Rena A

26 Juli 2021 15:05

Iklan

Rena A

26 Juli 2021 15:05

Pertanyaan

5 tokoh-tokoh sosiologi sejarah dan riwayatnya

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

19

:

55

:

16

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Y. Fernanda

Mahasiswa/Alumni Universitas Brawijaya

27 Juli 2021 05:55

Jawaban terverifikasi

Halo Rena, Pertanyaan kamu termasuk dalam topik Fungsi Sosiologi untuk Mengenali Gejala Sosial di Masyarakat I (Sejarah Lahirnya Sosiologi) Kelas 10 SMA Berikut ini merupakan tokoh-tokoh sosiologi dan teori yang dikemukakan : 1. Aguste Conte. Auguste Comte dinobatkan sebagai Bapak Sosiologi. Berkat teori dan pengetahuannya, sosiologi bisa menjadi ilmu yang lepas dari ilmu filsafat. Auguste Comte lahir pada 19 Januari 1798 di Montpellier, Perancis dan meninggal dunia pada 5 September 1857 di Paris. Salah satu teori yang dikemukakan ialah pengertian mengenai sosiologi. Menurut Auguste Comte, sosiologi adalah suatu disiplin ilmu yang bersifat positif yaitu mempelajari gejala-gejala dalam masyarakat yang didasarkan pada pemikiran yang bersifat rasional dan ilmiah. 2. Herbert Spencer. Herbert Spencer lahir di Derby, 27 April 1820 – meninggal di Brighton, 8 Desember 1903 pada umur 83 tahun. Ia adalah seorang filsuf Inggris dan seorang pemikir teori liberal klasik terkemuka. Meskipun kebanyakan karya yang ditulisnya berisi tentang teori politik dan menekankan pada "keuntungan akan kemurahan hati", dia lebih dikenal sebagai bapak Darwinisme sosial. definisi sosiologi menurut herbert spencer adalah sosiologi merupakan sebuah bentuk akan ilmu pengetahuan yang dimana kaan memberikan sebuah penjelasan terhadap adanya sebuah hakikat manusia secara inkoporatif dengan cara melakukan pendekatan dengan hal makro yang dimana berada pada sebuah titik dari tolak yang ada pada manusia. Kemudian sosiologi sendiri merupakan sebuah bentuk ilmu pengetahuan yang dimana akan mempelajari segala macam bentuk hal gejala yang ada dari dalam perilaku manusia yang dimana kemudian secara bersama-sama. 3. Karl Marx. Karl Heinrich Marx lahir pada 5 Mei 1818 di Trier di Jerman barat. Ia adalah putra seorang pengacara Yahudi yang sukses. Marx mempelajari hukum di Bonn dan Berlin, tetapi juga diperkenalkan dengan gagasan Hegel dan Feuerbach. Karl Marx melalui Teori Konflik-nya menjelaskan tentang bagaimana peran konflik dalam memicu terjadinya suatu perubahan. Konflik-konflik ini yang muncul secara konsisten selama masa revolusi sosial akibat dari adanya “antagonisme kelas”. Teori ini menjadi lebih menarik melalui konsep Borjuis dan Proletar yang dikemukakan oleh Marx. Munculnya teori ini akibat dari adanya konsep kaum Borjuis yang melakukan penindasan terhadap kaum proletar. Kaum borjuis dianggap sebagai kaum revolusioner yang mewakili perubahan radikal pada struktur masyarakat. Kaum borjuis ini menggunakan kekuasaannya dalam berbagai hal yang dapat berdampak pada perilaku diktator dengan mengeksploitasi kaum-kaum proletar. 4. Emile Durkheim. Durkheim lahir di Epinal, Prancis, 15 April 1858, dari keluarga Yahudi yang taat. Dia tergolong orang yang cukup pintar, kepandaiannya itu dibuktikan setelah dia mampu masuk di Ecole Normale de Superieure, sebuah sekolah tinggi terkemuka di Prancis yang terkenal mencetak para ilmuwan besar di Prancis. Teori Fungsionalisme menjelaskan pemikiran durkheim yang dijelaskan melalui pendekatan sistem. Pendekatan ini mengibaratkan masyarakat sebagai organisme hidup, seperti manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan, yang dianalisis dengan sebuah struktur yang saling berfungsi. Dalam teori ini dijelaskan, organisme hidup menyatu dalam suatu tatanan sistem yang masing-masing organ memiliki fungsi sendiri dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. 5. Marx Weber. Maximilian Weber (lahir di Erfurt, Jerman, 21 April 1864 – meninggal di München, Jerman, 14 Juni 1920 pada umur 56 tahun) adalah seorang ahli politik, ekonom, geograf, dan sosiolog dari Jerman yang dianggap sebagai salah satu pendiri awal dari Ilmu Sosiologi dan Administrasi negara modern. Salah satu teorinya yaitu Teori interaksionisme simbolik, yang menjelaskan bahwa individu bertindak sesuai dengan interpretasi mereka terhadap makna yang ada pada dunia. Teori ini juga menjelaskan bahwa setiap orang memberikan makna pada simbol yang kemudian mereka interpretasikan secara subjektif pada simbol-simbol tersebut. Teori ini memberikan perspektif pada sosiolog untuk dapat mempertimbangkan keberadaan simbol dan detail pada kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mencari tahu arti dan makna dibalik simbol-simbol. Selain itu, juga bagaimana hal tersebut dapat membantu orang untuk berinteraksi satu sama lain. Dilihat dari level analisisnya, teori ini berada pada tingkat mikro dengan melihat interaksi antar individu satu sama lain. Semoga membantu, ya! :)


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Identifikasikan lima dampak positif konflik sosial!

18

5.0

Jawaban terverifikasi