Zena Z

12 November 2022 11:42

Iklan

Zena Z

12 November 2022 11:42

Pertanyaan

1. Adakah hubungan antara mobilitas sosial dengan konflik? 2. Jika ada berikan contohnya. 3. Adakah hubungan antara pluralitas dengan konflik? 4. Jika ada berikan contohnya.

1. Adakah hubungan antara mobilitas sosial dengan konflik?
2. Jika ada berikan contohnya.
3. Adakah hubungan antara pluralitas dengan konflik?
4. Jika ada berikan contohnya.

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

21

:

40

:

49

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Cyess C

13 November 2022 00:21

Jawaban terverifikasi

<p>1.)Tentu ada,hubungan antara mobilitas sosial dengan konflik adalah dengan semakin meningkatnya keinginan masyarakat untuk berubah ke lapisan diatasnya sesuai kondisi yang terjadi di lingkungan masyarakat, maka konflik sosial akan kemungkinan besar terjadi.</p><p>2.)Sebagai contoh : Pak Dudu dan Bu Hafin mencalonkan dirinya menjadi Kepala Desa.Warga Desa lebih menyenangi Bu Hafin karena sikap ramah,tegas dan baik nya kepada seluruh warga Desa.Keduanya akan bersaing.Namun yang terpilih adalah Pak Dudu.Dalam hal ini,kemungkinan terjadinya konflik akan besar antara Pak Dudu dan Bu Hafin,dan juga warga Desa,karena warga Desa lebih percaya kepada Bu Hafin.</p><p>3.)Tentu ada, hubungan pluralitas dan konflik<br>cenderung terjadi lebih besar karena terdapat perbedaan-perbedaan/keberagaman antar masyarakat, misalnya perbedaan suku.Kelompok-kelompok berbeda yang sering terlibat konflik biasanya kelompok/individu yang tidak bersikap toleransi dan bersifat Sukuisme.</p><p>4.)Contohnya : Mira adalah seorang anak yang berasal dari Suku A,dan Gea adalah seorang anak dari suku C.Mira menanggapi bahwa tradisi suku C sangat aneh dan tidak masuk akal,dan dia menganggap seluruh tradisi pada suku nya lebih baik dan masuk akal.Si Mira ini tidak bisa bertoleransi dan Gea pasti tersinggung.Otomatis akan terjadinya konflik antara Gea dan Mira.</p>

1.)Tentu ada,hubungan antara mobilitas sosial dengan konflik adalah dengan semakin meningkatnya keinginan masyarakat untuk berubah ke lapisan diatasnya sesuai kondisi yang terjadi di lingkungan masyarakat, maka konflik sosial akan kemungkinan besar terjadi.

2.)Sebagai contoh : Pak Dudu dan Bu Hafin mencalonkan dirinya menjadi Kepala Desa.Warga Desa lebih menyenangi Bu Hafin karena sikap ramah,tegas dan baik nya kepada seluruh warga Desa.Keduanya akan bersaing.Namun yang terpilih adalah Pak Dudu.Dalam hal ini,kemungkinan terjadinya konflik akan besar antara Pak Dudu dan Bu Hafin,dan juga warga Desa,karena warga Desa lebih percaya kepada Bu Hafin.

3.)Tentu ada, hubungan pluralitas dan konflik
cenderung terjadi lebih besar karena terdapat perbedaan-perbedaan/keberagaman antar masyarakat, misalnya perbedaan suku.Kelompok-kelompok berbeda yang sering terlibat konflik biasanya kelompok/individu yang tidak bersikap toleransi dan bersifat Sukuisme.

4.)Contohnya : Mira adalah seorang anak yang berasal dari Suku A,dan Gea adalah seorang anak dari suku C.Mira menanggapi bahwa tradisi suku C sangat aneh dan tidak masuk akal,dan dia menganggap seluruh tradisi pada suku nya lebih baik dan masuk akal.Si Mira ini tidak bisa bertoleransi dan Gea pasti tersinggung.Otomatis akan terjadinya konflik antara Gea dan Mira.


Iklan

Nanda R

Community

24 Maret 2024 08:09

Jawaban terverifikasi

<ol><li><strong>Hubungan antara Mobilitas Sosial dengan Konflik</strong>: Ya, ada hubungan antara mobilitas sosial dengan konflik. Mobilitas sosial, baik vertikal (naik turun kelas sosial) maupun horizontal (perpindahan antar kelompok sosial tanpa perubahan status), dapat menjadi penyebab atau pemicu konflik dalam masyarakat. Perubahan dalam struktur sosial sering kali menimbulkan ketidakpuasan atau ketegangan di antara kelompok-kelompok yang terlibat, terutama jika perubahan tersebut dirasa tidak adil atau merugikan satu kelompok tertentu. Hal ini dapat memicu konflik antar-kelompok, antara yang berusaha mempertahankan status quo dan yang ingin meraih perubahan.</li><li><strong>Contoh Hubungan Mobilitas Sosial dengan Konflik</strong>: Contoh konkretnya adalah ketika terjadi perubahan ekonomi yang signifikan di suatu masyarakat, seperti perubahan dalam sistem ekonomi atau perubahan teknologi yang menyebabkan pergeseran besar dalam lapangan pekerjaan. Hal ini bisa memicu konflik antara kelompok-kelompok yang mengalami peningkatan mobilitas sosial dengan kelompok-kelompok yang merasa terpinggirkan atau kehilangan posisi atau keuntungan ekonomi yang mereka miliki sebelumnya.</li><li><strong>Hubungan antara Pluralitas dengan Konflik</strong>: Ya, ada hubungan antara pluralitas (keberagaman) dengan konflik. Ketika terdapat pluralitas dalam masyarakat, baik dalam hal agama, etnisitas, budaya, atau pandangan politik, hal ini dapat menjadi sumber konflik jika tidak dielola dengan baik. Perbedaan-perbedaan tersebut dapat menciptakan ketegangan antar-kelompok yang berbeda, terutama jika ada ketidakadilan, diskriminasi, atau persaingan yang terjadi di antara mereka.</li><li><strong>Contoh Hubungan Pluralitas dengan Konflik</strong>: Contohnya adalah konflik etnis atau agama yang sering terjadi di berbagai belahan dunia, di mana perbedaan identitas budaya atau agama menjadi sumber ketegangan antar-kelompok. Misalnya, konflik antara kelompok etnis yang berbeda di negara-negara Afrika atau konflik agama yang terjadi di Timur Tengah. Dalam kasus ini, pluralitas budaya atau agama menjadi pemicu konflik antara kelompok-kelompok yang berbeda.</li></ol><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>

  1. Hubungan antara Mobilitas Sosial dengan Konflik: Ya, ada hubungan antara mobilitas sosial dengan konflik. Mobilitas sosial, baik vertikal (naik turun kelas sosial) maupun horizontal (perpindahan antar kelompok sosial tanpa perubahan status), dapat menjadi penyebab atau pemicu konflik dalam masyarakat. Perubahan dalam struktur sosial sering kali menimbulkan ketidakpuasan atau ketegangan di antara kelompok-kelompok yang terlibat, terutama jika perubahan tersebut dirasa tidak adil atau merugikan satu kelompok tertentu. Hal ini dapat memicu konflik antar-kelompok, antara yang berusaha mempertahankan status quo dan yang ingin meraih perubahan.
  2. Contoh Hubungan Mobilitas Sosial dengan Konflik: Contoh konkretnya adalah ketika terjadi perubahan ekonomi yang signifikan di suatu masyarakat, seperti perubahan dalam sistem ekonomi atau perubahan teknologi yang menyebabkan pergeseran besar dalam lapangan pekerjaan. Hal ini bisa memicu konflik antara kelompok-kelompok yang mengalami peningkatan mobilitas sosial dengan kelompok-kelompok yang merasa terpinggirkan atau kehilangan posisi atau keuntungan ekonomi yang mereka miliki sebelumnya.
  3. Hubungan antara Pluralitas dengan Konflik: Ya, ada hubungan antara pluralitas (keberagaman) dengan konflik. Ketika terdapat pluralitas dalam masyarakat, baik dalam hal agama, etnisitas, budaya, atau pandangan politik, hal ini dapat menjadi sumber konflik jika tidak dielola dengan baik. Perbedaan-perbedaan tersebut dapat menciptakan ketegangan antar-kelompok yang berbeda, terutama jika ada ketidakadilan, diskriminasi, atau persaingan yang terjadi di antara mereka.
  4. Contoh Hubungan Pluralitas dengan Konflik: Contohnya adalah konflik etnis atau agama yang sering terjadi di berbagai belahan dunia, di mana perbedaan identitas budaya atau agama menjadi sumber ketegangan antar-kelompok. Misalnya, konflik antara kelompok etnis yang berbeda di negara-negara Afrika atau konflik agama yang terjadi di Timur Tengah. Dalam kasus ini, pluralitas budaya atau agama menjadi pemicu konflik antara kelompok-kelompok yang berbeda.

 

 

 


 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Pertandingan sepak bola antara dua kesebelasan menunjukkan bentuk hubungan sosial …. a. Kelompok dengan kelompok b. Individu dengan kelompok c. Individu dengan Individu d. Kelompok dengan individu

4

2.3

Jawaban terverifikasi