Thoriq K

06 Maret 2023 07:31

Iklan

Thoriq K

06 Maret 2023 07:31

Pertanyaan

1. bagaimana sistem perdagangan yang berlaku pada masa penjajahan & 3. bagaimana dampak monopoli bagi pelaku monopoli maupun produsen

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

09

:

59

:

22

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Vanael V

06 Maret 2023 11:45

Jawaban terverifikasi

<p>1. Sistem perdagangan yang berlaku adalah <strong>monopoli perdagangan</strong>.</p><p>Selama masa penjajahan, Belanda melakukan monopoli perdagangan. Monopoli perdagangan dapat didefinisikan sebagai bentuk perdagangan dimana pasar dikuasai oleh satu penjual. Hal ini mengakibatkan penentuan harga yang dilakukan oleh penjual.</p><p>&nbsp;</p><p>3. <strong>Monopoli perdagangan membawa dampak positif dan negatif. Dampak positif : Pertama, </strong>aktivitas perdagangan di Indonesia semakin ramai. <strong>Kedua, </strong>masyarakat Indonesia menjadi tahu tentang tata cara perdagangan. <strong>Ketiga, </strong>pedagang pribumi dapat membangun kerjasama dengan negara lain. Dan <strong>keempat, </strong>masyarakat Indonesia dapat memperoleh informasi mengenai komoditas yang laku di pasaran.</p><p><strong>Dampak negatif : Pertama, </strong>pendapatan rempah-rempah terus menurun karena harga ditentukan oleh VOC. Produksi pangan nonrempah pun ikut menurun hingga terjadi kelaparan. <strong>Kedua, </strong>Masyarakat Indonesia mengalami penderitaan fisik atau kelelahan akibat bekerja terlalu keras. <strong>Ketiga, </strong>Produksi padi menurun, karena tanaman ini tidak laku di pasaran internasional dan adanya gagal panen. <strong>Terakhir, </strong>menurunnya jumlah penduduk dikarenakan pembantaian massal.</p>

1. Sistem perdagangan yang berlaku adalah monopoli perdagangan.

Selama masa penjajahan, Belanda melakukan monopoli perdagangan. Monopoli perdagangan dapat didefinisikan sebagai bentuk perdagangan dimana pasar dikuasai oleh satu penjual. Hal ini mengakibatkan penentuan harga yang dilakukan oleh penjual.

 

3. Monopoli perdagangan membawa dampak positif dan negatif. Dampak positif : Pertama, aktivitas perdagangan di Indonesia semakin ramai. Kedua, masyarakat Indonesia menjadi tahu tentang tata cara perdagangan. Ketiga, pedagang pribumi dapat membangun kerjasama dengan negara lain. Dan keempat, masyarakat Indonesia dapat memperoleh informasi mengenai komoditas yang laku di pasaran.

Dampak negatif : Pertama, pendapatan rempah-rempah terus menurun karena harga ditentukan oleh VOC. Produksi pangan nonrempah pun ikut menurun hingga terjadi kelaparan. Kedua, Masyarakat Indonesia mengalami penderitaan fisik atau kelelahan akibat bekerja terlalu keras. Ketiga, Produksi padi menurun, karena tanaman ini tidak laku di pasaran internasional dan adanya gagal panen. Terakhir, menurunnya jumlah penduduk dikarenakan pembantaian massal.


Iklan

Nanda R

Community

05 Mei 2024 07:14

Jawaban terverifikasi

<p>1. Sistem perdagangan yang berlaku pada masa penjajahan umumnya didominasi oleh kepentingan penguasa kolonial untuk memperoleh keuntungan ekonomi dan mengendalikan sumber daya alam di wilayah jajahan. Beberapa ciri sistem perdagangan pada masa penjajahan adalah:</p><p><strong>Monopoli Kolonial</strong>: Penguasa kolonial umumnya menerapkan sistem monopoli, di mana hanya mereka yang diizinkan untuk berdagang dengan barang-barang tertentu, terutama barang-barang yang memiliki nilai ekonomi tinggi seperti rempah-rempah, tekstil, dan hasil bumi lainnya. Hal ini memungkinkan penguasa kolonial untuk mengendalikan harga dan pasokan barang dagangan, serta memperoleh keuntungan yang besar.</p><p><strong>Eksploitasi Sumber Daya Alam</strong>: Penguasa kolonial memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah di wilayah jajahan untuk kepentingan ekonomi mereka sendiri. Mereka sering kali menerapkan sistem tanam paksa atau kerja paksa untuk menghasilkan komoditas-komoditas seperti kopi, tembakau, tebu, dan lain-lain, yang kemudian diekspor ke negeri penjajah.</p><p><strong>Penindasan dan Eksploitasi Tenaga Kerja</strong>: Sistem perdagangan pada masa penjajahan juga sering kali didasarkan pada eksploitasi tenaga kerja lokal. Pekerja sering kali dibayar upah yang rendah dan bekerja dalam kondisi yang tidak manusiawi, terutama dalam sektor-sektor yang terkait dengan eksploitasi sumber daya alam dan produksi barang dagangan untuk diekspor.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>3. Dampak monopoli bagi pelaku monopoli dan produsen bisa beragam, tergantung pada konteks historis dan struktur ekonomi yang ada. Berikut adalah beberapa dampak yang mungkin terjadi:</p><p><strong>Keuntungan Ekonomi</strong>: Pelaku monopoli dapat memperoleh keuntungan ekonomi yang besar karena mereka dapat mengendalikan harga dan pasokan barang dagangan. Mereka dapat menjual barang dengan harga yang lebih tinggi daripada biaya produksinya, sehingga meningkatkan margin keuntungan mereka.</p><p><strong>Ketergantungan Produsen</strong>: Bagi produsen, terutama produsen kecil dan menengah, monopoli dapat menciptakan ketergantungan yang tidak sehat. Mereka mungkin terpaksa menjual produk-produk mereka kepada pelaku monopoli dengan harga yang rendah, sehingga merugikan keuntungan mereka dan menghambat pertumbuhan ekonomi.</p><p><strong>Penghambatan Persaingan</strong>: Monopoli dapat menghambat persaingan di pasar, karena pelaku monopoli memiliki kendali penuh atas pasokan dan harga barang dagangan. Hal ini dapat menghambat inovasi dan pertumbuhan ekonomi, karena tidak ada dorongan untuk meningkatkan kualitas produk atau menurunkan harga secara kompetitif.</p><p><strong>Ketidakstabilan Ekonomi</strong>: Monopoli dapat menyebabkan ketidakstabilan ekonomi karena ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan barang dagangan. Ketika pelaku monopoli mengatur harga barang dagangan secara sewenang-wenang, ini dapat menyebabkan fluktuasi harga yang ekstrem dan ketidakpastian ekonomi bagi konsumen dan produsen.</p><p>&nbsp;</p>

1. Sistem perdagangan yang berlaku pada masa penjajahan umumnya didominasi oleh kepentingan penguasa kolonial untuk memperoleh keuntungan ekonomi dan mengendalikan sumber daya alam di wilayah jajahan. Beberapa ciri sistem perdagangan pada masa penjajahan adalah:

Monopoli Kolonial: Penguasa kolonial umumnya menerapkan sistem monopoli, di mana hanya mereka yang diizinkan untuk berdagang dengan barang-barang tertentu, terutama barang-barang yang memiliki nilai ekonomi tinggi seperti rempah-rempah, tekstil, dan hasil bumi lainnya. Hal ini memungkinkan penguasa kolonial untuk mengendalikan harga dan pasokan barang dagangan, serta memperoleh keuntungan yang besar.

Eksploitasi Sumber Daya Alam: Penguasa kolonial memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah di wilayah jajahan untuk kepentingan ekonomi mereka sendiri. Mereka sering kali menerapkan sistem tanam paksa atau kerja paksa untuk menghasilkan komoditas-komoditas seperti kopi, tembakau, tebu, dan lain-lain, yang kemudian diekspor ke negeri penjajah.

Penindasan dan Eksploitasi Tenaga Kerja: Sistem perdagangan pada masa penjajahan juga sering kali didasarkan pada eksploitasi tenaga kerja lokal. Pekerja sering kali dibayar upah yang rendah dan bekerja dalam kondisi yang tidak manusiawi, terutama dalam sektor-sektor yang terkait dengan eksploitasi sumber daya alam dan produksi barang dagangan untuk diekspor.

 

 

3. Dampak monopoli bagi pelaku monopoli dan produsen bisa beragam, tergantung pada konteks historis dan struktur ekonomi yang ada. Berikut adalah beberapa dampak yang mungkin terjadi:

Keuntungan Ekonomi: Pelaku monopoli dapat memperoleh keuntungan ekonomi yang besar karena mereka dapat mengendalikan harga dan pasokan barang dagangan. Mereka dapat menjual barang dengan harga yang lebih tinggi daripada biaya produksinya, sehingga meningkatkan margin keuntungan mereka.

Ketergantungan Produsen: Bagi produsen, terutama produsen kecil dan menengah, monopoli dapat menciptakan ketergantungan yang tidak sehat. Mereka mungkin terpaksa menjual produk-produk mereka kepada pelaku monopoli dengan harga yang rendah, sehingga merugikan keuntungan mereka dan menghambat pertumbuhan ekonomi.

Penghambatan Persaingan: Monopoli dapat menghambat persaingan di pasar, karena pelaku monopoli memiliki kendali penuh atas pasokan dan harga barang dagangan. Hal ini dapat menghambat inovasi dan pertumbuhan ekonomi, karena tidak ada dorongan untuk meningkatkan kualitas produk atau menurunkan harga secara kompetitif.

Ketidakstabilan Ekonomi: Monopoli dapat menyebabkan ketidakstabilan ekonomi karena ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan barang dagangan. Ketika pelaku monopoli mengatur harga barang dagangan secara sewenang-wenang, ini dapat menyebabkan fluktuasi harga yang ekstrem dan ketidakpastian ekonomi bagi konsumen dan produsen.

 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

15

5.0

Jawaban terverifikasi