Nabila S

06 Maret 2024 14:53

Iklan

Nabila S

06 Maret 2024 14:53

Pertanyaan

1. Bagaimana pengaruh letak geografis terhadap penjelajahan kolonialisme dan imperilisme di Indonesia? Bagaimana perubahan yang dialami masyarakat Indonesia akibat adanya kolonialisme dan imperialisme di Indonesia!

1. Bagaimana pengaruh letak geografis terhadap penjelajahan kolonialisme dan imperilisme di Indonesia? Bagaimana perubahan yang dialami masyarakat Indonesia akibat adanya kolonialisme dan imperialisme di Indonesia!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

18

:

50

:

44

Klaim

68

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Nanda R

Community

07 Maret 2024 07:06

Jawaban terverifikasi

<p>Pengaruh letak geografis terhadap penjelajahan kolonialisme dan imperialisme di Indonesia sangat signifikan. Letak geografis Indonesia sebagai kepulauan strategis dan kaya sumber daya alam memicu minat bangsa-bangsa Eropa untuk melakukan penjelajahan dan ekspansi ke wilayah ini. Berikut adalah beberapa pengaruh dan perubahan yang dialami masyarakat Indonesia akibat kolonialisme dan imperialisme:</p><p><strong>Pengaruh Letak Geografis:</strong></p><p><strong>Lokasi Strategis:</strong> Indonesia terletak di persimpangan rute perdagangan internasional, menjadikannya lokasi strategis yang diminati oleh bangsa-bangsa Eropa untuk menguasai jalur perdagangan rempah-rempah.</p><p><strong>Kekayaan Sumber Daya Alam:</strong> Keberadaan sumber daya alam melimpah, seperti rempah-rempah, emas, kayu, dan lainnya, menarik perhatian kolonialisme Eropa untuk mengamankan dan menguasai eksploitasi sumber daya tersebut.</p><p><strong>Dampak Kolonialisme Maritim:</strong> Indonesia yang terdiri dari banyak pulau memunculkan model kolonialisme maritim, di mana penjajah fokus pada kontrol terhadap pelabuhan-pelabuhan strategis dan jalur perdagangan laut.</p><p><strong>Perubahan pada Masyarakat Indonesia:</strong></p><p><strong>Perubahan Sosial dan Budaya:</strong> Kontak dengan penjajah membawa perubahan dalam pola hidup, norma sosial, dan nilai budaya masyarakat Indonesia. Pengenalan agama, sistem pendidikan, dan struktur sosial Eropa mempengaruhi tatanan masyarakat setempat.</p><p><strong>Eksploitasi Sumber Daya Alam:</strong> Penjajah menggunakan kekayaan alam Indonesia untuk kepentingan ekonomi mereka sendiri. Sistem tanam paksa dan monopoli perdagangan merubah pola pertanian dan perekonomian masyarakat setempat.</p><p><strong>Sistem Pemerintahan Kolonial:</strong> Eropa mendirikan sistem pemerintahan kolonial yang seringkali mengeksploitasi dan mendiskriminasi masyarakat lokal. Adopsi sistem hukum Eropa membawa perubahan besar dalam administrasi dan pengaturan masyarakat.</p><p><strong>Pembentukan Kelompok Elit Kolonial:</strong> Terbentuknya kelompok elit pribumi yang berkolaborasi dengan penjajah, yang pada gilirannya, dapat memperoleh keuntungan dan kedudukan sosial tertentu. Hal ini menciptakan ketidaksetaraan di antara masyarakat pribumi.</p><p><strong>Perubahan Struktur Ekonomi:</strong> Sistem ekonomi kolonial yang didasarkan pada eksploitasi sumber daya alam dan perdagangan membawa perubahan besar dalam struktur ekonomi Indonesia.</p><p><strong>Pentingnya Pendidikan Eropa:</strong> Adopsi sistem pendidikan Eropa membawa perubahan dalam literasi dan pendidikan masyarakat. Pendidikan lebih terfokus pada aspek Eropa dan kurang memperhatikan kearifan lokal.</p><p><br>&nbsp;</p>

Pengaruh letak geografis terhadap penjelajahan kolonialisme dan imperialisme di Indonesia sangat signifikan. Letak geografis Indonesia sebagai kepulauan strategis dan kaya sumber daya alam memicu minat bangsa-bangsa Eropa untuk melakukan penjelajahan dan ekspansi ke wilayah ini. Berikut adalah beberapa pengaruh dan perubahan yang dialami masyarakat Indonesia akibat kolonialisme dan imperialisme:

Pengaruh Letak Geografis:

Lokasi Strategis: Indonesia terletak di persimpangan rute perdagangan internasional, menjadikannya lokasi strategis yang diminati oleh bangsa-bangsa Eropa untuk menguasai jalur perdagangan rempah-rempah.

Kekayaan Sumber Daya Alam: Keberadaan sumber daya alam melimpah, seperti rempah-rempah, emas, kayu, dan lainnya, menarik perhatian kolonialisme Eropa untuk mengamankan dan menguasai eksploitasi sumber daya tersebut.

Dampak Kolonialisme Maritim: Indonesia yang terdiri dari banyak pulau memunculkan model kolonialisme maritim, di mana penjajah fokus pada kontrol terhadap pelabuhan-pelabuhan strategis dan jalur perdagangan laut.

Perubahan pada Masyarakat Indonesia:

Perubahan Sosial dan Budaya: Kontak dengan penjajah membawa perubahan dalam pola hidup, norma sosial, dan nilai budaya masyarakat Indonesia. Pengenalan agama, sistem pendidikan, dan struktur sosial Eropa mempengaruhi tatanan masyarakat setempat.

Eksploitasi Sumber Daya Alam: Penjajah menggunakan kekayaan alam Indonesia untuk kepentingan ekonomi mereka sendiri. Sistem tanam paksa dan monopoli perdagangan merubah pola pertanian dan perekonomian masyarakat setempat.

Sistem Pemerintahan Kolonial: Eropa mendirikan sistem pemerintahan kolonial yang seringkali mengeksploitasi dan mendiskriminasi masyarakat lokal. Adopsi sistem hukum Eropa membawa perubahan besar dalam administrasi dan pengaturan masyarakat.

Pembentukan Kelompok Elit Kolonial: Terbentuknya kelompok elit pribumi yang berkolaborasi dengan penjajah, yang pada gilirannya, dapat memperoleh keuntungan dan kedudukan sosial tertentu. Hal ini menciptakan ketidaksetaraan di antara masyarakat pribumi.

Perubahan Struktur Ekonomi: Sistem ekonomi kolonial yang didasarkan pada eksploitasi sumber daya alam dan perdagangan membawa perubahan besar dalam struktur ekonomi Indonesia.

Pentingnya Pendidikan Eropa: Adopsi sistem pendidikan Eropa membawa perubahan dalam literasi dan pendidikan masyarakat. Pendidikan lebih terfokus pada aspek Eropa dan kurang memperhatikan kearifan lokal.


 


Iklan

Salsabila M

Community

09 Maret 2024 01:05

Jawaban terverifikasi

<p>Letak geografis Indonesia yang strategis sebagai negara kepulauan dan berada di jalur perdagangan internasional memberikan pengaruh besar terhadap penjelajahan, kolonialisme, dan imperialisme di wilayah ini. Berikut adalah beberapa aspek pengaruh dan perubahan yang dialami masyarakat Indonesia akibat kolonialisme dan imperialisme:</p><p><strong>Pengaruh Letak Geografis:</strong></p><p><strong>Penjelajahan dan Perdagangan:</strong></p><ul><li><strong>Penjelajahan Awal:</strong> Letak Indonesia yang berada di jalur perdagangan antara Asia dan Eropa menjadi daya tarik bagi penjelajahan awal oleh bangsa Eropa, terutama Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris.</li></ul><p><strong>Imperialisme dan Kolonialisme:</strong></p><ul><li><strong>Perebutan Wilayah:</strong> Letak geografis yang strategis membuat Indonesia menjadi target imperialisme oleh negara-negara Eropa. Persaingan antar bangsa Eropa mengarah pada perebutan dan kolonisasi wilayah Indonesia.</li></ul><p><strong>Pembentukan Jalur Perdagangan:</strong></p><ul><li><strong>Penetapan Jalur Perdagangan:</strong> Kolonialisme membawa perubahan dalam jalur perdagangan, di mana para penjajah mendominasi dan mengontrol perdagangan rempah-rempah, hasil pertanian, dan komoditas lainnya.</li></ul><p><strong>Perubahan yang Dialami Masyarakat Indonesia:</strong></p><p><strong>Eksploitasi Sumber Daya Alam:</strong></p><ul><li><strong>Eksploitasi Tanah dan Sumber Daya Alam:</strong> Penjajahan kolonialisme membawa eksploitasi tanah dan sumber daya alam Indonesia untuk kepentingan ekonomi metropolis. Pertanian dan perkebunan dikuasai oleh penjajah, dan ekspor bahan mentah meningkat.</li></ul><p><strong>Perubahan Sosial dan Budaya:</strong></p><ul><li><strong>Campur Tangan Budaya Eropa:</strong> Kolonialisme membawa pengaruh budaya Eropa yang signifikan, seperti bahasa, agama, arsitektur, dan gaya hidup. Ini menciptakan perubahan budaya yang kompleks di masyarakat Indonesia.</li></ul><p><strong>Perubahan Struktur Sosial:</strong></p><ul><li><strong>Pembentukan Struktur Sosial Baru:</strong> Sistem ekonomi kolonial membentuk struktur sosial baru, dengan adanya golongan pribumi, peranakan, dan orang Eropa. Hal ini menciptakan ketidaksetaraan dan ketidakadilan sosial.</li></ul><p><strong>Sistem Pendidikan Baru:</strong></p><ul><li><strong>Pendidikan Kolonial:</strong> Sistem pendidikan Barat diperkenalkan oleh penjajah, menciptakan kelas intelektual baru yang terpengaruh oleh budaya dan nilai Eropa.</li></ul><p><strong>Pertumbuhan Urbanisasi:</strong></p><ul><li><strong>Urbanisasi di Kota-kota Kolonial:</strong> Adanya pusat-pusat administratif kolonial menyebabkan pertumbuhan urbanisasi di kota-kota tertentu. Ini menciptakan perubahan dalam struktur perkotaan dan kehidupan perkotaan.</li></ul><p><strong>Perubahan dalam Sistem Politik:</strong></p><ul><li><strong>Pembentukan Pemerintahan Kolonial:</strong> Sistem pemerintahan kolonial membentuk struktur politik baru yang diatur oleh penjajah. Pemisahan kekuasaan dan pengaruh politik memberikan dampak yang cukup signifikan.</li></ul><p><strong>Perlawanan dan Pemberontakan:</strong></p><ul><li><strong>Perlawanan Terhadap Penjajah:</strong> Masyarakat Indonesia merespon kolonialisme dengan berbagai bentuk perlawanan, mulai dari perlawanan bersenjata hingga perlawanan budaya. Perlawanan ini merupakan bagian dari perjuangan kemerdekaan.</li></ul><p><strong>Pelestarian Identitas Lokal:</strong></p><ul><li><strong>Pelestarian Identitas Lokal:</strong> Meskipun terdapat pengaruh budaya Eropa, masyarakat Indonesia berhasil melestarikan identitas lokal dan tradisi budaya mereka.</li></ul><p>Penting untuk dicatat bahwa perubahan yang terjadi selama masa kolonialisme tidak selalu merugikan, tetapi juga menciptakan dinamika dan transformasi dalam masyarakat Indonesia. Proses ini akhirnya berkontribusi pada perkembangan dan perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>

Letak geografis Indonesia yang strategis sebagai negara kepulauan dan berada di jalur perdagangan internasional memberikan pengaruh besar terhadap penjelajahan, kolonialisme, dan imperialisme di wilayah ini. Berikut adalah beberapa aspek pengaruh dan perubahan yang dialami masyarakat Indonesia akibat kolonialisme dan imperialisme:

Pengaruh Letak Geografis:

Penjelajahan dan Perdagangan:

  • Penjelajahan Awal: Letak Indonesia yang berada di jalur perdagangan antara Asia dan Eropa menjadi daya tarik bagi penjelajahan awal oleh bangsa Eropa, terutama Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris.

Imperialisme dan Kolonialisme:

  • Perebutan Wilayah: Letak geografis yang strategis membuat Indonesia menjadi target imperialisme oleh negara-negara Eropa. Persaingan antar bangsa Eropa mengarah pada perebutan dan kolonisasi wilayah Indonesia.

Pembentukan Jalur Perdagangan:

  • Penetapan Jalur Perdagangan: Kolonialisme membawa perubahan dalam jalur perdagangan, di mana para penjajah mendominasi dan mengontrol perdagangan rempah-rempah, hasil pertanian, dan komoditas lainnya.

Perubahan yang Dialami Masyarakat Indonesia:

Eksploitasi Sumber Daya Alam:

  • Eksploitasi Tanah dan Sumber Daya Alam: Penjajahan kolonialisme membawa eksploitasi tanah dan sumber daya alam Indonesia untuk kepentingan ekonomi metropolis. Pertanian dan perkebunan dikuasai oleh penjajah, dan ekspor bahan mentah meningkat.

Perubahan Sosial dan Budaya:

  • Campur Tangan Budaya Eropa: Kolonialisme membawa pengaruh budaya Eropa yang signifikan, seperti bahasa, agama, arsitektur, dan gaya hidup. Ini menciptakan perubahan budaya yang kompleks di masyarakat Indonesia.

Perubahan Struktur Sosial:

  • Pembentukan Struktur Sosial Baru: Sistem ekonomi kolonial membentuk struktur sosial baru, dengan adanya golongan pribumi, peranakan, dan orang Eropa. Hal ini menciptakan ketidaksetaraan dan ketidakadilan sosial.

Sistem Pendidikan Baru:

  • Pendidikan Kolonial: Sistem pendidikan Barat diperkenalkan oleh penjajah, menciptakan kelas intelektual baru yang terpengaruh oleh budaya dan nilai Eropa.

Pertumbuhan Urbanisasi:

  • Urbanisasi di Kota-kota Kolonial: Adanya pusat-pusat administratif kolonial menyebabkan pertumbuhan urbanisasi di kota-kota tertentu. Ini menciptakan perubahan dalam struktur perkotaan dan kehidupan perkotaan.

Perubahan dalam Sistem Politik:

  • Pembentukan Pemerintahan Kolonial: Sistem pemerintahan kolonial membentuk struktur politik baru yang diatur oleh penjajah. Pemisahan kekuasaan dan pengaruh politik memberikan dampak yang cukup signifikan.

Perlawanan dan Pemberontakan:

  • Perlawanan Terhadap Penjajah: Masyarakat Indonesia merespon kolonialisme dengan berbagai bentuk perlawanan, mulai dari perlawanan bersenjata hingga perlawanan budaya. Perlawanan ini merupakan bagian dari perjuangan kemerdekaan.

Pelestarian Identitas Lokal:

  • Pelestarian Identitas Lokal: Meskipun terdapat pengaruh budaya Eropa, masyarakat Indonesia berhasil melestarikan identitas lokal dan tradisi budaya mereka.

Penting untuk dicatat bahwa perubahan yang terjadi selama masa kolonialisme tidak selalu merugikan, tetapi juga menciptakan dinamika dan transformasi dalam masyarakat Indonesia. Proses ini akhirnya berkontribusi pada perkembangan dan perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.

 

 

 


 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

pengaruh kondisi latar belakang yang terdapat di masyarakat yang dapat memengaruhi terbentuknya jalan cerita disebut

4

0.0

Jawaban terverifikasi

1. penyebab perubahan sosial budaya yang berasal dari masyarakat yang berkaitan demografi 2. penyebab perubahan sosial budaya yang terkait dengan fenomena globalisasi 3. Tanda-tanda sikap mental masyarakat yang belum siap menerima kemajuan teknologi 4. Dampak modernisasi dalam kehidupan sosial masyarakat 5. Kegiatan manusia di bidang ekonomi yang menunjukkan perubahan ke arah modernisasi 6. Contoh pengaruh modernisasi di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan terhadap pola pikir masyarakat 7. Konsep mengenai proses modernisasi di masyarakat seringkali mengalami kesalahan pahaman, salah satunya kesalahan tersebut menganggap jika menjadi modern adalah mengikuti... 8. arti dari globalisasi 9. Bentuk kearifan lokal di wilayah Madura yang berperan dalam pengelolaan SDA dan dukungan dalam bentuk kebudayaan 10. Syarat menjaga tradisi kearifan lokal di Nusantara 11. Ciri uang kartal, giral 12. Syarat melakukan kegiatan barter 13. Arti dari durability yang merupakan syarat sebuah benda bisa dikatakan sebagai uang 14. maksud token money dalam nilai intrinsik 15. maksud dengan satuan hitung dalam fungsi uang 16. fungsi uang 17. peranan dan maksud didirikan lembaga keuangan non-Bank / bukan bank 18. maksud dengan kegiatan menghimpun dana yang dilakukan perbankan 19. tugas Bank Indonesia 20. tugas Bank Umum 21. kegiatan lembaga keuangan non-Bank 22. kelembagaan keuangan non-bank yang memiliki kegiatan yang dilakukan dengan operasi simpan pinjam 23. Lembaga keuangan non bank yang memiliki fungsi sebagai penggerak investasi dengan memperhatikan dan memasukan surat berharga 24. Nama lembaga keuangan non bank yang bertugas mengatasi para rensumen 25. Ciri" dari masyarakat ekonomi abad ke 21

32

5.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

[1] Gaya hidup sedentari alias kurang gerak atau mager (malas gerak) adalah masalah yang sering dialami oleh penduduk perkotaan. [2] Bekerja di depan layar komputer sepanjang hari, kelamaan terjebak macet di jalan,atau hobi main gim tanpa diimbangi olahraga merupakan bentuk dari gaya hidup sedentari. [3] Jika Anda termasuk salah satu orang yang sering melakukan berbagai rutinitas tersebut, Anda harus waspada. [4] Pasalnya, gaya hidup sedentari sangat berbahaya karena membuat Anda berisiko terkena diabetes tipe 2. [5] Gaya hidup sedentari menyebabkan masyarakat, terutama penduduk kota, malas bergerak. [6] Coba ingat-ingat, dalam sehari ini, sudah berapa kali Anda dalam menggunakan aplikasi online untuk memenuhi kebutuh Anda? [7] Selain itu, tilik juga berapa banyak langkah yang sudah Anda dapatkan pada hari ini? [8] Seiring dengan pengembangan teknologi yang makin canggih, apa pun yang Anda butuhkan kini bisa langsung diantar ke ruangan kantor Anda atau depan rumah. [9] Selain hemat waktu, Anda pun jadi tak perlu mengeluarkan energi untuk mendapatkan apa yang Anda mau. [10] Namun, tahukah Anda bahwa segala kemudahan tersebut menyimpan bahaya bagi tubuh Anda? [11] Minimnya aktifitas fisik karena gaya hidup ini membuatmu berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes. [12] Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa gaya hidup ini juga termasuk 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. [13] Selain itu, data terbaru dari Riskedas 2018 menguak bahwa DKI Jakarta merupakan provinsi dengan tingkat diabetes melitus tertinggi di Indonesia. [14] Ini menunjukkan bahwa gaya hidup mager amat erat kaitannya dengan tingkat diabetes di perkotaan. Bentuk bahasa yang sejenis dengan mager pada kalimat 1 adalah.... a. magang b. oncom c. rudal d. pugar

4

5.0

Jawaban terverifikasi