Roboguru

Perang Diponegoro tahun berapa?

Pertanyaan

Perang Diponegoro tahun berapa?

Pembahasan Soal:

Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun (1825-1830) di Pulau Jawa. Perang ini merupakan salah satu pertempuran terbesar yang pernah dialami oleh Belanda selama masa pendudukannya di Nusantara, melibatkan pasukan Belanda di bawah pimpinan Jendral De Kock yang berusaha meredam perlawanan penduduk Jawa di bawah pimpinan Pangeran Diponegoro.

Dengan demikian, Perang Diponegoro berlangsung tahun 1825-1830.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

F. Putri

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Lampung

Terakhir diupdate 04 Juni 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Alasan Ternate melakukan perlawanan...

Pembahasan Soal:

Ternate dikuasai oleh Kesultanan Ternate dimana salah satu dari empat kesultanan Islam yang terletak di Maluku. Maluku sendiri merupakan pulau yang kaya akan rempah-rempah bahkan disebut dengan The Spicy Islands. Rempah-rempah merupakan komiditas utama perdagangan saat itu dan hal tersebut menarik perhatian dari bangsa Eropa termasuk adalah Portugis untuk datang ke Maluku. Seriiring terusirnya Spanyol dari Maluku, kedudukan Portugis di Maluku semakin kuat. Portugis semakin berkuasa untuk memaksakan kehendaknya melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku. Kedudukan Portugis juga semakin mengancam kedaulatan kerajaan-kerajaan yang ada di Maluku. Melihat kesewenang-wenangan Portugis itu, pada tahun 1558 muncul perlawanan rakyat Ternate di bawah pimpinan Sultan Khairun. Portugis sempat tunduk dan mengaku kekalahan pada 1567 dibawah pimpinan Diogo Lopez de Mesquita. Perlawanan rakyat Ternate dilanjutkan oleh Sultan Baabulah yang merupakan putra dari Sultan Khairun.

Dengan demikian alasan masyarakat Ternate melakukan perlawanan dikarenakan bangsa Portugis bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat dan melakukan monopoli perdagangan.

1

Roboguru

Isilah bagan berikut ini : Perlawanan terhadap Portugis dan Belanda

Pembahasan Soal:

Dengan demikian, perlawanan Kerajaan Demak terhadap Portugis dipimpin oleh Pangeran Sabrang Lor atau Adipati Unus.

0

Roboguru

Sebab khusus yang menyebabkan terjadinya Perang Diponegoro (1825-1830) adalah...

Pembahasan Soal:

Jawaban: e. Belanda tanpa izin membuat jalan melalui makam leluhur Pangeran Diponegoro

Pembahasan:

Perang Diponegoro merupakan perang yang terjadi pada kurun waktu tahun 1925 sampai tahun 1930. Sebab khusus dari berkobarnya Perang Diponegoro adalah adanya pemasangan patok-patok untuk membangun jalan. Pemasangan patok-patok ini dilakukan Belanda tanpa izin dan melewati makam dari leluhur Diponegoro. Faktor inilah yang menjadi sebab khusus Pangeran Diponegoro melakukan perlawanan terhadap Belanda.

0

Roboguru

Berikut bukan penyebab peperangan antara Makassar dengan VOC. yaitu...

Pembahasan Soal:

Jawaban: a. Makassar membantu perjuangan rakyat Maluku

Pembahasan:

Perlawanan rakyat Makassar terhadap VOC kemudian dilaksanakan dibawah pimpinan Sultan Hasanuddin. Perlawanan ini muncul karena keinginan VOC untuk menguasai pelabuhan Sumba Opu dan memonopoli perdagangan. Sultan Hasanuddin menentang keras upaya VOC yang ingin memaksakan monopoli perdagangannya

0

Roboguru

Kerjakan soal-soal berikut!   Pada masa kekuasaan VOC setiap orang Tionghoa yang telah 10-12 tahun tinggal di Batavia harus memiliki surat izin bermukim atau "surat pas". Apakah peryataan tersebut be...

Pembahasan Soal:

Setiap orang Tionghoa atau Cina yang tinggal di Batavia harus memiliki “surat pas” hal itu dilakukan oleh VOC untuk membatasi imigran Cina yang masuk ke Batavia karena banyak orang-orang Cina yang datang ke Batavia ingin mengadu nasib. Sedangkan mereka tidak memiliki modal, banyak diantara mereka yang termasuk ke dalam golongan miskin.

Pada akhirnya VOC mengeluarkan kebijakan bahwa setiap orang Cina yang tinggal di Batavia harus memiliki surat izin bermukim yang disebut permissiebriefies atau juga yang disebut dengan “surat pas”. Jika tidak memiliki surat izin, maka mereka akan ditangkap dan dikirim ke Sailon (Sri Langka) untuk diperkerjakan di perkebunan pala milik VOC, atau dikirim kembali ke Cina. 

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa "surat pas" atau surat izin tinggal yang harus dimiliki orang Cina diberlakukan agar membatasi imigran Cina yang datang ke Batavia. 

1

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved