Roboguru

Tentukan kepolaran senyawa N2​, HF, dan PCl3​. Jelaskan.

Pertanyaan

Tentukan kepolaran senyawa N2, HF, dan PCl3. Jelaskan.

Pembahasan Soal:

Kepolaran merupakan terbentuknya kutub positif dan negatif akibat adanya pasangan elektron yang lebih tertarik ke salah satu atom disebabkan perbedaan keelektronegatifan. Dengan demikian, molekul yang disusun dari unsur-unsur sama akan memiliki perbedaan keelektronegatifan = 0. Sehingga molekul N2 termasuk senyawa kovalen nonpolar.

Sedangkan molekul HF disusun oleh dua unsur yang memiliki nilai keelektronegatifan berbeda. Unsur H adalah unsur yang sangat elektropositif sedangkan F adalah unsur yang paling elektronegatif. Dengan demikian beda keelektronegatifannya akan besar. Maka molekul HF termasuk senyawa kovalen polar.

Namun demikian, kepolaran dalam suatu molekul tidak terjadi hanya karena perbedaan keelektronegatifan atom-atom yang berikatan saja, melainkan juga karena distribusi elektron dalam molekulnya. Unsur P memiliki 5 elektron valensi, sehingga ketika ada 3 atom Cl berikatan dalam PCl3, terdapat 2 elektron atau sepasang elektron bebas (PEB) pada atom pusat. Gaya tolak PEB jauh lebih kuat dibandingkan gaya tolak pasangan elektron ikatan berdasarkan teori VSEPR, sehingga bentuk molekulnya adalah segitiga piramida.

Daerah PEB akan membentuk kutub negatif dan pada sisi berlawanan akan terbentuk kutub positif. Jika ikatan Cl dengan P digambarkan sebagai vektor, tidak berada pada arah yang berlawanan sehingga resultan vektor atau momen dipolnya tidak sama dengan 0. Dengan demikian, molekul ini bersifat polar.

Jadi, gas nitrogen termasuk nonpolar, sedangkan HF dan PCl3 merupakan molekul polar.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

Q. 'Ainillana

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Yogyakarta

Terakhir diupdate 13 September 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Susunlah setiap kelompok ikatan berikut menurut urutan kenaikan kepolaran ikatan dan tunjukkan kepolaran ikatan dengan lambang  dan . Cl−F,Br−Cl,Cl−Cl

Pembahasan Soal:

Kepolaran molekul adalah pemisahan muatan-muatan yang berlawanan secara keseluruhan dalam molekul. Bentuk molekul berpengaruh terhadap kepolaran molekul. Pada molekul polar terjadi pemisahan antara muatan positif (delta plus) dengan muatan negatif (delta minus sign) yang disebut dipol. Kepolaran ikatan berkaitan dengan nilai keelektronegatifan masing-masing atom. 

Pada Cl bond F, keelektronegatifan F lebih besar daripada Cl sehingga bagian F akan lebih negatif dibanding Cl.

delta plus space space delta minus sign Cl space minus sign space F 

Pada Br bond Cl, keelektronegatifan Cl lebih besar daripada Br sehingga bagian Cl akan lebih negatif dibandung Br.

delta plus space space space delta minus sign Br space minus sign space Cl 

Sedangkan Cl bond Cl adalah molekul nonpolar sehingga tidak terbentuk polar (kutub) pada molekul ini.

Semakin besar perbedaan keelektronegatifan, maka akan semakin kuat kepolarannya. Karena F adalah unsur yang paling elektronegatif, maka perbedaan keelektronegatifan Cl bond F lebih besar dibandingkan Br bond Cl.

Jadi, urutan kenaiakan kepolarannya adalah Cl-Cl (nonpolar) < Br-Cl < Cl-F.

0

Roboguru

Diantara molekul-molekul yang disusun dari atom-atom  yang bersifat polar ditunjukkan oleh nomor...

Pembahasan Soal:

Senyawa bersifat polar karena adanya perbedaan kelektronegatifan dari atom-atom penyusunnya.

Elektronegativitas atom bertambah dari kiri ke kanan dalam satu periode, dan berkurang dari atas ke bawah dalam satu golongan. 

Senyawa begin mathsize 14px style Cl N O end style bukan karena senyawa polar karena perbedaan kelektronegatifan antara atom-atom penyusunnya tidak besar. Beda elektronegatifitas antara atom Cl, N dan O tidak terlalu besar, sehingga bukan termasuk senyawa polar. 

Senyawa begin mathsize 14px style S F subscript 4 end style bukan senyawa polar meskipun pebedaan kelektronegatifan antara atom-atom penyusun tinggi namun karena senyawa tersebut simetris maka elektron tidak akan terpolarisasi. 

Senyawa begin mathsize 14px style H C N end style merupakan senyawa polar karena perbedaan keletronegatifan besar antara atom H dengan atom lainnya sehingga elektron dapat terpolarisasi.

Senyawa begin mathsize 14px style N O end style bukan senyawa polar karena perbedaan kelektronegatifan antara atom-atom penyusunnya tidak besar.

Sehingga senyawa yang merupakan senyawa polar adalah HCN.

Jadi, jawaban yang benar adalah C.undefined 

0

Roboguru

Diketahui dua unsur dengan notasi 4A dan 35B. Jika unsur tersebut berikatan, bentuk molekul dan kepolaran yang terjadi berturut-turut adalah ...

Pembahasan Soal:

menentukan  konfigurasi elektron :

4A = 2, 2, 

35B = 2, 8, 18 , 7

membentuk senyawa sebagai berikut :

Tipe molekul adalah sebagai berikut:

AXnEm

Keterangan:

A = atom pusat

X = pasangan elektron ikatan (PEI)

n = jumlah PEI

E = pasangan elektron bebas (PEB)

m = jumlah PEB

molekul mempunyai :

PEI = 2

PEB = 0

sehingga bentuk molekul dari AX2 adalah linear dan karena tidak memiliki PEB termasuk dalam senyawa non polar.

Jadi, jawaban benar adalah E.

0

Roboguru

Bagaimana pengaruh bentuk molekul terhadap kepolaran senyawa?

Pembahasan Soal:

Kepolaran merupakan terbentuknya kutub akibat adanya pasangan elektron yang lebih tertarik ke salah satu atom. Dalam suatu molekul, kepolaran tidak terjadi tidak hanya karena perbedaan keelektronegatifan atom-atom yang berikatan saja, melainkan juga karena bentuk molekulnya. Bentuk molekul menggambarkan kedudukan atom-atom pada suatu molekul dalam ruang tiga dimensi yang juga menunjukkan sudut-sudut ikatan yang terbentuk dalam suatu molekul.

Pada bentuk molekul simetris (pada umumnya tanpa pasangan elektron bebas) seperti bentuk linier, segitiga planar, tetrahedral, dst., gaya tarik ikatan-ikatan tersebut adalah sama kuat dengan arah yang berlawanan, sehingga jika ikatan tersebut digambarkan sebagai vektor, resultan vektornya sama dengan 0 (momen dipol = 0). Hal ini menyebabkan tidak terbentuk kutub-kutub pada molekul tersebut (nonpolar). 

Sebaliknya jika sudut ikatannya tidak sama besar, atau karena adanya pasangan elektron bebas, bentuk molekul tidak simetris dan arah ikatannya tidak berlawanan (resultan vektornya tidak sama dengan 0). Hal ini mengakibatkan terbentuk daerah yang lebih positif (kutub +) dan daerah yang lebih negatif (kutub -) pada molekul atau bersifat polar.

Contoh bentuk molekul yang bersifat polar adalah molekul air. Dua pasang elektron bebas terkumpul pada daerah atas sehingga terbentuk kutub negatif, sedangkan daerah berlawanan membentuk kutub positif. Ikatan O dengan H jika digambarkan sebagai vektor, tidak berada pada arah yang berlawanan sehingga resultan vektor atau momen dipolnya tidak sama dengan 0.

Bandingkan dengan molekul nonpolar berikut.

Pada molekul CCl4, 4 ikatan C dan Cl tertarik sama kuat dengan arah yang berlawanan, sehingga menghasilkan bentuk molekul yang simetris dan tidak terbentuk kutub (resultan vektornya = 0).

Jadi, kepolaran dipengaruhi oleh distribusi domain elektron pada molekul dan kesimetrisan bentuk molekul.

0

Roboguru

Perhatikan gambar berikut. Senyawa XeOF2​ memiliki molekul dengan bentuk T. Pola dasar dari bentuk molekul tersebut adalah segitiga piramida. Atom pusatnya, yaitu Xe memiliki 5 pasangan elektron pa...

Pembahasan Soal:

  1. Kepolaran menunjukkan adanya bagian atau daerah yang lebih positif dan lebih negatif daripada area lain (terbentuknya kutub) dalam suatu molekul. Molekul XeOF2 memiliki dua pasang elektron bebas yang menempati daerah yang lebih luas (karena daya tolaknya lebih kuat sesuai teori VSEPR). Daerah tersebut akan cenderung lebih negatif sehingga terbentuk kutub negatif. Sedangkan pada daerah berlawanan akan terbentuk kutub positif. Jika ikatan Xe dengan O serta Xe dengan F digambarkan sebagai vektor, resultan vektornya tidak sama dengan nol. Demikian pula gaya tarik ikatan O pada Xe dan F pada Xe tentu tidak sama kuat, sehingga molekul tersebut bersifat polar.
     
  2. Tipe molekul merupakan notasi yang menyatakan banyaknya pasangan elektron pada atom pusat, dapat ditulis dengan format berikut:
    AXmEn 
    m = pasangan elektron ikatan (PEI)
    n = pasangan elektron bebas (PEB)
    Karena molekul tersebut memiliki 3 pasangan elektron ikatan (ikatan rangkap dihitung sebagai 1 domain) dan 2 pasang elektron bebas, tipe molekulnya adalah AX3E2.
     
  3. Hibridisasi merupakan peleburan orbital-orbital dari tingkat energi berbeda menjadi orbital yang energinya setingkat atau setara. Orbital yang dimaksud adalah orbital elektron valensi unsur-unsur yang berikatan. Oleh sebab itu, tentukan konfigurasi elektron Xe
    54Xe=[Kr]5s24d105p6 
    Berikut adalah gambar orbital-orbital elektron valensi Xe (elektron pada kulit ke-5)

    Karena Xe akan berikatan dengan O dan F, sementara orbital s dan p telah penuh, kita perlu sediakan orbital berikutnya (orbital d) dan mengeksitasi elektron-elektron tersebut agar dapat berpasangan dengan elektron dari O dan F.

    Konfigurasi elektron F dan O:
    8O=[He]2s22p49F=[He]2s22p5

    Maka 2 orbital setengah penuh pada 5p dari Xe akan diisi oleh dua elektron dari F, sedangkan elektron O akan mengisi orbital 5d pertama (sebagai ikatan σ) dan orbital 5d kedua sebagai ikatan π (ikatan rangkap dengan O). Perlu diketahui bahwa pada ikatan rangkap terdapat ikatan σ dan ikatan π. Dua pasang elektron pada 5s dan 5p pertama merupakan 2 pasang elektron bebas.

    Dengan demikian, orbital hibridisasinya adalah sp3d dengan bentuk orbital hibrida bipiramida trigonal. Pola dasar dari molekul tersebut bukan segitiga piramida, melainkan segitiga bipiramida. Hal ini juga dibuktikan dari teori VSEPR dimana jumlah domain elektronnya (PEB + PEI) sama dengan 5, dimana AX5 merupakan bentuk molekul segitiga bipiramida..
     
  4. Bentuk T merupakan turunan dari  bentuk dasar segitiga bipiramida yang orbital hibridisasinya sp3d (5 pasang elektron terlibat). Dengan adanya 2 PEB tipe molekul ini AX3E2 (bentuk T). Jika ada sepasang elektron bebas lagi, yaitu dengan tipe molekul AX3E3, ternyata menghasilkan bentuk molekul yang sama, yaitu bentuk T. Namun bentuk dasarnya adalah oktahedral (6 pasang elektron terlibat), sedangkan orbital hibridisasinya adalah sp3d2.

Jadi, molekul tersebut polar, tipe molekul AX3E2, orbital hibridisasinya sp3d, dan orbital hibridisasi lain dengan bentuk molekul yang sama sp3d2.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved