Adnan U

Ditanya sehari yang lalu

Iklan

Adnan U

Ditanya sehari yang lalu

Pertanyaan

29. Tali busur AB panjang 12 cm, jarak pusat ke tali busur 8 cm. Besar sudut pusat yang menghadap tali busur AB adalah A. 73,74° B. 67,38° C. 36,87° D. 53,13° E. 126,52° Tolong kakak kakak bantuan nya saya butuh cara nya yang mudah untuk di pahami dan kalau bisa kasih ilustrasi gambar nya ya kak soalnya buat bahan belajar

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

02

:

56

:

04

Klaim

6

1


Iklan

Andita M

Dijawab sehari yang lalu

<p>Besar sudut pusat yang menghadap tali busur AB adalah &lt;AOM= 73,74° (Jawaban pilihan A)</p><p>Pembahasannya aku lampirkan berupa foto ya, semoga membantu :)</p>

Besar sudut pusat yang menghadap tali busur AB adalah <AOM= 73,74° (Jawaban pilihan A)

Pembahasannya aku lampirkan berupa foto ya, semoga membantu :)

alt

Iklan

Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

"Pro dan Kontra Konsep Full Day School di Indonesia" Muhadjir Effendy selaku Mendikbud baru menggagas sistem belajar full day school untuk tingkat SD dan SMP. Ide ini diterapkan dengan tujuan agar siswa mendapat pendidikan karakter dan pengetahuan umum di sekolah. Sesuai dengan pesan dari presiden bahwa kondisi ideal pendidikan di Indonesia adalah ketika dua aspek bagi siswa terpenuhi. Untuk jenjang SD 80% pendidikan karakter dan 20% untuk pengetahuan umum, sedangkan SMP 60% pendidikan karakter dan 40% untuk pengetahuan umum. Gagasan ini pun mendapat respons baik pro maupun kontra dari beberapa pihak. Menurut Mendikbud, maksud dari full day school adalah pemberian jam tambahan. Namun, pada jam tambahan ini siswa tidak akan dihadapkan dengan mata pelajaran yang membosankan. Kegiatan yang dilakukan setelah jam belajar-mengajar di kelas adalah ekstrakurikuler (ekskul). Dari kegiatan ekskul ini, diharapkan dapat melatih 18 karakter, beberapa di antaranya jujur, toleransi, disiplin, hingga cinta tanah air. "Usai belajar setengah hari, hendaknya para siswa tidak langsung pulang ke rumah, tetapi dapat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang menyenangkan dan membentuk karakter, kepribadian, serta mengembangkan potensi mereka," kata Muhadjir. Dengan demikian, kemungkinan siswa ikut arus pergaulan negatif akan sangat kecil karena berada di bawah pengawasan sekolah. Pertimbangan lainnya adalah faktor hubungan antara orang tua dan anak. "Antara jam 13.00 sampai jam 17.00 kita nggak tahu siapa yang bertanggung jawab pada anak karena sekolah juga sudah melepas, sementara keluarga belum ada," pungkas beliau menambahkan. Kalau siswa tetap berada di sekolah, mereka bisa sambil menyelesaikan tugas sekolah sampai orang tuanya menjemput sepulang kerja. Setelah itu, siswa bisa pulang bersama orang tua dan selanjutnya aman di bawah pengawasan orang tua. Program full day school dianggap dapat membantu guru untuk mendapatkan durasi jam mengajar sebanyak 24 jam/minggu. Ini merupakan salah satu syarat untuk lolos proses sertifikasi guru. "Guru yang mencari tambahan jam belajar di sekolah nanti akan mendapatkan tambahan jam itu dari program ini," tambahnya. Kalau pada akhirnya diterapkan, dalam sepekan sekolah akan libur dua hari, yakni Sabtu dan Minggu sehingga, ini akan memberikan kesempatan tinggi bagi siswa bisa berkumpul lebih lama dengan keluarga. "Peran orang tua juga tetap penting. Di hari Sabtu dapat menjadi waktu keluarga. Dengan begitu, komunikasi antara orang tua dan anak tetap terjaga dan ikatan emosional juga tetap terjaga," ujar Muhadjir. Namun, rencana ini juga menuai berbagai respons. Sebagian pihak yang kurang setuju berargumen bahwa tingkat konsentrasi setiap anak berbeda-beda. Bisa dikatakan, jenjang SD masih tergolong anak-anak yang mudah bosan. Selain itu, jika dilihat dari segi fisik juga kurang baik untuk kesehatan. Siswa masih butuh istirahat yang cukup di rumah agar konsentrasi juga lebih maksimal. Lalu dari segi sosial dan geografis, daerah pelosok nampaknya belum cocok menjalankan full day school. Mayoritas orang tua siswa bermata pencaharian sebagai petani, nelayan, buruh, dan sebagainya. Nah, orang tua pun membutuhkan anaknya untuk membantu mereka menyelesaikan pekerjaan sepulang sekolah. Misalnya, bercocok tanam, menjahit, menjaga adik, dan sebagainya. Membantu ini juga merupakan bagian dari pembentukan karakter dan meningkatkan kemampuan anak di rumah. Berbeda dengan orang tua di perkotaan yang sebagian besar adalah pekerja kantoran. Kemungkinan jarang bertemu dan berinteraksi dengan anak secara langsung akibat kesibukan sangat besar. Ketua Dewan Pembina Komnas Anak, Seto Mulyadi juga mendukung rencana full day school dapat diterapkan selama tidak memasung hak anak, seperti hak bermain, hak beristirahat, dan hak berekreasi. Pada prinsipnya, sekolah harus ramah anak demi yang terbaik buat mereka. Full day school tidak bisa disamaratakan dalam pelaksanaannya. Jangan sampai anak menjadi stres karena pengemasannya yang tidak tepat. Selain itu, banyak juga yang meresahkan kesejahteraan guru swasta di Indonesia. Gaji masih jauh di bawah upah minimum. Bahkan karena hal tersebut, banyak yang bekerja sambilan demi memenuhi kebutuhan hidup. Selain itu, juga mengejar jam pelajaran ke sekolah-sekolah lain. Kalau full day school, otomatis guru juga ada di sekolah secara penuh. Konsep ini juga bergantung pada sarana dan prasarana pendukung. Seperti fasilitas sekolah dan regulasi lain yang bisa jadi pengokoh. Coba bayangkan kalau siswa harus berlama-lama di sekolah yang fasilitasnya kurang memadai! Bukan karakter yang akan berkembang, namun jenuh bahkan stres yang didapat. Hingga kini, full day school masih dalam pengkajian. Juga, disosialisasikan di berbagai sekolah, mulai pusat hingga ke daerah-daerah sambil melihat respons masyarakat. Masukan dari masyarakat juga akan menyempurnakan program pendidikan yang akan dicanangkan. Jika nanti ditemukan lebih banyak kelemahan maka program ini tidak akan dijalankan. Mungkin jika dikemas dengan tepat dan ramah anak, konsep ini dapat berjalan dengan baik. Sarana menunjang, tenaga pendidik yang berkualitas, tidak menyamaratakan seluruh jenjang dan geografis, serta kemajuan teknologi pendidikan pun dapat memaksimalkan fungsi untuk memajukan sekolah ke depannya. Kombinasi antara fasilitas dan sistem pendidikan dapat menjalankan peran fungsinya secara efektif Dengan demikian, label full day school tidak sebatas pada namanya saja. Namun dibuktikan dengan proses pendidikan yang dikelola sesuai dengan tujuan dan amanah undang-undang. 7. Data apa yang digunakan untuk mendukung argumen kontra tersebut?

4

4.5

Jawaban terverifikasi

Bacalah kutipan teks berikut untuk menjawab pertanyaan. 5 cm: Jauh Dekat Persahabatan Akan Tetap Erat Mempunyai banyak teman itu menyenangkan meskipun tidak jarang ada juga teman yang menyebalkan. Sebal karena dari segi tingkah lakunya. Bahkan, sebal dengan teman yang memiliki banyak kelebihan dibandingkan kita. Persahabatan tidak melulu soal saling memaklumi, menghargai, dan mendukung satu lain. Lebih dari itu, menjalin persahabatan juga dapat mendewasakan diri. Saya pernah membaca sebuah novel persahabatan yang berjudul 5 cm. Tokoh-tokoh dalam novel tersebut, yaitu Zafran, Genta, lan, Arial, dan Riani, telah lama bersahabat. Pada suatu saat, mereka seperti merasa bosan dengan persahabatan mereka. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk saling menghilang dari kehidupan masing-masing. Rencananya,setelah sama-sama mengasing, mereka akan bertemu lagi. Sudah lama menjalin persahabatan yang erat, tetapi tujuannya untuk berpisah juga. Persahabatan seperti apa yang sampai menimbulkan kebosanan? Hubungan jarak jauh antara sahabat-sahabat dalam novel tersebut kadang membuat mereka menjadi tertekan. Ingin menelepon saja ragu, teringat pada janji yang dibuat. Katanya sahabat selalu ada di saat kita membutuhkan. Kalau sudah begitu, apakah persahabatan seperti ini baik? Genta, yang merencanakan pemisahan diri dengan sahabat-sahabatnya, tidak menawarkan konsekuensi yang mungkin akan ditanggung selama mereka tidak saling berhubungan. Genta justru menawarkan jaminan atas perjanjian yang dibuat. Jaminan itulah yang dia pahami akan mempertemukan lagi mereka bersama. Jaminan yang dibuat Genta adalah mendaki Gunung Semeru bersama. Kelima sahabat Genta tentu tidak hanya mengidap penyakit rindu, tetapi juga jantungan karena mungkin mereka sangat terkejut dengan keputusan Genta. Kepercayaan Genta pada pertemuan kembali dengan sahabatsahabatnya itu akan membuat mereka lebih menginginkan persahabatan yang lebih berharga dari sebelumnya. Pertemuan mereka yang telah sampai pada pendakian itu membuat mereka semakin memahami arti persahabatan dan perjuangan. Sepertinya Genta memang sengaja merencanakan pertemuan ini dengan tujuan utama melepas rindu. Akan tetapi, hal ini juga disisipi perenungan oleh kelima sahabat itu. Genta berusaha memberikan kesan yang mendalam tentang pertemuan itu. Di tengah-tengah kegiatan mendaki, mereka tidak hanya sekedar ingin mencapai puncaknya, tetapi juga merasakan atmosfer persahabatan sekaligus keindahan alam. Saya sependapat dengan Genta yang sangat ingin memberikan kesan yang mendalam pada sahabat-sahabatnya tentang keberadaan sahabat yang begitu berarti untuknya. Genta ingin lebih mengutamakan kesan daripada harapan. Karena menurut saya, persahabatan itu tanpa harapan pun akan selalu bisa memberikan kita makna kehidupan. Kesan akan selalu melekat dan diingat hingga persahabatan itu mencapai puncak akhirnya Saya rasa, memiliki sahabat itu perlu. Persahabatan akan memberikan warna dalam hidup. Sahabat selalu bisa berbagi senang dan tidak mudah menyimpan sedih karena sahabat secara tidak langsung memiliki ikatan batin dengan kita. Untuk itulah persahabatan tercipta. Apa aspek pengetahuan yang disampaikan penulis dalam esai tersebut?

1

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

"Pro dan Kontra Konsep Full Day School di Indonesia" Muhadjir Effendy selaku Mendikbud baru menggagas sistem belajar full day school untuk tingkat SD dan SMP. Ide ini diterapkan dengan tujuan agar siswa mendapat pendidikan karakter dan pengetahuan umum di sekolah. Sesuai dengan pesan dari presiden bahwa kondisi ideal pendidikan di Indonesia adalah ketika dua aspek bagi siswa terpenuhi. Untuk jenjang SD 80% pendidikan karakter dan 20% untuk pengetahuan umum, sedangkan SMP 60% pendidikan karakter dan 40% untuk pengetahuan umum. Gagasan ini pun mendapat respons baik pro maupun kontra dari beberapa pihak. Menurut Mendikbud, maksud dari full day school adalah pemberian jam tambahan. Namun, pada jam tambahan ini siswa tidak akan dihadapkan dengan mata pelajaran yang membosankan. Kegiatan yang dilakukan setelah jam belajar-mengajar di kelas adalah ekstrakurikuler (ekskul). Dari kegiatan ekskul ini, diharapkan dapat melatih 18 karakter, beberapa di antaranya jujur, toleransi, disiplin, hingga cinta tanah air. "Usai belajar setengah hari, hendaknya para siswa tidak langsung pulang ke rumah, tetapi dapat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang menyenangkan dan membentuk karakter, kepribadian, serta mengembangkan potensi mereka," kata Muhadjir. Dengan demikian, kemungkinan siswa ikut arus pergaulan negatif akan sangat kecil karena berada di bawah pengawasan sekolah. Pertimbangan lainnya adalah faktor hubungan antara orang tua dan anak. "Antara jam 13.00 sampai jam 17.00 kita nggak tahu siapa yang bertanggung jawab pada anak karena sekolah juga sudah melepas, sementara keluarga belum ada," pungkas beliau menambahkan. Kalau siswa tetap berada di sekolah, mereka bisa sambil menyelesaikan tugas sekolah sampai orang tuanya menjemput sepulang kerja. Setelah itu, siswa bisa pulang bersama orang tua dan selanjutnya aman di bawah pengawasan orang tua. Program full day school dianggap dapat membantu guru untuk mendapatkan durasi jam mengajar sebanyak 24 jam/minggu. Ini merupakan salah satu syarat untuk lolos proses sertifikasi guru. "Guru yang mencari tambahan jam belajar di sekolah nanti akan mendapatkan tambahan jam itu dari program ini," tambahnya. Kalau pada akhirnya diterapkan, dalam sepekan sekolah akan libur dua hari, yakni Sabtu dan Minggu sehingga, ini akan memberikan kesempatan tinggi bagi siswa bisa berkumpul lebih lama dengan keluarga. "Peran orang tua juga tetap penting. Di hari Sabtu dapat menjadi waktu keluarga. Dengan begitu, komunikasi antara orang tua dan anak tetap terjaga dan ikatan emosional juga tetap terjaga," ujar Muhadjir. Namun, rencana ini juga menuai berbagai respons. Sebagian pihak yang kurang setuju berargumen bahwa tingkat konsentrasi setiap anak berbeda-beda. Bisa dikatakan, jenjang SD masih tergolong anak-anak yang mudah bosan. Selain itu, jika dilihat dari segi fisik juga kurang baik untuk kesehatan. Siswa masih butuh istirahat yang cukup di rumah agar konsentrasi juga lebih maksimal. Lalu dari segi sosial dan geografis, daerah pelosok nampaknya belum cocok menjalankan full day school. Mayoritas orang tua siswa bermata pencaharian sebagai petani, nelayan, buruh, dan sebagainya. Nah, orang tua pun membutuhkan anaknya untuk membantu mereka menyelesaikan pekerjaan sepulang sekolah. Misalnya, bercocok tanam, menjahit, menjaga adik, dan sebagainya. Membantu ini juga merupakan bagian dari pembentukan karakter dan meningkatkan kemampuan anak di rumah. Berbeda dengan orang tua di perkotaan yang sebagian besar adalah pekerja kantoran. Kemungkinan jarang bertemu dan berinteraksi dengan anak secara langsung akibat kesibukan sangat besar. Ketua Dewan Pembina Komnas Anak, Seto Mulyadi juga mendukung rencana full day school dapat diterapkan selama tidak memasung hak anak, seperti hak bermain, hak beristirahat, dan hak berekreasi. Pada prinsipnya, sekolah harus ramah anak demi yang terbaik buat mereka. Full day school tidak bisa disamaratakan dalam pelaksanaannya. Jangan sampai anak menjadi stres karena pengemasannya yang tidak tepat. Selain itu, banyak juga yang meresahkan kesejahteraan guru swasta di Indonesia. Gaji masih jauh di bawah upah minimum. Bahkan karena hal tersebut, banyak yang bekerja sambilan demi memenuhi kebutuhan hidup. Selain itu, juga mengejar jam pelajaran ke sekolah-sekolah lain. Kalau full day school, otomatis guru juga ada di sekolah secara penuh. Konsep ini juga bergantung pada sarana dan prasarana pendukung. Seperti fasilitas sekolah dan regulasi lain yang bisa jadi pengokoh. Coba bayangkan kalau siswa harus berlama-lama di sekolah yang fasilitasnya kurang memadai! Bukan karakter yang akan berkembang, namun jenuh bahkan stres yang didapat. Hingga kini, full day school masih dalam pengkajian. Juga, disosialisasikan di berbagai sekolah, mulai pusat hingga ke daerah-daerah sambil melihat respons masyarakat. Masukan dari masyarakat juga akan menyempurnakan program pendidikan yang akan dicanangkan. Jika nanti ditemukan lebih banyak kelemahan maka program ini tidak akan dijalankan. Mungkin jika dikemas dengan tepat dan ramah anak, konsep ini dapat berjalan dengan baik. Sarana menunjang, tenaga pendidik yang berkualitas, tidak menyamaratakan seluruh jenjang dan geografis, serta kemajuan teknologi pendidikan pun dapat memaksimalkan fungsi untuk memajukan sekolah ke depannya. Kombinasi antara fasilitas dan sistem pendidikan dapat menjalankan peran fungsinya secara efektif Dengan demikian, label full day school tidak sebatas pada namanya saja. Namun dibuktikan dengan proses pendidikan yang dikelola sesuai dengan tujuan dan amanah undang-undang. 2. Sebuah teks disusun/ditulis dengan tujuan tertentu. Apa tujuan penulisan teks berjudul "Pro dan Kontra Konsep Full Day School di Indonesia" tersebut?

2

2.0

Jawaban terverifikasi

Gadis sore ini setelah jam kerjanya menjaga toko Bu Gilang selesai, ia mengunjungi rumah Rista sahabatnya semasa SMA dulu. Gadis : Sore, Ris. Rista : Sore juga, apa kabar? Gadis : Masih seperti biasanya. Merasa gila* karena usai gajian langsung jatuh miskin semiskin-miskinnya. Rista : Pindah kerja saja, Dis. Kamu ada setoran rutin dengan gaji seperti kutukan segitu kamu gak akan bisa makan layak. Gadis : Maunya juga gitu, tapi kalau tak lepas belum tentu aku segera dapat kerja yang baru. Nanti tambah kasihan ibuku ... Rista : Nanti coba tak tanya temen kalau ada info lowongan. Rista lalu mengambil smartphone-nya, dan menghubungi salah satu kontak di sana. Rista : Hallo Intan, bisa bantu? Intan : Bantu apa, Ris .. ? Rista : Kalau ada info lowongan di resto bapakmu hubungi aku ya? Intan : Wah ... mau kuliah nyambi kerja? Rista : Bukan, ini untuk temanku ... OK .. ? Rista menutup telepon dan seulas senyum tersirat di wajah manisnya yang kalem. Rista : Temanku bilang kalau ada lowongan dia hubungi aku. Resto bapaknya lumayan besar, gajinya gak akan mengecewakan. Di sana kamu dapat jatah libur, gak kerja rodi seperti yang sekarang. Gadis : Iya, makasih ya, Ris. Gadis hendak berpamitan pulang, saat sampai di depan pagar rumah Rista. Lewatlah sepasang suami istri, Bu Gilang dan Pak Bayu. Gilang : Jangan tidur larut malam, Dis. Ingat, besok kerja! Rista seketika merasa marah, di luar jam kerja masih saja diurusi majikan yang cerewetnya minta ampun. Heran Gadis bisa betah, coba kalau tidak ada tanggungan sudah lama Gadis kabur! Bayu : Ibu apa-apaan sih, kan sudah bukan urusan kita Gadis mau tidur jam berapa. Yang penting besok bisa masuk kerja. Gilang : Bapak tahu gak, kalau Rista itu sepertinya mau membuat Gadis keluar dari toko. Nanti bahaya Pak, kita bisa kerepotan! Mbok cari cara biar Gadis gak bisa pindah kerja ... Bayu : Kita kan sudah menggajinya sedikit, mana bisa pindah dia? Nanti juga kesulitan buat nabung dan gak berani keluar ... Gadis kini sudah sampai di kostnya, merasa lelah dan pening kepalanya. Serasa mau pecah, memikirkan nasibnya yang terasa buram nyaris suram masa depan. Ia hanya bisa berdoa malam ini, semoga keajaiban datang! Tiba-tiba pintu kostnya diketuk. Rista : Dis, kita ke rumahku. Temenku datang, bilang resto bapaknya memang butuh karyawan. Akhirnya Gadis pun kembali ke rumah Rista dan bertemu dengan Pak Rudi. Rudi : Resto saya sedang butuh waitress. Kalau kamu mau. Gadis : Saya mau, Pak, tapi saya belum keluar dari tempat kerja yang sekarang. Rudi : Wah, susah ya ... Rista : ltu bukan masalah, Pak, toh Gadis butuh uang buat bantu ibunya. Bapak bantulah pak ... Rudi : Kamu keluar dulu, nanti kamu datang ke resto bapak. Gadis merasa lega bukan main. Kini tinggal selangkah lagi untuk bisa keluar dari pekerjaan yang menyiksanya lahir batin. Sayangnya saat mengajukan pengunduran diri, Gadis diberi waktu enam bulan. Alasannya untuk mendapatkan karyawan penggantinya terlebih dahulu. Gadis merasa berat jika harus mengencangkan sabuk hingga 6 bulan lamanya. Khawatir badan tinggal tulang, takut pulang bertemu sang ibu. Gadis : Saya gak bisa kalau menunggu 6 bulan lagi. Besok lusa saya sudah harus bekerja di tempat baru. Gilang : Kok bisa??! Gak bisa ini ... ! Rista : Kok gak bisa kenapa, Bu? Wong ibu juga gak ngasih gaji layak. Ya harus terima karyawan gak bisa loyal. .. Sudah, ayo pulang, Dis! Yang penting sudah bilang. Toh lusa kamu sudah kerja di tempat yang lebih baik. Gilang : Kamu tak laporkan polisi loh ... Rista : Laporkan saja, Bu. Nanti saya juga laporkan ibu ke Depnaker ... biar digerus toko ibu! Bu Gilang hanya diam seribu bahasa, tidak bisa berkata meskipun hanya sepatah. Gadis akhirnya pergi bersama Rista. Gadis : Wah ... kamu berani juga ya sama orang tua ... Rista : Orang dzalim itu harus dilawan. Diam itu emas, Dis. Tapi, mengatakan kebenaran adalah intan permata. Gak akan sadar orang kalau kita cuma menunggu dan diam saja ... Gadis mengangguk setuju dengan pendapat Rista barusan. Selang sehari setelahnya, Gadis kini sudah bekerja di resto besar. Membuatnya merasa bersyukur, saat kesabarannya berbuah manis. Ia berharap rezeki yang didapatkan akan lebih baik, dan memberikan bantuan yang layak kepada ibunya di rumah. Agar tidak lagi bersusah dan bersedih. (Sumber: www.sahabatnesia. comjcontoh-teks-naskah-drama/) Identifikasi tema teks drama tersebut!

1

4.0

Jawaban terverifikasi