian kereta pada titik A sama dengan pada titik H, dan pada kedua titik tersebut kereta dalam keadaan berhenti. Artinya, nilai energi mekanik pada kedua titik akan sama dengan energi potensialnya. Karena jumlah energi sama, maka kereta dapat mencapai titik H.&nbsp;</p><p>EM.A = EM.H</p><p>&nbsp;</p><p>B. Bagaimana perubahan energi kinetik dan energi potensial di setiap titik?</p><p>Sesuai dengan persamaan hukum kekekalan energi mekanik yang telah dijabarkan sebelumnya, perubahan energi kinetik dan energi potensial di setiap titik bergantung pada ketinggian dan kecepatan kereta pada titik2 tersebut, namun jumlah energi kinetik dan energi potensial pada setiap titik tersebut akan tetap sama.</p><p>&nbsp;</p><p>Jadi jawaban yang tepat dapat dilihat pada penjabaran diatas.</p>

Jawaban yang benar dapat dilihat pada penjabaran berikut.

 

Soal ini dapat diselesaikan dengan konsep Hukum kekekalan energi mekanik, dimana persamaannya adalah:

EM1 = EM2

EM = EK + EP

EK = 1/2mv2

Ep = mgh

dengan

EM = energi mekanik (J)

EK = Energi kinetik (J)

EP = Energi potensial (J)

m = massa (kg)

v = kecepatan (m/s)

g = percepatan gravitasi (m/s2)

h = ketinggian (m)

 

A. Jika kereta tidak bermesin dan lintasan licin, dapatkah kereta mencapai titik H?

Pada gambar terlihat bahwa ketinggian kereta pada titik A sama dengan pada titik H, dan pada kedua titik tersebut kereta dalam keadaan berhenti. Artinya, nilai energi mekanik pada kedua titik akan sama dengan energi potensialnya. Karena jumlah energi sama, maka kereta dapat mencapai titik H. 

EM.A = EM.H

 

B. Bagaimana perubahan energi kinetik dan energi potensial di setiap titik?

Sesuai dengan persamaan hukum kekekalan energi mekanik yang telah dijabarkan sebelumnya, perubahan energi kinetik dan energi potensial di setiap titik bergantung pada ketinggian dan kecepatan kereta pada titik2 tersebut, namun jumlah energi kinetik dan energi potensial pada setiap titik tersebut akan tetap sama.

 

Jadi jawaban yang tepat dapat dilihat pada penjabaran diatas.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Pada suhu 15°C kecepatan merambat bunyi di udara 328 m/det. Jika setiap kenaikan 1°C kecepatan merambat bunyi bertambah 0,6 m/det. Tentukan kecepatan merambat bunyi pada suhu 8°C!

96

5.0

Jawaban terverifikasi