Roboguru

Nilai biloks dari senyawa ZnCl2​ adalah ....

Pertanyaan

Nilai biloks dari senyawa begin mathsize 14px style Zn Cl subscript 2 end style adalah ....

Pembahasan Soal:

Bilangan oksidasi ditentukan berdasarkan aturan berikut:

  • Biloks unsur bebas = 0
  • Dalam senyawa: biloks golongan IA = +1, IIA = +2, IIIA = +3, H = +1 (kecuali pada hidrida logam, biloks H = -1), F = -1, O = -2 (kecuali pada peroksida, biloks O = -1 dan superoksida, biloks O = −1/2)
  • Jumlah biloks ion = muatannya
  • Jumlah biloks pada senyawa netral = 0

Jadi, nilai biloks pada senyawa begin mathsize 14px style Zn Cl subscript 2 end style adalan nol. Biloks undefined adalah -1, dan biloks begin mathsize 14px style Zn end style adalah +2.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

F. Krisna

Mahasiswa/Alumni Institut Pertanian Bogor

Terakhir diupdate 05 Oktober 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Tentukan bilangan oksidasi dari unsur-unsur pada senyawa Fe2​(SO4​)3​

Pembahasan Soal:

Bilangan oksidasi adalah muatan relatif suatu atom dalam unsur, molekul, atau ion yang ditentukan berdasarkan keelektronegatifan atom-atom. Di bawah ini adalah sebagian dari aturan untuk menentukan bilangan oksidasi (biloks):

  1. Bilangan oksidasi atom O umumnya yaitu -2, kecuali jika berikatan dengan atom F, atau pada senyawa peroksida dan superoksida. 
  2. Jumlah biloks atom-atom pembentuk senyawa netral sama dengan nol.
  3. Bilangan oksidasi ion sama dengan muatan ionnya.

Berdasarkan poin 1, bilangan oksidasi O = -2. Namun masih ada unsur Fe dan S yang belum diketahui bilangan oksidasinya. Cara untuk mencari bilangan oksidasi Fe dan S adalah menentukan ion-ion pembentuk senyawa begin mathsize 14px style Fe subscript 2 open parentheses S O subscript 4 close parentheses subscript 3 end style. Berikut adalah reaksi ionisasi begin mathsize 14px style Fe subscript 2 open parentheses S O subscript 4 close parentheses subscript 3 end style:


begin mathsize 14px style Fe subscript 2 open parentheses S O subscript 4 close parentheses subscript 3 yields 2 Fe to the power of 3 plus sign plus 3 S O subscript 4 to the power of 2 minus sign end exponent end style 


Berdasarkan poin ke 3, bilangan oksidasi Fe = +3, sedangkan jumlah bilangan oksidasi semua atom dalam begin mathsize 14px style S O subscript 4 end style = -2, sehingga

begin mathsize 14px style table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell left parenthesis 1 cross times biloks space S right parenthesis plus left parenthesis 4 cross times biloks space O right parenthesis end cell equals cell negative sign 2 end cell row cell biloks space S plus left parenthesis 4 cross times minus sign 2 right parenthesis end cell equals cell negative sign 2 end cell row cell biloks space S minus sign 8 end cell equals cell negative sign 2 end cell row cell biloks space S end cell equals cell negative sign 2 plus 8 end cell row cell biloks space S end cell equals cell plus 6 space end cell end table end style 


Jadi, bilangan oksidasi Fe = +3, S = +6 dan O = -2 dalam senyawa begin mathsize 14px style Fe subscript bold 2 bold open parentheses S O subscript bold 4 bold close parentheses subscript bold 3 end style.space 

0

Roboguru

Di antara reaksi-reaksi berikut yang atomnya mengalami perubahan bilangan oksidasi adalah...

Pembahasan Soal:

Ketentuan bilangan oksidasi adalah sebagai berikut:

  1. Bilangan oksidasi senyawa selalu bernilai 0.
  2. Bilangan oksidasi ion adalah sebesar muatannya.
  3. Bilangan oksidasi O sebesar -2. 
  4. Bilangan oksidasi logam IA sebesar +1.
  5. Bilangan oksidasi logam IIA sebesar +2.

Dengan mengikuti ketentuan seperti diatas, maka:

Jadi, jawaban yang benar adalah A. 

0

Roboguru

Tentukan BILOKS dari setiap atom dalam senyawa/ion berikut dan sertakan cara menentukannya! Ca(ClO3​)2​

Pembahasan Soal:

Untuk menentukan biloks suatu atom, ada beberapa aturan yang harus dipahami, beberapa diantaranya adalah:

  1. Bilangan oksidasi unsur bebas (atom atau molekul unsur) adalah 0 (nol).
  2. Bilangan oksidasi ion monoatom dan poliatom sama dengan muatan ionnya.
  3. Bilangan oksidasi unsur dari golongan IA adalah +1 dan unsur dari golongan IIA adalah +2.
  4. Bilangan oksidasi unsur golongan VIA pada senyawa biner adalah -2 dan unsur golongan VIIA  pada senyawa biner adalah -1.
  5. Bilangan oksidasi unsur H yang berkaitan pada senyawa logam adalah +1, apabila berkaitan dengan senyawa non-logam -1.
  6. Bilangan oksidasi oksigen (O) dalam senyawa peroksida = -1. Bilangan oksidasi O dalam senyawa non-peroksida = -2. 

Dengan demikian, dalam senyawa begin mathsize 14px style Ca open parentheses Cl O subscript 3 close parentheses subscript 2 end style :

  • Biloks total undefined= 0 
  • Biloks Ca dalam Error converting from MathML to accessible text. = +2  
  • Biloks O dalam undefined = -2
  • Biloks Cl dalam undefined yaitu:


    begin mathsize 14px style table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell left parenthesis biloks space Ca right parenthesis plus left square bracket 2 left parenthesis biloks space Cl right parenthesis right square bracket plus left square bracket left parenthesis 2 right parenthesis left parenthesis 3 right parenthesis left parenthesis biloks space O right parenthesis right square bracket end cell equals 0 row cell left parenthesis plus 2 right parenthesis plus 2 left parenthesis biloks space Cl right parenthesis plus 6 left parenthesis minus sign 2 right parenthesis end cell equals 0 row cell 2 left parenthesis biloks space Cl right parenthesis end cell equals cell plus 10 end cell row cell biloks space Cl end cell equals cell fraction numerator plus 10 over denominator 2 end fraction end cell row blank equals cell plus 5 end cell row blank blank blank end table end style  

 

Jadi, dalam senyawa undefined biloks atom Ca adalah +2, biloks atom Cl adalah +5, dan biloks atom O adalah -2.

0

Roboguru

Perhatikan reaksi redoks dan perubahan bilangan oksidasi berikut serta tentukan oksidator, reduktor, hasil reduksi dan hasil oksidasi! Zn(s)+2HCl(aq)→ZnCl2​(s)+H2​(g)  H2​O2​(aq)+2KI(aq)+2HCl(aq)→...

Pembahasan Soal:

Pada reaksi di bawah ini:

Error converting from MathML to accessible text. 

Zn pada reaktan merupakan unsur bebas oleh karena itu bilangan oksidasinya adalah 0, sedangkan bilangan oksidasi Zn pada produk begin mathsize 14px style Zn Cl subscript 2 end style adalah sebagai berikut:  

Jumlah bilangan oksidasi unsur pembentuk senyawa adalah 0, maka:

begin mathsize 14px style table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell muatan space Zn Cl subscript 2 end cell equals cell left parenthesis 1 cross times b point o point space Zn right parenthesis plus left parenthesis 2 cross times b point o point space Cl right parenthesis end cell row 0 equals cell left curly bracket b point o point space Zn right curly bracket plus left curly bracket 2 cross times left parenthesis minus sign 1 right parenthesis right curly bracket end cell row 0 equals cell b point o point space Zn plus left parenthesis minus sign 2 right parenthesis end cell row cell b point o point space Zn end cell equals cell plus 2 end cell end table end style 

Bilangan oksidasi Zn mengalami peningkatan dari 0 ke +2, oleh karena itu Zn mengalami reaksi oksidasi (reduktor)

Nilai bilangan oksidasi H pada begin mathsize 14px style H Cl end style dapat dicari dengan cara berikut:

Jumlah bilangan oksidasi unsur pembentuk senyawa adalah 0, maka:

begin mathsize 14px style table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell muatan space H Cl end cell equals cell left parenthesis 1 cross times b point o point space H right parenthesis plus left parenthesis 1 cross times b point o point space Cl right parenthesis end cell row 0 equals cell left curly bracket 1 cross times b point o point space H right curly bracket plus left curly bracket 1 cross times left parenthesis minus sign 1 right parenthesis right curly bracket end cell row 0 equals cell b point o point space H minus sign 1 end cell row cell b point o point space H end cell equals cell plus 1 end cell end table end style 

H pada reaktan merupakan unsur bebas oleh karena itu bilangan oksidasinya adalah 0. Bilangan oksidasi H mengalami penurunan dari + menjadi 0 oleh karena itu, H mengalami reaksi reduksi (oksidator).

Jadi pada reaksi di atas yang merupakan oksidator adalah begin mathsize 14px style H Cl end style, reduktor adalah begin mathsize 14px style Zn end style, hasil reduksi adalah begin mathsize 14px style H subscript bold 2 end style, hasil oksidasi adalah begin mathsize 14px style Zn Cl subscript bold 2 end style.
 

Pada reaksi di bawah ini:

Error converting from MathML to accessible text. 

Khusus untuk senyawa begin mathsize 14px style H subscript 2 O subscript 2 end style bilangan oksidasi atom O bukan -2, melainkan dihitung dengan cara berikut:

Jumlah bilangan oksidasi unsur pembentuk senyawa adalah 0, maka:

begin mathsize 14px style table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell muatan space H subscript 2 O subscript 2 end cell equals cell left parenthesis 2 cross times b point o point space H right parenthesis plus left parenthesis 2 cross times b point o point space O right parenthesis end cell row 0 equals cell left curly bracket 2 cross times left parenthesis plus 1 right parenthesis right curly bracket plus left curly bracket 2 cross times b point o point space O right curly bracket end cell row 0 equals cell 2 plus 2 b point o point space O end cell row cell b point o point space O end cell equals cell negative sign 1 end cell end table end style 

Atom O pada hasil reaksi terdapat pada senyawa begin mathsize 14px style H subscript 2 O end style dan dapat dicari sebagai berikut:

begin mathsize 14px style table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell muatan space H subscript 2 O end cell equals cell left parenthesis 2 cross times b point o point space H right parenthesis plus left parenthesis 1 cross times b point o point space O right parenthesis end cell row 0 equals cell left curly bracket 2 cross times left parenthesis plus 1 right parenthesis right curly bracket plus left curly bracket b point o point space O right curly bracket end cell row 0 equals cell 2 plus b point o point space O end cell row cell b point o point space O end cell equals cell negative sign 2 space end cell end table end style 

Bilangan oksidasi O mengalami penurunan yaitu dari -1 menjadi -2 oleh karena itu O mengalami reaksi reduksi (oksidator). 

Selanjutnya kita mencari bilangan oksidasi I pada reaktan dan hasil reaksi. 

begin mathsize 14px style table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell muatan space K I end cell equals cell left parenthesis 1 cross times b point o point space K right parenthesis plus left parenthesis 1 cross times b point o point space I right parenthesis end cell row 0 equals cell left curly bracket 1 cross times left parenthesis plus 1 right parenthesis right curly bracket plus left curly bracket b point o point space I right curly bracket end cell row 0 equals cell 1 plus b point o point space I end cell row cell b point o point space I end cell equals cell negative sign 1 end cell end table end style 

I pada hasil reaksi merupakan unsur bebas oleh karena itu bilangan oksidasinya adalah 0. Bilangan oksidasi I mengalami kenaikan dari -1 ke 0 oleh karena itu I mengalami reaksi oksidasi (reduktor).

Jadi pada reaksi di atas yang merupakan oksidator adalah begin mathsize 14px style H subscript bold 2 O subscript bold 2 end style, reduktor adalah begin mathsize 14px style K I end style, hasil reduksi adalah begin mathsize 14px style H subscript bold 2 O end style, hasil oksidasi adalah begin mathsize 14px style I subscript bold 2 end style.space 

0

Roboguru

Spesi yang mengalami penurunan bilangan oksidasi dalam reaksi: 2KClO3​+3S→2KCl+3SO2​ adalah.... dengan perubahan biloks dari menjadi....

Pembahasan Soal:

Bilangan oksidasi masing-masing unsur pada setiap senyawa ditentukan berdasarkan aturan berikut:

  1. Biloks unsur bebas = 0
  2. Dalam senyawa:
    biloks golongan IA = +1, IIA = +2, IIIA = +3, H = +1 (kecuali pada hidrida logam, biloks H = -1), F = -1, O = -2 (kecuali pada peroksida, biloks O = -1 dan superoksida, biloks O = −1/2)
  3. Jumlah biloks ion = muatannya
  4. Jumlah biloks pada senyawa netral = 0


Jadi, spesi yang mengalami penurunan bilangan oksidasi adalah undefined dari +5 menjadi -1.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved