Zenilda A

12 Maret 2026 03:20

Iklan

Zenilda A

12 Maret 2026 03:20

Pertanyaan

1. Apa pengaruh adanya kelas sosial di dalam masyarakat? 2. Jelaskan makna stratifikasi sosial dalam masyarakat! 3. Sebutkan dampak stratifikasi sosial! 4. Mengapa individu yang terlahir di kelompok sosial yang lebih rendah mengalami kesulitan untuk naik kelapisan sosial yang lebih tinggi? 5. Ada berapa bentuk struktur sosial? 6. Apa yang disebut dengan diferensiasi sosial? 7. Tuliskan secara rinci ciri² struktur sosial! 8. Ada berapa tokoh dalam definisi sosial? 9. Sebut dan jelaskan bentuk struktur sosial berdasarkan identitas keanggotaan masyarakat! 10. Jelaskan mengenai faktor keturunan sebagai salah satu bentuk status sosial! Tolong bantu jawab pertanyaan diatas secepatnya, kak. Terimakasih. 🙏🏻

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

01

:

13

:

35

Klaim

3

1


Iklan

Yusri H

14 Maret 2026 02:01

<p>1. Pengaruh Kelas Sosial dalam Masyarakat</p><p>Kelas sosial mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan individu, antara lain:</p><p>a. Gaya Hidup (Gaya Hidup): Perbedaan cara berpakaian, hobi, dan konsumsi.</p><p>b. Peluang Hidup (Life Chances): Akses terhadap kesehatan yang lebih baik, pendidikan berkualitas, dan keamanan.</p><p>c. Pola Interaksi: Cenderung berkumpul dengan sesama kelas sosialnya (eksklusivitas).</p><p>d. Prestise (Gengsi): Tingkat penghormatan yang diterima dari orang lain.</p><p>&nbsp;</p><p>2. Makna Stratifikasi Sosial</p><p>Stratifikasi sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarki). Maknanya adalah adanya sistem pelapisan di mana ada kelompok yang menempati posisi atas (superior) dan posisi bawah (inferior) berdasarkan sesuatu yang dibenarkan seperti kekayaan, kekuasaan, atau kehormatan.</p><p>&nbsp;</p><p>3. Dampak Stratifikasi Sosial</p><p>a. Dampak Positif: Adanya keinginan untuk bersaing secara sehat demi meraih posisi yang lebih tinggi (mobilitas sosial).</p><p>b. Dampak Negatif: Munculnya kesenjangan sosial, kebangkrutan, konflik antarkelas, serta potensi diskriminasi.</p><p>&nbsp;</p><p>4. mendukung Mobilitas ke Atas (Pendakian Sosial)</p><p>Individu dari lapisan bawah sering mengalami kesulitan karena:</p><p>a. Kurangnya Modal (Kapital): Tidak hanya modal uang, tetapi juga modal sosial (koneksi) dan modal budaya (pendidikan/keterampilan).</p><p>b. Sistem Tertutup: Di beberapa masyarakat, kasta atau adat menghalangi perpindahan lapisan.</p><p>c. Lingkaran Kemiskinan: Terbatasnya akses terhadap gizi dan pendidikan dasar yang menghambat potensi individu sejak dini.</p><p>&nbsp;</p><p>5. Bentuk Struktur Sosial</p><p>1. Secara garis besar, Struktur sosial terbagi menjadi dua bentuk utama:</p><p>2. Diferensiasi Sosial: Pembagian masyarakat secara horizontal (sejajar).</p><p>Stratifikasi Sosial: Pembagian masyarakat secara vertikal (bertingkat).</p><p>&nbsp;</p><p>6. Definisi Diferensiasi Sosial</p><p>Diferensiasi sosial adalah klasifikasi atau penggolongan masyarakat berdasarkan perbedaan-perbedaan yang bersifat horizontal atau sejajar. Artinya, perbedaan tersebut tidak menunjukkan tinggi rendahnya martabat seseorang. Contohnya: perbedaan agama, ras, suku bangsa, dan jenis kelamin.</p><p>&nbsp;</p><p>7. Ciri-ciri Struktur Sosial secara Rinci</p><p>a. Bersifat Abstrak: Tidak dapat dilihat secara fisik, namun dapat dirasakan keberadaannya melalui pola perilaku masyarakat.</p><p>b. Muncul pada Kelompok Sosial: Struktur hanya ada jika ada interaksi antarmanusia.</p><p>c. Meliputi Seluruh Kebudayaan Masyarakat: Struktur yang mengatur pola hubungan dalam segala aspek kehidupan.</p><p>d. Dinamis: Dapat berubah dan berkembang seiring waktu dan tuntutan zaman.</p><p>e. Adanya Dimensi Vertikal dan Horizontal: Memiliki tingkatan (kelas) sekaligus keberagaman (suku/agama).</p><p>&nbsp;</p><p>8. Tokoh dalam Definisi Sosial</p><p>Jika Merujuk pada paradigma sosiologis (Paradigma Definisi Sosial), tokoh utamanya adalah Max Weber . Namun, jika yang dimaksud adalah tokoh-tokoh yang mendefinisikan “Struktur Sosial”, ada beberapa nama besar seperti:</p><p>1. Emile Durkheim</p><p>2. Talcott Parsons</p><p>3. Raymond Firth</p><p>4. Radcliffe-Brown</p><p>&nbsp;</p><p>9. Struktur Sosial Berdasarkan Identitas Keanggotaan</p><p>Berdasarkan identitasnya, Peter M. Blau membaginya menjadi dua:</p><p>a. Interseksi (Persimpangan): Terjadinya persilangan keanggotaan. Contoh: Orang dari suku A (identitas 1) dan suku B (identitas 2) sama-sama beragama Islam (identitas penyatu). Ini mempererat integrasi.</p><p>b. Konsolidasi (Konsolidasi): Penguatan identitas yang tumpang tindih secara eksklusif. Contoh: Suku A hanya mau bergaul dengan sesama Suku A dan hanya beragama X. Ini bisa memicu konflik karena pengkotak-kotakan yang tajam.</p><p>&nbsp;</p><p>10. Faktor Keturunan dalam Status Sosial</p><p>Faktor keturunan menghasilkan apa yang disebut dengan Ascribed Status (Status yang diperoleh tanpa usaha).</p><p>a. Penjelasan: Status ini melekat sejak lahir. Seseorang tidak bisa memilih lahir dari keluarga mana.</p><p>b. Contoh: Gelar kebangsawanan (Raden, Sultan) atau sistem Kasta. Jika orang tuanya adalah bangsawan, maka anaknya otomatis mendapatkan status sosial tinggi di mata masyarakat tanpa harus bekerja keras terlebih dahulu.</p>

1. Pengaruh Kelas Sosial dalam Masyarakat

Kelas sosial mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan individu, antara lain:

a. Gaya Hidup (Gaya Hidup): Perbedaan cara berpakaian, hobi, dan konsumsi.

b. Peluang Hidup (Life Chances): Akses terhadap kesehatan yang lebih baik, pendidikan berkualitas, dan keamanan.

c. Pola Interaksi: Cenderung berkumpul dengan sesama kelas sosialnya (eksklusivitas).

d. Prestise (Gengsi): Tingkat penghormatan yang diterima dari orang lain.

 

2. Makna Stratifikasi Sosial

Stratifikasi sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarki). Maknanya adalah adanya sistem pelapisan di mana ada kelompok yang menempati posisi atas (superior) dan posisi bawah (inferior) berdasarkan sesuatu yang dibenarkan seperti kekayaan, kekuasaan, atau kehormatan.

 

3. Dampak Stratifikasi Sosial

a. Dampak Positif: Adanya keinginan untuk bersaing secara sehat demi meraih posisi yang lebih tinggi (mobilitas sosial).

b. Dampak Negatif: Munculnya kesenjangan sosial, kebangkrutan, konflik antarkelas, serta potensi diskriminasi.

 

4. mendukung Mobilitas ke Atas (Pendakian Sosial)

Individu dari lapisan bawah sering mengalami kesulitan karena:

a. Kurangnya Modal (Kapital): Tidak hanya modal uang, tetapi juga modal sosial (koneksi) dan modal budaya (pendidikan/keterampilan).

b. Sistem Tertutup: Di beberapa masyarakat, kasta atau adat menghalangi perpindahan lapisan.

c. Lingkaran Kemiskinan: Terbatasnya akses terhadap gizi dan pendidikan dasar yang menghambat potensi individu sejak dini.

 

5. Bentuk Struktur Sosial

1. Secara garis besar, Struktur sosial terbagi menjadi dua bentuk utama:

2. Diferensiasi Sosial: Pembagian masyarakat secara horizontal (sejajar).

Stratifikasi Sosial: Pembagian masyarakat secara vertikal (bertingkat).

 

6. Definisi Diferensiasi Sosial

Diferensiasi sosial adalah klasifikasi atau penggolongan masyarakat berdasarkan perbedaan-perbedaan yang bersifat horizontal atau sejajar. Artinya, perbedaan tersebut tidak menunjukkan tinggi rendahnya martabat seseorang. Contohnya: perbedaan agama, ras, suku bangsa, dan jenis kelamin.

 

7. Ciri-ciri Struktur Sosial secara Rinci

a. Bersifat Abstrak: Tidak dapat dilihat secara fisik, namun dapat dirasakan keberadaannya melalui pola perilaku masyarakat.

b. Muncul pada Kelompok Sosial: Struktur hanya ada jika ada interaksi antarmanusia.

c. Meliputi Seluruh Kebudayaan Masyarakat: Struktur yang mengatur pola hubungan dalam segala aspek kehidupan.

d. Dinamis: Dapat berubah dan berkembang seiring waktu dan tuntutan zaman.

e. Adanya Dimensi Vertikal dan Horizontal: Memiliki tingkatan (kelas) sekaligus keberagaman (suku/agama).

 

8. Tokoh dalam Definisi Sosial

Jika Merujuk pada paradigma sosiologis (Paradigma Definisi Sosial), tokoh utamanya adalah Max Weber . Namun, jika yang dimaksud adalah tokoh-tokoh yang mendefinisikan “Struktur Sosial”, ada beberapa nama besar seperti:

1. Emile Durkheim

2. Talcott Parsons

3. Raymond Firth

4. Radcliffe-Brown

 

9. Struktur Sosial Berdasarkan Identitas Keanggotaan

Berdasarkan identitasnya, Peter M. Blau membaginya menjadi dua:

a. Interseksi (Persimpangan): Terjadinya persilangan keanggotaan. Contoh: Orang dari suku A (identitas 1) dan suku B (identitas 2) sama-sama beragama Islam (identitas penyatu). Ini mempererat integrasi.

b. Konsolidasi (Konsolidasi): Penguatan identitas yang tumpang tindih secara eksklusif. Contoh: Suku A hanya mau bergaul dengan sesama Suku A dan hanya beragama X. Ini bisa memicu konflik karena pengkotak-kotakan yang tajam.

 

10. Faktor Keturunan dalam Status Sosial

Faktor keturunan menghasilkan apa yang disebut dengan Ascribed Status (Status yang diperoleh tanpa usaha).

a. Penjelasan: Status ini melekat sejak lahir. Seseorang tidak bisa memilih lahir dari keluarga mana.

b. Contoh: Gelar kebangsawanan (Raden, Sultan) atau sistem Kasta. Jika orang tuanya adalah bangsawan, maka anaknya otomatis mendapatkan status sosial tinggi di mata masyarakat tanpa harus bekerja keras terlebih dahulu.


Iklan

Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Cermati teks berikut! Semangat gotong royong Saat ini masyarakat tengah menghadapi cuaca ekstrim akibat musim pancaroba. Musim pancaroba adalah perallihan dari musim panas ke musim hujan, seperti terjadinya hujan deras yang disertai dengan petir dan angin kencang. Kondisi tersebut terjadi di berbagai daerah di indonesia. Bahkan ada beberapa daerah yang dilanda angin puting beliung. Bersyukur kejadian tersebut tidak menyebabkan jatuhnya korban jiwa walaupun kerugian materi yang diderita cukup besar. Tindakan warga sekitar sangat cepat, mereka segera membantu warga yang terkena dampak bencana. Mereka juga secara swadaya menyediakan bahan-bahan bangunan dan tenaga untuk memperbaiki bangunan-bangunan yang rusak. Peran para pemuka agama juga cukup besar bagi warga yang terkena bencana, mereka memberikan bimbingan mental atau nasehat agar warga tetap tabah dan tidak patah semangat dalam menghadapi bencana tersebut. Mereka memotivasi warga agar dapat menghadapi bencana tersebut agar dapat bangkit dan segera melakukan tindakan- tindakan yang diperlukan untuk memperbaiki keadaan ke kondisi semula atau bahkan menjadi lebih baik. Pihak pemerintah daerah juga melakukan berbagai upaya pertolongan, seperti pendirian posko pengungsian dan dapur umum serta penyediaan tenaga medis dan tenaga SAR untuk membantu warga yang terdampak. Pemerintah juga segera memperbaiki sarana dan prasarana umum yang rusak serta menyediakan bantuan untuk rekonstruksi rumah warga yang rusak. Berkat partisipasi dan tindakan cepat dari berbagai pihak tersebut, proses pemulihan lokasi bencana dapat berjalan dengan baik dan lancar. Wargapun dapat kembali beraktifitas seperti semula Berdasarkan teks semangat gotong royong, perhatikan paragraf pertama pada kalimat "Tindakan warga sekitar sangat cepat, mereka segera membantu warga yang terkena dampak bencana. Mereka juga secara swadaya menyediakan bahan-bahan bangunan dan tenaga untuk memperbaiki bangunan-bangunan yang rusak." Kalimat tersebut merupakan contoh dari tindakan sosial yaitu..... A. tindakan afektif B. tradisional C. berorientasi nilai D. rasional instrumental E. insidental

3

0.0

Jawaban terverifikasi

[1] Gaya hidup sedentari alias kurang gerak atau mager (malas gerak) adalah masalah yang sering dialami oleh penduduk perkotaan. [2] Bekerja di depan layar komputer sepanjang hari, kelamaan terjebak macet di jalan,atau hobi main gim tanpa diimbangi olahraga merupakan bentuk dari gaya hidup sedentari. [3] Jika Anda termasuk salah satu orang yang sering melakukan berbagai rutinitas tersebut, Anda harus waspada. [4] Pasalnya, gaya hidup sedentari sangat berbahaya karena membuat Anda berisiko terkena diabetes tipe 2. [5] Gaya hidup sedentari menyebabkan masyarakat, terutama penduduk kota, malas bergerak. [6] Coba ingat-ingat, dalam sehari ini, sudah berapa kali Anda dalam menggunakan aplikasi online untuk memenuhi kebutuh Anda? [7] Selain itu, tilik juga berapa banyak langkah yang sudah Anda dapatkan pada hari ini? [8] Seiring dengan pengembangan teknologi yang makin canggih, apa pun yang Anda butuhkan kini bisa langsung diantar ke ruangan kantor Anda atau depan rumah. [9] Selain hemat waktu, Anda pun jadi tak perlu mengeluarkan energi untuk mendapatkan apa yang Anda mau. [10] Namun, tahukah Anda bahwa segala kemudahan tersebut menyimpan bahaya bagi tubuh Anda? [11] Minimnya aktifitas fisik karena gaya hidup ini membuatmu berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes. [12] Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa gaya hidup ini juga termasuk 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. [13] Selain itu, data terbaru dari Riskedas 2018 menguak bahwa DKI Jakarta merupakan provinsi dengan tingkat diabetes melitus tertinggi di Indonesia. [14] Ini menunjukkan bahwa gaya hidup mager amat erat kaitannya dengan tingkat diabetes di perkotaan. Bentuk bahasa yang sejenis dengan mager pada kalimat 1 adalah.... a. magang b. oncom c. rudal d. pugar

11

5.0

Jawaban terverifikasi