Roboguru

Presiden Soekarno mengeluarkan sebuah dekrit yang disebut Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Sebutkan isi Dekrit Presiden tersebut!

Pertanyaan

Presiden Soekarno mengeluarkan sebuah dekrit yang disebut Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Sebutkan isi Dekrit Presiden tersebut! space space

  1. ... space space

  2. ... space space

Pembahasan Soal:

Pada tanggal 5 Juli 1959, Soekarno mengeluarkat dekrit presiden. Hal tersebut disebabkan oleh kegagalan Konstituante dalam menetapkan Undang-Undang Dasar baru pengganti UUDS 1950. Selain itu, dekrit presiden yang dikeluarkan Soekarno bertujuan untuk menjaga serta menyelamatkan persatuan nasional yang sempat bergejolak dengan adanya krisis politik di parlemen serta pemberontakan di sejumlah daerah. Isi dari dekrit presiden yakni menetapkan pembubaran konstituante, menetapkan berlakunya UUD 1945, serta pembentukan MPRS dan DPAS.

Dengan demikian, isi dari dekrit presiden yakni menetapkan pembubaran konstituante, menetapkan berlakunya UUD 1945, serta pembentukan MPRS dan DPAS.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

K. Ivan

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Yogyakarta

Terakhir diupdate 02 Mei 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Dekrit Presiden lahir karena beberapa faktor, di antaranya Badan Konstituante gagal....

Pembahasan Soal:

Bubarnya RIS dan kembalinnya Indonesia ke bentuk negara kesatuan secara otomatis undang-undang RIS tidak digunakan lagi. Konstitusi yang digunakan setelah itu adalah Undang-Undang Sementara 1950 (UUDS 1950). Badan Konstituante yang dibentuk berdasarkan hasil Pemilu 1955 kemudian ditugaskan membuat UUD pengganti UUDS sesegera mungkin. Namun hingga 1958, Badan Konstituante tidak kunjung menyelesaikan tugasnya karena pertentangan antar partai. Melihat kekacauan politik yang terjadi pada saat itu, Presiden Soekarno pada tanggal 5 Juli 1959 mengeluarkan Dekrit Presiden dengan isi sebagai berikut.

  1. Bubarkan Konstituante
  2. Diberlakukannya kembali UUD 1945 dan tidak berlakunya lagi UUDS 1950  
  3. Dibentuknya Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) dan Dewan Pertimbangan Agung Sementara (DPAS). 

Dengan demikian salah satu faktor keluarnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 adalah kegagalan Badan Konstituante dalam membuat UUD yang baru. 

Roboguru

Sebutkan isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959!

Pembahasan Soal:

Dekrit Presiden dikeluarkan oleh Presiden Sukarno pada tanggal 5 Juli 1959. Latar belakang dikeluarkannya Dekrit Presiden adalah kondisi politik nasional yang kerap dilanda gejolak pada masa demokrasi liberal serta tuntutan untuk kembali pada UUD 1945. Secara garis besar, tujuan dari Dekrit Presiden 5 Juli 1959 adalah menjaga dan menyelamatkan persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia. Isi dari Dekrit Presiden 5 Juli 1959: 

  • pembubaran Konstituante,
  • pemberlakuan kembali UUD 1945,
  • tidak diberlakukannya UUDS 1950, dan
  • pembentukan MPRS  (yang terdiri dari anggota DPR ditambah utusan-utusan dan golongan) serta DPAS.

Dengan demikian, isi dari Dekrit Presiden 5 Juli 1959 adalah pembubaran Konstituante, pemberlakuan kembali UUD 1945, tidak diberlakukannya UUDS 1950, pembentukan MPRS serta DPAS.

Roboguru

Perhatikan peristiwa pada gambar berikut!    Peristiwa pada gambar mendapat sambutan dari rakyat Indonesia karena ....

Pembahasan Soal:

Ketidakstabilan politik Indonesia pada tahun 1950 an, tepatnya pada masa Demokrasi Parlementer. Kondisi politik yang tidak stabil turut menyebabkan terjadinya pergolakan yang mengganggu stabilitas dan keamanan dalam negeri. Di sisi lain, Badan Konstituante yang terbentuk sejak 10 November 1956 juga belum berhasil meembentuk Undang-Undang Dasar. 

Akibatnya, pada sidang Konstituante yang dilakukan pada 22 April 1959, Presiden Sukarno mengusulkan agar Bangsa Indonesia kembali pada UUD 1945. Presiden kemudian memberlakukan kembali UUD 1945 melalui Dekrit Presiden yang dikeluarkan pada 5 Juli 1959, yang berisi:

  • Pembubaran Konstituante
  • Diberlakukannya kembali UUD 1945 dan tidak berlakunya UUDS 1950
  • Serta, pembentukan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) dan Dewan Pertimbangan Agung (DPA).

Dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 mendapatkan sambutan dari masyarakat. Hal tersebut dikarenakan sebelum ditetapkannya Dekrit Presiden, masyarkat mendesak agar diberlakukannya kembali UUD 1945 melalui berbagai aksi unjuk rasa. Dukungan dan sambutan baik terhadap Dekrit Presiden terjadi karena masyarakat sudah jenuh melihat ketidakstabilan dalam negeri yang mengakibatkan tertundannya upaya pembangunan nasional. Dukungan spontan tersebut menunjukkan bahwa rakyat telah lama mendambakan stabilitas politik dan ekonomi. Semenjak pemerintah Republik Indonesia menetapkan dekrit presiden 5 Juli 1959, indonesia memasuki babak sejarah baru, yakni berlakunya kembali UUD 1945 dalam kerangka Demokrasi terpimpin.

Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah B.

Roboguru

Sebutkan Dekrit Presiden RI?

Pembahasan Soal:

Dekrit Presiden 5 Juli 1959, adalah dekret yang dikeluarkan oleh Presiden Indonesia yang pertama, Soekarno pada 5 Juli 1959. Isi dekrit ini adalah pembubaran Badan Konstituante hasil Pemilu 1955 dan penggantian undang-undang dasar dari UUD Sementara 1950 ke UUD 1945, serta pembentukan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) dan Dewan Pertimbangan Agung Sementara (DPAS) yang diberlakuakan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Dengan demikian isi dari Dekrit Presiden 5 Juli 1959 adalah pembubaran Badan Konstituante hasil Pemilu 1955, berlakunya kembali UUD 1945, dan pembentukan MPRS dan DPAS.

 

 

Roboguru

Presiden Sukarno tanggal 5 Juli 1959, mengeluarkan Dekrit Presiden. Isi dari Dekrit Presiden tersebut intinya adalah ....

Pembahasan Soal:

Dekrit Presiden dikeluarkan oleh Presiden Sukarno pada tanggal 5 Juli 1959. Latar belakang dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 adalah munculnya berbagai gerakan separatis yang menggangu keamanan negara, kondisi politik ekonomi yang tidak stabil pada masa pemerintahan demokrasi liberal, serta kegagalan Konstituante dalam membentuk konstitusi baru pengganti UUDS 1950. Isi dari Dekrit Presiden 5 Juli 1959, yaitu:

  • pembubaran Konstituante,
  • pembentukan MPRS dan DPAS,
  • tidak diberlakukannya lagi UUDS 1950, serta 
  • pemberlakuan kembali UUD 1945.

Dengan demikian, jawaban yang benar adalah B. 

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved