Roboguru

Salah seorang keturunan raja Bali yang memerintah sebagai raja di kerajaan Mataram Jawa Timur adalah ....

Pertanyaan

Salah seorang keturunan raja Bali yang memerintah sebagai raja di kerajaan Mataram Jawa Timur adalah ....

  1. Airlangga

  2. Anak Wungsu

  3. Dharmawangsa

  4. Marakata

  5. Udayana

Pembahasan Soal:

Diketahui bahwa terdapat tiga wangsa yang pernah memerintah di kerajaan Mataram, yakni wangsa Sanjaya, wangsa Syailendra dan wangsa Isyana. Pada masa pemerintahan wangsa Isyana, setelah wafatnya Mpu Sindok (929-947) kekuasaan diturunkan kepada anak perempuannya yakni Sri Isanatunggawijaya yang bersuamikan raja Lokapala. Dari pernikahan antara Sri Isanatunggawijaya dengan raja Lokapala ini lahirlah anak laki-laki yakni Makutawangsawardana. Makutawangsawardana diketahui memiliki seorang anak perempuan bernama Mahendradatta atau Gunapriyadharmapatni. Mahendradatta kemudian menikah dengan raja Udayana dari keluarga Warmadewa yang memerintah di Bali. Mahendratta dan Udayana memiliki dua orang anak, anak pertama bernama Airlangga dan anak Kedua bernama Anak Wungsu. Airlangga menggantikan Dharmawangsa memerintah di kerajaan Mataram Jawa Timur, sedangkan adiknya anak wungsu memerintah di Bali dengan nama resmi Sri Dharmawangsawardhana Marakatapangkajasthanottunggadewa.

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

I. Agung

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

Terakhir diupdate 04 Juni 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Berikut yang bukan merupakan faktor pendorong berkembangnya Kerajaan Mataram Kuno adalah…

Pembahasan Soal:

Penyebab kemunduran Kerajaan Mataram Kuno yaitu:

  1. Wafatnya Raja Sanna sehingga kerajaan Mataram menjadi pecah dan kebingungan.
  2. Pernikahan Raja Pramodhawardhani dengan Rakai Pikatan yang beragama Hindu yang kontroversial sehingga menimbulkan berbagai pemberontakan.
  3. Serangan dari Raja Wurawari yang bekerja sama dengan Sriwijaya saat Raja Airlangga berada di Jawa meminang putri Dharmawangsa.

Jadi, jawaban yang tepat adalah E.

0

Roboguru

Perkembangan agama Buddha di Mataram Kuno tidak lepas dari dukungan pemimpinnya, yaitu ....

Pembahasan Soal:

Persaingan politik antar bangsawan dan putera raja dalan Dinasti Sailendra membuat kerajaan Mataram Kuno terpecah dua. Perpecahan ini terjadi tidak hanya dalam jalur politik namun juga berada pada jalur persebaran agama. Rakai Pikatan memimpin Dinasti Sailendra yang memeluk agama Hindu, sementara Dinasti Sailendra yang memeluk agama Buddha dipimpin oleh Balaputradewa.


Kegagalan pemberontakan Balaputradewa mengakibatkan dirinya harus menyingkir ke Sumatera, dan disana Balaputradewa diangkat sebagai Raja Sriwijaya yang dinasti kerajaanya masih satu darah dengan Sailendra. Dalam perannya tersebut, Balaputradewa ikut berkontribusi untuk meluaskan penyebaran dan perkembangan agama Buddha di Mataram.


Dengan demikian, perkembangan agama Buddha di Mataram Kuno tidak terlepas dari peran Balaputradewaundefined 

1

Roboguru

Berikut raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Timur, kecuali….

Pembahasan Soal:

Kerajaan Mataram Kuno adalah kerajaan Hindu-Budha yang ada di Jawa Timur. Kerajaan yang beribu kota di Medang Kamulan ini berdiri pada abad ke-8 M. Kerajaan Mataram Kuno terdapat 3 Wangsa (dinasti) yang pernah berkuasa, yakni:

  1. Wangsa Sanjaya,
  2. Wangsa Syailendra, dan
  3. Wangsa Isana.

Wangsa Sanjaya sendiri adalah pemeluk agama Hindu beraliran Syiwa, Syailendra dianggap sebagai pengikut Budha, dan Isana merupakan wangsa baru yang didirikan oleh Mpu Sendok. Berdasarkan Prasasti Canggal (732), raja yang dianggap pertama kali berkuasa di Kerajaan Mataram adalah Raja Sanna yang kemudian digantikan oleh Sanjaya. Raja Sanjaya dianggap tidak lain adalah keponakan Raja Sanna, yakni putra dari Sannaha atau saudara perempuan Raja Sanna. Hal ini karena Raja Sanna tidak memiliki keturunan sebagai penggantinya. Saat masa pemerintahan Sanjaya yang dimulai dari 717-746 M, Kerajaan Mataram menganut agama Hindu. Raja Sanjaya pada masa itu memimpin sangat bijaksana sehingga rakyatnya hidup makmur, aman, dan tentram. Hal ini sesuai dengan prasasti Canggal yang telah menyebutkan bahwa tanah Jawa kaya akan emas dan padi.

Setelah meninggalnya Sanjaya, Mataram pada masa itu dipimpin oleh Panangkaran atau Syailendra (746-784 M) yang menganut agama Budha beraliran Mahayana. Pada saat itu, agama Hindu dan Budha berkembang bersama di Mataram Kuno. Penganut agama Hindu pada masa itu tinggal di Jawa Tengah bagian utara dan pengikut agama Budha berada dibagian selatan. Kemudian, Syailendra digantikan oleh Rakai Pikatan. Di tahun 850, Rakai Pikatan dari Wangsa Sanjaya menikah dengan Pramodhawardhani dari keluarga Syailendra. Hal ini menyebabkan Wangsa Sanjaya akirnya kembali memerintah Mataran Kuno dan berhasil menyingkirkan Wangsa Syailendra sekaligus mempersatukan dua dinasti tersebut dalam satu kerajaan. Wilayah Mataram berkembang hinga mencapai Jawa Tengan dan Jawa Timur. Sepeninggal Pikatan, Mataram Kuno pada masa itu dikuasai oleh Dyah Balitung (898-910 M). Setelah itu, Mataram diperintah secara berturut-turut oleh Raja Daksa, Raja Tulodung, dan Raja Wawa (924-919) yang kemudian digantikan oleh menantunya bernama Mpu Sindok. Beberapa raja yang pernah memerintah Mataram Kuno, diantaranya adalah:

  1. Sri Isanatunggawijaya
  2. Dharmawangsa
  3. Airlangga
  4. Empu Sendok

Adapun yang bukan raja yang memerintah Mataram Kuno adalah dari Purnawarman yang berasal dari Kerajaan Tarumanegara.

Jadi, jawaban yang tepat adalah B.

0

Roboguru

Pendiri Kerajaan Mataram adalah….

Pembahasan Soal:

Kerajaan Mataram Kuno berdiri pada abad ke-8 M di Jawa Tengah. Pendirian kerajaan ini dikenal dari prasasti Canggal yang berangka tahun 732 M dan ditemukan desa Canggal, ditulis dengan huruf Pallawa dan berbahasa Sansakerta. Prasasti ini berisi memperingati didirikannya sebuah Lingga (berlambang Siwa) diatas sebuah bukit di daerah Kuncarakunca oleh raja Sanjaya. Daerah ini letaknya di Yawadwipa yang kaya raya akan hasil bumi, terutama padi dan emas. Yawadwipa ini mula-mula diperintah oleh raja Sanna, setelah raja Sanna wafat, negaranya menjadi terpecah. Karena tidak adanya perlindungan, raja Sanjaya naik tahta. Raja sanjaya sendiri merupakan putra Sanaha, anak perempuan dari Sanna. Sanjaya memerintah Mataram Kuno pada tahun 717-780 M. Mendirikan sebuah lingga, secara khusus adalah lambang mendirikan sebuah kerajaan.

Dengan demikian, pendiri kerajaan Mataram adalah Sanjaya.

0

Roboguru

Jelaskanlah berdasarkan pemahaman kamu :  Mengapa di Kerajaan Mataram Kuno terdapat dinasti Sanjaya dan Syailendra?

Pembahasan Soal:

Wangsa Sanjaya merupakan penguasa awal di Kerajaan Mataram Kuno, sedangkan Wangsa Syailendra muncul setelahnya yaitu mulai akhir abad ke-8 M. Dengan adanya perkawinan politik ini, maka jalinan kerukunan beragama antara Hindu (Wangsa Sanjaya) dan Buddha (Wangsa Syailendra) semakin erat. Pada akhir abad ke-8 M Dinasti Sanjaya terdesak oleh dinasti lain, yaitu Dinasti Syailendra. Peristiwa ini terjadi ketika Dinasti Sanjaya diperintah oleh Rakai Panangkaran. Hal itu dibuktikan melalui Prasasti Kalasan yang menyebutkan bahwa Rakai Panangkaran mendapat perintah dari Raja Wisnu untuk mendirikan Candi Kalasan (Candi Budha). Walaupun kedudukan raja-raja dari Dinasti Sanjaya telah terdesak oleh Dinasti Syailendra, raja-raja dari Dinasti sanjaya tetap diakui kedudukannya sebagai raja yang terhormat. Hanya harus tunduk terhadap raja-raja Syailendra sebagai penguasa tertinggi atas seluruh Mataram.

Dengan demikian Kerajaan Mataram Kuno terdapat dinasti Sanjaya dan Syailendra karena adanya pergeseran kekuasaan yang semula kerajaan dikuasai oleh dinasti Sanjaya lalu berpindah kepada kekuasaan dinasti Syailendra.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved