Layla A

07 Februari 2023 12:00

Iklan

Layla A

07 Februari 2023 12:00

Pertanyaan

1.jelaskan pengertian dari konflik sosial ? 2.jelaskan definisi konflik menurut soerjono ,soekanto ? 3.sebutkan 3 sebab dari konflik? 4.sebutkan 3 gejala konflik ? 5.apa yang di maksud dengan perubahan sosial ? 6.jelaskan tentang konflik pribadi dan rasial ? 7.sebutkan dampak positif dari konflik? 8.apa yang di maksud dengan arbittrasi dan ajudikasi?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

22

:

16

:

33

Klaim

4

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Tatanvi T

07 Februari 2023 12:47

Jawaban terverifikasi

1. Konflik adalah proses sosial yang terjadi ketika pihak yang satu berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya atau bisa juga dengan cara melemahkan lawan tanpa memperhatikan norma dan nilai yang berlaku. 2. Menurut Soerjono Soekanto, konflik adalah suatu proses individu atau kelompok yang berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman atau kekerasan. 3. Adanya perbedaan antarindividu. Adanya perbedaan kepentingan. Adanya perbedaan ras. 4. Tidak adanya persamaan pandangan antarindividu atau kelompok. Tidak adanya norma sosial yang berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan. Adanya pertentangan norma di dalam masyarakat. 5. Perubahan sosial adalah segala perubahan pada kelembagaan kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok dalam masyarakat. 6. Konflik pribadi merupakan pertentangan kepentingan antarpribadi. Sedangkan konflik rasial merupakan sikap etnosentrisme dan rasa primordialisme yang berlebihan atau konflik yang menunjukkan ciri-ciri fisik seseorang. 7. Dampak positif : Munculnya pribadi-pribadi yang kuat dan tahan uji. Meningkatnya solidaritas. Memperkuat dan mempertegas batas kelompok. 8. Arbitrase: upaya untuk mencapai kompromi dengan adanya pihak ketiga yang bersifat mengikat. Ajudikasi: suatu penyelesaian perkara/sengketa pengadilan atau penyelesaian dengan cara pengadilan.


Iklan

Nanda R

Community

18 Juni 2024 13:14

Jawaban terverifikasi

<p>Berikut adalah jawaban untuk pertanyaan-pertanyaanmu terkait dengan konflik sosial, definisi konflik menurut Soerjono Soekanto, sebab-sebab, gejala, perubahan sosial, konflik pribadi dan rasial, dampak positif konflik, serta arbittrasi dan ajudikasi:</p><p><strong>Pengertian Konflik Sosial</strong>: Konflik sosial adalah situasi ketegangan atau perselisihan antara individu, kelompok, atau elemen-elemen dalam masyarakat yang berbeda, yang muncul akibat perbedaan kepentingan, nilai, tujuan, atau sumber daya. Konflik sosial dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari konflik antarindividu, konflik antarkelompok, hingga konflik yang melibatkan struktur sosial yang lebih luas.</p><p><strong>Definisi Konflik Menurut Soerjono Soekanto</strong>: Soerjono Soekanto, seorang sosiolog Indonesia, mendefinisikan konflik sebagai interaksi sosial yang dilatarbelakangi oleh ketidaksepakatan atau ketegangan antara individu atau kelompok yang berusaha untuk mempengaruhi, merintangi, atau menghancurkan satu sama lain.</p><p><strong>Sebab-sebab Konflik</strong>: Sebab-sebab dari konflik dapat bervariasi, namun beberapa di antaranya adalah:</p><ul><li>Perbedaan kepentingan atau tujuan.</li><li>Ketidakadilan atau ketimpangan dalam distribusi sumber daya.</li><li>Persepsi yang berbeda terhadap nilai-nilai atau norma-norma sosial.</li><li>Ketidakmampuan untuk berkomunikasi atau bernegosiasi dengan baik.</li><li>Persaingan untuk kekuasaan atau pengaruh.</li></ul><p><strong>Gejala Konflik</strong>: Gejala-gejala konflik dapat mencakup:</p><ul><li>Kenaikan ketegangan antara pihak-pihak yang terlibat.</li><li>Perubahan dalam perilaku atau interaksi sosial yang terasa tidak nyaman.</li><li>Munculnya retorika atau bahasa yang mengancam atau memprovokasi.</li><li>Adanya upaya untuk memobilisasi dukungan atau menggalang kubu-kubu.</li></ul><p><strong>Perubahan Sosial</strong>: Perubahan sosial merujuk pada transformasi atau pergeseran dalam struktur sosial, budaya, atau institusi dalam masyarakat. Perubahan ini dapat terjadi secara bertahap atau mendadak, dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti teknologi, ekonomi, politik, dan budaya.</p><p><strong>Konflik Pribadi dan Rasial</strong>:</p><ul><li><strong>Konflik Pribadi</strong>: Konflik pribadi terjadi antara individu atau kelompok kecil, sering kali melibatkan ketidaksepakatan, perselisihan, atau ketegangan personal.</li><li><strong>Konflik Rasial</strong>: Konflik rasial terjadi antara kelompok-kelompok yang berbeda etnis atau ras. Konflik ini sering kali berakar dari diskriminasi, prasangka, atau perbedaan kepentingan politik, sosial, atau ekonomi antar kelompok rasial atau etnis.</li></ul><p><strong>Dampak Positif Konflik</strong>: Meskipun sering dianggap negatif, konflik juga dapat memiliki dampak positif, seperti:</p><ul><li>Memunculkan inovasi dan perubahan dalam masyarakat.</li><li>Mendorong proses demokratisasi dan partisipasi politik.</li><li>Memperbaiki hubungan antarindividu atau kelompok setelah proses penyelesaian konflik.</li></ul><p><strong>Arbitrasi dan Ajudikasi</strong>:</p><ul><li><strong>Arbitrasi</strong>: Arbitrasi adalah proses alternatif penyelesaian sengketa di mana pihak-pihak yang berselisih meminta pihak ketiga netral (arbiter) untuk membuat keputusan yang mengikat bagi kedua belah pihak.</li><li><strong>Ajudikasi</strong>: Ajudikasi adalah proses penyelesaian sengketa yang melibatkan pihak ketiga, biasanya melalui pengadilan atau lembaga hukum resmi, untuk membuat keputusan hukum yang mengikat.</li></ul>

Berikut adalah jawaban untuk pertanyaan-pertanyaanmu terkait dengan konflik sosial, definisi konflik menurut Soerjono Soekanto, sebab-sebab, gejala, perubahan sosial, konflik pribadi dan rasial, dampak positif konflik, serta arbittrasi dan ajudikasi:

Pengertian Konflik Sosial: Konflik sosial adalah situasi ketegangan atau perselisihan antara individu, kelompok, atau elemen-elemen dalam masyarakat yang berbeda, yang muncul akibat perbedaan kepentingan, nilai, tujuan, atau sumber daya. Konflik sosial dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari konflik antarindividu, konflik antarkelompok, hingga konflik yang melibatkan struktur sosial yang lebih luas.

Definisi Konflik Menurut Soerjono Soekanto: Soerjono Soekanto, seorang sosiolog Indonesia, mendefinisikan konflik sebagai interaksi sosial yang dilatarbelakangi oleh ketidaksepakatan atau ketegangan antara individu atau kelompok yang berusaha untuk mempengaruhi, merintangi, atau menghancurkan satu sama lain.

Sebab-sebab Konflik: Sebab-sebab dari konflik dapat bervariasi, namun beberapa di antaranya adalah:

  • Perbedaan kepentingan atau tujuan.
  • Ketidakadilan atau ketimpangan dalam distribusi sumber daya.
  • Persepsi yang berbeda terhadap nilai-nilai atau norma-norma sosial.
  • Ketidakmampuan untuk berkomunikasi atau bernegosiasi dengan baik.
  • Persaingan untuk kekuasaan atau pengaruh.

Gejala Konflik: Gejala-gejala konflik dapat mencakup:

  • Kenaikan ketegangan antara pihak-pihak yang terlibat.
  • Perubahan dalam perilaku atau interaksi sosial yang terasa tidak nyaman.
  • Munculnya retorika atau bahasa yang mengancam atau memprovokasi.
  • Adanya upaya untuk memobilisasi dukungan atau menggalang kubu-kubu.

Perubahan Sosial: Perubahan sosial merujuk pada transformasi atau pergeseran dalam struktur sosial, budaya, atau institusi dalam masyarakat. Perubahan ini dapat terjadi secara bertahap atau mendadak, dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti teknologi, ekonomi, politik, dan budaya.

Konflik Pribadi dan Rasial:

  • Konflik Pribadi: Konflik pribadi terjadi antara individu atau kelompok kecil, sering kali melibatkan ketidaksepakatan, perselisihan, atau ketegangan personal.
  • Konflik Rasial: Konflik rasial terjadi antara kelompok-kelompok yang berbeda etnis atau ras. Konflik ini sering kali berakar dari diskriminasi, prasangka, atau perbedaan kepentingan politik, sosial, atau ekonomi antar kelompok rasial atau etnis.

Dampak Positif Konflik: Meskipun sering dianggap negatif, konflik juga dapat memiliki dampak positif, seperti:

  • Memunculkan inovasi dan perubahan dalam masyarakat.
  • Mendorong proses demokratisasi dan partisipasi politik.
  • Memperbaiki hubungan antarindividu atau kelompok setelah proses penyelesaian konflik.

Arbitrasi dan Ajudikasi:

  • Arbitrasi: Arbitrasi adalah proses alternatif penyelesaian sengketa di mana pihak-pihak yang berselisih meminta pihak ketiga netral (arbiter) untuk membuat keputusan yang mengikat bagi kedua belah pihak.
  • Ajudikasi: Ajudikasi adalah proses penyelesaian sengketa yang melibatkan pihak ketiga, biasanya melalui pengadilan atau lembaga hukum resmi, untuk membuat keputusan hukum yang mengikat.

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Identifikasikan lima dampak positif konflik sosial!

14

5.0

Jawaban terverifikasi