Roboguru

Untuk mengetahui corak kehidupan manusia purba, dapat diteliti oleh para ahli arkeologi dari fosil alat-alat atau sisa-sisa kehidupan manusia purba, seperti gua-gua tempat tingal manusia purba atau disebut...

Pertanyaan

Untuk mengetahui corak kehidupan manusia purba, dapat diteliti oleh para ahli arkeologi dari fosil alat-alat atau sisa-sisa kehidupan manusia purba, seperti gua-gua tempat tingal manusia purba atau disebut...

  1. kjokkenmoddinger 

  2. abris sous roche 

  3. walzenbeil 

  4. a cire perdue 

  5. sarkofagus 

Pembahasan Soal:

Mesoithikum atau zaman batu madya berlangsung pada kala Holosen. Manusia pendukung yang hidup pada zaman ini sudah Homo sapiens, seperti Bangsa Negrito dan Weddoid. Adapun hasil kebudayaan Mesolithikum melliputi flakes dan pebble (kapak Sumatera). Sementara kehidupan sosial-ekonominya masih berburu dan meramu atau food gathering dan mulai mengenal bercocok tanam tingkat awal. Selain itu, manusia pada masa Mesolithikum sudah mulai memiliki tempat tinggal meskipun belum menetap (semi-sedenter) dalam gua-gua batu, atau yang biasa dikenal dengan istilah abris sous roche. Selain bertempat tinggal di gua-gua, ada juga kelompok manusia lain yang bertempat tinggal di tepi pantai. Dimana, hidupnya lebih bergantung pada bahan-bahan makanan yang terdapat di laut. Hal ini terbukti dari penemuan-penemuan kulit kerang dan siput dalam jumlah banyak yang membukit yang disebut dengan kjokkenmoddinger.

Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah B.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

A. Acfreelance

Mahasiswa/Alumni Universitas Airlangga

Terakhir diupdate 13 September 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Tabel Corak Kehidupan Masa Praaksara di Indonesia Lengkapilah tabel di bawah ini!

Pembahasan Soal:

Zaman batu tengah disebut juga mesolitikum atau masa berburu dan meramu tingkat lanjutan. Pada zaman ini, manusia hidup di gua-gua dan masih berpindah-pindah. Makanan didapat dengan cara berburu hewan-hewan liar dan buah-buahan dari pepohonan yang ada di hutan. Manusia masih menggunakan alat-alat terbatas yang terbuat dari batu dan tulang dengan bentuk yang lebih baik. Sumber daya alam masih mampu memenuhi kebutuhan hidup manusia. Masa ini terjadi antara 10.000-2500 tahun yang lalu. Pada masa ini corak kehidupan mereka tetap sama seperti sebelumnya, yaitu berburu dan mengumpulkan makanan dari alam. Bedanya, selain alat-alat dari batu, pada masa ini mereka juga mampu membuat alat-alat dari tulang dan kulit kerang. Yang membedakan dengan masa sebelumnya adalah pada masa ini mereka telah mengenal pembagian kerja. Laki-laki berburu sedangkan perempuan mengumpulkan makanan berupa tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan kecil, memasak atau memelihara api, dan membimbing anak. Hal itu jugalah yang membuat mereka mengenal kebiasaan bertempat tinggal secara tidak tetap (semi-sedenter), terutama di gua-gua payung (abris sous roche). Mereka memilih gua-gua yang tidak jauh dari sumber air atau sungan yang terdapat sumber makanan, seperti ikan, kerang dan siput. Selain bertempat tinggal di gua-gua, ada juga kelompok manusia lain yang bertempat tinggal di tepi pantai, yang hidupnya lebih bergantung pada bahan-bahan makanan yang terdapat di laut. Hal ini terbukti dari penemuan-penemuan kulit kerang dan siput dalam jumlah banyak selain tulang belulang manusia dan alat-alatnya di dalam timbunan kulit kerang dan siput yang membukit yang disebut  dengan Kjokkenmoddinger. Pada masa ini pula, untuk pertama kalinya manusia purba menemukan api. Penemuan api tidak terlepas dari perkembangan otak mereka sebagai akibat dari tuntutan menyesuaikan diri dengan perkembangan alam dan lingkungan. Secara khusus, api berperan penting dalam kehidupan gua, seperti menghangatkan tubuh, menghalau binatang buas di malam hari, serta memasak makanan.

Pada tahap akhir masa ini, mereka telah mengenal cara bercocok tanam yang sangat sederhana dan dilakukan secara berpindah-pindah menurut kondisi keseburan tanah Hutan yang dijadikan tanah pertanian dibakar terlebih dahulu dan dibersihkan. Disana, mereka menanam umbi-umbian seperti keladi. Ciri-ciri alat yang digunakan pada zaman batu tengah adalah atat tersebut sudah dihaluskan terutama pada bagian yang dipergunakan. Adapun hasil kebudayaannya adalah.

  1. Sumateralith, nama lain dari alat ini adalah kapak genggam Sumatera. Kapak ini fungsinya sama dengan kapak perimbas namun teknik pembuatannya lebih halus daripada kapak perimbas.
  2. Alat tulang (pebble), alat tulang banyak ditemukan di Jawa Timur. Arkeolog L.J.C van Es berjasa menemukan alat-alat ini. Adapun temuan alat-alat tulang yang terkenal di Jawa iala di Gua Lawa dekat Sampung (Jawa Timur). Di tempat itu, ditemukan juga serpih-bilah sederhana,  lesung batu, mata panah batu yang bersayap dan sudip tulang semacam belati.

Berdasarkan penjelasan di atas  maka jawabannya yaitu corak kehidupan mereka tetap sama seperti sebelumnya, yaitu berburu dan mengumpulkan makanan dari alam. Bedanya, selain alat-alat dari batu, pada masa ini mereka juga mampu membuat alat-alat dari tulang dan kulit kerang. Yang membedakan dengan masa sebelumnya adalah pada masa ini mereka telah mengenal pembagian kerja. Laki-laki berburu sedangkan perempuan mengumpulkan makanan berupa tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan kecil, memasak atau memelihara api, dan membimbing anak. Pada zaman ini telah dikenal juga kehidupan semi-sedenter. Di akhir Zaman Mesolithikum mulai di kenal pula bercocok tanam dengan cara yang sederhana,  dan dilakukan secara berpindah-pindah menurut kondisi keseburan tanah. Adapun peninggalan pada zaman ini adalah kapak genggam Sumatra dan Pebble.

Roboguru

Salah satu periode dalam Zaman Batu adalah mesolitikum. Periode ini berlangsung ketika manusia ...

Pembahasan Soal:

Pembabakan Masa Praaksara yang menggunakan pendekatan arkeologis, dalam arti melihat serangkaian peristiwa di Masa Praaksara yang didasarkan pada peninggalan kehidupan manusia, umumnya terbagi ke dalam empat zaman, yaitu:

  1. Paleolitikum,
  2. Mesolitikum,
  3. Neolitikum, dan
  4. Megalitikum.

Dari keempat babakan tersebut, memiliki kekhasannya masing-masing yang membedakannya dari satu masa dengan masa yang lain, termasuk masa Mesolitikum. Masa Mesolitikum berlangsung sekitar 10.000 tahun lalu. Istilah Mesolitikum sendiri berasal dari bahasa Yunani yakni mesos yang berarti tengah dan lithos berarti batu, dengan kata lain Mesolitikum adalah periode dalam kehidupan manusia di Zaman Batu yang letaknya berada di antara Masa Paleolitikum (Zaman Batu Tua) dan Masa Neolitikum (Zaman Batu Baru). Letaknya yang berada di antara dua masa membuat ciri dan karakteristik masa ini tidak jauh berbeda dari masa sebelumnya, yakni Paleolitikum. Dalam perkembangannya, pada masa Mesolitikum mulai menunjukan kemajuan, yakni dengan mulai hidup secara menetap atau semi nomaden serta mengumpulkan makanan. Hal ini terbukti dengan kehidupan di gua-gua (Abris Sous Roche) dan pencarian makanan yang melebar hingga ke tepian pantai serta dibuktikan dengan temukan sampah kerang (Kjokkenmoddinger).

