Waode W
08 September 2025 12:13
Iklan
Waode W
08 September 2025 12:13
Pertanyaan
11 aturan penulisan bilangan oksidasi
8
2
Iklan
Nextlevel N
08 September 2025 18:54
11 aturan penentuan bilangan oksidasi=
1.Unsur bebas = 0
Contoh: O2=0. Na=0
2.Ion tunggal= muatannya
Contoh: Na+ = +1. Cl- = -1. Mg2+ = +2
3.Jumlah biloks senyawa netral =0
Contoh: NaCl=0. Dll
4.Jumlah biloks ion poliatomik = muatan ion
Contoh: SO4 2- = -2
5.Hidrogen (H) biasanya bernilai +1
Note: Kecuali bila terikat dengan logam (NaH, CaH2) karena H nya akan -1
6.Oksigen (O) biasanya bernilai -2
Note: Kecuali pada Peroksida (H2O2) , Superoksida (KO2) , berkaitan dengan F (OF2)
7.Logam golongan IA = +1
(Li,Na,K,Rb,Cs)
8.Logam golongan IIA = +2
(Be,Mg,Ca,Sr,Ba)
9.Aluminium (Al) hampir selalu = +3
Karena sifatnya stabil dalam banyak senyawa
10.Fluor (F) selalu = -1
Sangat elektronegatif
11.Halogen lain (Cl,Br,I) biasanya= -1
Note: bila berkaitan dengan F atau O maka bisa juga positif
· 0.0 (0)
Iklan
Ni P
12 September 2025 00:56
1. Unsur bebas (unsur yang tidak berikatan, bentuk molekul atau atom) memiliki bilangan oksidasi 0.
Contoh: H₂, O₂, Cl₂, Na → biloks = 0.
2. Ion monoatom (satu atom saja) memiliki bilangan oksidasi sama dengan muatan ionnya.
Contoh: Na⁺ = +1, Cl⁻ = –1, Al³⁺ = +3.
3. Jumlah bilangan oksidasi dalam senyawa netral sama dengan 0.
Contoh: H₂O → 2(+1) + (–2) = 0.
4. Jumlah bilangan oksidasi dalam ion poliatom sama dengan muatan ion tersebut.
Contoh: SO₄²⁻ → biloks total = –2.
5. Hidrogen (H) biasanya bernilai +1, kecuali dalam hidrida logam (misalnya NaH, CaH₂) di mana H = –1.
6. Oksigen (O) biasanya bernilai –2, kecuali:
Dalam peroksida (H₂O₂, Na₂O₂) → O = –1.
Dalam OF₂ → O = +2 (karena F lebih elektronegatif).
7. Fluorin (F) selalu bernilai –1 dalam semua senyawa, karena paling elektronegatif.
8. Halogen lain (Cl, Br, I) umumnya –1, kecuali bila berikatan dengan oksigen atau fluorin.
Contoh: Cl dalam HClO₄ = +7.
9. Logam alkali (golongan IA: Li, Na, K, Rb, Cs) selalu bernilai +1 dalam senyawanya.
10. Logam alkali tanah (golongan IIA: Be, Mg, Ca, Sr, Ba) selalu bernilai +2 dalam senyawanya.
11. Logam transisi dapat memiliki bilangan oksidasi bervariasi, tetapi biasanya bilangan oksidasi positif.
Contoh: Fe²⁺ = +2, Fe³⁺ = +3, Mn dalam KMnO₄ = +7.
· 0.0 (0)
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!