Desi A

05 Januari 2022 12:43

Iklan

Iklan

Desi A

05 Januari 2022 12:43

Pertanyaan

33+33÷33×0


4

1


Iklan

Iklan

Nayla A

05 Januari 2022 13:10

0 donk


Iklan

Iklan

Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Menanam Bakau Penulis: Tyas KW “Lila, yuk ikut ke pantai!” Tante Mia sudah siap dengan topi lebarnya. “Asyik, kita akan main pasir di pantai!” Lila melonjak kegirangan. “Eh, kita tidak ke pantai pasir putihnya, Lila. Kita melihat hutan bakaunya. Tapi, seru, kok,” Tante Mia cepat-cepat menjelaskan. “Hutan bakau banyak lumpurnya, tante,” keluh Lila. Tante Mia tersenyum penuh rahasia. “Apa serunya melihat hutan bakau?” pikir Lila. Namun, tak lama kemudian, rasa ingin tahu Lila tergelitik. Akhirnya, ia ikut juga. Tante Mia, adik Bunda, itu memang suka menjelajahi pantai di akhir pekan. Baru kali ini Lila ikut. Sudah dua hari ini, Tante Mia menginap di rumah Lila di Medan. Ia akan pergi ke Pantai Bakau di sebelah barat Medan. Sekitar dua jam dari rumah Lila. Tiba di Pantai Bakau, Lila mengikuti Tante Mia yang membawa beberapa bibit tanaman bakau. Mereka akan menanam bibit bakau itu. Lila memasukkan kakinya ke tanah yang becek. Hiii, geli. Lila pakai sepatu, tapi tetap saja ia merasa geli melihat lumpur yang seperti bubur hitam. Lila melihat beberapa ikan kecil dan biota laut lainnya yang bersembunyi di antara akar tanaman. “Lucu sekali. Itu anak kepitingnya bersembunyi,” ujar Lila. Ia terkikik geli. Ia lupa dengan lumpur yang tidak disukainya. Tante Mia membuat lubang di tanah. Lila segera memasukkan bibit yang dipegang. Lalu, ia memegang bibit itu agar Tante Mia mudah mengikatnya ke batang bambu penopang. Lila akhirnya sibuk menanam sambil memperhatikan hewan-hewan kecil yang kadang tampak muncul dari dalam lumpur. Kadang-kadang, ia menjerit geli, bila ada anak kepiting yang tiba-tiba muncul. Tentu saja anak kepiting itu juga kaget dan berlari menjauh. “Tanaman bakau ini menjadi tempat tinggal anak-anak ikan, udang, dan kepiting. Mereka bisa bersembunyi di antara akar bakau. Kalau sudah cukup besar, baru mereka ke laut,” Tante Mia menjelaskan. “Tapi, fungsi utama tanaman bakau ini juga untuk menahan abrasi laut,” lanjut Tante Mia, sambil menerangkan bahwa abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Lila kini jadi tahu, tanaman bakau banyak manfaatnya. Sungguh menyenangkan bisa berekreasi di pantai sambil belajar. Siang hari setelah menanam bakau, Lila memandang bibit bakau yang ditanam. Ia senang bisa ikut menjaga tempat hidup satwa air itu. Lalu, Lila mengikuti Tante Mia yang mengajaknya ke rumah makan di tepi pantai. Mereka akan makan kepiting rebus dan dodol buah bakau. Sungguh nikmat. Rasa capai Lila pun hilang. Siapakah tokoh utama pada cerita tersebut?

14

0.0

Jawaban terverifikasi

Cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi tetapi tidak dianggap suci disebut .... a. mios b. legenda c. dongeng d. sage

24

5.0

Lihat jawaban (9)