Jadi, opsi jawaban paling benar adalah D.

Roboguru

Pada masa Mesolitikum, Kebudayaan Kjokkenmoddinger banyak ditemukan. Hal ini menunjukan adanya ...

Pembahasan Soal:

Kjokkenmoddinger merupakan salah satu kebudayaan pada Masa Praaksara yang terjadi sejak Zaman Mesolithikum. Kjokkenmoddinger secara istilah berasal dari Bahasa Denmark, kjokken yang berarti dapur dan modding berarti sampah, dengan kata lain Kjokkenmoddinger merupakan tumpukan sampah berupa cangkang atau kulit kerang dan siput dari sisa kegiatan manusia purba di pesisir pantai.
Tumpukan kulit kerang yang menjulang tinggi mencapai tujuh meter itu, sudah membatu dan berubah jadi fosil. Di Indonesia, Kebudayaan Kjokkenmoddinger ditemukan di sepanjang Pantai Timur Sumatera antara Langsu dan Medan.

Jadi, opsi yang tepat adalah jawaban A.

 

Roboguru

Perlu diketahui bahwa sekalipun belum mengenal tulisan manusia purba sudah mengembangkan kebudayaan dan teknologi berupa hasil-hasil dan nilai-nilai budaya pada praaksara. Teknologi itu bermula dari t...

Pembahasan Soal:

Periode zaman mesolithikum biasa disebut dengan zaman batu tengah. Zaman yang berlangsung 10.000 tahun yang lalu ini dikenal dengan corak kehidupan masyarakat yang telah menetap. Hal ini ditunjukkan dengan beberapa hasil kebudayaannya, yaitu:

  • kjokkenmoddinger, yaitu sampah dapur yang berupa kulit siput dan kerang yang telah menggunung dan tingginya bisa mencapai 7 meter. Kjokkenmoddinger dapat kita temukan di sepanjang pantai timur Sumatera, antara Langsa di Aceh hingga Medan, dan 
  • abris sous roche, yakni rumah goa. Kebudayaan goa ini dapat ditemukan di daerah Besuki atau Bojonegoro. Peninggalan pada periode mesolithikum yang paling tinggi adalah lukisan yang berwarna di dalam goa-goa, gambar tersebut bisa seekor babi hutan yang sedang berlari, atau gambar-gambar cap tangan berwarna merah yang ditemukan di Goa Leang-leang Sulawesi Selatan. 

Maka, kebudayaan pendukung dari zaman mesolithikum adalah kjokkenmoddinger dan abris sous roche.

Roboguru

Sebutkan masing-masing 3 corak kehidupan masyarakat indonesia pada masa Mesolitikum!

Pembahasan Soal:

Zaman Mesolitikum diperkirakan berlangsung pada masa Holosen awal setelah zaman es berakhir. Pendukung kebudayaannya ialah Homo Sapiens yang merupakan manusia cerdas. Untuk penemuannya berupa fosil manusia purba, banyak ditemukan di Sumatra Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Flores. Zaman Mesolithikum memiliki 3 corak kebudayaan yang terdiri dari kebudayaan pebble di Sumatera Timur., kebudayaan tulang/bone culture di Sampung Ponorogo, serta kebudayaan flakes/flakes culture di Toala, Timor dan Rote.

Dengan demikian, tiga corak kehidupan masyarakat indonesia pada masa Mesolitikum adalah kebudayaan pebble, kebudayaan tulang, dan kebudayaan flakes.

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved