Roboguru

Saat Pramodhawardani diangkat sebagai raja dari Mataram Kuno kehidupan masyarakat yang ada pada saat itu semakin toleran. Bukti toleransi yang dilakukan oleh Ratu Pramodhawardani saat ia menjadi ratu di Kerajaan Mataram Kuno adalah...

Pertanyaan

Saat Pramodhawardani diangkat sebagai raja dari Mataram Kuno kehidupan masyarakat yang ada pada saat itu semakin toleran. Bukti toleransi yang dilakukan oleh Ratu Pramodhawardani saat ia menjadi ratu di Kerajaan Mataram Kuno adalah...

Pembahasan Soal:

Rakai Pikatan merupakan tokoh yang berasal dari Wangsa Sanjaya mengadakan perkawinan politik dengan Pramodhawardhani dari keluarga Syailendra. Pernikahan Pikatan-Pramodhawardhani mungkin merupakan ratu pertama yang melakukan perkawinan lintas agama. Penyatuan dua wangsa ini pun memberikan dampak positif bagi toleransi antara umat Hindu-Buddha pada wilayah Mataram Kuno.

Saat berkuasanya Pramodhawardhani, nuansa toleransi beragama semakin terasa. Pramodhawardhani mengizinkan sang suami merintis dibangunnya candi-candi Hindu di wilayah kekuasan kerajaannya. Sebaliknya, Rakai Pikatan pun tak segan-segan membantu pendirian candi-candi Buddha. Bahkan ia turut menyumbang pembangunan candi-candi Buddha tersebut, termasuk di wilayah Plaosan, dekat Prambanan.

Candi-candi di Plaosan yang diperuntukan bagi pemeluk agama Buddha didirikan secara gotong royong antara penganut agama Buddha dan agama Hindu. Situasi ini menunjukan betapa padu dan damainya pemeluk dua agama berbeda di bawah naungan Pramodhawardhani sebagai Raja Mataram Kuno saat itu.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

A. Acfreelance

Terakhir diupdate 31 Maret 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Kerajaan Mataram kuno adalah salah satu kerajaan di Nusantara dengan corak agama….

Pembahasan Soal:

Dalam perkembangan kerajaan Mataram Kuno, tercatat terdapat dua wangsa yang berkuasa yakni wangsa Sanjaya dan Wangsa Syailendra. Kedua wangsa ini saling bekerja sama dalam hal-hal tertentu secara beriringan. Berdasarkan peninggalannya, yakni candi yang berasal dari abad ke-8 dan 9 M yang ada di Jawa tengah bagian utara bersifat Hindu, maka wangsa sanjaya beragama Hindu yang memuja dewa Siwa dan daerah kekuasaannya meliputi daerah Jawa Tengah bagian Utara. Sedangkan candi yang ada di Jawa Tengah bagian Selatan bersifat Buddha, maka Wangsa Syailendra beragama Buddha aliran Mahayana dan daerah kekuasaannya meliputi Jawa Tengah bagian Selatan.

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.

0

Roboguru

Dinasti Syailendra yang berkuasa di bagian selatan Kerajaan Mataram memeluk agama....

Pembahasan Soal:

Berdasarkan Prasasti Mantyasih, dalam masa pemerintahan Rakai Panangkaran, yaitu raja Mataram setelah Sanjaya yang berasal dari Dinasti Syailendra. Ia banyak mendirikan candi-candi, seperti Candi Sewu, Plaosan dan Kalasan. Dilihat dari struktur bangunannya, candi-candi ini bercorak agama Buddha. Buddha adalah agama yang dianut di kerajaan Sriwijaya. Kuat dugaan Rakai Panangkaran pindah ke agama Buddha ketika Mataram dikuasai dinasti Syailendra (Sriwijaya). Kendati demikian, di bawah Dinasti Syailendra, toleransi beragama di Mataram tetap terjaga. Bangunan-bangunan candi menunjukkan hal tersebut. Candi-candi di wilayah Jawa Tengah bagian utara bercorak Hindu sedangkan candi-candi di Jawa Tengah bagian selatan yang dikuasai Dinasti Syailendra bercorak Budha. 

Pendapat di atas diperkuat juga oleh tulisan di prasati lainnya, yaitu Prasasti Kalasan. Prasasti Kalasan yang berangka tahun 778 M ini menyebutkan Rakai Panangkaran mendapat perintah dari Maharaja Wisnu, raja dari Dinasti Syailendra (Sriwijaya) untuk mendirikan Candi Kalasan (candi Buddha). Diperkirakan Dinasti Syailendra menguasai Dinasti Sanjaya sekitar tahun itu. Dalam prasasti itu pun, Rakai Panangkaran disebut sebagai Sailendrawangsatilaka atau "permata wangsa Syailendra". Berdasarkan tulisan di dua prasasti di atas maka Dinasti Syailendra yang berkuasa di bagian selatan Kerajaan Mataram itu memeluk agama Buddha.


Berdasarkan penjelasan di atas maka jawabannya adalah D
 

0

Roboguru

Berikut yang bukan merupakan faktor pendorong berkembangnya Kerajaan Mataram Kuno adalah…

Pembahasan Soal:

Letak Kerajaan Mataram Kuno di dekat sungai Bengawan Solo, yang merupakan pusat pelayaran dan perdagangan terutama di Jawa Tengah. Kerajaan Mataram Kuno mengalami masa kejayaannya ketika dipimpin oleh Raja Sanjaya dan Raja Balitung. Kegiatan ekonomi utamanya adalah bertani, beternak, berdagang dan menjadi pengrajin. Kegiatan perdagangan dilakukan dengan bergilir mengikuti hari pasaran Jawa. Barang-barang yang diperdagangkan adalah kapur barus, rempah-rempah, gading, dan emas. Kehidupan sosial masyarakat Mataram Kuno sudah cukup luas dengan dilakukannya perdagangan dengan kerajaan lain dan bahkan dengan luar negeri. Mayoritas menganut agama Hindu dan Buddha Mahayana. 

Dengan demikian, faktor berkembangnya Mataram Kuno adalah wilayah yang subur, toleransi tinggi antar masyarakat dan pemerintahan yang baik

Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah E.

2

Roboguru

Sepeninggal Rakai Panangkaran, terjadi permasalahan di kalangan keluarga Kerajaan Mataram Kuno. Upaya meredam permasalahan yang terjadi di Kerajaan Mataram Kuno tersebut adalah ....

Pembahasan Soal:

Keputusan Maharaja Samaratungga lengser keprabon pada 833 Masehi itu memantik pergolakan di Kerajaan Medang atau yang juga dikenal sebagai Kerajaan Mataram Kuno. Samaratungga sebenarnya sudah menunjuk penggantinya, namun ada yang tidak terima dan merasa lebih berhak melanjutkan takhta kerajaan terbesar di Jawa tersebut. Pramodhawardani lah yang ditetapkan sebagai putri mahkota Mataram. Nantinya, sang putri berhasil memenangkan persaingan berkat bantuan suaminya yang berbeda agama, Rakai Pikatan. Duet keduanya menghasilkan toleransi beragama antara Buddha dan Hindu di tanah Jawa, meski harmonisasi itu tidak berlangsung lama. Orang yang tidak terima dengan pengangkatan Pramodhawardani sebagai penerus singgasana Samaratungga adalah Balaputradewa. Pernikahan Pramodhawardani-Rakai Pikatan cukup unik. Pasangan ini berbeda agama dan berasal dari dua dinasti besar di Jawa. Dalam Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia (1973), R. Soekmono menyebutkan, Pramodhawardhani dari wangsa Syailendra memeluk Buddha aliran Mahayana, sedangkan Rakai Pikatan adalah pangeran dari wangsa Sanjaya yang beragama Hindu aliran Syiwa (hlm. 44). Boleh jadi, Pramodhawardani adalah ratu pertama yang tercatat dalam sejarah Indonesia melakukan perkawinan lintas agama. Baru tiga abad kemudian, Ken Arok, Raja Singhasari penganut Hindu, mengawini Ken Dedes yang beragama Buddha (Gatra, Volume 12, Masalah 29-32, 2006: ii). Dinasti Sanjaya dan Syailendra sebenarnya saling bersaing. Wangsa Sanjaya pernah berkuasa di tanah Jawa dan harus berakhir pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran (770-792 M), yang kemudian beralih ke Wangsa Syailendra. Rakai Panangkaran adalah keturunan Ratu Shima (674-732 M), penguasa Jawa dari Kerajaan Kalingga. Perkawinan Pramodhawardani dengan Rakai Pikatan disebut-sebut sebagai momen bersatunya dua keluarga besar yang sebelumnya berseteru (Thomas Wendoris, Mengenal Candi-candi Nusantara, 2008: 18). Penyatuan dua wangsa ini tentu saja berdampak positif terhadap toleransi beragama antara pemeluk Buddha dan Hindu di Jawa kala itu.

Jadi, jawaban yang tepat adalah B

0

Roboguru

Pada kerajaan Mataram Kuno dibagi menjadi 2 Dinasti yaitu dinasti Sanjaya dan Syailendra, jelaskan bagaimana pemerintahan pada kedua dinasti tersebut!

Pembahasan Soal:

Dalam hal pemerintahan, Kerajaan Mataram Kuno dipegang oleh dua dinasti yang berbeda, yaitu Dinasti Sanjaya yang bercorak Hindu dan Dinasti Syailendra yang bercorak Buddha. Terdapat beberapa raja yang memerintah dari Dinasti Sanjaya, yaitu Raja Sanjaya, Sri Maharaja Rakai Pikatan (840–856 M), dan Sri Maharaja Rakai Empu Sindok (929–930 M). Adapun beberapa raja yang memerintah dari Dinasti Syailendra adalah Samaratungga (812–883 M), Pramodhawardhani (883–856 M), dan Balaputradewa (883–850 M).space space

Dengan demikian, dalam pemerintahan Dinasti Sanjaya, terdapat beberapa raja yang memerintah, yaitu:

  1. Raja Sanjaya. Ia merupakan raja pertama Kerajaan Mataram Kuno.
  1. Sri Maharaja Rakai Pikatan (840–856 M). Ia merupakan raja terbesar dari Dinasti Sanjaya yang berhasil membawa Kerajaan Mataram Kuno ke masa kejayaan.
  2. Sri Maharaja Rakai Empu sindok (929–930 M) pusat Kerajaan Mataram Kuno dipindahkan ke Jawa Timur.space space

Adapun dalam pemerintahan Dinasti Syailendra, terdapat beberapa raja yang memerintah, yaitu:

  1. Samaratungga (812–883 M) merupakan raja terbesar dari Dinasti Syailendra.
  2. Pramodhawardhani (883–856 M). Ia merupakan putri Samaratungga, ia kemudian menikahi Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya. Pernikahannya berhasil menyatukan dua dinasti yang berbeda ini.
  3. Balaputradewa (883–850 M). Ia merupakan putra Samaratungga dari ibu Dewi Tara, putri raja Sriwijaya.space space

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved