Aisyun N

08 September 2023 10:57

Iklan

Aisyun N

08 September 2023 10:57

Pertanyaan

- Émile Durkheim - Ibnu Khaldun 1. Jelaskan biografi kedua tokoh tersebut! 2. Jelaskan teori yang disampaikan oleh kedua tokoh tersebut! 3. Termasuk dalam tokoh sosiologi klasik atau modern kedua tokoh tersebut?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

08

:

02

:

29

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Sahel S

08 September 2023 12:14

Jawaban terverifikasi

<p>1. Émile Durkheim adalah seorang sosiolog Prancis yang lahir pada tahun 1858 dan meninggal pada tahun 1917. Durkheim dianggap sebagai salah satu tokoh pendiri sosiologi modern. Ia dilahirkan di wilayah Lorraine, Prancis, dan menerima pendidikan awal di sekolah agama Yahudi. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, Durkheim melanjutkan pendidikan di École Normale Supérieure di Paris, tempat ia belajar filsafat, sejarah, dan ilmu sosial.</p><p>Durkheim mengabdikan sebagian besar kariernya untuk mengembangkan dan mempromosikan sosiologi sebagai ilmu mandiri. Dia adalah profesor sosiologi pertama di Prancis dan mendirikan jurnal ilmiah sosiologi pertama di dunia yang bernama "L'Année Sociologique". Durkheim juga mengajar di Universitas Bordeaux, di mana ia terkenal karena penelitian dan karyanya yang kuat.</p><p>2. Émile Durkheim mengembangkan beberapa teori penting dalam sosiologi. Salah satu kontribusinya yang paling terkenal dan diakui adalah konsep solidaritas sosial. Dalam karyanya yang berjudul "The Division of Labor in Society" (1893), Durkheim membedakan dua bentuk solidaritas sosial: solidaritas mekanis dan solidaritas organik.</p><p>Solidaritas mekanis merujuk pada kondisi masyarakat yang homogen, di mana individu-individu memiliki nilai-nilai, norma, dan kepercayaan yang sama. Solidaritas organik merujuk pada masyarakat yang heterogen, di mana individu-individu memiliki peran dan fungsi yang berbeda dalam memenuhi kebutuhan sosial dan ekonomi. Durkheim juga menyoroti pentingnya formalisasi hukum dan peraturan sebagai sarana untuk mempertahankan solidaritas sosial dalam masyarakat modern.</p><p>3. Kedua tokoh tersebut adalah tokoh sosiologi klasik. Kedua tokoh ini memainkan peran penting dalam membentuk dasar-dasar disiplin sosiologi modern melalui kontribusi mereka dalam mengembangkan teori-teori dan metode-metode kunci sosiologi. Mereka membantu membentuk pemikiran tentang struktur sosial, interaksi sosial, proses sosial, dan sistem sosial. Konsep dan teori Durkheim dan Ibnu Khaldun masih dipelajari dan relevan dalam studi sosiologi hingga saat ini.</p>

1. Émile Durkheim adalah seorang sosiolog Prancis yang lahir pada tahun 1858 dan meninggal pada tahun 1917. Durkheim dianggap sebagai salah satu tokoh pendiri sosiologi modern. Ia dilahirkan di wilayah Lorraine, Prancis, dan menerima pendidikan awal di sekolah agama Yahudi. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, Durkheim melanjutkan pendidikan di École Normale Supérieure di Paris, tempat ia belajar filsafat, sejarah, dan ilmu sosial.

Durkheim mengabdikan sebagian besar kariernya untuk mengembangkan dan mempromosikan sosiologi sebagai ilmu mandiri. Dia adalah profesor sosiologi pertama di Prancis dan mendirikan jurnal ilmiah sosiologi pertama di dunia yang bernama "L'Année Sociologique". Durkheim juga mengajar di Universitas Bordeaux, di mana ia terkenal karena penelitian dan karyanya yang kuat.

2. Émile Durkheim mengembangkan beberapa teori penting dalam sosiologi. Salah satu kontribusinya yang paling terkenal dan diakui adalah konsep solidaritas sosial. Dalam karyanya yang berjudul "The Division of Labor in Society" (1893), Durkheim membedakan dua bentuk solidaritas sosial: solidaritas mekanis dan solidaritas organik.

Solidaritas mekanis merujuk pada kondisi masyarakat yang homogen, di mana individu-individu memiliki nilai-nilai, norma, dan kepercayaan yang sama. Solidaritas organik merujuk pada masyarakat yang heterogen, di mana individu-individu memiliki peran dan fungsi yang berbeda dalam memenuhi kebutuhan sosial dan ekonomi. Durkheim juga menyoroti pentingnya formalisasi hukum dan peraturan sebagai sarana untuk mempertahankan solidaritas sosial dalam masyarakat modern.

3. Kedua tokoh tersebut adalah tokoh sosiologi klasik. Kedua tokoh ini memainkan peran penting dalam membentuk dasar-dasar disiplin sosiologi modern melalui kontribusi mereka dalam mengembangkan teori-teori dan metode-metode kunci sosiologi. Mereka membantu membentuk pemikiran tentang struktur sosial, interaksi sosial, proses sosial, dan sistem sosial. Konsep dan teori Durkheim dan Ibnu Khaldun masih dipelajari dan relevan dalam studi sosiologi hingga saat ini.


Aisyun N

08 September 2023 12:57

nomer 1 sama 2 yang Ibnu Khaldun mana kak?

Iklan

Prettis P

10 September 2023 01:31

Jawaban terverifikasi

1. Émile Durkheim: Biografi: Émile Durkheim (1858-1917) adalah seorang sosiolog Prancis yang dianggap sebagai salah satu pendiri sosiologi modern. Dia lahir di Épinal, Prancis, dan belajar di Universitas Paris. Durkheim menjadi profesor sosiologi pertama di Prancis dan memainkan peran penting dalam perkembangan disiplin sosiologi. Teori: Salah satu teori terkenal yang disampaikan oleh Durkheim adalah teori fungsionalisme. Dia memandang masyarakat sebagai entitas yang terdiri dari berbagai institusi sosial yang berfungsi untuk menjaga kohesi sosial dan stabilitas. Dia juga mengkaji konsep anomie (ketidakstabilan sosial) dan teori integrasi sosial. Klasik atau Modern: Émile Durkheim dapat dikategorikan sebagai tokoh sosiologi klasik karena perannya dalam membentuk dasar-dasar pemikiran sosiologi modern. Teorinya masih menjadi dasar penting dalam studi sosiologi saat ini. 2. Ibnu Khaldun: Biografi: Ibnu Khaldun (1332-1406) adalah seorang sejarawan, sosiolog, dan filsuf Arab-Berber yang hidup di Maghreb (Afrika Utara) dan Andalusia (Spanyol Islam). Dia dikenal karena karyanya yang terkenal, "Muqaddimah," yang merupakan sejarah dunia dan analisis sosiologi awal. Ibnu Khaldun memiliki latar belakang yang kaya dalam ilmu pengetahuan dan sejarah. Teori: Salah satu konsep utama yang diperkenalkan oleh Ibnu Khaldun adalah konsep 'Asabiyyah,' yang mengacu pada semangat kebersamaan dan solidaritas dalam masyarakat. Dia juga mengembangkan teori tentang sirkulasi sejarah dan peran perubahan sosial dalam perkembangan masyarakat. Klasik atau Modern: Ibnu Khaldun sering dianggap sebagai salah satu tokoh sosiologi klasik meskipun ia hidup pada masa yang berbeda dengan para sosiolog Barat awal. Karyanya memiliki relevansi yang besar dalam sejarah pemikiran sosiologi.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Identifikasikan lima dampak positif konflik sosial!

18

5.0

Jawaban terverifikasi