Roboguru

Tokoh pemberontakan PKI Madiun yang dikenal sebagai simpatisan PKI sejak lama adalah...

Pertanyaan

Tokoh pemberontakan PKI Madiun yang dikenal sebagai simpatisan PKI sejak lama adalah...

  1. Letnan Kolonel Untung

  2. D.N Aidit

  3. Omar Dhani

  4. Musso

  5. Amir Sjarifuddin

Pembahasan Soal:

Pemberontakan kalangan Sosialis jilid II berlangsung pada 18 September 1948 di Madiun, setelah pada dasawarsa 1920-an golongan ini pernah melakukan hal yang sama pada pemerintah kolonial Hindia Belanda. Pemberontakan PKI 1948 yang dikenal sebagai Peristiwa Madiun bermula dari situasi yang bersifat politis, dalam hal ini Kabinet Amir Sjarifuddin dibubarkan oleh manuver Hatta. Oleh sebab itu, Amir Sjarifuddin yang sosialis menghimpun simpatisan kalangan sosialis untuk bersatu dalam wadah Front Demokrasi Rakyat (FDR) yang terdiri dari Partai Sosialis Indonesia, PKI, Pesindo, PBI, dan Sarbupri. FDR ini bertujuan untuk menentang kabinet Hatta. Kalangani FDR ini lantas beraliansi dengan pihak Partai Komunis Indonesia (PKI) pimpinan Muso. Gerakan politis ini lantas menjelma sebagai sebuah gerakan pemberontakan.

Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah E.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

F. Putri

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Lampung

Terakhir diupdate 04 Juni 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil yang bertempat di Bandung terjadi pada tanggal...

Pembahasan Soal:

Pada tanggal 21-23 Januari tahun 1950 di Bandung Kapten Raymond Westerling memimpin gerakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA). Gerakan APRA ini memberikan ultimatum kepada pemerintahan RIS dan negara pasundan agar mau mengakui APRA sebagai tentara pasundan dan menolak untuk membubarkan negara pasundan. APRA menyerang kota Bandung dan berhasil ditumpas oleh TNI, Westerling melarikan diri keluar negeri dengan menumpang pesawat Catalina milik angkatan laut Belanda.

Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah D.

0

Roboguru

Dari pergolakan DI/TII Jawa Barat dan DI/TII Aceh tersebut apa persamaan dan perbedaannya?

Pembahasan Soal:

Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) adalah pemberontakan yang hendak mendirikan negara dengan dasar syariat Islam di Indonesia, yang disebut dengan Negara Islam Indonesia. Pemberontakan ini dipimpin oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo pada tahun 1948 dan berusaha mendirikan negara berpaham Islam di Jawa Barat. Pemberontakan ini kemudian diikuti oleh pemberontakan serupa di Aceh, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Jawa Tengah. Persamaan dari setiap pemberontakan daerah DI/TII adalah sama-sama mendukung pemberontakan Kartosuwiryo dan memproklamirkan gerakannya sebagai bagian dari Negara Islam Indonesia. Setiap pemberontakan daerah juga mendukung syariat Islam sebagai dasar negara. Namun, perbedannya, setiap pemberontakan daerah memiliki pemimpin sendiri-sendiri dan alasan pemicu pemberontakan. Misalnya, DI/TII Aceh dipimpin oleh Daud Beureuh, sedangkan di jawa Barat dipimpin oleh Kartosuwiryo, penyebab  pemberontakan Kartosuwiryo adalah penolakan Perjanjian Renville, yang menempatkan daerah Jawa Barat di wilayah kekuasaan Belanda. Sedangkan pemicu pemberontakan DI/TI di Aceh adalah dihapusnya provinsi Aceh dan digabungkanya wilayah Aceh dengan Sumatera Utara. Perbedaan yang lainnya adalah, pemberontakan DI/TII Aceh berhasil diselesaikan dengan cara damai setelah dilakukannya “Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh" pada bulan Desember 1962, dan dibentuknya kembali Aceh, sebagai provinsi berstatus daerah istrimewa. Sedang penyelesaian DI/TII di Jawa Barat dilaksanakan melalui operasi militer pagar betis. 

Dengan demikian pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dan Aceh memiliki persamaan dalam mendukung pemberontakan Kartosuwiryo dan memproklamirkan gerakannya sebagai bagian dari Negara Islam Indonesia. Namun, perbedannya, setiap pemberontakan daerah memiliki pemimpin sendiri-sendiri dan alasan pemicu pemberontakan.

0

Roboguru

Potensi ancaman dari dalam negeri yang dihadapi Negara Kesatuan Republik Indonesia diantaranya adalah ...

Pembahasan Soal:

Meskipun Indonesia sudah merdeka, namun potensi perpecahan masih sering terjadi. Hal ini terjadi karena belum stabilnya kondisi politik dan pemerintahan saat itu. Potensi yang dihadapi NKRI dari dalam negeri salah satunya adalah disintegrasi bangsa yang dilakukan melalui gerakan-gerakan separatis berdasarkan sentimen kesukuan atau pemberontakan akibat ketidakpuasan daerah terhadap kebijakan pemerintah pusat. Seperti beberapa peristiwa disintegrasi bangsa yang pernah terjadi setelah kemerdekaan Indonesia diantaranya : pemberontakan PKI 1948, pemberontakan APRA, pemberontakan DI/TII, Pemberontakan Andi Aziz, pemberontakan RMS, pemberontakan PRRI/Permesta dan lain sebagainya. 

Dengan demikian, potensi ancaman dari dalam negeri yang dihadapi Negara Kesatuan Republik Indonesia diantaranya adalah adanya potensi disintegrasi  bangsa.

Jadi, jawaban yang tepat adalah A.

1

Roboguru

Sebagai konsekuensi dari persetujuan Renville, pasukan Siliwangi yang ada di Jawa Barat harus hijrah ke daerah Repulik. Hal ini telah mendorong pasukan Hisbullah dan Sabilillah dibawah pimpinan Kartos...

Pembahasan Soal:

Bentuk dari disintegrasi bangsa salah satunya ialah terjadinya pemberontakan atau pergolakan yang mengancam kesatuan nasional. Adapun yang melatarbelakangi hal tersebut terjadi ialah adanya ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintahan pusat sehingga membuat mereka ingin membangun negara sendiri atau lepas dari NKRI. Gerakan DI/TII dilatarbelakangi oleh keinginan membentuk negara Islam atau Darul Islam di Jawa Barat pada tahun 1948. Gerakan DI/TII sendiri dipimpin oleh Kartosuwiryo. Dalam perkembangannya, gerakan DI/TII sering terlibat kontak senjata dengan pasukan TNI. Hingga akhirnya pada tahun 1959, pemerintah Indonesia melakukan operasi militer pemberantasan DI/TII. Operasi tersebut dikenal dengan "Operasi Pagar Betis". Operasi Pagar Betis bersifat terpadu, dimana tentara menyertakan peran masyarakat untuk mengepung tempat-tempat pasukan DI/TII. Tujuannya adalah untuk mempersempit ruang gerak dan tempur pasukan DI/TII. Akhirnya pada tahun 1962, pemimpin pasukan DII/TII, yakni Kartosuwiryo, berhasil ditangkap. Kartosuwiryo selanjutnya dijatuhi hukuman mati.

Dengan demikian salah satu upaya pemerintah untuk menanggulangi dari pemberontakan DI/TII adalah dengan Operasi Pagar Betis. 

0

Roboguru

Penumpasan pemberontakan Permesta di­selesaikan melalui operasi militer dan per­undingan damai. Uraikan jalannya penumpasan pemberontakan Permesta tersebut!

Pembahasan Soal:

Untuk menumpas aksi Permesta, pemerintah melancarkan operasi gabungan. Operasi tersebut terdiri atas Operasi Merdeka yang dipimpin oleh Letkol Rukminto Hendraningrat dan Operasi Saptamarga I yang dipimpin Letkol Soemarsono dengan Sulawesi Utara bagian tengah sebagai sasaran operasi. Kedua operasi gabungan tersebut berada di bawah komando KSAD Mayor Jenderal A.H. Nasution.

Dengan demikian, operasi militer untuk menumpas pemberontakan Permesta adalah dilakukan dengan Operasi Merdeka dan Operasi Saptamarga I.undefined

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved