Roboguru

Pak Muslim menuntaskan bacaannya hingga akhir, “Tenang Zul, ini baca dulu sampai akhir, baru kita pikir dengan jernih,” kata Pak Muslim tenang. Dan dengan mata berkaca-kaca Zul membaca berita yang membuat hatinya remuk redam. Dengan jelas ia membaca berita di koran itu air matanya meleleh. Dengan suara lirih bertahan ia berkata kepada dirinya sendiri, “Sia-sia aku menolongnya. Sia-sia aku mencintainya.”                 Pak Muslim menukas pelan, “Tenang Zul. Sabar! Seminggu yang lalu polisi menangkap mereka.” (Mahkota Cinta, Habiburrahman El Shirazy) Watak tokoh Zul dalam kutipan novel tersebut adalah...

Pertanyaan

                Pak Muslim menuntaskan bacaannya hingga akhir, “Tenang Zul, ini baca dulu sampai akhir, baru kita pikir dengan jernih,” kata Pak Muslim tenang.

Dan dengan mata berkaca-kaca Zul membaca berita yang membuat hatinya remuk redam. Dengan jelas ia membaca berita di koran itu air matanya meleleh. Dengan suara lirih bertahan ia berkata kepada dirinya sendiri, “Sia-sia aku menolongnya. Sia-sia aku mencintainya.”

                Pak Muslim menukas pelan, “Tenang Zul. Sabar! Seminggu yang lalu polisi menangkap mereka.”

(Mahkota Cinta, Habiburrahman El Shirazy)

Watak tokoh Zul dalam kutipan novel tersebut adalah...

  1. Keras kepala

  2. Rendah hati

  3. Besar kepala

  4. Rendah diri

  5. Mudah putus asa

Pembahasan Soal:

Zul tampak tidak sabar dalam menghadapi masalah. Dia juga tidak dapat berpikir dengan jernih dan bersifat dewasa untuk menghadapi musibah. Zul lebih memilih untuk menangis dan menyesali perbuatan yang ia anggap sia-sia. Hal tersebut mencerminkan tokoh Zul yang berwatak mudah putus asa. Jadi, jawaban yang tepat adalah E.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

N. Hayati

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

Terakhir diupdate 15 Desember 2020

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Tante Lien melihat Corrie penuh emas dan intan, alangkah sakit hatinya. Maka diperlihatkan kepada Corrie sepasang kerabu berlian yang amat besar dan berkilau-kilau sinarnya. "Aduh, Tante Lien!, B...

0

Roboguru

Unus, demikian Bapak memberi nama adikku. Unus membawa suasana baru di rumah. Tangisnya yang tidak tentu, bahkan tengah malam sekalipun membuat ramai. Beruntung aku masih libur panjang, jadi punya ban...

0

Roboguru

Aku sendiri tidak mampu merumuskan, apakah aku kalah atau menang sebagaimana istriku juga tidak menimbulkan kesan, bahwa dia menang atau kalah dalam peperangan yang disulut dalam rumah tangganya, ruma...

0

Roboguru

Perhatikan kutipan novel berikut!       Berempat kami meringkuk. Jamilah pusat pucat pasi, tubuhnya gemetar. Aku pelan-pelan meniup api lampu canting. Ruangan tempat yang bersembunyi tidak serta mert...

0

Roboguru

Watak tokoh Laisa dalam kutipan novel tersebut adalah ....

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved