Roboguru

Tahun Jawa Islam dimulai pada bulan ...

Pertanyaan

Tahun Jawa Islam dimulai pada bulan ...undefined

Pembahasan Soal:

Kalender Jawa Islam atau penanggalan Jawa pada dasarnya memadukan sistem penanggalan Islam, sistem penanggalan Hindu, dan sedikit menggunakan penanggalan Julian yang merupakan bagian dari budaya barat. Sistem kalender Jawa sendiri memakai dua siklus hari, yaitu siklus mingguan yang terdiri dari tujuh hari (Ahad sampai Sabtu, saptawara) dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari lima hari pasaran (Wage, Pahing, Pon, Legi & Kliwon). Dalam sistem penanggalan Jawa Islam bulan diawali oleh Sura dan diakhiri oleh Besar (Dulkahijjah).

Dengan demikian, bulan pertama dalam penanggalan Jawa adalah Sura.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

C. Sianturi

Terakhir diupdate 13 September 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Salah satu karya besar Sultan Agung yang berkaitan dengan peradaban Islam adalah...

Pembahasan Soal:

Sultan Agung adalah Sultan Mataram keempat yang memerintah dari tahun 1613 hingga 1645. Seorang sultan sekaligus senapati ing ngalaga (panglima perang) yang terampil ia membangun negerinya dan mengkonsolidasikan kesultanannya menjadi kekuatan teritorial dan militer yang besar. Sultan Agung atau Susuhunan Agung merupakan sebutan gelar dari sejumlah besar literatur yang meriwayatkan karena warisannya sebagai raja Jawa, pejuang, budayawan dan filsuf peletak pondasi Kajawen. Keberadaannya mempengaruhi dalam kerangka budaya Jawa dan menjadi pengetahuan kolektif bersama. Salah satu karya Sultan agung yang berkaitan dengan peradaban Islam adalah sebagai pendiri kalender Jawa yang masih digunakan hingga saat ini. Sistem penanggalan yang digunakan oleh Kesultanan Mataram dan berbagai kerajaan pecahannya serta yang mendapat pengaruhnya. Penanggalan ini memiliki keistimewaan karena memadukan sistem penanggalan Islam, sistem Penanggalan Hindu, dan sedikit penanggalan Julian yang merupakan bagian budaya Barat. Sistem kalender Jawa memakai dua siklus hari yaitu: siklus mingguan yang terdiri dari tujuh hari (Ahad sampai Sabtu, saptawara) dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari lima hari pasaran.space 

Dengan demikian, salah satu karya besar Sultan Agung yang berkaitan dengan peradaban Islam adalah sistem kalender Jawa.space

0

Roboguru

Bentuk-bentuk pengaruh Islam di Indonesia antara lain ....

Pembahasan Soal:

Ajaran dan kebudayaan Islam di Indonesia masuk melalui berbagai saluran, seperti perdagangan, perkawinan, pendidikan, tasawuf, hingga kesenian. Ajaran dan kebudayaan Islam ini disebarkan melalui cara damai atau tanpa melalui kekerasan serta pemaksaan. Hal tersebut mengakibatkan ajaran Islam dapat diterima oleh masyarakat luas. Dalam perkembangannya, terjadi akulturasi atau percampuran budaya antara tradisi Islam dengan tradisi Hindu-Buddha serta tradisi asli Nusantara. Hal tersebut membawa pengaruh di berbagai bidang, yaitu sebagai berikut.

  • Bidang Arsitektur bangunan. Pengaruh budaya Islam yang berakulturasi dengan kebudayaan Hindu-Buddha dan kebudayaan nusantara terlihat dari atap bangunan masjid yang berbentuk tumpang. i
  • Bidang seni ukir. Pengaruh Islam terlihat dari ragam hias seni ukir yang menggunakan motif daun-daunan dan bunga serta ditambah seni hias dengan huruf Arab (kaligrafi).
  • Bidang aksara dan sastra. Penggunaan huruf Arab mulai banyak digunakan oleh masyarakat (dalam hal ini pemuka agama) serta berkembangnya karya sastra Islam, seperti Hikayat dan Suluk.
  • Bidang kesenian. Wayang digunakan sebagai media penyebaran ajaran Islam dengan disesuaikan dengan cerita-cerita Islam serta dikembangkannya pertunjukan wayang golek.
  • Sistem kalender. Pada masa Sultan Agung, dibuat sistem kalender Jawa dengan menggabungkan sistem kalender Islam dengan pra Islam.

Dengan demikian, bentuk-bentuk pengaruh Islam di Indonesia terlihat dalam arsitektur bangunan, seni ukir, aksara dan sastra, kesenian, dan sistem kalender. 

0

Roboguru

Rumuskan nilai-nilai karakter yang dapat diperoleh setelah belajar perkembangan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia! Nilai apa saja yang sekiranya dapat kamu amalkan?

Pembahasan Soal:

Dalam mempelajari perkembangan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia, ada beberapa nilai-nilai karakter yang bisa kita amalkan dalam kehidupan antara lain:

  1. Nilai Religius, kita mengetahui bahwa masuknya Islam ke wilayah Indonesia melalui banyak hal sehingga tidak mudah untuk langsung di terima oleh masyarakat. Maka dengan adanya perjuangan para Wali Songo dan tokoh-tokoh Islam lainnya, kita bisa lebih mendalami serta menghayati ajaran agama Islam untuk bisa bisa di aplikasikan dalam kehidupan saat ini.
  2. Nilai Toleransi, adanya penyebaran agama Islam tentunya tidak menghilangkan atau menghapus agama yang sebelumnya sudah ada di masyarakat. Ketika suatu kerajaan berubah menjadi sebuah kesultanan seorang sultan tidak mengucilkan atau membuang rakyatnya yang tidak memeluk agama Islam. Mereka tetap bisa dengan nyaman hidup saling berdampingan.
  3. Nilai Perdamaian, kita sudah ketahui bahwa Islam masuk ke Indonesia dengan berbagia jalur salah satunya yaitu jalur perdagangan. Karena saat itu banyak masyarakat yang melakukan perdagangan, maka Islam bisa masuk dengan pendekatan hal itu, ini membuktikan bahwa Islam masuk tanpa adanya cara kekerasaan atau paksaan. Islam masuk dengan cara damai tanpa menimbulkan konflik.  

Dengan demikian nilai karakter yang bisa kita amalkan dalam kehidupan yaitu nilai religius, nilai toleransi, dan nilai perdamaian. space 

1

Roboguru

Jelaskan tentang nilai-nilai dan unsur budaya yang berkembang pada masa kerajaan Islam yang masih berkelanjutan dalam kehidupan bangsa indonesia pada masa kini!

Pembahasan Soal:

Nilai - nilai dan unsur budaya yang berkembang pada masa kerajaan islam yang masih berkelanjutan dalam kehidupan bangsa indonesia pada masa kini seperti Sekaten di Yogyakarta. Sekaten adalah rangkaian kegiatan tahunan sebagai peringatan Maulid Nabi Muhammad yang diadakan oleh keraton Surakarta dan Yogyakarta. Rangkaian perayaan secara resmi berlangsung dari tanggal 5 dan berakhir pada tanggal 12 Mulud penanggalan Jawa. 

Dengan demikian, nilai dan unsur budaya yang berkembang pada masa kerajaan islam yang masih berkelanjutan dalam kehidupan bangsa indonesia pada masa kini seperti Sekaten di Yogyakarta.

0

Roboguru

Kalender Jawa Islam diperkenalkan oleh ...

Pembahasan Soal:

Sistem penanggalan Kalender Jawa Islam diperkenalkan oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo yang bertahta di Mataram pada abad ke-16 M. Pada kalender Jawa Islam ini biasanya nama bulan dibuat berdasarkan nama bulan pada tahun Hijriyah seperti Rejeb dari Rajab, Ruwah dari (Sya'ba), dll. Penciptaan kalender Jawa Islam ini adalah salah satu upata akulturasi agama dengan budaya. Hal ini dilakukan agar masyarakat di Jawa dapat lebih cepat menerima agama Islam. Hal ini dikarenakan konsep agama yang dijadikan sebagai identitas yang melekat dengan budaya, sebagai jiwa manusia itu sendiri. Pada dasarnya perpaduan atau akulturasi agama dan budaya merupakan salah satu cara yang kerap dilakukan untuk menyebarkan sebuah agama, salah satunya adalah sistem penanggalan kalender Jawa Islam.

Dengan demikian,  kalender Jawa dikenalkan oleh Sultan Agung.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved