Roboguru

Salah satu faktor yang mempercepat proses islamisasi di Indonesia adalah adanya perkembangan ajaran tasawuf. Maksud dari pernyataan tersebut, adalah ...

Pertanyaan

Salah satu faktor yang mempercepat proses islamisasi di Indonesia adalah adanya perkembangan ajaran tasawuf. Maksud dari pernyataan tersebut, adalah ...

  1. Masyarakat di Indonesia pada awal perkembangan Islam belum pernah mengenal tradisi mistis dan hal gaib sebelumnya

  2. Ajaran tasawuf sarat dengan unsur gerakan pemurnian agama Islam yang menolak segala bid'ah

  3. Aliran tasawuf memudahkan penaklukan terhadap wilayah-wilayah kerajaan Hindu di Indonesia

  4. Kondisi masyarakat Indonesia yang anti terhadap sinkretisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai puritanisme

  5. Tasawuf yang mengandung makna mistis sangat sesuai dan mudah diterima rakyat yang sebelumnya menganut Hindu

Pembahasan Soal:

Dalam proses penyebaran Islam di Nusantara, salah satu saluran yang digunakan adalah melalui pendekatan tasawuf, di samping perdagangan, perkawinan, pendidikan dan kesenian.
Tasawuf sendiri dapat dipahami sebagai ajaran ketuhanan yang berfokus pada pembersihan diri dan menyucikan diri. Ajaran tasawuf pada umumnya mudah diterima oleh masyarakat Nusantara sebab sifatnya yang lebih terbuka pada rasa ketimbang nalar. Spritual lokal masyarakat Nusantara cenderung menerima ajaran batin, sebab dalam dalam tradisi masyarakat Nusantara Pra Islam, mereka telah mengenal sistem animisme, dinamisme, Hindu dan Buddha yang punya penekanan berlebih terhadap hal hal kebatinan dan magis. Hal ini disadari penuh oleh para penyebar Islam, sehingga tasawuf, juga menjadi salah satu saluran penyebaran Islam di Nusantara, di samping saluran lain yang lebih populer seperti perdagangan, perkawinan dan kesenian.

Jadi, opsi jawaban paling benar adalah E.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

D. Setiadi

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

Terakhir diupdate 04 Juni 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Salah satu faktor yang mempercepat proses islamisasi di Indonesia adalah adanya perkembangan ajaran tasawuf. Maksud dari pernyataan tersebut adalah ...

Pembahasan Soal:

Proses masuknya Islam ke Nusantara mulai berlangsung sejak abad ke-7 masehi dan berangsur-angsur terus hingga abad ke-13 masehi. Banyak teori yang mengemukakan bahwa Islam datang dari berbagai daerah seperti Arab, Persia, Gujarat dan Tiongkok dengan bukti-bukti yang menyertainya, meski demikian pada dasarnya proses Islamisasi di Nusantara berjalan secara terus menerus sejak abad ke-7 masehi sampai abad ke-13 masehi.  Adapun salah satu saluran penyebaran Islam ke Nusantara, ialah tasawuf. Tasawuf sendiri merupakan ajaran untuk mengenal dan mendekatkan diri kepada Allah sehingga memperoleh hubungan langsung secara sadar dengan Nya. Dalam konteks penyebaran Islam ke Nusantara, tasawuf dikenal sebagai bangunan spritualitas Islam yang kaya dengan kearifan dan amalan-amalan yang dapat menuntut ke pemahaman mendalam tentang tauhid. Ahli tasawuf disebut sufi yang hidup secara sederhana dan senang mengembara untuk menyiarkan agama ke berbagai pelosok negeri. Saluran tasawuf dalam konteks penyebarab Islam di Nusantara, memiliki peranan dalam membentuk kehidupan sosial masyarakat, hal ini disebabkan oleh pengkajiannya yang disesuaikan dengan alam pikir masyarakatnya, tentu sebelum datangnya Islam alam pikir masyarakat sudah diawali dengan datangnya kepercayaa Hindu Buddha, karenanya proses penyebaran Islam melalui tasawuf mudah diterima karena membawa nuansa makna mistis sehingga mudah diterima oleh masyarakat.

Jadi, jawaban yang tepat adalah D.

Roboguru

Apa yang kalian ketahui tentang tokoh Shekh Abdurrauf as Singkili dan Syaikh Arshad Al Banjari?

Pembahasan Soal:

Syaikh Abdur Rauf-Singkil (Singkil, 1035 H 165M - Banda Aceh 1108 1093 M) adalah ulama besar dan tokoh tasawuf dari Aceh yang pertama kali membawa dan mengembangkan Tarekat Syattariyah Indonesia.

Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari adalah seorang ulama yang lahir di desa Lok Gabang pada tanggal 19 Maret 1710 M. Sejak kecil ia mempunyai bakat di bidang seni lukis dan kaligrafi (Khat). Muhammad Arsyad al-Banjari, ketika berumur 7 tahun, dijadikan anak angkat oleh Sultan Tahmidullah (Sultan Kerajaan Banjar saat itu) karena Sultan sangat terpesona melihat hasil lukisan beliau yang indah nan menawan. Ia adalah pengarang Kitab Sabilal Muhtadin.

Jadi, Shekh Abdurrauf as Singkili dan Syaikh Arshad Al Banjari adalah dua ulama yang berpengaruh di bidang tasawuf.

Roboguru

Jelaskan cara-cara penyebaran Islam di Indonesia!

Pembahasan Soal:

Terdapat beberapa saluran penyebaran pengaruh Islam di Indonesia sehingga bisa tersebar dan perkembangannya pesat di Nusantara, antara lain melalui saluran perdagangan, saluran perkawinan, saluran tasawuf, pendidikan, dan seni budaya.

  1. Jalur Perdagangan. Perdagangan merupakan metode penyebaran Islam yang paling kentara bahkan dapat dikatakan sebagai jalur pertama dan utama penyebaran Islam. Menurut Tome Pires, sekitar abad VII sampai abad XVI lalu lintas perdagangan yang melalui Nusantara sangai ramai. Dalam proses ini, pedagang Nusantara dan pedagang asing (Islam) dari Gujarat dan Timur Tengah (Arab dan Persia) bertemu dan saling bertukar pengaruh. Sebagian dari pedagang ini tinggal di wilayah dekat pantai, yang disebut Pekojan. Lama-lama jumlah mereka semakin banyak yang mempengaruhi Islam di tempat tinggal mereka. Hal ini juga yang menjelaskan mengapa kerajaan-kerajaan Islam Nusantara seperti Bone, Banjar, Banten, Demak, Cirebon, Samudra Pasai, Ternate, Tidore, Bacan, dan Deli selalu berawal dari wilayah pesisir. Mereka para pedagang dari luar menjalin kontak dengan para adipati wilayah pesisir dan perlahan-lahan masuk ke lingkaran pusat istana. Ketika raja-raja dan para bangsawan memeluk Islam, rakyatnya dengan mudah mengikuti. Setelah masuk Islam, baik rakyat biasa, pedangan Nusantara maupun anggota keluarga istana, ikut menyebarkan Islam ke kota-kota pelabuhan dan pesisir lain. Sementara itu, karatertistik kultur pesisir yang mudah menerima serta terbuka terhadap hal-hal baru merupakan faktor lain yang memudahkan penyebaran agama dan kebudayaan Islam. 
  2. Saluran perkawinan adalah salah satu cara penyebaran Islam di Indonesia. Pedagang muslim yang menetap ada yang menikah dengan perempuan pribumi, putri raja atau putri bangsawan setempat, karena kedudukan pedagang ini terhormat di mata masyarakat. Pihak pedagang mensyaratkan pihak calon istri untuk mengucapkan kalimat syahadat terlebih dahulu sehingga anak-anak hasil pernikahan mereka pun menganut agama Islam yang dianut orang tuanya. Perkawinan dengan putri kalangan bangsawan dan kerajaan juga membawa pengaruh lebih kuat dalam penyebaran Islam. Mereka lebih mudah mempengaruhi istana untuk mendukung penyebaran Islam. Lama-kelamaan seluruh anggota istana memeluk Islam. Maka, kerajaan yang tadinya bercorak Hindu-Budha perlahan-lahan menjadi bercorak Islam. 
  3. Saluran Pendidikan. Perkembangan Islam yang semakin meluas mendorong munculnya para ulama dan mubalig. Para ulama dan mubalig menyebarkan Islam melalui pendidikan dengan mendirikan pondok-pondok pesantren di berbagi daerah. Di pondok-pondok pesantren, kaum muda dari berbagai daerah dan kalangan menimba pengetahuan tentang Islam. Mereka lalu kembali ke daerah asal dan menyebarkan ajaran-ajaran tentang Islam. Saluran ini sangat efektif untuk mempercepat dan memperluas penyebaran Islam hingga ke daerah-daerah yang terpencil. Pesantren-pesantren awal yang ada pada saat itu seperti pesantren Ampel Denta di Surabaya yang didirkan oleh Sunan Ampel atau Pesantren Sunan Giri yang didirikan oleh Sunan Giri. Pesantren Sunan Giri ini bahkan terkenal hingga Maluku. Banyak santri dari Maluku datang dan berguru pada Sunan Giri. Sebagai lembaga pendidikan Islam, pesantren berperan melahirkan guru agama, kiai, atau ulama. Maka dari pesantren inilah muncul tokoh ulama atau mubalig yang menyebarkan Islam melalui dakwah dan pendidikan. Di samping memberikan dakwah kepada masyarakat, banyak juga lulusan dari pondok pesantren mendirikan pondok-pondok pesantren baru, sehingga saluran pendidikan Islam di Indonesia semakin tersebar.
  4. Saluran Tasawuf. Tasawuf adalah ajaran ketuhanan yang telah bercampur dengan mistik dan hal-hal magis. Kedatangan ahli tasawuf ke Indonesia diperkirakan sejak abad ke 13 yaitu masa perkembangan dan penyebaran ahli-ahli tasawuf dari Persia dan India yang sudah beragama Islam, dan baru berkembang pesat sekitar abad ke 17. Pengaruh ajaran tasawuf banyak dijumpai dalam seni sastra berupa babad dan hikayat. Ajaran ini terutama berkembang di Jawa karena ajaran Islam melalui tasawuf disesuaikan dengan pola piker masyarakat yang masih berorientasi pada agama Hindu. Adapun tokoh tasawuf nusantara yang terkenal adalah Hamzah Fansuri, Syamsudin as-Sumatrani, Nurrudin ar-Raniri, Sunan Bonang, Syekh Siti Jenar, dan Sunan Panggung.
  5. Saluran Dakwah. Penyebaran Islam di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peranan para wali. Ada sembilan wali yang menyebarkan Islam dengan cara berdakwah, yang disebut juga Walisongo. Mereka dikenal telah memiliki ilmu serta penghayatan yang tinggi terhadap agama Islam. Banyak sekali media yang digunakan oleh para wali untuk berdakwah dan menyebarkan agama Islam. Seperti yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga yang menggunakan media wayang dalam menyebarkan agama Islam. Ia memanfaatkan media wayang tersebut karena sudah dikenal masyarakat sejak zaman praaksara hingga masuknya Hindu Buddha. Cerita-cerita dalam Mahabharata dan Ramayana disadur dengan memasukkan nafas Islam. 
  6. Saluran Kesenian.  Berkembangnya agama Islam dapat melalui seni budaya seperti seni bangunan (masjid), seni pahat (ukir), seni tari, seni musik, dan seni sastra. Melalui seni budaya para kalangan ulama seperti Wali Sanga mengajarkan Islam melalui pendekatan budaya agar mudah diterima oleh kalangan masyarakat. Salah satunya Sunan Bonang yang menciptakan Gending Durama dan kitab Gending Sunan Bonang. Selain itu, ada Sunan Giri yang dikenal sebagai seniman yang menciptakan Gending Asmarandana dan Pucung. Adapun Sunan yang menonjol di antara Wali Songo adalah Sunan Kalijaga yang memanfaatkan media wayang untuk dakwahnya kepada masyarakat.

 

Berdasarkan penjelasan di atas maka terdapat beberapa saluran penyebaran pengaruh Islam di Indonesia sehingga bisa tersebar dan perkembangannya pesat di Nusantara, antara lain melalui saluran perdagangan, saluran perkawinan, saluran tasawuf, pendidikan, dan seni budaya

Roboguru

Apa peran tokoh Shekh Abdurrauf as Singkili dan Syaikh Arshad Al Banjari dalam penyebaran Islam di Indonesia?

Pembahasan Soal:

Shekh Abdurrauf as Singkili Salah satu tokoh penyebar agama Islam di Aceh. Syaikh Arshad Al Banjari penyebar agama Islam di Banjarmasin. Keduanya adalah tokoh ulama yang sama-sama menyebarkan agama Islam dengan ajaran tasawuf.

Jadi, peran tokoh peran tokoh Shekh Abdurrauf as Singkili dan Syaikh Arshad Al Banjari dalam penyebaran Islam di Indonesia adalah menyebarkan agama Islam di Aceh dan Banjarmasin dengan ajaran tasawuf.

Roboguru

Di bawah ini yang tidak termasuk cara penyebaran Islam di Nusantara adalah saluran ...

Pembahasan Soal:

Masuk dan berkembanganya Islam ke Nusantara, pada dasarnya disampaikan dengan cara yang damai dan menerapkan pendekatan kebudayaan, dalam arti tidak serta merta menghilangkan segala unsur tradisi Pra Islam yang telah berkembang jauh sebelumnya. Akibatnya, pada proses penyebaran Islam, berkembang corak-corak kebudayaan yang akulturatif sehingga membuat masyarakat menjadi tertarik dengan keyakinan itu. Adapun beberapa cara yang digunakan dalam proses penyebaran Islam di Nusantara: (1) perdagangan, (2) perkawinan, (3) pendidikan, (4) tasawuf, dan (5) kesenian. 

Jadi, jawaban yang tepat adalah E.

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved