Roboguru

Tekanan osmosis rata-rata dalam darah adalah 7,7 atm pada suhu  maka konsentrasi glukosa () yang bersifat isotonik dengan darah adalah ....

Pertanyaan

Tekanan osmosis rata-rata dalam darah adalah 7,7 atm pada suhu 25 space degree C maka konsentrasi glukosa (C subscript 6 H subscript 12 O subscript 6) yang bersifat isotonik dengan darah adalah ....space

  1. 0,31 Mspace

  2. 0,59 Mspace

  3. 1,65 Mspace

  4. 3,18 Mspace

  5. 3,75 Mspace

Pembahasan Soal:

Proses perpindahan molekul pelarut dari larutan encer ke larutan yang lebih pekat atau dari pelarut murni ke suatu larutan melalui selaput semipermeabel disebut peristiwa osmosis. Peristiwa osmosis akan berlangsung hingga dicapai suatu kesetimbangan atau hingga kedua larutan isotonis. Hal ini ditandai dengan berhentinya perubahan volume larutan. Perbedaan volume dua larutan pada kesetimbangan menghasilkan suatu tekanan yang disebut tekanan osmosis. Tekanan osmosis dapat juga diartikan sebagai tekanan yang diberikan untuk mencegah terjadinya peristiwa osmosis. 
 
Menurut Van’t Hoff, tekanan osmotik larutan-larutan encer dapat dihitung dengan rumus yang serupa dengan persamaan gas ideal, yaitu:  


pi double bond M cross times R cross times T cross times i (persamaan 1)

Keterangan, 

pi = tekanan osmosis
M = molaritas larutan
R = tetapan gas ( 0,082 L atm/mol K)
T = suhu ( Kelvin )
i  = faktor van't hoff (untuk larutan elektrolit)

Larutan isotonis adalah larutan yang memiliki tekanan osmosis yang sama, artinya tekanan osmosis rata-rata dalam darah  sama dengan tekanan osmosis larutan glukosa. Menggunakan persamaan 1 untuk menentukan konsentrasi glukosa. Karena larutan glukosa termasuk larutan non elektrolit maka tidak dipengaruhi faktor van't hoff. 


pi subscript darah double bond pi subscript glukosa 7 comma 7 space space space space space equals M cross times R cross times T open parentheses kelvin close parentheses 7 comma 7 space space space space space equals M cross times 0 comma 082 cross times left parenthesis 25 plus 273 right parenthesis M space space space space space space space equals fraction numerator 7 comma 7 over denominator 24 comma 44 end fraction equals 0 comma 31 space M     


Jadi, kesimpulannya molaritas larutan glukosa tersebut adalah 0,31 Mspace

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

B. Rohmawati

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Semarang

Terakhir diupdate 13 September 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Larutan yang isotonis dengan asam nitrat 0,2 M adalah ....

Pembahasan Soal:

Larutan isotonis adalah larutan yang mempunyai konsentrasi zat terlarut yang sama (tekanan osmotik yang sama) seperti larutan lain, sehingga tidak ada pergerakan air. Persamaan untuk larutan isotonis dapat dituliskan menjadi :

isotonis space colon space open parentheses pi 1 close parentheses equals open parentheses pi 2 close parentheses

Untuk dapat mengetahui larutan yang isotonis dengan asam nitrat 0,2 M, maka harus ditentukan terlebih dahulu besar tekanan osmotik untuk lalrutan asam nitrat 0,2 M, sebagai berikut : 

H N O subscript 3 yields H to the power of plus sign and N O subscript 3 to the power of minus sign space left parenthesis i equals 2 right parenthesis open parentheses pi 1 close parentheses subscript H N O subscript 3 end subscript equals M space x space R space x space T space x space i open parentheses pi 1 close parentheses subscript H N O subscript 3 end subscript equals 0 comma 2 space x space R space x space T space x space 2 open parentheses pi 1 close parentheses subscript H N O subscript 3 end subscript equals 0 comma 4 space RT  italic A. space italic a italic l italic u italic m italic u italic n italic i italic u italic m space italic s italic u italic l italic f italic a italic t space 0 comma 08 space italic M Al subscript 2 open parentheses S O subscript 4 close parentheses subscript 3 yields 2 Al and 3 S O subscript 4 to the power of 2 minus sign space left parenthesis i equals 5 right parenthesis open parentheses pi 2 close parentheses subscript Al subscript 2 open parentheses S O subscript 4 close parentheses subscript 3 end subscript open parentheses pi 2 close parentheses subscript Al subscript 2 open parentheses S O subscript 4 close parentheses subscript 3 end subscript equals M space x space R space x space T space x space i open parentheses pi 2 close parentheses subscript Al subscript 2 open parentheses S O subscript 4 close parentheses subscript 3 end subscript equals 0 comma 08 space xRxTx space 5 open parentheses pi 2 close parentheses subscript Al subscript 2 open parentheses S O subscript 4 close parentheses subscript 3 end subscript equals 0 comma 4 space RT   B point space ferri space bromida space 0 comma 2 space M Fe Br subscript 3 yields Fe to the power of 3 plus sign and 3 Br to the power of negative sign space end exponent left parenthesis i equals 4 right parenthesis open parentheses pi 2 close parentheses subscript Fe Br subscript 3 end subscript equals M space x space R space x space T space x space i open parentheses pi 2 close parentheses subscript Fe Br subscript 3 end subscript equals 0 comma 2 space xRxTx space 4 open parentheses pi 2 close parentheses subscript Fe Br subscript 3 end subscript equals 0 comma 8 space RT  C point space Asam space klorida space 0 comma 3 space M H Cl yields H to the power of plus sign and Cl to the power of negative sign space end exponent left parenthesis i equals 2 right parenthesis open parentheses pi 2 close parentheses subscript HCl equals M space x space R space x space T space x space i open parentheses pi 2 close parentheses subscript HCl equals 0 comma 3 space xRxTx space 4 open parentheses pi 2 close parentheses subscript HCl equals 1 comma 2 space RT  D point space magnesium space sulfat space 0 comma 4 space M Mg S O subscript 4 yields Mg to the power of 2 plus sign and S O subscript 4 to the power of 2 minus sign space left parenthesis i equals 2 right parenthesis open parentheses pi 2 close parentheses subscript Mg S O subscript 4 end subscript equals M space x space R space x space T space x space i open parentheses pi 2 close parentheses subscript Mg S O subscript 4 end subscript equals 0 comma 4 space xRxTx space 4 open parentheses pi 2 close parentheses subscript Mg S O subscript 4 end subscript equals 1 comma 6 space RT  E point space urea space 0 comma 5 space M C O open parentheses N H subscript 2 close parentheses subscript 2 yields non space leketrolit space left parenthesis i equals 1 right parenthesis open parentheses pi 2 close parentheses subscript C O open parentheses N H subscript 2 close parentheses subscript 2 end subscript open parentheses pi 2 close parentheses subscript C O open parentheses N H subscript 2 close parentheses subscript 2 end subscript equals M space x space R space x space T space x space i open parentheses pi 2 close parentheses subscript C O open parentheses N H subscript 2 close parentheses subscript 2 end subscript equals 0 comma 5 space xRxTx space 1 open parentheses pi 2 close parentheses subscript C O open parentheses N H subscript 2 close parentheses subscript 2 end subscript equals 0 comma 5 space RT

sehingga larutan yang isotonis dengan asam nitrat 0,2 M adalah alumunium sulfat 0,08 Mspacekarena memiliki tekanan osmotik yang sama yaitu 0,4RT.

Jadi, jawaban yang benar adalah  A.

1

Roboguru

Larutan yang isotonik dengan larutan  0,2 M adalah larutan ....

Pembahasan Soal:

Larutan isotonik adalah larutan yang memiliki tekanan osmosis yang sama. Besarnya tekanan osmosis hanya dipengaruhi oleh jumlah partikel zat terlarut. Jadi jika jumlah partikelnya sama maka tekanan osmosisnya juga sama. 

Larutan yang isotonik dengan larutan KCl 0,2 M adalah larutan yang mempunyai jumlah partikel terlarut sama. Karena KCl termasuk larutan elektrolit maka jumlah partikel terlarutnya dipengaruhi faktor van't hoff (i). Nilai i larutan KCl sama dengan jumlah ionnya, karena KCl merupakan elektrolit kuat. 


Jumlah space partikel space K Cl double bond M cross times i equals 0 comma 2 cross times 2 equals 0 comma 4 


Jadi, larutan yang isotonik dengan larutan KCl adalah larutan glukosa 0,4 M space

0

Roboguru

Jika larutan glukosa (Mr = 180) dalam air pada suhu 27 °C isotonik dengan larutan sukrosa (Mr = 342) yang mengandung 10,26 gram sukrosa dalam 500 mL air pada suhu 57 °C, maka konsentrasi larutan gluko...

Pembahasan Soal:

Isotonis merupakan suatu kondisi dimana dua larutan berbeda memiliki tekanan osmotik yang sama. Pada hal ini artinya tekanan osmotik larutan glukosa sama dengan tekanan osmotik larutan sukrosa, sehingga perhitungannya dapat ditunjukkan sebagai berikut.

Menghitung Tekanan Osmotik Larutan Sukrosa

Hitung terlebih dahulu konsentrasi larutan sukrosa:

table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row M equals cell massa over M subscript r cross times fraction numerator 1000 over denominator V space larutan space open parentheses mL close parentheses end fraction end cell row blank equals cell fraction numerator 10 comma 26 space g over denominator 342 space g forward slash mol end fraction cross times fraction numerator 1000 over denominator 500 space mL end fraction end cell row blank equals cell 0 comma 06 space M end cell end table

Selanjutnya, menghitungan tekanan osmotik larutan sukrosa:

pi subscript sukrosa double bond M cross times R cross times T pi subscript sukrosa equals 0 comma 06 space M cross times 0 comma 082 space L space atm space mol to the power of negative sign 1 end exponent space K to the power of negative sign 1 end exponent cross times 330 space K pi subscript sukrosa equals 1 comma 6236 space atm

Keterangan:

M= konsentrasi larutan (molaritas)

R= tetapan gas (0 comma 082 space L space atm space mol to the power of negative sign 1 end exponent space K to the power of negative sign 1 end exponent)

T= suhu larutan (Kelvin) --> suhu sukrosa (K) = 57 degree C plus 273 equals 330 space K

Menghitung Tekanan Osmotik Larutan Glukosa

table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell pi blank subscript glukosa end cell equals cell pi blank subscript sukrosa end cell row cell space pi blank subscript glukosa end cell equals cell 1 comma 6236 space atm end cell end table

Menghitung Konsentrasi Larutan Glukosa

table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell pi subscript glukosa end cell equals cell M cross times R cross times T end cell row cell 1 comma 6236 space atm end cell equals cell M cross times 0082 space L space atm space mol to the power of negative sign 1 end exponent space K to the power of negative sign 1 end exponent cross times 300 space K end cell row M equals cell fraction numerator 1 comma 6236 space atm over denominator 0082 space L space atm space mol to the power of negative sign 1 end exponent space K to the power of negative sign 1 end exponent cross times 300 space K end fraction end cell row M equals cell 0 comma 06 space molL to the power of negative sign 1 end exponent end cell end table


Konsentrasi larutan glukosa adalah 0 comma 06 space molL to the power of negative sign 1 end exponent

Jadi, jawaban yang tepat adalah B.space

1

Roboguru

Pada suhu  tekanan osmosis rata-rata darah adalah 7,7 atm. Berapakah konsentrasi molar dari larutan glukosa yang isotonik dengan darah?

Pembahasan Soal:

Isotonik adalah memiliki tekanan osmosis yang sama, maka

table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row pi equals cell M middle dot R middle dot T end cell row cell 7 comma 7 space atm end cell equals cell M middle dot 0 comma 082 middle dot 298 space K end cell row M equals cell 0 comma 315 space M end cell end table  

Jadi, konsentrasi larutan glukosa adalah 0,315 M.

0

Roboguru

Perhatikan ilustrasi komposisi larutan berikut!     Pernyataan yang tepat untuk kedua larutan tersebut adalah ....

Pembahasan Soal:

Berdasarkan sifat koligatif larutan, penambahan zat terlarut yang sukar menguap akan menyebabkan penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku dan tekanan osmotik. Semakin besar zat terlarut yang ditambahkan maka akan semakin besar sifat koligatif yang ditimbulkan.

Pada ilustrasi di atas jumlah zat terlarut pada larutan A lebih banyak dibandingkan larutan B, sehingga penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku dan tekanan osmotik larutan A lebih besar dibandingkan larutan B. Berdasarkan konsep tersebut dapat kita simpulan:

  1. Tekanan uap larutan A lebih rendah dari larutan B
  2. Titik didih larutan A lebih tinggi dari larutan B
  3. Titik beku larutan A lebih rendah dari larutan B
  4. Tekanan osmotik larutan A tinggi rendah dari larutan B

Maka, pernyataan yang tepat untuk kedua larutan tersebut adalah titik didih larutan A lebih tinggi daripada larutan B.

Jadi, jawaban yang benar adalah B.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved