Roboguru

Salah satu hasil kebudayaan pada zaman Mesolitikum adalah ditemukannya kjokkenmoddinger. Yang dimaksud dengan kjokkenmoddinger adalah...

Pertanyaan

Salah satu hasil kebudayaan pada zaman Mesolitikum adalah ditemukannya kjokkenmoddinger. Yang dimaksud dengan kjokkenmoddinger adalah...

  1. alat serpih

  2. mata panah

  3. gua karang

  4. sampah dapur

  5. alat penggali tanah

Pembahasan Soal:

Kjokkenmoddinger atau midden, adalah timbunan sisa kerang dan sisa makanan laut lainnya yang dikonsumsi manusia purba dan menumpuk selama ribuan tahun membentuk semacam bukit di pesisir pantai.

Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah D.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

F. Putri

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Lampung

Terakhir diupdate 04 Juni 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Arti salah satu potongan kata Kjokkenmoddinger dalam kebudayaan manusia pada masa Paleolithikum....

Pembahasan Soal:

Semi-sedenter adalah kebiasaan bertempat tinggal secara tidak tetap yang sudah mulai di kenal oleh manusia purba pada Masa Mesolithikum. Mereka memilih gua-gua yang tidak jauh dari sumber air atau sungai. Selain bertempat tinggal di gua-gua, ada juga kelompok manusia lain yang bertempat tinggal di tepi pantai, yang hidupnya lebih bergantung pada bahan-bahan makanan yang terdapat di laut. Hal ini terbukti dari penemuan-penemuan kulit kerang dan siput dalam jumlah banyak selain tulang-berulang manusia dan alat-alatnya di dalam timbunan kulit kerang (remis) dan siput yang membukit yang disebut dengan Kjokkenmoddinger. Kata Kjokkenmoddinger berasal dari bahasa Denmark, Kjokkenmoddinger berasal dari dua suku kata yaitu Kjokken yang artinya dapur dan Modding yang artinya adalah sampah. Sehingga jika digabung, Kjokkenmoddinger memiliki arti harfiah sampah dapur. Dalam wujudnya, Kjokkenmoddinger merupakan tumpukan sampah berupa cangkang atau kulit kerang, siput, serta hewan-hewan sejenis lainnya. Pencetus istilah Kjokkenmoddinger adalah seorang peneliti bernama Japetus Steenstrup. Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan tumpukan kulit kerang sisa-sisa kegiatan manusia purba di kawasan pesisir.
 
Berdasarkan penjelasan di atas maka Kjokkenmoddinger berasal dari dua suku kata yaitu Kjokken yang artinya dapur dan Modding yang artinya adalah sampah. Sehingga jika digabung, Kjokkenmoddinger memiliki arti harfiah sampah dapur.

 

0

Roboguru

Salah satu ciri zaman Mesolitikum adalah ditemukan Kjokkenmoddinger di pesisir pantai timur pulau Sumatera yang diteliti oleh ...

Pembahasan Soal:

Salah satu bukti adanya kehidupan manusia pada pra-aksara adalah ditemukannya kjokkenmoddinger. Kjokkenmoddinger adalah suatu istilah yang berasal dari bahasa Denmark (kjokken= dapur, modding= sampah), secara harfiah diartikan sampah-sampah dapur. Kjokkenmoddinger banyak ditemukan di daerah tepi pantai. Adanya kjokkenmoddinger menunjukkan telah adanya penduduk pantai yang tinggal dalam rumah-rumah yang bertonggak serta kehidupan manusia pra-aksara tergantung dari hasil-hasil laut, seperti siput dan kerang. Mereka memakan siput dengan cara dipatahkan ujungnya, kemudian dihisap isi bagian kepalanya. Kulit-kulit siput itu tidak dimakan dan dibuang. Kulit-kulit siput dan kerang yang dibuang itu menumpuk selama ratusan atau ribuan tahun dan menjadi bukit kerang. Bukit-bukit inilah yang dinamakan kjokkenmoddinger.

Bekas-bekas penemuan kjokkenmoddinger menunjukkan bahwa manusia yang hidup pada zaman tersebut sudah menetap. Tahun 1925, Dr. P.V. Van Stein Callenfels melakukan penelitian di bukit kerang tersebut dan hasilnya banyak ditemukan kapak genggam yang ternyata berbeda dengan Chopper (kapak genggam zaman Paleolithikum). Kapak genggam yang ditemukan di dalam bukit kerang tersebut dinamakan dengan pebble atau kapak Sumatera (Sumatralith) sesuai dengan lokasi penemuannya yaitu di Pulau Sumatera. Selain itu, kjokkenmoddinger juga banyak ditemukan di sepanjang pantai Sumatera Timur Laut, antara Aceh, Langsa, dan Medan.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka jawaban yang tepat adalah E.

0

Roboguru

Kebiasaan manusia pada masa berburu dan meramu tingkat lanjut bertempat tinggal di gua-gua payung. Mereka memilih gua-gua yang tidak jauh dari sumber air atau sungai yang terdapat sumber makanan (ikan...

Pembahasan Soal:

Kjokkenmoddinger yang juga dikenal sebagai sampah dapur atau tumpukan kerang adalah sebuah tempat pembuangan sampah lokal pada masa praaksara. Kjokkenmoddinger terdiri dari sampah makanan dan tumpukan cangkang moluska yang biasa dikonsumsi manusia purba.

Dengan demikian, jawabannya adalah penemuan sampah makanan dan tumpukan cangkang moluska (kjokkenmoddinger).

0

Roboguru

Kebudayaan Kjokkenmoddinger banyak ditemukan pada masa Mesolitikum yang menunjukkan...

Pembahasan Soal:

Kjokkenmoddinger adalah sampah dapur, atau timbunan cangkang kerang yang menumpuk dan sudah terfosilisasi. Terdiri dari sampah makanan dan tumpukan cangkang moluska yang biasa dikonsumsi manusia purba. Kjokkenmoddinger menandakan dimana manusia pernah hidup, atau setidaknya pernah menetap sebelum memutuskan berpindah tempat ketika manusia purba masih hidup secara nomaden, pada umumnya mereka tinggal di gua-gua dekat pantai dengan sistem semi nomaden/ setengah menetap.space

Dengan demikian, Kjokkenmoddinger menunjukkan bahwa manusia purba bertempat tinggal di goa-goa dekat pantai, dimana mereka melakukan perburuan terhadap hasil laut seperti kerang dan ikan. 

Jadi, jawaban yang tepat adalah B.
 

0

Roboguru

Manusia purba pendukung kebudayaan Kjokkenmonddinger adalah jenis....

Pembahasan Soal:

Mesolithikum juga di sebut zaman batu tengah atau zaman batu madya, yang di perkirakan berlangsung pada masa Holosen (10.000 tahun yang lalu). Perkembangan kebudayaan pada zaman ini berlangsung lebih cepat dari masa sebelumnya. Pada masa ini keadaan alam yang sudah lebih stabil, yang memungkinkan manusia dapat hidup lebih tenang, sehingga dapat mengembangkan kebudayaannya. Manusia pendukungnya adalah dari jenis Homo sapien, mahluk yang lebih cerdas di bandingkan pendahulunya.

Ciri utama peradaban pada periode ini adalah kehidupan semi nomaden, di mana sebagian manusianya telah hidup menetap di goa-goa dan yang lainnya masih berpindah-pindah. Goa-goa tempat tinggal manusia purba pada Zaman Mesolitikum disebut abris sous roche. Permukiman yang lebih permanen cenderung dekat dengan pantai. Oleh karena itu, banyak ditemukan peninggalan Zaman Mesolitikum di sekitar tempat-tempat tersebut, salah satunya Kjokkenmoddinger atau tumpukan sampah dapur berupa kulit siput dan kerang.

Dengan demikian, manusia purba pendukung kebudayaan Kjokkenmonddinger adalah jenis Homo sapien.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved